
Sosok yang sangat di ingat oleh Daniel pun juga keluar dari portal hitam tersebut. Itu adalah seorang pria yang memiliki rambut berwarna ungu dengan badan yang bisa dikatakan kurus, dia adalah orang yang waktu itu dapat membunuh Ter dalam sekali serangan.
Tapi yang membuat Daniel marah dengan nya tidak hanya itu saja, kabur dari pertarungan. Di saat Daniel yang sudah serius akan pertarungan satu lawan satu dengan nya, pria berambut ungu tersebut malah meninggalkan Daniel.
Tentu saja itu membuat diri nya merasa di remehkan.
Daniel pun langsung mengeluarkan kedua pedang nya dari Inventori setelah melihat pria tersebut. Tidak ingin melakukan pembicaraan lagi, Daniel dengan Hastenya berlari ke arah pria berambut ungu tersebut.
"Tunggu sebentar tuan." Seorang pria tua berambut putih pun tiba-tiba sudah berada di depan Daniel dan menghentikan Daniel tepat di depan pria berambut ungu.
"Apa maksud mu? apa kau ingin ikut dia ke neraka?" Tanya Daniel dengan tatapan dingin nya, membuat pria tua itu merinding beberapa detik.
Di saat kedua tangan Daniel sudah menggenggam kedua gagang pedang nya, dengan cepat pria berambut putih itu memegang tangan Daniel. Hal itu membuat Daniel sedikit terkejut karena dia mendadak tidak bisa mengeluarkan pedangnya setelah pria tua itu menggenggam tangan nya.
"Kalian berdua hentikan!" Menyadari jika dia di abaikan.
Guine Victoria atau di sering panggil Victoria pun langsung berteriak, itu menyebabkan seluruh mansion bergetar seakan ada sebuah gempa kecil yang menerpanya.
"Maafkan saya tuan putri." Pria tua berambut putih itu pun mengatakan itu setelah melepaskan genggamannya dari Daniel.
"Aku hanya berurusan dengan pria berambut ungu itu, jadi aku akan mengabaikan semua perbuatan yang telah kalian lakukan jika keluar dari sini." Ujar Daniel yang tangan nya masih di gagang pedang nya.
"Ada sesuatu yang perlu ku bicarakan dengan mu." Kata Victoria dengan santai nya sambil membalikkan badan nya menghadap ke arah Daniel yang awal nya dia membelakangi nya.
"Apa itu?" Daniel pun bertanya seolah dia tertarik apa yang ingin Victoria bicarakan.
"Sebelum itu perkenalkan saya adalah Guine Victoria, ratu dari kerajaan kecil yang bernama Cenilion."
"Daniel Padilla, kaisar dari kekaisaran Dracania, aku tidak suka dengan basa basi, jadi langsung ke inti nya."
__ADS_1
"Bumi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu jam pun sudah berlalu, dan pertempuran antara Pasukan Dracania dengan pasukan Ghama pun telah selesai. Kemenangan pun di raih oleh pasukan Dracania dalam mempertahankan kota nya tanpa bantuan Daniel sama sekali, meskipun ada Ter yang ikut bertarung.
Alasan kenapa Daniel tidak membantu karena dia saat ini sedang membicarakan sesuatu yang penting dengan Victoria. Setelah mendengarkan apa yang di katakan oleh ratu dari kerajaan Cenilion atau Victoria, Daniel pun setuju untuk tidak dendam lagi dengan pria berambut ungu tersebut.
"Baiklah dengan begini kita akan berdamai." Ujar Victoria yang mulai berdiri dari duduk setelah melakukan pembicaraan empat mata dengan Daniel.
"Keluarlah." Tutur Daniel.
"Tentu saja, dan juga sesekali datanglah ke benua Klonel, karena seperti yang sudah ku bilang, bahwa di sana banyak manusia yang berasal dari bumi." Victoria berkata seperti itu sambil berjalan menuju pintu keluar ruangan.
Daniel tidak menjawab apapun dari Victoria hingga diri nya keluar.
"Sial sial dia terlalu mempesona dan sangat gagah" Itulah yang di pikiran oleh Victoria ketika sudah di luar ruangan Daniel, pipi nya pun memerah, bahkan dia terlihat tidak malu sedikitpun meskipun para anak buah nya melihat dia malu-malu seperti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ada berbagai informasi yang sangat penting di terima oleh ku ketika berbicara berduaan dengan Victoria. Salah satu nya adalah masalah level yang ada di dunia ini, ada dua macam perbedaan.
Pertama adalah orang yang dapat melihat level mereka, nah biasanya itu adalah bawaan keturunan mereka atau orang yang di berikan sebuah berkah oleh dewa. Orang yang dapat melihat level tidak memiliki batasan akan level mereka, sehingga mereka bisa terus meningkat sampai mati. Salah satu nya adalah raja iblis yang ada di dunia Vulcan.
Kedua adalah orang yang tidak dapat melihat level mereka, berbeda dengan yang pertama, jika ini hampir 98% mahluk hidup di dunia Vulcan berada di golongan ini. Juga mereka memiliki batasan akan level nya, sehingga orang tersebut tidak akan bisa berkembang lagi jika sudah berada di level maksimal. Salah satu nya adalah Opium yang hanya mencapai level 210 saja, namun semenjak dia menjadi bawahan ku level nya entah kenapa terus bertambah.
"Dan aku adalah 0,000001% orang yang mendapatkan sebuah sistem, aku tidak tahu apa yang sedang di rencanakan oleh dewa ketika memberikan sistem ini pada ku." Pikir ku yang saat ini masih duduk di atas kursi.
Di saat aku terbawa dengan pemikiran ku, terdengar lah ketukan dari balik pintu. Dan itu adalah Ormas, dia pun langsung mengabarkan ku jikalau pertempuran telah selesai dan di menangkan oleh pasukan ku.
__ADS_1
"Istirahatkan lah pasukan, dalam dua hari lagi kita akan merebut kembali dua kota yang telah mereka ambil alih." Kata ku pada Ormas yang masih berdiri tepat di depan ku dengan sebuah meja yang membatasi kami berdua.
"Baik yang mulia." Balas nya singkat lalu ijin keluar dari ruangan milik ku.
"Setelah di pikir-pikir lagi, hampir satu tahun aku berada di dunia baru ini." Setelah mengatakan hal tersebut aku pun menyadarkan tubuh ku ke kursi yang aku duduki sekarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV AUTHOR.
Seperti yang telah di katakan oleh Daniel saat itu.
Pasukan Dracania pun mulai di kerahkan lagi selepas dua hari berlalu, tujuan mereka tentu saja untuk mengambil alih kembali kota yang waktu itu di rebut kerajaan Ghama.
Dengan Daniel yang memimpin pasukan tersebut, pertempuran pun menjadi mudah, dalam beberapa jam saja salah satu kota telah di rebut kembali dengan meratakan seluruh prajurit Ghama, kematian yang di alami prajurit Dracania pun bisa di hitung jari.
Apalagi dalam beberapa hari ini Daniel tidak melakukan pertarungan sedikit pun, tentu saja itu membuat dia sangat bersemangat untuk melakukan hal yang sangat ia senangi, yaitu naik level atau yang di lihat oleh orang lain adalah sebuah pembantaian.
"Tersisa satu kota lagi yang mulia, apa anda sudah memiliki rencana setelah ini?" Tanya Ormas.
Saat ini semua komandan militer yang ikut dalam pertempuran kali ini, sedang berkumpul di dalam satu ruangan, semua orang sedang berdiri mengelilingi meja yang berbentuk persegi panjang.
Tapi tidak bagi Daniel, dia hanya duduk dengan santai nya sambil mendengarkan semua saran para komandan tersebut, hingga Ormas pun menanyakan kalimat itu.
"Aku ingin mencoba sihir baru ku di ibukota Ghama, jadi umumkan pada rakyat di sana untuk evakuasi, jika tidak ingin menerima dampak dari sihir ku, maka menjauh lah hingga beberapa kilometer."
"Aku tidak sabar untuk mencoba nya."
Daniel pun tersenyum lebar tanpa sadar membuat semua orang yang di sana sedikit ketakutan dan merasa kasian pada nasib ibukota Ghama nanti.
__ADS_1
Bersambung.