
Dari kejauhan gerbang dari ibukota Licanara sudah nampak di kedua mata nya Daniel, kuda yang mereka tunggangi pun tidak menurunkan kecepatannya sama sekali melainkan menambahkan laju mereka.
Antrian dari warga yang ingin masuk ke ibukota pun telah di lewati Daniel beserta yang lain nya. Rombongan Daniel tersebut pun menarik perhatian semua orang karena melihat armor yang di gunakan oleh prajurit yang di bawa Daniel terlihat sangat mewah
Terutama pada Daniel, sekali lihat saja orang-orang yang terkena invasi oleh Ymir waktu itu pasti akan langsung mengenali diri nya.
Tanpa perlu pemeriksaan, Daniel masuk begitu saja.
"Ormas di mana kalian menaruh mayat nya?" Tanya Daniel yang masih melaju di dalam kota.
"Saat ini saya hanya menaruh tubuh yang mulia Cathrine dan Pengawal nya di kamar mereka di bunuh."
Tidak menjawab, Daniel hanya menjalankan kuda nya menuju istana yang sangat familiar bagi nya. Istana di mana dia berdiri dan di puji-puji sebagai pahlawan oleh rakyat Dracania yang sudah terkena permainan nya Daniel sendiri.
Puluhan pelayan perempuan yang menyadari jika raja nya datang, langsung keluar dari istana mereka dengan wajah yang cemas. Karena melihat kuda yang di tunggangi oleh Daniel melaju ke arah istana.
"Sepertinya terjadi sesuatu yang sangat besar." Bisik salah satu pelayan kepada teman di sebelahnya.
"Aku mendengar gosip jika ratu dan pengawal nya di bunuh beberapa hari yang lalu." Balas teman yang di sebelahnya dengan nada yang pelan juga.
"Akhm... berhentilah, kalian bisa di hukum jika berbicara yang tidak bagus untuk keluarga kerajaan." Tegur pelayan yang sepertinya lebih senior dari mereka berdua.
Hal itu pun membuat suasana menjadi hening kembali.
Tak selang beberapa menit kemudian, rombongan Daniel pun sudah berada tepat di depan pintu masuk istana dengan puluhan pelayan yang sudah berdiri di luar dari tadi. Menunggu kedatangan kaisar mereka yaitu Daniel.
"Tunjukkan aku jalan ke kamar Cathrine." Ujar Daniel kepada Ormas yang sudah turun dari kuda nya, begitu pula dengan Daniel sendiri.
"Silahkan ikuti saya yang mulia." Ormas pun langsung berjalan di depan dan Daniel mengikuti nya dari belakang.
Para pelayan tersebut pun di abaikan oleh Daniel dan hanya mengikuti Ormas masuk ke dalam istana.
Dua penjaga dengan full body armor berdiri di depan pintu kamar Cathrine berada. Melihat Daniel dan Ormas berjalan ke tempat mereka berdiri, dua penjaga itu pun langsung membungkukkan badan nya.
__ADS_1
Ormas pun langsung membukakan pintu nya dan mengikuti Daniel yang masuk terlebih dahulu.
Bau yang sangat tidak enak pun tercium di telinga Daniel.
Terlihat ada dua tubuh yang sedang berbaring di atas kasur dengan di tutupi kain putih. Daniel pun langsung membuka kain tersebut, setelah membuka nya, dua wajah yang di kenali oleh nya terlihat jelas di mata nya.
"Seperti yang anda lihat yang mulia, hanya ada satu tusukan di tubuh ratu dan pengawal nya. Saya pikir mereka menggunakan racun yang sangat mematikan." Ormas menjelaskan dengan berdiri cukup jauh dari Daniel.
"Keluar lah, dan jangan lupa untuk menutup pintu nya lagi." Perintah Daniel tanpa menengok ke arah Ormas.
"Baik yang mulia."
"Sebenarnya aku tidak masalah kalian berdua mati, namun aku masih memerlukan kalian berdua," Pikir Daniel dengan menatapi wajah Cathrine yang sudah membiru, "Attuning Time."
Cahaya emas pun yang muncul entah dari mana menerangi kedua mayat yang sedang berbaring di hadapannya Daniel. Wajah mereka yang membiru kini kembali menjadi segar, bagian tubuh yang berlubang akibat tusukan pun dengan cepat terhubung kembali.
"D-daniel." Cathrine lah yang pertama berbicara, lalu Elora yang juga memanggil nama nya Daniel
"Jadi, bisakah kalian berdua menceritakan kronologi nya?" Tanya Daniel
Cathrine sendiri terlihat masih belum merespon apa yang sedang terjadi pada nya sehingga dia masih bengong setelah memanggil nama Daniel. Daniel pun tidak membalas perkataan Elora dan hanya menatap mereka berdua.
"Mereka memakai pakaian hitam dengan lambang yang sangat aku kenali." Balas Elora yang menyerah terhadap sifat dingin Daniel itu dan menjawab pertanyaan Daniel tadi.
"Siapa itu?"
"Dark light."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV DANIEL.
Sudah 3 hari berlalu semenjak Cathrine dan Elora ku hidup kan kembali. Ormas sendiri menjelaskan pada ku jika Dark light merupakan organisasi kriminal terbesar di benua Ezernel untuk saat ini. Pembunuh bayaran, pengumpulan informasi rahasia, penjualan budak dan berbagai kriminal lain nya ada di Dark light.
__ADS_1
Alasan salah satu kenapa Dark light tidak pernah di musnahkan adalah, markas mereka yang sangat rahasia serta kekuatan mereka yang hampir setara dengan satu kerajaan kecil. membuat siapapun tidak pernah membuat masalah dengan mereka.
"Baiklah aku paham, biar kan aku yang menyelesaikan ini." Kata ku pada Ormas sambil berdiri dari duduk ku.
"Apa anda berniat menghancurkan Dark light sendirian yang mulia?" Tanya Ormas dengan nada yang khawatir.
"Satu bulan lebih lagi, kabar akan Dark light yang menghilang pasti akan menjadi pembicaraan yang hangat dan menarik bagi rakyat" Aku berkata seperti itu sembari berjalan ke pintu keluar.
Di saat aku membuka pintu, ada Elora dengan pakaian kasual nya berdiri tepat di depan pintu tersebut membuat aku sedikit terkejut pada nya.
"M-maafkan saya yang mulia." Ujar Elora setelah diri nya terpergok menguping pembicaraan aku dan Ormas tadi.
"Bukankah sudah ku bilang panggil Daniel saja."
"Tapi bukankah itu tidak sopan?"
"Ayolah, lagipula jika tidak ada kamu saat itu di hutan Tennessee mungkin aku sudah tidak ada sekarang."
"Hahaha... candaan yang bagus." Tawa nya dengan wajah yang tersenyum membuat siapapun pasti akan jatuh cinta pada nya.
"Jadi ada yang ingin kamu bicarakan?"
"Aku ingin ikut dengan mu untuk menghancurkan Dark light."
Dari awal aku memang berencana untuk berpetualang sendiri sehingga aku tidak ingin ada gangguan apa pun itu, jadi aku pun harus menolak permintaan dari Elora tersebut. Walaupun awal nya dia bersikeras sekali untuk ikut dengan ku, akhirnya setelah penjelasan yang cukup lama dia pun menerima nya untuk tidak ikut dengan ku.
"Malam ini aku akan keluar, jadi aku akan menemui Cathrine terlebih dahulu." Kata ku pada Elora yang saat ini kami berdua berada di ruangan Ormas menjelaskan Dark light saat itu.
"Aku tahu kamu sangat kuat, tapi berhati-hati lah, apalagi mereka adalah Dark light." Tutur Elora.
"Sekuat apa pun mereka, jika di hadapan ku tidak akan ada arti nya." Kata sambil berdiri kembali.
"Yah... aku sudah tahu jika kamu akan menjawab seperti itu, dan satu hal lagi, aku sangat berterimakasih pada mu karena sudah menghidupkan ku lagi, ji-jika kamu menginginkan tubuh ku maka aku akan memberikan nya sebagai bentuk terima kasih." Pipi Elora pun memerah di saat berkata di bagian akhir.
__ADS_1
"Hm..." Dengan inisiatif aku pun berjalan menghampiri nya lalu mencium kening nya, "Untuk saat ini aku hanya menginginkan itu, tapi tidak tahu kalau ke depan nya."
Bersambung.