
⟨ Status ⟩
Level: 1.829
Name: Daniel Padilla.
Hp: 4.560.789.000/4.560.789.000
Mp: 12.080.124.890.000/12.080.124.890.000
STR: 107.220
AGI: 239.100
DEF: 77.290
INT: 189.800
DEX: 80.200
LUK: 73.900
⟨ Point stat: 13.295 ⟩
Job:
Summoner, Sword Master, Legendary Magician.
Skill:
- Haste, Strike shadow, Bullet Light, Healing, Fireball, Cyclone, Aftershock, Arc Lighting, Attuning Time, Bionic Shield, Chaos Meteor, The Goal Of All Death, Fly, Thunder Storm, Frost Nova.
Title:
- The Brave, The Goblin Hunter, The Liar, The killing Machine, The Emperor.
Catatan: Jika ada yang kurang mohon koreksi nya.
Begitulah status yang di lihat oleh Daniel sesaat sebelum dia di panggil untuk masuk ke dalam arena.
Ketika dia mulai memasuki arena, sorakan penonton pun terdengar di telinga nya. Suasana di sana sangatlah meriah, bahkan Daniel yang melihat sekeliling nya sangat takjub akan ribuan penonton yang menyaksikan pertarungan nya kali ini.
Dia sendiri hanya memakai sebuah pakaian berwarna warna hitam sampai ke bawah, dengan Sword Of Devil dan Falcon Sword di pinggangnya.
__ADS_1
Aslhan dan Zennesis yang melihat kaisar nya tidak memakai full armor seperti diri mereka berdua, membuat mereka berpikir jika mereka berdua sedang di remehkan oleh orang yang berdiri jauh di depan mereka.
"Lihatlah para petarung gagah berani kita telah menunjukkan diri mereka di arena, sebelum memulai pertarungan kita akan mewawancarai setiap dari mereka..." Selepas berkata seperti itu, pembawa acara yang bernama Yoen itu pun berjalan mendekati Aslhan.
"...Tuan Aslhan, apa yang anda rasakan saat ini?" Yeon pun melontarkan pertanyaan nya pertama nya ke arah Aslhan yang kini dia berhadapan dengan nya.
"Ya aku merasa sangat bersemangat sekarang, tapi aku sedikit kecewa dengan yang mulia, karena beliau seperti nya meremehkan kita berdua." Balas Aslhan.
"Ohh... begitulah yang di katakan tuan Aslhan, mohon semuanya berikan semangat pada tuan Aslhan." Teriak Yeon dengan penuh semangat lalu berjalan ke arah Zennesis yang berada di sebelah Aslhan,"...Lalu dengan tuan Zennesis, bagaimana dengan anda sendiri." Tanya Yeon pada orang yang berada tepat di depan nya.
"Aku? Dari beberapa hari ini sudah tidak sabar melihat wajah kaisar kita semua yang terluka, tentu saja itu membuat aku penasaran bagaimana wajah nya nanti." Zennesis pun berkata seperti itu dengan membentangkan kedua sayap hitam nya.
"Hahaha... sepertinya kedua tuan tuan kita semua sudah tidak sabar akan pertarungan kali ini, kalau begitu mari kita bertanya ke petarung utama kita semua yaitu, yang mulia Daniel." Dia pun berjalan mendekati Daniel.
"Jadi bagaimana yang mulia perasaan anda sekarang?" Tanya Yeon yang sudah ada di dekat Daniel.
"Cepatlah mulai brengsek aku di sini bukan melakukan sebuah interview ataupun wawancara."
Daniel yang berkata seperti itu membuat koloseum hening seketika mendengar perkataan nya. Kemudian tidak lama seluruh penonton di sana tertawa dengan keras lalu memaki lagi ke arah host atau pembawa acara karena terlalu lama melakukan pertarungan nya.
Zennesis dan Aslhan yang mendengar perkataan Daniel pun ikut tertawa juga.
"Baiklah, baiklah mohon sabar semuanya, tidak perlu lama lagi mari kita mulai pertarungan paling di tunggu-tunggu ini sekarang juga."
Ketika pembawa acara tersebut mengatakan pertarungan telah di mulai, Zennesis lah yang pertama melakukan sebuah gerakan. Dengan kedua sayapnya yang sudah membentang, dia meluncur ke arah Daniel seperti seekor elang yang menemukan mangsa nya.
Daniel yang melihat itu pun dalam hitungan detik saja, dia sudah mengeluarkan dua pedang dari sarung pedangnya yang berada di pinggangnya, lalu dia memblokir tebasan Zennesis yang mengarah ke leher nya dengan Sword Of Devil di tangan kanan nya.
Tidak sampai situ saja, Aslhan yang dari tadi berlari di belakang Zennesis langsung melompat melalui Zennesis dan menyerang ke arah Daniel melalui jalur udara.
Menyadari itu Daniel pun langsung memblokir pedang Aslhan dengan Falcon Sword yang berada di tangan kirinya. Jika saja dia terlambat dalam 0,0001 detik maka tubuh nya sudah di pastikan terbelah menjadi dua.
Penonton yang melihat peristiwa spektakuler itu pun langsung bersorak kegirangan.
"Apa kalian berdua hanya memiliki kemampuan begini saja." Daniel pun langsung mendorong pedang nya ke depan agar pedang mereka tidak saling menyatu lagi.
Zennesis dan Aslhan yang tidak bisa menahan dorongan itu pun langsung terdorong beberapa langkah.
"Haste." Setelah itu Daniel langsung mengaktifkan Haste nya dan meluncur ke arah Aslhan.
"Sial di mana dia." Aslhan pun terkejut melihatnya.
Kecepatan Daniel sangat tinggi, bahkan Aslhan dan Zennesis tidak bisa melihat Daniel. Ketika Sword Of Devil mulai di tebas oleh Daniel ke leher nya Aslhan, pedang yang di pegang oleh Aslhan pun dengan reflek nya bisa memblokir serangan Daniel.
__ADS_1
Bahkan Aslhan tidak bisa melihat serangan itu, namun dia yang dapat merasakan sebuah bahaya sontak saja dapat menahan tebasan dari Sword Of Devil yang berada tepat di depan nya.
Melihat Daniel terhenti seketika, Zennesis pun tidak membuang peluang itu dan langsung menendang Daniel yang berada di sebelah kanan nya. Dia pun langsung mengubah posisi nya ke arah Daniel dan menendang lurus ke sisi kiri nya Daniel.
Sayangnya di saat Daniel mau menahan tendangan Zennesis dengan Falcon Sword nya, Aslhan sudah memegang Falcon Sword milik Daniel dengan tangan kosong nya membuat tangan Aslhan mengeluarkan darah yang sangat banyak akibat memegang Falcon Sword.
Akan tetapi itu sebanding, karena membuat Daniel tidak sempat lagi menahan tendangan keras Zennesis yang mengarah ke tubuh bagian sisi kiri nya Daniel.
Daniel pun langsung terlempar mencapai dinding Koloseum membuat retakan yang sangat lebar di sana dan meninggalkan Sword Of Devil serta Falcon Sword di hadapan Zennesis dan Aslhan.
"Sepertinya kerja sama kita berdua tidak terlalu buruk." Seru Zennesis yang melihat tangan Aslhan mengeluarkan darah cukup banyak setelah melepaskan Falcon Sword dari tangan nya.
Ketika asap akibat benturan Daniel dengan dinding Koloseum mulai memudar, tiba tiba saja Daniel dengan kecepatan tingginya meluncur kembali ke arah Aslhan Dan Zennesis seperti tidak ada yang terjadi pada nya sebelum nya.
Dia meluncur bagaikan sebuah mobil Lamborghini yang memakai dua turbo sekaligus. Zennesis dan Aslhan yang melihat itu pun sedikit terkejut.
Dalam hitungan beberapa detik saja Daniel sudah berada di sebelah Aslhan lagi lalu langsung memukul kepala Aslhan dengan tangan kosong nya, Aslhan yang tidak menyadari itu menerima pukulan tersebut membuat dia terlempar hingga ke dinding Koloseum.
Zennesis yang menyadari itu pun langsung terbang mundur menjauh.
Melihat Zennesis yang menggunakan sayap nya terbang untuk menjauh dari diri nya, Daniel langsung melompat ke atas bagaikan roket yang meluncur ke arah Zennesis.
Ketika diri nya sudah di atas Zennesis, Daniel langsung menggunakan bagian bawah kaki nya menendang Zennesis hingga Zennesis jatuh ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sorakan dari penonton pun mendadak tambah nyaring dari sebelumnya, atmosfer di sana sangatlah mengerikan melebihi dari suporter sepak bola.
Aslhan dan Zennesis terlihat mendapatkan luka parah dari sekali serangan Daniel.
Daniel sendiri sudah mendarat ke tanah dengan mulus nya dan mengambil kembali kedua pedangnya lalu mengembalikan nya ke asal nya lagi yaitu ke sarung pedangnya yang bergantung di pinggang nya.
Daniel yang melihat kedua orang itu tidak sadarkan diri lagi, mulai berjalan ke arah pintu keluar arena.
Namun tiba tiba saja dia merasakan sebuah ancaman dari belakang diri nya. Ketika Daniel mulai menoleh ke belakang, dia melihat Aslhan yang sudah tepat berada di belakang nya dan langsung memukul kepala Daniel dengan sangat keras, sekeras ribuan ton besi.
Daniel yang tidak sempat menahan serangan itu pun, lagi lagi terlempar ke dinding Koloseum dan membuat retakan yang lebih besar dari sebelumnya bahkan mencapai ke area penonton.
Aslhan sendiri terlihat mengeluarkan aura keunguan di sekujur tubuh nya, membuat diri nya terlihat mengerikan dari sebelumnya. Sedangkan Zennesis juga sudah sadarkan diri dan mulai membangkitkan diri nya lagi.
Daniel yang terkena serangan langsung itu pun mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulut nya dan entah kenapa dia tersenyum ke arah Aslhan. Untung nya saja Daniel memiliki skill Healing, jika saja dia tidak memiliki tersebut maka sudah di pastikan jika dia sudah tidak bisa bergerak lagi setelah menerima serangan itu, aneh nya meskipun dia sudah menggunakan Healing rasa sakit akibat pukulan itu tetap lah terasa.
"Padahal aku hanya bercanda pada kalian tadi." Ujar Daniel sambil mengusap darah yang keluar dari mulut nya menggunakan tangan nya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1