
Sekarang Daniel sudah tepat di hadapan ribuan prajurit Rasril, dia pun langsung menebaskan pedangnya secara horizontal membuat orang yang berada di depan nya langsung mati seketika.
Awal nya tidak ada satupun yang menyadari jika ada Daniel yang berada di depan barisan mereka kala itu. Karena saat itu mereka semua hanya fokus pada Ter yang sedang berlari ke arah mereka dengan kecepatan tinggi, sehingga mereka tidak ada yang sadar jika ada seseorang sudah di hadapan mereka, lagipula kecepatan Daniel tidak bisa di lihat oleh mata manusia biasa.
"Arc lighting." Daniel yang tidak mau membuang waktunya lagi, langsung mengucapkan mantra Arc lighting setelah prajurit yang berada di sekelilingnya mulai mengetahui keberadaan dia.
Puluhan orang yang berada di depan nya pun mati dengan sengatan listrik yang bertegangan tinggi membuat mereka langsung hangus hanya dalam hitungan beberapa detik saja. Bau gosong yang sangat menyengat pun dapat di cium oleh orang orang yang berada di sekitar itu.
Beberapa prajurit yang menyaksikan kejadian tersebut langsung tercengang dengan kekuatan sihir mematikan milik Daniel, mereka berpikir jika itu bukanlah sesuatu yang bisa di lakukan oleh seorang manusia. Meskipun begitu, beberapa prajurit yang lain nya mengabaikan hal itu dan menyerang ke arah Daniel.
"Lambat." Ejek Daniel.
Dia pun menundukkan tubuh nya ke bawah ketika ada sebuah pedang yang mengarah ke kepalanya, setelah menghindari serangan itu, Daniel pun bergegas menancapkan Sword of devil yang di tangan kanannya ke perut orang yang menyerang nya terlebih dahulu, tusukan nya pun sangat hingga menembus perut prajurit malang tersebut.
"Akhh" Dia pun hanya bisa berteriak kesakitan.
"Berisik." Daniel pun menendang kaki orang tersebut membuat ia terjatuh ke tanah. Setelah itu, dia mencabut pedangnya dan menusukkan lagi ke kepala orang malang itu hanya dalam hitungan beberapa detik sekian.
Melihat temannya di serang, para prajurit yang berada di hadapan Daniel pun langsung mengelilingi nya, hal itu membuat tidak ada jalan lagi untuk kabur bagi Daniel. Akan tetapi, itu tidak akan membuat dia terpojok, malah para orang-orang tersebut lah yang berbahaya.
"Kalian pikir itu akan berguna?" Daniel pun dalam sekejap sudah ada di depan salah satu orang.
Tidak sempat untuk melindungi diri nya, orang tersebut pun mati dengan kepala yang sudah terpisah dari tubuh nya karena tebasan Daniel yang sangat cepat. Setelah itu, ia langsung melompat mundur, ketika kaki nya sudah menginjak ke tanah lagi, dia lagi lagi berlari ke salah satu prajurit.
*Bruk*
Sebuah pukulan dari tangan kiri nya Daniel mengenai perut orang tersebut, membuat ia mengeluarkan darah dari mulut nya. Selepas melakukan serangan itu, Daniel bergerak mundur sedikit, kemudian dia melakukan Ap chagi.
Ap chagi sendiri merupakan sebuah serangan dari bela diri Taekwondo yang mengarah ke perut atau kepala lawan nya, tendangan nya pun harus di lakukan secara lurus dan menggunakan ujung kaki nya.
Daniel pun mengarah kan kaki nya tersebut ke arah kepala prajurit yang perut nya sudah di pukul oleh Daniel tadi, tendangan Daniel sendiri sangat lurus dan rapi, ketika ujung kaki nya sudah mengenai kepala lawan nya, suara retakan tulang dapat terdengar dan seketika kepala tersebut pun patah dan tergeletak di tanah.
Hanya dalam 2 menit saja, empat orang prajurit sudah tergeletak di tanah dengan keadaan yang sudah mati.
"Kau sangat lambat sekali ternyata." Daniel berucap seperti itu setelah Ter menabrak prajurit yang mengelilingi nya membuat beberapa orang terlempar jauh dari Daniel berdiri dan beberapa ada yang mati setelah di tabrak oleh Ter yang di ibaratkan di tabrak sebuah truk besar berkecepatan tinggi.
"Maafkan saya tuan, anda tadi sangat cepat." Balas nya sesudah berhadapan dengan Daniel.
__ADS_1
"Apalagi yang di tunggu, waktu nya kita berpesta."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV DANIEL.
Sudah satu jam lebih berlalu, padahal waktu itu aku menyuruh pada Zeril untuk tidak mengirimkan tentara nya untuk membantu ku. Tapi, sepertinya dia melanggar perintah itu dan tetap mengirimkan ribuan prajurit ke medan perang.
"Cih... dasar menganggu." Pikir ku setelah melihat para prajurit yang di pimpin oleh Zeril mulai berdatangan.
"Tuan, apa saya perlu menghabisi mereka semua juga?" Tanya Ter sambil melihat pasukan Zeril yang terus keluar dari gerbang pintu.
"Tidak perlu, fokus ke musuh kita saja dulu." Balas ku setelah membunuh dua orang yang ada di depan ku menggunakan Bullet light yang melubangi kepala mereka.
Setelah mendapatkan jawaban, Ter pun memukul kepala orang yang berlari ke arah nya sehingga kepala prajurit itu pecah dan menyisakan badan nya saja. Sepertinya tidak ada yang terkejut lagi dengan kejadian itu, Para prajurit Rasril sendiri sudah sangat terbiasa melihat kesadisan tersebut, membuat rasa takut mereka sudah menghilang.
"Baiklah ayo kita lanjutkan." Kata ku selepas melihat kejadian itu.
Aku pun membabi buta ke semua penjuru, teman atau musuh ku tebas dengan Sword of devil yang aku pegang, tidak ada yang bisa menangkis serangan ku, bahkan tubuh manusia hanya terasa kertas ketika aku memotong tubuh mereka menggunakan Sword of devil.
Darah manusia berwarna merah segar dari orang yang ku bunuh menodai sebagian muka dan pakaian ku.
Aku tidak tau berapa banyak sudah aku bunuh saat ini.
Tanpa sadar aku sudah masuk ke dalam sangat jauh pasukan Rasril, bahkan wujud Ter mulai tidak terlihat lagi dari aku berdiri.
"Berhentilah membunuh manusia yang tidak bersalah, lebih baik kamu lakukan duel dengan ku di sini sekarang juga, dasar manusia yang penuh dosa." Mendadak ada seseorang muncul dari barisan tentara Rasril.
Dia memakai armor yang penuh dengan ukiran indah serta warna putih yang sangat terang, dalam sekali lihat saja aku sudah tahu jika dia itu adalah seorang bangsawan. Walaupun begitu, nada nya sangat menjengkelkan ketika berbicara tadi.
"Apakah kamu seorang bangsawan?" Tanya ku dengan nada yang sangat dingin serta tatapan yang tajam ke arah nya.
"Benar." Balas nya dengan nada sombong nya.
"Duel? apakah kamu tidak belajar arti dari sebuah perang? dasar manusia bodoh."
"Apa yang kamu bilan—."
__ADS_1
Aku yang sudah tidak tahan dengan gaya bicara nya itu, langsung merapalkan Bullet light puluhan kali dalam hitungan detik sehingga tubuh nya di hujani dengan puluhan peluru cahaya yang melubangi di setiap bagian tubuh nya. Membuat badan nya tidak berbentuk lagi.
"Dasar berisik."
Setelah itu, aku pun memakai semua sihir kecil ku, seperti Fireball, Bullet light dan Arc lighting. Awalnya aku ingin sekali memakai Chaos meteor atau Thunderstorm, tapi sepertinya itu tidak akan menyenangkan jadi aku pun memutuskan untuk tidak melakukannya.
"Ah... sepertinya quest ku sudah hampir selesai."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tenda komandan Rasril, beberapa orang sedang duduk dengan wajah yang penuh frustasi. mereka semua adalah para petinggi komandan militer Rasril yang saat ini sedang kacau karena prajurit mereka di porak poranda kan oleh dua orang saja.
Awalnya mereka berpikir kalau ini merupakan tugas yang akan mudah, bahkan rencana mereka ini terbilang sudah sempurna, hingga ada Daniel dan Ter yang tiba-tiba muncul entah dari mana dan menghancurkan semua rencana mereka.
"Sepertinya kita harus mundur sekarang juga." Ujar seseorang yang duduk di tengah-tengah, dia adalah seorang pria tua dengan memakai armor di semua tubuh nya kecuali kepala ia.
"Saya setuju."
Tidak ada yang tidak setuju dengan perkataan pria tua tersebut, meskipun kemungkinan besar harga diri mereka akan tercoreng jika kalah dalam perang ini, tapi nyawa tetaplah penting bagi mereka.
Dalam keheningan itu, Mendadak seorang prajurit masuk tergesa-gesa dengan raut wajah yang penuh ketakutan.
"P-pangeran ketiga mati!" Ujar prajurit yang baru masuk dengan nafas yang tidak beraturan.
Ternyata orang yang di kira oleh Daniel bangsawan adalah seorang pangeran ketiga dari kerajaan Rasril, sayang nya status tinggi miliknya tidak lah membuat dia selamat, pada akhirnya dia hanyalah sebongkah daging di mata Daniel sungguh nasib yang malang.
"Apa yang kamu bilang tadi!" Tidak ada yang tidak bisa terkejut setelah mendengar perkataan prajurit itu.
Hanya ada hukuman bagi mereka ketika kembali dari ibukota, wajah mereka pun semakin frustasi, kepala mereka seakan ingin meledek memikirkan betapa hancur nya rencana mereka kali ini. Sekarang apapun pilihan mereka kali ini, pada ujung nya hanya takdir kematian yang mendatangi mereka semua.
"Saya sarankan anda segera mundur, orang itu sudah semakin de—."
Sebelum menyelesaikan perkataannya, sebuah peluru cahaya sudah melubangi kepala nya, membuat semua orang berdiri dari duduk ketika tubuh prajurit itu tergeletak di tanah.
"Wah wah... sepertinya kalian semua adalah orang yang sangat penting." Dan masuklah seorang pria muda dengan tubuh sempurna serta wajah tampan berambut perak yang ada beberapa noda darah di mukanya dan pedang berwarna ungu di tangan kanan nya yang terus meneteskan darah.
"S-siapa kamu!?"
__ADS_1
"Aku? biar keliatan keren, bagaimana kalian memanggil ku sangat pencabut nyawa untuk kerajaan Rasril." Daniel tersenyum lebar ketika mengucapkan kalimat tersebut.