
Para sandera pun tidak bisa tidak terkejut, tangan mereka yang mula nya sudah terpisah dari badan nya, mendadak muncul kembali. Bahkan, rasa sakit yang di rasakan oleh mereka sebelumnya, menghilang begitu saja.
Mereka semua melihat ke arah Daniel, dan tahu jika dialah yang membuat diri mereka utuh kembali.
"S-seorang dewa." Ujar salah satu orang yang disembuhkan oleh Daniel.
Mendengar itu, mereka semua setuju dengan apa yang dikatakan oleh orang tersebut.
Daniel hanya mengabaikan itu, serta membelakangi mereka semua dan berjalan kearah para prajurit sukarelawan yang sedang bingung apa yang mereka lihat tadi.
"Kenapa kalian bengong begitu?, Bukankah ini kemenangan kita?" Tanya Daniel setalah menyadari kalau semua orang hanya terdiam.
Mendengar itu, semua orang tersenyum kemudian bersorak kemenangan atas mereka, mereka juga terus memuji akan Daniel yang dapat mengalahkan tiga raja goblin dan satu orang demon.
Ibukota Licanara sekarang direbut kembali hanya dalam satu malam, bahkan itu termasuk hal yang menyusahkan untuk dilakukan oleh seorang Dierez yang merupakan salah satu penyihir terkuat untuk menguasai ibukota Licanara dalam satu malam yang sudah dikuasai oleh tiga raja goblin dan satu iblis serta pasukan monster mereka.
"Sepertinya kamu mendapatkan ingatan mu kembali." Elora berkata seperti itu setelah berada dihadapan Daniel.
"Mungkin begitu." Balas Daniel dengan tersenyum lalu mengelus rambut blonde milik Elora.
Elora pun hanya bisa terdiam dengan wajah yang memerah karena hal tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV DANIEL
Attuning time merupakan sihir ciptaan milik Adelia yang di berikan khusus untukku, ini memang skill yang aku minta oleh nya waktu itu. Attuning time sendiri dapat membalikkan waktu sesuai wilayah yang kita inginkan.
Bahkan, tidak ada cooldown untuk sihir ini.
Padahal untuk merapalkan sihir itu tidak perlu mengangkat kan kedua tangan, namun untuk membuat suasana menjadi lebih dramatis, meskipun sedikit memalukan aku pun tetap melakukan hal itu.
Sekarang aku dan semua orang yang ada didalam istana, sudah keluar dan sedang berjalan menuju alun-alun ibukota. Matahari sendiri mulai menampakkan diri nya, menandakan malam hari sudah meninggalkan kami.
Elora yang berada di sebelah ku pun hanya berdiam diri tanpa mengatakan satu kata pada ku semenjak keluar dari istana.
Lumayan lama aku berjalan menuju alun-alun, lagipula ini ibukota, jadi wajar saja memiliki wilayah yang sangat luas. Bangunan hancur dapat dilihat dimanapun aku memandang, tidak hanya itu saja, tangan, kepala, kaki dan bagian tubuh lainnya dapat di lihat dari reruntuhan bangunan itu, juga ada beberapa yang di jalanan.
__ADS_1
Beberapa orang yang tidak terbiasa melihat itu pun langsung muntah.
"Mungkin bisa aku mulai." Pikirku setelah melihat sekeliling kum
Aku pun mulai mengangkatkan kedua tangan ku seperti sebelumnya, sembari menutup kedua mata ku. Suasana menjadi sangat hening, hanya ada suara angin saja yang dapat didengar sekarang.
"Attuning time." Teriak ku dan membayangkan jarak yang aku ingin kenakan sihir tersebut.
Tidak selang beberapa menit kemudian, cahaya emas dari langit menyinari satu ibukota Licanara. Kalau aku perkirakan, kota tersebut memiliki luas hampir 50 kali lipat sebuah lapangan sepak bola.
Reruntuhan bangunan yang awal nya berhamburan dimana-mana, mulai beterbangan ke bangunan asal mereka, kejadian itu di saksikan oleh semua orang hingga bangunan-bangunan tersebut menjadi utuh kembali seperti semula.
Tidak hanya itu saja, manusia yang sudah di bunuh oleh para monster yang di summon oleh ku, mendadak hidup kembali di tempat terakhir kali mereka berada, mereka pun terlihat terkejut dengan apa yang terjadi pada mereka.
"Aku hidup kembali."
"K-keajaiban ini sebuah keajaiban."
"Anakku di mana kamu."
Kota yang tadi mati, mendadak menjadi hidup kembali. Tangisan kebahagiaan dapat didengar di seluruh penjuru kota, aku pun hanya bisa tersenyum kecil dengan apa yang sudah aku lakukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV AUTHOR
Saat ini Daniel dan Cathrine berada di dalam sebuah kamar yang berada di istana, Daniel sendiri sekarang secara tidak langsung sudah di terima sebagai raja oleh para warga. Ucapan terima kasih pun terus Daniel terima ketika berjalan menuju istana.
Cathrine sendiri di jemput menggunakan kereta kuda yang di suruh oleh Daniel, dia hanya bisa terkejut dengan apa yang Cathrine lihat di sepanjang jalan, bangunan yang awalnya dia tahu sudah hancur lembur karena sebuah meteor, tiba-tiba menjadi utuh kembali, tidak hanya itu saja, para warga pun banyak hidup kembali yang seharusnya ada ribuan orang mati.
"P-pasti ayah, ibu dan kakak hidup jua." Itulah pikir Cathrine awal nya di dalam kereta kuda.
Akan tetapi, yang dia lihat hanyalah Daniel yang berada di kamar nya sendiri.
"M-mana ayah ku Daniel?" Tanya nya dengan wajah tersenyum canggung sembari menghampiri Daniel.
"Bukankah dia sudah mati." Balas nya yang saat ini sedang duduk di atas kasur.
__ADS_1
"Tapi, yang aku dengar di jalan, kamu menghidupkan semua orang." Tubuh Cathrine mendadak gemetaran setelah mendengar jawabannya Daniel.
"Kamu kira aku bisa menghidupkan semua orang." Dia pun berkata seperti itu setelah berdiri dari duduknya.
"K-kenapa kamu bisa menghidupkan para rakyat jelata itu, sedangkan ayah ku tidak, s-setidak nya ibu ku kamu bisa menghidupkan dia kan?"
"Bukankah sudah aku bilang," Daniel sekarang tepat berdiri didepan Cathrine, "Aku tidak bisa menghidupkan semua orang, dan itu semua acak hanya orang yang terpilih bisa hidup kembali." Setelah mengucapkan itu Daniel berjalan ke arah pintu keluar.
"T-tunggu kamu mau kemana."
Daniel pun hanya mengabaikan perkataan itu dan melangkahkan kakinya lagi ke arah pintu keluar, namun, Cathrine memegang tangan Daniel dengan tangan yang gemetaran.
"Kumohon jangan tinggalkan aku, aku tidak mau sendirian lagi, aku tidak ingin seperti dulu lagi, kumohon Daniel jangan tinggalkan ku, aku akan melakukan apapun buat mu, jadi jangan tinggalkan aku, aku mohon sekali." Cathrine tidak bisa menahan tangisnya lagi sesudah mengucapkan hal tersebut.
"Berhenti lah menangis," Daniel pun langsung memeluk Cathrine setelah mendengar semua omongan nya, "Kamu adalah orang yang istimewa bagi ku, tentu saja aku tidak akan meninggalkan mu begitu saja, jadi mulai sekarang turuti lah semua perkataan ku, apa kamu paham?"
Mendengar bisikan tersebut, Catherine pun hanya bisa menjawab iya tanpa penolakan sedikitpun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah satu minggu berlalu semenjak ibukota Licanara di rebut kembali, hari ini merupakan hari yang sangat spesial bagi rakyat Licanara, karena hari ini merupakan hari dimana Daniel menunjukkan diri nya dan mengungkapkan jika diri nya sebagai seorang raja baru atau akan menjadi seorang kaisar, setelah merebut kembali dua kerajaan lainnya yang berkhianat.
Semua orang sudah berkumpul tepat didepan Istana. Dari yang muda sampai tua, Perempuan dan Pria, siapapun itu berkumpul di sana untuk menyaksikan wajah sang penyelamat mereka semua.
"Kaisar agung Daniel Padilla dan Permaisurinya Cathrine Pavolia akan menunjukkan dirinya!" Teriak pria yang berada di balkon Istana.
"Panjang umur bagi sang Kaisar!"
"Hidup sang Kaisar!'
"Keselamatan terus bersama sang Kaisar!"
Berbagai teriakan pujian pun terus di keluarkan dari mulut hampir tiap orang yang berada di sana.
Hingga akhirnya muncullah sesosok yang mereka tunggu-tunggu. Pria bertubuh tegak dengan tinggi mencapai 180 cm dengan tubuh sedikit berotot dengan paras tampan serta rambut putih perak, keluar dari pintu balkon menggenggam tangan sang permaisuri nya yaitu Cathrine yang tak kalah menawannya, bahkan mereka memiliki rambut yang mirip satu sama lain seakan dewa saja sudah menjodohkan mereka dari lahir.
Setelah Daniel melambaikan tangan nya ke arah mereka.
__ADS_1
Tiba tiba sebagian dari orang yang berkumpul di sana bersujud di tempat seakan menyembah sang dewa, itu tentu saja membuat beberapa orang kebingungan. Namun kebanyakan dari mereka yang bersujud adalah orang-orang yang hidup kembali setelah mati dan para sandera yang merasakan nama nya putus asa tapi di tolong oleh Daniel menggunakan skill nya yang bernama Attuning time.
"Sepertinya nya rencana ku benar benar sempurna." Kata Daniel melihat beberap orang bersujud pada nya.