
Di suatu ruangan besar seukuran dua kali lipat lapangan basket, berkumpul lah 4 orang manusia di meja berbentuk segiempat dan terlihat salah satunya adalah pria berambut ungu yang menyerang Daniel waktu itu.
"Apa yang sedang kamu lakukan Purple!?" Tanya seorang perempuan bertubuh kecil dengan rambut berwarna merah serta mengeluarkan nada yang kesal meskipun terlihat imut.
Dia adalah orang yang menciptakan gate saat sebelumnya dan tangan-tangan yang menarik pria berambut ungu atau purple juga dia lah yang melakukan nya.
"Aku hanya ingin mencoba bertarung dengan dia, apakah dia memang sekuat itu?" Balas Purple sembari melepaskan tangan-tangan yang di ciptakan oleh wanita bertubuh kecil itu dari badan nya.
"Astaga, bukankah sudah ku bilang untuk bersabar, rencana kita akan ketahuan jika kau menyerang seperti itu lagi." Tutur perempuan bertubuh kecil itu.
"Baiklah... Baiklah aku paham." Kata nya dengan nada yang malas.
"Kalau begitu, sekarang minta maaflah kepada tuan putri." Ujar ia sambil melihat ke arah bangku yang berada di tengah-tengah meja.
Orang yang mereka anggap tuan putri pun saat ini sedang duduk membelakangi mereka bertiga, sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang di lakukan oleh orang tersebut.
Tapi yang pasti, mereka tahu jika tuan putri nya sedang memegang sebuah cermin pengintai atau yang sering di sebut Mirror of all. Sebuah item yang bisa melihat apapun itu dengan syarat kita tahu letak orang nya.
"Kalian berdua diam lah!" Akhirnya salah satu orang lagi berbicara, dia merupakan seorang pria tua berambut putih yang terus membawa pedang nya kemanapun.
"Apa kamu membela nya White?" Tanya perempuan bertubuh kecil itu dengan menatap sinis ke arah White atau pria tua tersebut.
"Bukan begitu, saat ini kita sedang berada di hadapan tuan putri, jadi setidaknya bersikap sopan lah." Balas White.
"Aku paham itu... tuan putri saat ini kami bertiga sudah berkumpul, jadi apa harus kita memulai rencananya?" Tanya Perempuan bertubuh kecil atau sering di panggil Red.
"Dia sangat tampan."
"Eh!?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baiklah berapa lama kah kalian bertahan?"
Daniel mendadak langsung menghilang dihadapan semua orang setelah berkata seperti itu. Tidak ada yang tidak bisa terkejut, namun Ter bisa melihat jika tuan nya bukanlah menghilang melainkan sedang berlari ke arah pasukan Rasril yang sedang bersembunyi di balik perisai.
"Mari kita coba tendangan ku." Gumam Daniel.
Setelah merasa jarak nya dengan orang yang ada di depan nya sudah dekat. Daniel menghentikan lari nya kemudian melemparkan dua pedang nya ke atas lalu memutarkan badan nya 360° dan tendangan ujung kaki ia luncurkan.
Orang tersebut langsung terlempar dengan mengenai beberapa orang yang ada di belakangnya, padahal dia sudah berlindung di perisai. Akan tetapi itu tidaklah berguna untuk Daniel yang memiliki Str yang tinggi.
Dalam hitungan detik, Daniel langsung loncat ke atas untuk mengambil pedang yang dia lemparkan tadi.
"Arc lighting." Tepat sebelum dia mengambil pedang nya, Daniel merapalkan mantra itu.
Puluhan orang yang masih terfokus dengan apa yang terjadi pada teman nya tadi, mendadak mati tersambar petir sebelum mereka menyadari nya. Lagi-lagi mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi pada mereka.
"Seperti nya itu raja mereka." Ketika dia sudah memegang dua pedang nya. Dia melihat ke arah singgasana yang sedang di duduki oleh pria tua yang kisaran umur 40-50 tahun.
Tidak hanya dia sendiri, namun ada juga seorang perempuan yang cantik dengan memiliki mata berwarna biru serta rambut merah duduk di samping raja tersebut. Daniel menyimpulkan jika itu adalah anak dari raja tersebut.
"Mungkin aku harus menyapa nya."
Daniel pun akhirnya turun ke bawah. Tidak mau menyia-nyiakan waktu nya, Daniel langsung menyerang orang yang dia lihat dengan kedua mata nya. Kepala, perut, tangan apapun itu dia serang tanpa ampun.
Namun, ia sering kali menargetkan kepala lawan nya. Karena menurut dia kepala adalah bagian tubuh yang paling efektif untuk di tebas agar musuh nya tersebut langsung mati tanpa ada perlawanan sama sekali. Terlihat jelas jika perisai yang di gunakan oleh prajurit Rasril seakan tidak berguna di hadapan dua pedang Daniel.
Melihat ada celah, salah satu prajurit dengan cepat menyerang punggungnya Daniel. Akan tetapi, di saat pedang yang ia pegang hampir mengenai Daniel, ada sebuah sebuah barrier berwarna kuning yang sontak menghancurkan pedang dia.
__ADS_1
"Hm... sepertinya skill yang aku beli tadi lumayan berguna." Ujar nya sembari melihat ke arah orang yang menyerang nya tadi.
Keringat dingin serta tubuh gemetar langsung ia rasakan ketika Daniel menatap ke arah nya. Aura yang membunuh sangat kuat dapat dia rasakan secara tidak langsung dari Daniel membuat tubuhnya mendadak mematung.
"Lain kali, lebih kau diam dan tunggu aku menjemput kematian mu itu." Kata Daniel dengan tatapan dingin ke arah prajurit itu.
Setelah itu Daniel langsung menusukkan dua pedang nya ke mata prajurit tersebut, lalu dengan cepat memotong kepala nya hingga terpisah dari badan nya.
"Mungkin waktu nya mengakhiri kalian."
Selepas berkata seperti itu. Kecepatan Daniel meningkat dengan pesat, tidak ada yang bisa tidak terkejut. Prajurit Rasril satu persatu mulai berjatuhan, bahkan dalam satu kedipan saja sudah ada 2 orang yang terbunuh.
Daniel saat itu langsung meningkatkan stat Agi nya sebesar 2.000 point stat, sehingga gerakan nya menjadi sangat cepat bagaikan cahaya. Bahkan dia masih belum terbiasa dengan kecepatannya ini.
Pria tua dan perempuan berambut merah melihat pembantaian itu hanya bisa meneguk air liur mereka dengan tubuh yang sudah di banjiri dengan keringat akibat ketakutan yang luar biasa di tambah tangan yang tidak henti-hentinya gemetaran.
"Sepertinya aku membuat keputusan yang salah." Pikir raja tersebut sembari melihat anak nya dengan terus berpikir bagaimana nasib anak nya nanti.
Pembantaian itu pun terjadi selama 5 menit. 350 prajurit elit Rasril yang menggunakan perisai serta armor full body di bunuh oleh Daniel sendirian. Tidak hanya itu saja, tubuh para prajurit itu tidak ada yang utuh lagi karena tebasan dua pedang milik Daniel yang sangatlah tajam.
"Apakah kau menyesali nya?" Tanya Daniel sembari mengarahkan Falcon sword milik nya ke arah raja Rasril yang sedang berdiri di ikuti anak nya di sebelah.
Dia pun mulai berjalan menuruni tangga tersebut dengan anak nya di belakang. Raja tersebut sudah tahu bagaimana nasib akhirnya nanti, tapi dia sangat berharap jika anak nya masihlah hidup.
Daniel memasukkan Sword of devil ke sarung nya lagi, menyisakan Falcon sword milik nya sendiri.
"M-maaf kan atas kebodohan saya, anda boleh membunuh ataupun menghukum saya, tapi jangan bunuh anak saya, saya mohon sekali." Ujar raja tersebut dengan bersujud di depan Daniel sembari terus menangis.
"Sayang sekali, padahal waktu itu aku sudah memberikan mu kesempatan kedua."
__ADS_1
*SRUK*
"Ayah!!!"