
Malam yang sangat mencekam bagi warga kerajaan Rasril pun telah berlalu, meskipun tidak ada korban jiwa di pihak rakyat jelata. Tapi ada ribuan nyawa yang melayang bagi tentara Rasril yang hanya mengikuti perintah petinggi mereka tanpa tahu apa yang akan mereka hadapi.
Kekuatan militer kerajaan Rasril pun menurun drastis, jika di gambar kan dalam persenan maka yang awal nya adalah 100% menjadi 1% saja. Lagipula semua prajurit Rasril yang di temui pasukan Dracania pasti akan di bunuh mereka.
Setelah menyelesaikan sarapan nya, Daniel berniat mengunjungi raja Rasril. Saila yang mendengar itu memohon pada Daniel untuk ikut dengan nya.
Raja Rasril sendiri saat ini di kurung di penjara yang berada di bawah istana. Kini Grias dan Saila terlihat sedang memandu Daniel ke arah penjara bawah istana tersebut.
Cukup dalam menuruni tangga tangga yang mengarah ke penjara bawah istana tersebut. Beberapa menit kemudian pun berlalu terlihat ada dua prajurit yang sedang berdiri menjaga sebuah pintu, bisa di pastikan jika itu merupakan ruangan menuju ke penjara raja Rasril sekarang.
"Selamat pagi yang mulia." Sapa dua prajurit yang sedang menjaga pintu tempat raja Rasril di kurung dengan posisi yang masih membungkuk.
"Bangunlah." Ujar Daniel.
Mereka berdua pun langsung ke posisi semula, setelah itu salah satu prajurit tersebut tanpa di suruh lagi bergegas untuk membukakan pintu jalan menuju ruangan di mana raja Rasril berada.
Pintu ruangan itu terbuka.
"Silahkan ikuti saya yang mulia." Prajurit yang membukakan pintu itu berkata seperti itu.
Daniel hanya membalas dengan mengangguk kan kepalanya saja. Namun, lagi lagi mereka menuruni tangga yang terus ke bawah serta hanya obor yang menerangi jalan nya, akhirnya Daniel dan tiga lain nya sampai di tempat ayah nya Saila di kurung.
Terlihat hanya ada satu-satunya penjara di sana.
"Ayah, apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Saila yang sudah berdiri di depan penjara ayah nya dengan wajah khawatir.
Mereka berdua pun berbicara satu sama lain seperti orang yang sudah lama tidak berjumpa, padahal mereka tidak bertemu hanya dalam satu malam saja. Karena tujuan dari awalnya Daniel mendatangi raja Rasril untuk berbicara, menyuruh Saila untuk menyingkir terlebih dahulu.
Saila yang mendengar itu pun hanya bisa menjawab iya tanpa mempermasalahkan nya sama sekali.
"Baiklah, ada satu hal yang ingin ku katakan pada mu, setiap orang memiliki kesempatan tiga kali, jadi untuk kali ini aku tidak akan membunuh. Oleh karena itu, pimpin lah kerajaan Rasril di bawah kekaisaran Dracania yang aku kendalikan sekarang, tapi kalau kau ketahuan berkhianat lagi, maka tidak ada kata ampun bagi mu lagi serta kerajaan Rasril akan ku ratakan sampai ke tanah tanahnya, apa kau mengerti sekarang." Kata Daniel dengan menatap tajam raja Rasril.
"Saya pasti tidak akan berkhianat lagi!" Balas nya dengan tegas.
"Buatlah diri mu berguna di masa depan nanti." Setelah mengatakan itu Daniel pun langsung berjalan meninggalkan Saila dan ayah nya di sana berdua.
__ADS_1
Sedangkan Grias bergegas menyusul Daniel setelah menyuruh prajurit yang ikut bersama nya sebelum nya untuk melepaskan raja Rasril dari penjara nya tersebut.
"Apa ada kabar tentang pasukan dari ibukota yang datang ke kota Nassel?" Tanya Daniel yang saat ini sudah ada di atas lagi dan sedang berjalan-jalan mengelilingi istana tersebut dengan di temani Grias dan Zeril di belakang nya.
"Untuk saat ini kami berdua belum mendengar hal itu sedikit pun yang mulia." Balas Zeril.
"Kalau begitu, siapkan surat untuk kerajaan Ghama agar kembali ke bawah kekuasaan kekaisaran Dracania, jika mereka menolak maka kerajaan tersebut akan ku hancurkan, tanpa ampunan seperti yang ku lakukan pada kerajaan Rasril" Ujar Daniel yang saat berkata seperti itu berhenti tepat di sebelah jendela dan melihat pemandangan bangunan di luar.
"Baik yang mulia, akan secepatnya saya buat." Jawab Zeril sambil melihat kaisar nya yang sedang melihat pemandangan langit.
"Kalau begitu kalian pergilah, aku ingin sendiri."
"Mengerti." Mereka berdua pun membungkukkan badan mereka terlebih dahulu lalu meninggalkan Daniel yang sedang menikmati pemandangan pagi kota kerajaan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ai, aku sedikit penasaran apakah semua orang yang ada di dunia ini mengetahui tentang level mereka?" Tanya ku yang saat ini sedang berjalan menuju ruangan kamar ku kembali.
[ Saya tidak tahu pastinya, namun ada kemungkinan 50% orang yang tinggal di sini mengetahui akan level, sebagai contoh raja iblis yaitu Garran Ferroal, saya sangat yakin jika orang tersebut mengetahui cara kerja level. ]
Di saat aku sudah berkata seperti itu, sebuah pusaran kecil berwarna ungu terbentuk tepat di hadapan ku. pusaran tersebut semakin membesar hingga 2 meter, aura yang sangat menekan tubuh ku dapat ku rasakan yang keluar dari pusaran ungu tersebut.
"Ai, apa kamu tahu itu apa." Teriak ku yang merasakan aura sangat mencekam.
[ Error... Error... Error... ]
Aneh nya Ai tidak menjawab apapun dan hanya bisa berkata seperti itu, tubuh ku sangat berat. Bahkan, aku perlu berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan dua pedang ku. Ketika aku sudah mengeluarkan dua pedang ku.
Keluar lah sesosok pria bertubuh tegak dengan tinggi setara dengan ku, dia memiliki sayap yang sangat besar membentang di punggung nya, dua tanduk hitam terlihat tumbuh di dahi nya. Dia hanya menggunakan semacam celana saja sehingga telanjang dada.
"Padahal aku tidak mengeluarkan aura sedikit pun pada mu, tapi kamu tidak kuat untuk menahan nya." Ujar pria tersebut dengan nada yang datar pada ku.
"Sialan kau raja iblis." Aku pun langsung mengaktifkan Haste lalu berlari ke pria tersebut.
Meskipun tubuh ku sangat berat, tapi aku sangat yakin jika kecepatan ku masihlah sama seperti sebelumnya. Namun, di saat pedang ku hampir mengenai badan nya, mendadak tubuh nya menghilang di pandangan ku.
__ADS_1
"Sial, di man—"
Sebuah pukulan seperti di hantam ribuan truk mengenai perut ku, pedang yang ku pegang pun langsung terlempar begitu saja tanpa ku tahu. Darah keluar begitu banyak dari mulut ku sebelum terlempar ke dinding dan mengenai dengan sangat keras.
"B-baji*gan seperti nya semua tulang ku patah, Healing." Aku pun tergeletak di lantai setelah terhantam dengan keras ke dinding selepas pukulan yang ia luncurkan itu.
Aneh nya lagi, waktu aku terhantam dengan dinding itu. Suara nya terdengar sangat lah keras dan mengeluarkan suara yang sangat nyaring, namun aneh nya tidak ada yang satu orang pun yang seperti nya kemari.
Aura hijau pun mengelilingi tubuh ku ketika aku merapalkan sihir Healing yang sudah aku lama beli itu namun tidak pernah ku gunakan pada diri ku sendiri. Tubuh ku dalam hitungan detik saja kembali seperti semula lagi, seakan tidak pernah terjadi apapun pada ku.
"Baiklah ronde kedua kita mulai." Aku berkata seperti itu setelah dapat membangkitkan badan ku lagi, meskipun masih sempoyongan karena masih dapat merasakan rasa sakit akibat satu pukulan tadi.
"Tunggu sebentar, kau bilang tadi aku raja iblis?" Tanya pria tersebut.
Aku tidak menjawab, aku pun hanya menatap tajam ke arah nya agar aku tahu pergerakan apa yang ia lakukan selanjutnya. Terlihat dia hanya menghela napas karena tidak mendapatkan jawaban dari ku.
"Ayolah, lagi pula kedatangan ku di sini bukanlah untuk bertarung dengan mu."
"Setelah kau tadi memukul ku dan membuat semua tulang ku patah." Pikir ku dengan kesal.
"Bukankah orang yang pertama menyerang itu adalah kamu? jadi aku hanya melakukan pertahanan diri." Tutur nya yang seperti nya dia bisa membaca apa yang ku pikirkan.
[ Berhati-hati... musuh 10.000 kali lipat lebih tinggi level nya dari anda. ]
"A-apa!?"
"Hm... sepertinya teman perempuan mu sudah sadar, bukan begitu?" Ujar pria tersebut dengan tersenyum dan mulai perlahan berjalan ke arah ku.
"Jadi apa mau mu?" Karena merasa tidak bisa mengalahkan nya, aku pun sepertinya harus mendengarkan apa yang ia katakan walaupun aku masih dalam posisi yang berjaga.
"Baiklah, pertama perkenalkan aku adalah Zerren Ferroal, anak dari Garran Ferroal. Tapi aku berasal dari masa depan, bisa di bilang 1.000 tahun di depan kamu saat ini, juga aku tidak akan mencampuri urusan mu dengan ayah ku jadi tidak perlu khawatir, juga level ku saat ini adalah 8.467.000.000.000 jika tidak salah..."
Dia pun terus mengoceh, juga pria itu mengatakan kalau dia adalah seorang penjaga dimensi tertinggi yang membuat orang-orang ada di bumi termasuk aku di pindahkan ke dunia ini.
".... Kedatangan ku di sebenarnya hanyalah meminta mu untuk menjadi teman mu."
__ADS_1
"Hah!?"