King Of System

King Of System
ch.43 pindah tangan


__ADS_3

Mendengar perintah dari tuan nya, Ter pun langsung melompat kebelakang untuk menjauh dari kelima orang tersebut. Terlihat dengan mudah nya dia dapat melepaskan sabit ungu nya dari 5 pedang petinggi Dark light itu.


"Sudah ku duga, kami melakukan sebuah kesalahan yang besar." Itulah yang di pikirkan oleh Mayer setelah pedang nya terlepas dari sabit milik Ter dengan mudah nya.


"Baiklah aku datang, Haste." Dalam hitungan 0,00001 detik saja. Daniel sudah berada di depan kelima orang itu, wajah mereka pun tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut nya. Kecepatan Daniel berada di level yang berbeda dari mereka semua.


Meskipun begitu, refleks mereka semua tidak bisa di remehkan. Karena ketika Daniel melakukan sebuah serangan menggunakan Falcon sword nya, kelima orang tersebut dapat menangkisnya.


Suara benturan pedang yang sangat keras pun tercipta.


"Kerja sama kalian lumayan hebat." Puji Daniel.


Setelah itu, Daniel tiba-tiba melepaskan Falcon sword nya lalu melompat ke atas. Tidak sempat melakukan serangan atau pertahanan, ujung kaki Daniel sudah ada di atas kepala salah satu petinggi Dark light dan menendang nya.


Melihat itu keempat lain nya langsung menjauh.


"Sepertinya dia mati." Ujar nya setelah membuat salah satu petinggi Dark light tergeletak di tanah dengan kepala yang pertama kali menghantam kebawah membuat kepala tersebut tertancap.


Badan salah satu petinggi Dark light itu pun mati dalam posisi bersujud dengan ujung kaki Daniel yang berada di atas nya. Darah segar terlihat mengalir di ujung kaki nya Daniel setelah dia mengangkat kembali.


"Baiklah bersiap lah kalian." Kata Daniel sambil melihat ke arah para petinggi Dark light.


Sedangkan di sisi lain, pemandangan akan pembantaian manusia yang ada di markas utama Dark light pun tetap lah berlanjut. Siapa pun yang mereka lihat pasti akan di bunuh. Tua, muda, laki-laki, perempuan dan bahkan seorang budak pun tetap lah mereka bunuh.


Itu semua karena perintah Daniel.


"Bagaimana kita membuat sebuah kesepakatan." Mayer yang menyadari jika posisi nya tidak menguntungkan lagi, berkata seperti itu dengan posisi yang masih siap bertarung.


"Apa itu?" Daniel pun langsung mengutarakan pertanyaannya.


"Info tentang orang yang menyewa pembunuh bayaran kami untuk membunuh sang ratu." Dengan penuh percaya diri, Mayer melontarkan kalimat tersebut.


"Jika begitu, bukan kah setidak nya kalian harus mendapatkan sebuah hukuman terlebih dahulu?"


"Baiklah kami akan menerima hal itu, asalkan nyawa kami berempat terjamin." Ujar Mayer dengan menurunkan penjagaan nya.

__ADS_1


"Tentu saja," Setelah berkata seperti itu, Daniel langsung berlari ke arah Mayer dengan Haste nya. "Hukuman akan di mulai."


Sekali tebasan saja, kepala Mayer sudah terpisah dari badan nya. Dan ketiga orang yang di sampingnya pun belum sempat melihat apa yang sedang terjadi, mendadak kepala mereka sudah terpisah dari badan nya.


"Attuning time." Dalam hitungan singkat saja, Mayer serta tiga lain nya di hidupkan kembali. Sayangnya orang yang di bunuh oleh Daniel di awal tidak dia hidupkan.


"Apa makd—"


Tidak ingin mendengar apa yang di katakan oleh Mayer lagi, Daniel pun langsung membunuh kembali pria tua tersebut. Perbuatan mengerikan itu pun terus dia lakukan hingga Ymir melaporkan jika tidak ada orang lagi yang tersisa di Dark light.


"Baiklah mulai sekarang Dark light akan di kuasai oleh ku, siapapun yang menantang akan menerima konsekuensi nya, apa kalian paham." Daniel mengatakan itu tepat di hadapan petinggi Dark light yang sudah hidup kembali.


Setelah menerima siksaan yang melebihi nama nya kematian, tentu saja keempat orang tersebut tidak akan membantah apa yang di katakan oleh Daniel. Begitu pula dengan Mayer.


Begitulah Dark light berpindah tangan dari Mayer ke Daniel. Mungkin kekuatan akan organisasi Dark light akan turun drastis, namun beda cerita nya jika Daniel yang memimpin nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu minggu pun sudah berlalu semenjak Daniel mengambil alih Dark light, namun Daniel memberitahukan pada Ormas bahwa Dark light sudah musnah di tangan nya, dengan bukti membawa mayat petinggi Dark light yang tidak ia hidupkan waktu itu.


Hal itu sedikit demi sedikit membuat diri nya kehilangan rasa kemanusiaan terhadap manusia.


"Lapor yang mulia, saat ini kerajaan Ghama sudah menduduki dua kota yang berada di dekat perbatasannya, juga mata-mata kita mendapatkan sebuah informasi jika mereka akan melakukan invasi terhadap kota Sarro." Jelas Opium yang ada di hadapan Daniel.


"Baiklah aku paham." Balas nya dengan malas.


"Jika saja aku mendapatkan sebuah sihir seperti bom atom, maka itu pasti akan mudah menghancurkan mereka semua, tapi jika di pikirkan itu pasti akan membuat perang dunia terjadi." Begitulah yang ada di pikiran nya Daniel saat ini.


"Apa rencana anda yang mulia?"


"Tidak usah bertanya seperti itu, pasti kau sendiri sudah tahu akan seperti jawaban nya."


"Tentu saja, seperti yang di harapkan dari yang mulia," Ujar nya sambil tersenyum. "Kalau begitu saya pamit keluar terlebih dahulu yang mulia."


Daniel pun hanya melambaikan tangan nya untuk menyuruh Ormas keluar dari ruangan kerja nya tersebut. Melihat itu, Tentu saja Ormas langsung membungkuk sebelum berjalan keluar dari ruangan milik Daniel.

__ADS_1


"Ai, apa sekarang aku sudah bisa memeriksa status yang ku miliki?" Daniel pun berbicara di mulutnya, bukan di dalam hati seperti biasa yang ia lakukan.


[ Saat ini status sudah normal kembali. ]


"Status open."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ribuan prajurit Ghama pun kini sudah terkumpul semua, orang-orang tersebut sudah memasang tenda yang tidak jauh dari kota Sarro selama beberapa hari. Para komandan nya pun sudah memiliki rencana untuk melakukan invasi pada pagi hari ini, sehingga para prajurit mulai menyiapkan peralatan mereka masing-masing.


Sedangkan Daniel saat ini sedang bersantai di salah satu mansion bangsawan yang ada di kota Sarro.


"Ya-yang mulia, bukan kah seharusnya kita harus mengevakuasi kan diri?" Tanya bangsawan yang memiliki mansion mewah tersebut.


"Pergilah jika kau ingin, lagipula tidak ada guna nya jika kau tetap ada di sini." Ujar nya dengan santai.


"Ba-baik."


Daniel sendiri saat ini sudah memerintahkan pada Ter untuk menyerang siapapun yang berani melangkahkan kaki nya ke kota Sarro, sehingga dia tidak berniat untuk membantu orang-orang tersebut, tapi jika dia ingin maka dia pasti akan pergi juga.


"Dan juga itu sangat bagus untuk menaikkan level nya dia, sial aku ingin sekali berevolusi seperti Ter." Pikir nya dengan menyandarkan wajah nya di tangan kanan nya.


Mansion milik bangsawan itu pun mendadak menjadi hening, Daniel pun merasakan akan terjadi sesuatu yang aneh, namun dia tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.


Tidak lama setelah itu, suara teriakan dari para pria pun bergema di seluruh kota. Itu merupakan semangat dari para prajurit Dracania yang melihat Ter melakukan pembantaian sendirian. Tentu para prajurit tersebut ikut membantu nya.


"Sepertinya perang mulai terjadi," Daniel berkata sambil mulai berdiri dari duduk nya. "Mungkin aku harus melihat nya.


Akan tetapi, di saat dia berjalan beberapa langkah. dia tiba-tiba terbentur ringan dengan sebuah barrier sihir yang ada di depan nya.


"Langsung saja tunjukkan siapa itu." Tidak mau basa basi lagi, Daniel pun berteriak seperti itu.


"Perkenalkan aku adalah Guine Victoria, dan aku menyukai mu, maka jadilah istri ku." Seorang perempuan bertubuh rendah dengan memakai pakaian gotik keluar dari portal hitam yang pernah di temui oleh Daniel.


"Kamu!!" Daniel pun mendadak marah.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2