
POV DANIEL
Selesai sarapan pagi di penginapan, aku pun berjalan mendatangi Ter yang bersembunyi didalam hutan agar tidak menarik perhatian lagi. Kabar akan kematian kaisar terus di bicarakan hampir di semua tempat yang aku lalui.
"kalau aku langsung membunuh mereka semua mungkin itu tidak akan asik, bagaimana aku membuat sebuah pertunjukan yang menarik bagi mereka."
Aku pun sontak tersenyum dengan sendirinya ketika memikirkan rencana yang akan aku lakukan untuk para penghianat tersebut dan mengambil alih Kekaisaran Dracania.
Sekarang aku sudah sampai di tempat Ter bersembunyi, dia sendiri sekarang masih dalam posisi berdiri, tepat di tempat terakhir kali nya aku meninggalkan nya.
"Kerja bagus, aku naik 3 level hanya berbaring di kasur berkat mu." kata ku yang melihat mayat manusia tergeletak di sekeliling kami berdua.
"Kalau begitu Ai, bisakah kamu cari kan aku dungeon yang berada di dekat ku."
[ Mencari... ditemukan, 200 meter sebelah barat dari anda berdiri sekarang, terdapat dungeon yang sering di gunakan seorang petualang. ]
"Mungkin kita akan farming monster di sana terlebih dahulu, Dan Ter kau ikuti aku kemanapun sekarang, bunuh siapapun yang menurut mu mengancam mau itu monster atau manusia."
Aku pun mulai melangkahkan kaki ku untuk menemui dungeon yang di katakan oleh Ai, karena tidak ingin membuang-buang waktu lagi, aku pun berlari sambil menggunakan haste untuk sampai lebih cepat.
Sesekali Ter membunuh monster kecil seperti goblin dan serigala yang kami berdua lalui, itu lumayan efektif untuk menambahkan level, tapi harus menggunakan potion double XP agar bisa naik level.
Dulu, waktu pertama kali melawan goblin dan menggunakan potion double XP, satu goblin sama dengan satu level. Namun sekarang, 10 goblin saja belum tentu bisa menaikkan satu level walaupun menggunakan potion double XP.
Sesampainya di sana, terlihat beberapa petualang yang sedang lalu lalang didepan pintu dungeon atau mulut goa, mereka sepertinya ingin memasuki dungeon tersebut.
Akan tetapi, suasana menjadi hening ketika aku datang bersama Ter.
"Sepertinya aku menjadi sangat terkenal berkat Ter."
Begitulah apa yang ku pikirkan di saat sampai di pintu masuk goa.Terdengar para petualang itu sedang membicarakan ku semua, mereka terlihat sangat terang terangan membicarakan ku.
"Lihat itu loh, dia orang yang hanya butuh beberapa minggu saja untuk mencapai tingkat A."
"Wah... dia sangat tampan, apa aku boleh meminta nya untuk ikut party kita."
"Dia terlihat muda tapi sudah sangat kuat, masa depannya pasti akan terjamin."
Itulah beberapa yang aku dengar di saat melalui puluhan para petualang ketika berjalan masuk kedalam dungeon.
"Ter, jaga di sini, jangan sampai orang-orang itu masuk kedalam, tapi jangan bunuh mereka, akan menyusahkan kalau rencana ku hancur hanya dengan membunuh mereka."
Ter pun berdiri tepat di depan pintu dungeon, melihat itu, para petualang tersebut pun mau tidak mau harus mengikuti perkataan ku yang mengatakan untuk tidak ada satu petualang pun masuk sebelum aku keluar.
Beberapa dari mereka mungkin kesal dengan sikap ku yang egois, namun demi kelancaran rencana yang akan ku jalani, aku harus bersikap seperti itu.
"Ai, berapa banyak mahluk yang bisa aku summon untuk sekarang." kataku yang sudah didalam.
[ Tidak terbatas. ]
"Bagus... berapa banyak mahluk yang sudah aku bunuh, tunjukkan dalam bentuk layar saja."
[ Memproses...]
__ADS_1
⟨ Jumlah yang anda bunuh. ⟩
- iblis jumlah 1 ‹ Ymir›
- Ogre jumlah 1.200
- Goblin jumlah 8.000
- Serigala 9.500
"Bahkan seorang iblis yang sudah aku bunuh pun bisa di panggil, ini merupakan sebuah cheat yang keterlaluan."
Tanpa memikirkan nya terlalu panjang, aku pun langsung memanggil Ymir atau iblis yang aku bunuh tersebut.
Lingkaran sihir dengan bermacam-macam tulisan yang tidak aku kenal tercipta tepat di depan ku, cahaya merah darah menerangi hampir semua tempat dungeon yang aku berdiri sekarang.
Mulailah keluar sesosok yang akul kenal, dari kepala nya yang bertanduk, hingga tubuh berotot perlahan tapi pasti mulai muncul di lingkaran sihir itu. Tentu saja dia mengenakan sebuah pakaian.
"Tidak aku sangka, kita akan bertemu lagi" Ujar nya dengan berlutut satu kaki di depan ku.
"Oh... bisa berbicara ternyata, perkenalkan lah diri mu."
"Perkenalkan aku adalah Opium, salah satu iblis tertinggi di benua Azrel, jadi begini kah rasa nya menjadi mahluk panggilan." Kata nya sambil melihat badan nya.
"Tidak ada yang berubah dari mu, Habisi lah semua monster di sini tanpa tersisa, itu perintah ku."
"Baik."
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hanya dalam hitungan detik saja, Ymir dapat menghabisi semua monster yang dia temui. Sedangkan Daniel, dia hanya mengikuti nya dari belakang dan menunggu seekor monster yang kuat muncul atau bos dari lantai dungeon yang ia jelajahi saat ini.
Mulai dari serigala biasa, hingga goblin yang mengendarai seekor serigala, di habisi oleh Ymir dengan satu pukulan nya saja tanpa para goblin tersebut dapat melakukan perlawanan.
Daniel sendiri saat ini sedang memasuki Dungeon yang di pimpin oleh seorang king goblin, karena itulah kebanyakan yang menghuni dungeon tersebut hanyalah seekor mahluk hijau yaitu goblin.
"Masuklah terus kedalam, aku akan mengurus yang di sini." perintah Daniel dengan raut muka yang mulai bosan.
"Baik." balas Ymir secara singkat dan berlari menerobos gerombolan serigala dan goblin yang berada tepat di depan mereka berdua.
"Arc lighting, Bullet lighting, Fireball." Daniel pun langsung mengeluarkan sihir itu terus menerus ketika Ymir sudah tidak ada lagi, membuat gerombolan itu porak poranda akibat sihir tersebut.
Dia pun menerobos maju seraya mengeluarkan dua pedangnya, kemudian membabi buta semua monster yang dia lihat dengan sihir yang tak luput dia keluarkan.
"Lapor, saya akhirnya menemukan king goblin, apakah anda tertarik untuk mengalahkan nya." Suara tersebut terdengar begitu saja di telinga nya.
"Apa itu?" Kata nya setelah membunuh 10 goblin menunggangi serigala dalam satu tebasan.
[ Karena itu merupakan mahluk summon anda, pengguna bisa berbagi indra dengan nya ]
"Aku baru tahu itu, dan bagaimana Ymir bisa lebih tahu daripada ku yang memanggil nya."
"Kami para iblis yang langsung dari bawahan raja iblis memiliki indra mirip seperti ini." Balas nya "Apakah anda mengijinkan saya untuk membunuh raja goblin ini?"
__ADS_1
"Sebentar, biarkan aku saja ke sana, aku ingin menguji kemampuan ku lagi."
Daniel pun langsung mengeluarkan mantra Cyclone nya, membuat tubuh para monster itu hancur di saat masuk kedalam pusaran angin tersebut. Lagipula siapa yang bisa menahan sayatan ratusan pedang sekaligus kecuali seseorang yang memiliki level ketahanan yang tinggi.
Beberapa detik saja para goblin itu pun mati dengan mengenaskan, sungguh takdir yang malang. Daniel akhirnya sampai di mana raja goblin dan Ymir berada.
Daniel pun bisa melihat raja goblin itu secara langsung.
Raja goblin itu sendiri memiliki fisik yang sangat berbeda dengan goblin biasa nya. Dia memiliki badan yang tegak serta otot yang sangat menonjol di seluruh badan nya meskipun dia berwarna hijau, mata nya yang berwarna merah serta luka goresan yang banyak di tubuh nya memperlihatkan jika dia bukan lah seekor monster biasa yang dapat di temukan begitu saja.
cr : Pinterest.
Daniel pun langsung berpikir untuk melakukan duel antara Ymir dan Raja goblin tersebut.
"Ymir kalah kan lah raja goblin itu."
"Tentu saja." Jawab nya dengan tegas.
"Apa yang kalian bicarakan didepan ku serangga," Dengan angkuhnya King goblin itu berkata seperti itu, "Perkenalkan aku adalah Barbaras raja agung para goblin dan orang yang akan membu—
Daniel pun langsung mengaktifkan Haste dan berlari ke arah Barbaras dengan dua pedang yang sudah di keluarkan, tebasan secara horizontal dengan Strike shadow yang aktif mengenai perut nya! Barbaras.
Karena melihat raja goblin itu terlihat sombong, Daniel pun langsung menyerang nya tanpa memperdulikan lagi apa yang dia pikirkan sebelum nya.
"Akhh... sakit sialan." Raja goblin itu pun langsung merintih kesakitan, tapi dia tidak lah langsung mati, karena dia memiliki fisik yang kuat serta kemampuan regenerasi.
Barbaras yang melihat Daniel masih ada di depan nya pun dengan kesal nya dia menghantam Daniel menggunakan Tongkat kayu seukuran tubuh orang dewasa yang di tangan nya dengan duri duri di setiap ujung tongkat tersebut.
"Terlalu lambat, Arc lighting, Bullet light."
Sebelum tongkat itu terkena Daniel, serangan kombinasi antara Arc lighting dan Bullet lighting sudah menembus perut nya, bahkan sebelum dia menyadari apa yang sedang di lakukan oleh Daniel.
Dengan sekali lompatan, Daniel sudah setara dengan kepala Barbaras, lalu dia pun tanpa basa basi lagi langsung memotong kepala raja goblin. Sayang sekali kemampuan regenerasi sang raja goblin tidak cukup cepat untuk menyembuhkan diri nya.
Kepala raja goblin pun tergeletak bersamaan dengan rubuhnya badan dia yang sudah berlubang, begitupula dengan Daniel yang sudah menginjak kan kaki nya kembali di tanah.
Hanya dalam dalam hitungan beberapa menit saja, Raja goblin yang awalnya akan di serang besar-besaran oleh para petualang yang sedang berkumpul di depan dungeon, di habisi oleh Daniel dengan sendirian tanpa bantuan sama sekali.
"Sepertinya raja goblin itu sangat berguna untuk melakukan pertunjukan itu." Ujar Daniel sambil tersenyum memikirkan sebuah rencananya lagi.
[ Apakah anda ingin menunjukkan sesuatu yang lebih seru sekarang? ]
"Untuk apa kamu perlu tahu Ai? cukup lihat dan tonton saja betapa menarik nya pertunjukan aku nanti."
[ Dewi Adelia sedang tertarik dengan anda, apakah anda ingin menemui nya. ]
"Tidak, itu membuang-buang waktu ku saja, untuk saat ini aku sedang terburu buru." Kata Daniel sambil menendang kepala Barbaras yang sudah tidak bernyawa.
"Sombong sekali diri mu, seorang dewa saja ingin sekali bertemu dengan ku, sedangkan kau yang seorang manusia berani sekali menolak undangan ku."
Suara bergema itu dapat di dengar di setiap sudut Goa, suaranya sangat indah bahkan melebihi penyanyi yang terbaik di dunia, membuat siapapun merinding di saat mendengar suara nya.
__ADS_1
"Apakah akan ada sebuah keuntungan jika aku bertemu dengan mu, dewa Adelia?"
"Aku akan mengabulkan sebuah skill apa pun yang kau ingin sekarang."