King Of System

King Of System
ch.18 Kehancuran Licanara ²


__ADS_3

Satu hati berlalu semenjak serangan yang dilakukan oleh Ymir pada ibukota. Tentu saja kabar akan hal itu sudah menyebar sampai ke kota kota di sekitar nya, hal itu membuat semua orang panik. Gara-gara hal itu juga lah para mental pasukan relawan mulai menurun setelah mendengar jika seorang iblis dan 3 raja goblin lah yang memimpin pasukan monster tersebut.


Daniel sendiri saat ini sedang bersantai di kantor milik bangsawan gendut yang ia paksa untuk bergabung dengan nya sebelum nya.


"Aku tidak menyangka, hanya dalam waktu satu minggu saja sudah ada 90.000 orang lebih manusia yang ikut untuk merebut kembali ibukota. Aku tidak tahu alasan mereka melakukan itu, apa untuk membalas dendam kan kaisar mereka atau rasa nasionalisme mereka yang tinggi."


Daniel memikirkan itu semua sembari melihat keluar jendela dengan pemandangan ratusan para sukarelawan yang sedang berlatih pedang di halaman mansion.


Tak selang berapa menit kemudian.


Suara ketukan terdengar di telinga Daniel


"Masuklah."


Bangsawan gendut itu pun masuk dengan satu orang yang menggunakan tudung kepala lusuh yang mengikuti dari belakang bangsawan tersebut, sosok yang menggunakan tudung itu sendiri memiliki postur tubuh seperti seorang perempuan muda.


"T-tuan anda kedatangan tamu." Kata pria gendut yang sudah ada di hadapanku.


"Apakah dia orang yang penting?" Tanya ku.


"Benar dia merupakan tu—"


"Kenapa... kenapa kamu tidak datang waktu itu. Ayah, ibu, kakak, semua nya di bunuh oleh mereka, A-aku takut sendirian, tidak ada orang yang aku kenal, bahkan mereka terus mencari dan mengejar ku, aku tidak tahu harus kemana dan berbuat apa, kenapa kamu tidak mencari ku kala itu, kata nya kamu akan mendatangi ku jika ada sesuatu yang berbahaya, lalu kemana kau waktu itu Daniel?"


Ketika dia membuka tudung tersebut, terurai lah rambut perak yang sangat indah, keindahan itu hanyalah di miliki oleh satu orang yaitu Cathrine Pavolia, dia terlihat terus menangis ketika mengatakan itu.


"K-kalau begitu saya keluar dulu." Pria tua gendut itu pun bergegas keluar tanpa menunggu jawaban lagi.


Daniel yang melihat itu langsung berjalan ke arah Cathrine, Cathrine sendiri hanya menundukkan kepalanya dengan air mata yang berjatuhan dari wajah nya.


"Tenanglah." Itulah kalimat pertama yang di keluarkan oleh Daniel seraya memeluk Cathrine yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Baju putih yang di kenakan oleh Daniel pun sekarang di basahi dengan air mata orang yang ada di depan nya, sesekali Daniel mengusap rambut putih perak nang lembut itu sambil terus mengucapkan pada nya untuk tenang.


Daniel terus melakukan itu selama 10 menit hingga Cathrine bisa tenang kembali. Kini mereka berdua sudah duduk kembali dengan wajah yang serius.


"Jadi kapan kita akan melakukan serangan balik dan merebut kembali ibukota yang sudah di kuasai oleh para monster?" Tanya Cathrine dengan wajah yang serius.


"Malam hari."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini ada beberapa orang yang sedang menghadap pada Daniel di ruangan kantor sebelumnya, mereka semua berjumlah 4 orang dengan posisi tegak berdiri dan mereka semua adalah seorang pria.


"Perkenalkan saya adalah Raul, mantan asisten komandan kedua pasukan elit kekaisaran Dracania." Ujar pria dengan rambut berwarna hitam yang berumur sekitar 29 sampai 31 tahun dengan suara berat nya.


"Perkenalkan saya adalah Daser, mantan asisten komandan ketiga pasukan elit kekaisaran Dracania." Tutur pria berambut coklat, dia terlihat lebih muda dari ketiga lain nya.


"Perkenalkan saya adalah Ormas, mantan asisten komandan Kedua pasukan elit kekaisaran Dracania." Ucap pria berambut blonde yang sudah mulai layu, dia adalah orang yang terlihat lebih tua dari pada lain nya.


"Perkenalkan saya adalah Bharil, mantan asisten keempat dari pasukan elit kekaisaran Dracania." Kata pria berambut coklat, dia juga terlihat tua seperti Ormas.


"Kami semua sudah mendengar nya." Jawab Ormas dengan tegas.


"Kalau begitu, apakah kalian sudah mengirimkan pengintai untuk mengecek seberapa besar kekuatan musuh?"


"Sejauh ini, di perkirakan berjumlah 50 ribu lebih pasukan monster yang di miliki oleh iblis tersebut dan juga para raja goblin tersebut." Sekarang Raul lah yang menjawab.


"Dan berapa jumlah pasukan sukarelawan kita yang sudah terkumpul selama hampir satu Minggu?"


"Sampai saat ini sudah terkumpul 135.000 orang, dan itu semua bercampur dengan rakyat biasa, prajurit, juga prajurit elit yang berhasil melarikan diri." Balas Bharil.


Daniel pun tidak berbicara lagi, dia sedang memikirkan sesuatu. Para asisten komandan sendiri sudah tahu akan kekuatan Daniel yang luar biasa, bagaimana tidak, menjadi petualang tingkat A dalam beberapa minggu saja, itu merupakan kejadian yang tidak pernah terjadi seumur hidup mereka, hingga mendengar tentang Daniel.

__ADS_1


"Baiklah, kumpulkan semua orang malam ini juga, dan bagi menjadi dua pasukan, pasukan pertama akan di pimpin oleh Ormas, Bharil, Daser dan Raul, kalian bertiga bawalah sejumlah 130 ribu orang, tugas kalian hanya perlu membukakan jalan untuk ku nanti, serta membereskan monster yang berkeliaran di kota. Untuk pasukan kedua yang akan ku pimpin nanti, akan menuju istana dan menghabisi raja goblin dan iblis tersebut.


Malam hari pun telah tiba.


Raul, Bhrail, Ormas, serta Daser sudah Daniel perintah kan untuk pergi menuju ibukota Licanara terlebih dahulu, Sedangkan Daniel sendiri sedang berkumpul dengan 5 ribu pasukan lain nya, mereka semua hanya menggunakan pakaian seadanya dengan tombak ataupun pedang di tangan mereka.


"Ai, bagaimana pendapat mu, kalau ini merupakan penyerangan yang asli?"


[ Saya pikir hanya dalam 5 menit saja, pasukan tersebut sudah musnah di kalahkan oleh goblin yang anda summon. ]


"Selemah itu kah mereka semua." Pikir nya dalam hati.


"Tuan, kapan kita semua berangkat menyusul pasukan pertama?" mendadak seorang pria muda berambut merah datang menghampiri ku.


"Siapa nama mu?"


"Ssaya Adler tuan."


"Kita akan berangkat sekarang, dan jika kita sudah berada di dalam istana nanti maka pimpin lah pasukan. Karena aku hanya ingin fokus mengalahkan demon dan tiga raja goblin nya."


"Kalau begitu biarkan kami semua ikut membantu anda untuk mengalahkan nya juga."


"Tidak usah, itu akan membebani ku saja."


"Ta— baiklah kami semua mengerti."


Daniel pun mulai memerintahkan pasukan nya untuk berjalan menuju ibukota. tidak seperti pasukan pertama yang separuh dari mereka menaiki kuda, di pasukan yang Daniel pimpin tidak ada sama sekali yang menaiki itu kecuali dia sendiri, karena mereka semua hanyalah penduduk biasa. Hal itu jugalah membuat perjalanan mereka kemungkinan akan lama.


Beberapa jam telah berlalu, akhirnya dari kejauhan mereka mulai mendengar teriakan orang-orang dan decakan pedang yang terus bergema, dapat di simpulkan jika mereka semua sudah hampir sampai di ibukota.


Orang-orang yang ku bawa terkejut ketika melihat tembok tinggi yang sering mereka lihat, sekarang sudah berlubang besar hampir di sebagian nya. Tidak hanya itu saja, bau darah dan bangkai dapat tercium di hidung mereka membuat beberapa orang yang belum terbiasa langsung muntah.

__ADS_1


"Naikkan penjagaan kalian, bakal banyak monster ketika kita sudah masuk." Teriak Daniel.


"Baik." Balas semua orang.


__ADS_2