King Of System

King Of System
ch.35 Pengorbanan


__ADS_3

Daniel mendengar apa yang di ucapkan oleh Zerren hanya bisa terdiam. Akan tetapi, dia juga terus menjaga pertahanan nya, bagaimana pun juga orang yang di depan nya saat ini memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada nya dan dia juga merupakan anak dari raja iblis.


"Sudah ku bilang aku berasal dari masa depan, bahkan ayah ku sendiri yang sekarang tidak akan mengenali ku, jadi turun kan saja pedang yang kamu pegang itu, lagipula apapun usahamu untuk mengalahkan ku semuanya hanyalah sia sia." Ujar Zerren.


"Kita belum tahu jika kita tidak mencoba nya dulu, benarkan." Daniel pun masih belum mempercayai perkataan Zerren orang yang berada di depan nya.


"Kamu memang orang yang sangat keras kepala, turunkan senjata mu, aku bukan orang yang pecundang melawan seseorang lebih lemah dari ku, dan mustahil bagi mu untuk mengalahkan ku, apa kau paham sekarang." Setelah mengatakan itu Zerren mengeluarkan aura hitam pekat di sekeliling tubuh nya.


Daniel mendadak muntah darah setelah Zerren mengeluarkan aura seperti itu, dia pun bergegas merapalkan sihir Healing membuat tubuhnya menjadi normal kembali.


"Baiklah aku menyerah," Dia mengatakan seperti itu sambil menurunkan pedang nya, "Lalu, apa maksud mu dengan berteman?"


"Apa kamu tahu, di masa depan nanti kamu akan menjadi orang yang sangat berbahaya? bahkan para dewa akan kewalahan dengan mu." Balas Zerren.


"Bisakah kita langsung saja ke inti nya."


"Dan seperti nya sifat mu yang sekarang dan di masa depan tetap lah sama. Baiklah, inti nya aku mau mengajak mu bertarung melawan sang creator, tapi seperti yang sudah ku bilang, itu masih sangat lama, sekitar 1.000 tahun atau lebih dari sekarang."


"Sang creator? siapa itu."


"Bisa di bilang dia adalah mahluk yang menciptakan kita semua."


"Jadi kamu mau aku menemani mu untuk melawan pencipta kita, sepertinya itu akan menarik, tapi apa keuntungan nya bagi ku?"


"Tentu saja penghormatan yang tak pernah kau bayangkan, serta jika kau mau berteman dengan ku maka aku akan menyerahkan diri ku ini untuk mu."


"Apa maksud mu?"


"Level, bunuh aku dan kamu akan mendapatkan level yang tak terhingga, apa menurutmu?"


"Dasar gila."


"Ayolah, aku sudah muak dengan dimensi berwarna putih itu, lagipula aku akan bereinkarnasi lagi menjadi diri ku ketika masih remaja."

__ADS_1


"Jika itu mau mu, aku tidak akan menolak nya, lagipula aku sangat perlu kekuatan yang besar sekarang."


"Baiklah ini mungkin pertemuan pertama bagi mu dengan ku, tapi kau dan aku di masa depan sudah mengalami banyak hal luar biasa, bahkan dirimu rela mengorbankan nyawa mu untuk ku, jadi mungkin ini sebagai bentuk terimakasih ku untuk diri mu yang ada di masa depan."


Zerren pun saat ini sudah berdiri tepat di depan Daniel, walaupun sedikit, Daniel dapat melihat air mata yang keluar dari Zerren ketika mengatakan hal tersebut.


"Sepertinya diri ku di masa depan sangat baik."


"Benar, dia terlalu baik, kalau begitu bunuh lah aku."


"Berapa tahun lagi kau akan lahir?" Tanya Daniel.


"Sebaiknya kamu mencari ku 500 tahun yang akan mendatang, di saat itu kemungkinan aku sudah dewasa lagi." Balas Zerren.


"Aku paham, kalau begitu apakah aku harus memulainya?"


Zerren pun hanya membalas dengan mengangguk kan kepalanya. Daniel pun bergegas menjatuhkan Sword of devil miliknya dan mulai mengangkat Falcon sword miliknya serta mulai menargetkan leher Zerren


"Sampai jumpa di masa mendatang Daniel."


Setelah membunuh Zerren, tiba-tiba tubuh Daniel panas dan kepalanya pusing begitu dahsyat. Daniel yang tidak dapat menahan itu mulai roboh dan tidak selang beberapa menit kemudian dia pingsan dengan suara datar Ai yang terus mengumandangkan jika Daniel naik level.


Di sisi lain, kejadian yang sangat bodoh telah di lakukan oleh seseorang yang masih meremehkan kekuatan akan Daniel. Lagi lagi Daniel seperti nya akan menciptakan sebuah pembantaian lagi gara gara orang tersebut.


"Aku harus bergegas menyampaikan ini kepada yang mulia." Pikir seorang pria tua yaitu Ormas yang melaju dengan kencangnya dengan menunggangi kuda hitam milik nya serta di temani beberapa prajurit yang berada di belakang nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sepertinya aku pingsan." Pikir Daniel sambil membangun kan tubuhnya dari baring di atas kasur yang sangat besar dengan selimut berwarna merah.


"Kamu akhirnya sadar" Saila sendiri saat ini sedang duduk di kursi tepat di sebelah kasur nya Daniel.


"Berapa lama aku tidak sadarkan diri?" Tanya Daniel setelah melihat ekspresi terkejut nya Saila sambil menatap ke arah ia.

__ADS_1


"Anda sudah 5 hari pingsan yang mulia." Balas Saila sembari berdiri dari duduknya dan bergegas mengambil makanan yang sudah di siapkan di atas meja yang tidak jauh dari dia.


"Lima hari? sepertinya aku melalui banyak hal, bisa kamu ceritakan apa saja yang terjadi ketika aku tidak sadarkan diri." Kata Daniel yang melihat Saila mengambilkan sebuah piring dengan bermacam-macam makanan di atas nya.


"Tidak terlalu banyak, tapi ada satu hal penting yang harus anda dengarkan nanti, namun sebelum itu anda harus makan terlebih dahulu." Tutur Saila yang saat ini sudah duduk kembali di sebelah Daniel dengan piring yang dia pegang.


"Kau bilang tadi aku tertidur selama lima hari?"


"Benar." Balas Saila.


"Bukankah itu waktu yang tepat untuk membunuh ku?"


"Yah entah kenapa aku sedikit tertarik dengan mu." Balas nya singkat.


Daniel pun tidak menjawab lagi. Saila yang melihat itu pun langsung menyuapi Daniel dengan makanan yang ada di atas piring, tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka, hanya terdengar kunyahan makanan dari mulut Daniel saja.


"Kalau begitu apakah anda ingin beristirahat dulu? atau ada hal yang lain anda inginkan?" Tanya Saila yang sudah menaruh kembali piring kosong yang ia pegang.


"Tidak, aku ingin mendengar hal penting yang kamu sebutkan sebelumnya." Balas Daniel.


"Jika itu mau anda, tunggu lah sebentar, aku akan memanggil kan orang yang akan menyampaikan pesan itu." Ujar Saila dengan berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Daniel sendirian saat ini.


Cukup lama menunggu, akhirnya ada ketukan dari luar pintu. Tanpa menjawab, pria yang di kenali oleh Daniel itu pun memasuki ruangan Daniel beristirahat dengan pakaian yang kasual tanpa menggunakan armor sedikit pun di badan nya.


"Salam hormat yang mulia." Ujar Ormas yang membungkuk badannya tepat di sebelah Daniel.


"Jadi, apa yang terjadi?" Tanya Daniel yang mulai beranjak dari kasur nya, meskipun dia pingsan sudah lebih dari 3 hari, terlihat dia seperti orang baik-baik saja.


"Apakah anda tidak apa-apa." Melihat raja nya yang berjalan menuju kursi tidak jauh dari nya, membuat Ormas khawatir karena raja nya tersebut barulah bangun.


"Aku tidak mau mendengar itu, cerita kan saja apa yang sedang terjadi." Ujar Daniel yang saat ini sudah duduk di atas kursi.


"Sebelum nya maafkan saya yang mulia," Ormas berkata seperti itu sambil menundukkan kepalanya, " Yang mulia Catherine dan pengawalnya Elora di temukan telah tewas di kamar tidur sang tuan putri."

__ADS_1


"Siapa si brengsek yang berani melakukan hal itu."


__ADS_2