
Setelah melihat puluhan ogre di kalahkan oleh Daniel dengan mudah nya, mental ribuan orang itu pun langsung meningkat drastis. Keyakinan akan kemenangan yang sebelumnya nya tidak ada, kini langsung ada di hati mereka semua.
Daniel sekarang sudah ada di depan istana, Raul yang melihat itu tentu saja langsung memerintahkan mereka untuk bergerak kembali. Mayat ogre yang butuh puluhan orang untuk mengalahkan nya, kini dapat mereka injak tanpa mengorbankan satu nyawa pun.
"Bukalah gerbangnya." Perintah Ormas kepada dua orang yang ada di sampingnya.
Mendengar itu, mereka pun bergegas berjalan ke arah gerbang istana yang sangat tinggi. Cukup berat untuk membuka gerbang tersebut, hingga akhirnya terbuka lah jalan masuk istana. Hawa yang mencekam langsung dapat di rasakan semua orang kecuali Daniel ketika gerbang tersebut mulai terbuka.
Dua orang tersebut langsung mematung di saat melihat Tiga raja goblin yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka semua berdiri, semua orang yang melihat itu tentu saja mengeluarkan pedang mereka
"Kalian cepat lah kembali!" Teriak Ormas.
Mendengar itu, kedua orang itu langsung sadar dan berlari ke arah Ormas yang berada di belakang Daniel.
"Sepertinya kita semua harus menyerang ini secara bersamaan." Kata Bhrail pada Daniel yang masih memegang gagang kedua pedang milik nya.
"Aku akan mengurus yang besar, kalian urus lah yang dua lainnya." Ujar Daniel sembari mengeluarkan dua pedangnya dan melihat ke arah Zier.
"Pasukan serang!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV DANIEL
Sejauh ini semua berjalan sesuai dengan rencana ku, aku tidak bisa tidak tersenyum melihat betapa percaya nya mereka dengan ku. Aku sendiri saat ini sedang bermain-main dengan Zier, raja goblin yang memiliki tubuh besar serta tinggi 3 meter.
"Baru 10 menit berlalu, sudah ada ratusan orang yang tergeletak di lantai." Ujar ku setelah menghindari serangan Zier sembari melihat ke arah dua raja goblin lainnya yang sedang membantai para manusia yang melawan mereka.
"Tuan apakah anda ingin berlama-lama lagi?" Tanya Zier setelah memblokir serangan pedang besi ku.
"Sepertinya kita harus mengakhiri ini." Balas ku kemudian melompat mundur.
Setelah menginjak tanah, aku pun mengaktifkan Haste dan meluncur ke perutnya Zier dengan kecepatan tinggi. Sekali tebasan saja, badan nya sudah terbelah menjadi dua bagian. Ribuan orang melihat adegan itu, keheningan langsung terjadi setelah melihat gerakan ku yang cepat.
__ADS_1
"Kalian fokuslah!" Teriak ku setelah tubuh Zier sang raja goblin panggilan ku sudah ada di lantai.
"SERANG!!!" mereka semua pun bersemangat lagi setelah melihat aku yang bisa mengalahkan raja goblin dengan mudah nya.
"Aku tidak akan berlama lama lagi." Gumam ku yang langsung meluncur ke arah Asen setelah itu.
Aku pun melompati puluhan orang yang sedang mengelilingi Asen, mereka semua terkejut melihat kejadian itu. Bagaimana tidak, hanya sekali lompatan saja, aku sudah bisa melewati puluhan orang sekaligus.
"Bullet light." Kata ku setelah menginjakkan kaki ku ketanah lagi.
Peluru cahaya pun meleset ke arah kepala Asen, aku yang melihat itu. Tentu saja langsung berlari ke arah nya, lalu melompat kan diri lagi menuju kepala Asen dan tebasan Sword of devil secara horizontal mengenai lehernya dengan tepat.
Semua orang di buat cengang lagi gara-gara aku.
Tubuh Asen tergeletak begitu saja setelah aku turun kembali, kepala nya pun menggelinding selepas mengenai lantai batu yang mulus tersebut.
"Baiklah, kita lanjut yang di sana." Dengan berlari ke arah Deri, dia adalah raja goblin yang sudah membunuh banyak manusia daripada dua lainnya.
Tubuh nya memang kecil, tapi dia memiliki kecepatan yang sangat tinggi, serta serangan yang sangat besar membuat nya sangat menakutkan daripada dua raja goblin lain nya.
"Sepertinya dia lumayan berkembang." Bagaimanapun, Deri saat itu sedang menghindari serangan lain nya, sehingga dia dalam posisi yang tidak berdiam diri. Tapi, Elora dapat membidik mata kecil Deri yang saat itu bergerak. Itu patut di puji.
Aku pun sudah ada di hadapan Deri.
Tendangan Dolke chagi mengenai kepalanya, Dolke chagi sendiri merupakan tendangan yang berasal dari bela diri Taekwondo. Gerakan menendang ini memerlukan kita untuk memutar badan 360°, lalu luncurkan tendangan kaki mana yang kita pilih, aku sendiri melakukan nya menggunakan kaki kanan.
Dengan kekuatan penuh, kepala deri pun mengenai tendangan ku, kepala Deri pun langsung patah seketika.
"Lambat." Kata ku melihat tubuh Deri yang sudah ada di lantai lalu meludahinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV AUTHOR
__ADS_1
Suasana menjadi hening ketika raja goblin Deri sudah menjadi mayat, beberapa orang sontak mendudukkan badannya ke lantai karena kelelahan yang tidak bisa ditampung lagi. Tidak ada yang bisa berkomentar tentang kemampuan Daniel, apalagi serangan kaki terakhir tadi, hanya ada satu kalimat yang bisa dikatakan oleh mereka.
'Menakjubkan'.
"Sepertinya kalian pintar untuk bertahan hidup." Ujar Daniel yang melihat 3 komandan mendatanginya.
Meskipun mereka masih hidup. Tapi, tubuh mereka penuh dengan luka karena serangan raja goblin itu. Berbalik dengan Daniel, orang yang menghabisi tiga raja goblin, dia terlihat tidak ada luka sedikitpun.
"Sepertinya memang tepat untuk kami waktu itu mengikuti anda." Kata Raul, mendengar itu dua lainnya tentu saja setuju dengan apa yang di katakan oleh Raul dengan mengangguk kepala mereka.
"Dan juga, sepertinya kamu orang kedua yang terlihat tidak terluka." Daniel tidak bisa berkata seperti itu setelah melihat Elora yang menghampirinya tanpa memiliki goresan sedikitpun.
"Tentu saja, lagipula aku hanya di belakang." Balas nya.
"Kalau begitu, kita akan melanjutkan pertarungan terakhir untuk mengalahkan iblis itu, suruh mereka yang baik baik saja untuk berangkat lagi, dan yang terluka bawa mereka keluar dari istana."
"T-tapi Daniel, mereka semua terlihat kelelahan." Kata Bhrail dengan nada sedikit ragu.
"Kalian semua tidak usah bertarung, tugas kalian hanyalah menonton aku yang sedang bertarung dan sebagai saksi kemenangan pertarungan ku nanti."
"Apa kamu serius?" Tanya Ormas yang menunjukkan raut penuh keraguan.
Daniel tidak menjawab dan hanya melihat ke arah tiga raja goblin yang tergeletak di lantai, tentu saja Ormas paham dengan yang sedang di lakukan oleh Daniel, dan hanya bisa tertawa kecil karena meremehkan nya.
Ketiga orang itu memerintahkan orang-orang untuk membuat barisan lagi, Sekitar 9.500 orang gugur dalam pertarungan melawan tiga raja goblin kali ini. Daniel tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu, karena semakin banyak orang yang mati, semakin bagus juga bagi nya.
"Ymir, dimana kamu menyimpan para manusia?" Tanya Daniel melalui kemampuan summon nya kepada Ymir.
"Mereka semua ada di ruangan raja singgasana, dan saya juga berada di sana sekarang." Jawab nya.
Tidak membuang-buang waktu lagi, Daniel memerintahkan kepada Raul untuk menunjukkan jalan menuju ruangan singgasana. Tentu saja Raul tahu tempatnya, cukup lama untuk sampai ke sana karena luas nya Istana.
"Baiklah, semua tetap berada lah di belakang ku." perintah Daniel.
__ADS_1
Teriakan dan tangisan dapat didengar samar-samar dari luar, semua orang yang mendengar itu lumayan marah dan geram, kelelahan yang sebelumnya ada mendadak hilang karena hal itu.
Daniel pun dengan sendirinya membuka pintu tersebut.