
Perlahan tapi pasti, Daniel melangkahkan kaki nya ke lingkaran area sihir yang di ciptakan oleh Xavier tersebut. Sword of devil atau pedang yang berwarna ungu nya pun telah dia berikan kepada Ymir sebelum nya.
Mata Daniel tetap menatap lurus ke arah Xavier yang pedang besar milik nya sudah menodong ke arah Daniel.
Beberapa anak buah Xavier pun hanya bisa melihat di belakang Xavier dengan jarak yang bisa di bilang sangat jauh dari area sihir yang di ciptakan oleh nya, karena mereka tahu jika ketua nya saat ini sedang serius.
Absolute area sendiri merupakan sebuah sihir buff yang sangat membantu bagi pengguna pedang, sekali seseorang memasuki area itu selain orang yang menciptakan nya, maka 99% orang tersebut akan terbunuh di area berwarna hijau tersebut.
"Aku sangat tidak sabar bagaimana wajah mu nanti." Ujar Daniel dengan nada yang datar di saat tertinggal satu langkah lagi untuk memasuki area milik Xavier.
"Temuilah ajal mu." Setelah mengatakan itu, Xavier dengan kecepatan yang luar biasa mulai menebaskan pedang besar nya ke arah Daniel yang tepat ada di depan nya.
Hembusan angin tercipta di belakang Xavier ketika dia melakukan serangan yang sangat luar biasa tersebut.
*Swush*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
POV XAVIER.
"Aku sangat yakin jika dia akan mati." Itulah yang ku pikirkan beberapa detik yang lalu, sebelum aku melihat orang yang ada di depan ku ini dapat menahan pedang milik ku dengan tangan kosong nya.
"Hm... apakah kamu sedang bermain-main?"
Pria yang mengenalkan diri nya bernama Daniel itu pun bertanya seperti itu seolah-olah menanyakan kepada anak kecil yang sedang memukuli diri nya.
"Sial, apa maksud nya ini, semua usaha ku selama puluhan tahun dapat di hentikan dengan mudah nya oleh pria yang tak ku kenal."
Aku yang sangat kesal pun langsung melepaskan satu tangan ku dari pedang milik ku lalu meninju nya tepat di muka nya. Tidak hanya satu kali, tapi aku meninju nya puluhan kali.
Marah, takut, kesal semua nya tercampur dalam satu.
"Itu lumayan sakit sialan." Setelah berkata seperti itu, dia melepaskan tangan nya dari pedang besar ku.
Akan tetapi dalam hitungan detik saja, dia dapat memukul perut ku dengan puluhan kali, namun tak hanya itu saja dia melanjutkan nya ke arah muka ku. Hal itu pun membuat diri ku langsung terlempar ke dinding yang lumayan jauh dari ku berdiri.
Rasa sakit yang luar biasa dapat ku rasakan di sekujur tubuh ku, semua bagian badan ku seperti nya patah. Tidak ada satu pun anggota tubuh yang dapat ku gerakan.
__ADS_1
Bahkan untuk membuka mata saja tidak bisa.
"Sepertinya Dark light salah menargetkan seseorang."
"Healing." Setelah mendengar perkataan itu, tubuh ku tiba-tiba menjadi seperti sedia kala, tulang yang ku rasa patah pun kini seperti semula kembali, bahkan rasa sakit yang ku rasakan sebelum nya mendadak menghilang.
Aku cukup yakin jika sihir healing tidak bisa melakukan hal sehebat ini.
"Apa maks—"
Belum menyelesaikan perkataan ku, dia melemparkan sebuah tinjauan lagi di semua tubuh ku. Setelah puas, dia menggunakan sihir healing untuk menyembuhkan ku kembali.
Hal itu terus-menerus dia lakukan, untuk berbicara pun aku sepertinya tidak bisa lagi.
"Apakah ini nama nya putus asa?."
"Aku hanya ingin mati."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lapor tuan, semua orang yang ada di sini sudah saya bunuh, termasuk para budak." Kata Ymir sambil berlutut satu kaki seperti seseorang yang menghadap bangsawan ke arah Daniel yang sedang menyiksa Xavier tanpa henti hentinya.
"Sungguh pemikiran yang cerdas tuan."
Tak menjawab, Daniel pun hanya menyeret Xavier ke tengah-tengah area.
"Sadarlah!" Perintah Daniel sembari menendang tubuh nya Xavier.
Mendengar itu, Xavier pun sadar dengan diri nya lagi. Dia pun mulai membangkitkan bagian badan atas nya saja, Tubuh nya pun langsung gemetaran ketika melihat wajah Daniel, mata nya terlihat kosong menunjukkan betapa tidak berdaya nya dia.
"Untuk saat ini ku biarkan kau hidup, tapi carikan aku markas utama dari Dark light." Kata Daniel pada Xavier.
"B-baik akan saya lakukan."
"Baiklah kembali lah tidur." Daniel pun menendang wajah nya Xavier kembali membuat dia pingsan lagi, "Bawa dia, kita akan keluar dari kota malam ini juga."
"Baik tuan."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dalam tiga hari ini saja, Daniel sudah menemukan puluhan markas tersembunyi milik Dark light yang ada di wilayah kekaisaran Dracania. Meskipun dia membunuh semua anak buah nya, namun Daniel tetap membiarkan hidup setiap ketua dari markas tersebut.
Bukan berati dia membebaskan orang-orang tersebut, akan tetapi Daniel berencana untuk mengambil alih organisasi Dark light tersebut.
"Satu tembakan dua burung." Itulah yang dipikirkan oleh nya saat ini.
Daniel sendiri saat ini sedang berada di sebuah mansion yang ada di pinggiran kota, itu sendiri merupakan markas yang ke 29 milik Dark light yang mengelola sebuah obat-obatan seperti sebuah narkoba yang dapat membuat seseorang kecanduan.
"Apa kamu yakin tidak ada tempat yang harus ku kunjungi lagi?" Tanya Daniel pada Xavier setelah dia melakukan penyiksaan kepada ketua mansion tersebut.
"B-Benar tuan, semua markas yang saya ketahui sudah tidak ada lagi, kami semua yang ada di sini hanya mengetahui markas yang ada di wilayah Dr—."
"Padahal aku sudah berbuat baik pada kalian semua." Daniel pun mulai mengambil sword of devil yang ada di inventori nya, aura keunguan keluar ketika pedang tersebut keluar dari sarung nya.
Semua ketua Dark light yang berada di sana pun langsung ketakutan, mereka semua tahu pasti akan di bunuh. Meskipun demikian tidak ada satu pun dari mereka yang berani melawan, karena mereka semua lebih menginginkan sebuah kematian daripada di siksa oleh Daniel yang tanpa henti nya itu.
"Xavier, aku tanya satu kali lagi, apakah ada tempat yang belum kau beritahu?" Dengan tatapan yang sangat mengerikan Daniel bertanya seperti itu pada Xavier yang bersujud di depan nya.
"Sa-saya tidak tahu lagi tuan, yang tersisa hanyalah markas utama." Balas Xavier dengan nada yang terbata-bata.
"Baiklah aku paham." Setelah berkata seperti itu, Daniel mulai mengangkat pedang milik nya.
Kemudian menebas kepala milik Xavier seperti sebuah kertas, semua orang yang di sana pun langsung merinding, tubuh mereka tidak bisa bergerak lagi karena rasa takut yang sudah menyelimuti mereka.
Padahal mereka semua termasuk orang-orang yang memiliki kekuatan di atas manusia biasa, tapi di mata Daniel mereka hanyalah sebuah pion yang dapat di buang kapan pun.
"Attuning time." Sebuah sihir andalan miliknya pun akhirnya dia tunjukkan untuk pertama kali nya pada orang-orang tersebut.
Meskipun mereka semua sudah tahu jika Daniel adalah seorang kaisar dari kekaisaran Dracania yang di gosipkan bisa menghidupkan seseorang, tapi tidak satu pun dari mereka percaya hal itu sebelum melihat sihir Attuning time milik Daniel.
"Kalau begitu jangan pikir kalian bisa bunuh diri." Ucap Daniel setelah kepala Xavier utuh kembali lalu hidup seperti biasa nya.
"Baik tuan." Dengan serentak mereka menjawab dengan nada yang penuh ketakutan.
"Apalagi yang ditunggu maari kita lanjutkan ke markas utama kalian." Kata nya sambil memasukkan kembali sword of devil ke sarung nya.
__ADS_1
Bersambung.