King Of System

King Of System
ch.8 Tuan putri


__ADS_3

POV CATHRINE


Aku adalah Cathrine Pavolia anak kedua dari kaisar Dierez Pavolia, ayah ku sendiri merupakan seorang kaisar yang sangat di sukai dan di takuti di kekaisaran Dracania. Dia memiliki kekuatan sihir yang sangat kuat serta pasukan elit yang tidak terhitung jumlahnya membuat ia dapat menguasai separuh benua Ezernel.


Waktu itu aku memang sengaja tidak memberitahu siapa pun untuk keluar dari istana untuk jalan-jalan di hutan. Namun, aku tidaklah sendirian, karena beberapa prajurit elit juga aku bawa dan salah satunya adalah Avitus yaitu penjaga ku dari kecil, sehingga aku merasa aman.


Akan tetapi, sepertinya ada salah satu seorang penghianat di antara para penjaga, membuat informasi tentang aku yang sedang keluar dari istana terdengar di telinga organisasi Dark light.


Para anggota Dark light itu pun menyamar sebagai seorang bandit biasa, membuat prajurit yang aku bawa menjadi lebih santai ketika melawan mereka, dan itu memberikan mereka kesempatan untuk membunuh prajurit yang aku bawa lebih mudah.


Puluhan prajurit elit yang aku bawa pun berguguran begitu saja.


"Ku mohon dewa, aku berjanji akan menikahi siapapun yang akan menolong ku saat ini." dengan penuh ketakutan, aku pun berdoa seperti itu tanpa sadar.


Namun, mendadak suara teriakan demi teriakan terdengar di telinga ku, aku awal nya mengira jika itu adalah para penjaga ku yang sedang di bunuh, tapi, aneh nya suara teriakan itu makin banyak.


Dengan penuh tekad, aku pun mengintip ke jendela kereta untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di luar.


"S-seorang pangeran." Itu lah yang terlintas setelah aku melihat seorang pria yang sedang membunuh para anggota Dark light dengan mudah nya.


Dia memiliki wajah yang sangat tampan, padahal aku sendiri sering kali menemui pangeran dari kerajaan lain yang bisa di bilang juga memiliki muka yang indah, tetapi, baru kali ini aku melihat seseorang pria seperti diri nya.


Hanya perlu beberapa menit untuk dia membunuh para anggota Dark light yang bisa di bilang anggota elit dari mereka, bahkan prajurit yang aku bawa saja kewalahan pada saat itu, namun dia dapat dengan mudah nya mengalahkan mereka semua dengan sekali serangan.


"Aku harus berkenalan dengan nya."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


POV AUTHOR


"Perkenalkan, aku Cathrine Pavolia seorang putri dari kekaisaran Dracania, bisakah kau juga memperkenalkan diri mu?" Ujar tuan putri sambil mengangkat gaun nya ala bangsawan dan menunduk kecil kepada Daniel.


"Perkenalkan juga, saya adalah Daniel Padilla seorang pria biasa." Daniel pun membalas perkataan Cathrine seraya mencium tangan kanan nya.


Para prajurit di belakang yang melihat Cathrine pun terlihat kesal apa di lakukan oleh Daniel, meskipun dia penyelamat nya itu bukan lah sesuatu yang harus di lakukan oleh orang asing terhadap seorang tuan putri.


Meski begitu berbalik dengan Cathrine, justru wajah terlihat memerah di saat Daniel melakukan hal tersebut. Cathrine tidak dapat menyembunyikan ekspresi nya saat ini, membuat Avitus yang di samping nya cukup malu.


"Ada apa deng—" Di saat Daniel ingin memegang dahi nya Cathrine, Avitus langsung mengeluarkan pedang nya membuat Daniel terhenti tepat di depan dagu nya.


"Tolong bersikap sopan kepada tuan putri, saya tahu anda adalah pen—"


"Apa yang kamu lakukan Avitus, dia adalah penolong kita, apa maksudmu itu, sarungkan kembali pedang mu itu sekarang juga " Cathrine pun langsung memotong perkataan Avitus dengan berteriak ke arah Avitus.


"Maaf kan aku jika itu membuat anda merasa terganggu, tuan putri." Ujar Daniel sambil menarik kembali tangan nya.

__ADS_1


Melihat itu Catherine pun terlihat kecewa dan langsung menatap ke Avitus dengan tatapan yang tajam seakan mengatakan jika dia akan menghukum nya nanti.


"Santailah, meskipun anda mengatakan seorang pria biasa aku bisa merasakan jika anda adalah seorang pria bangsawan, bukan begitu Daniel Padilla ?" Tanya Catherine dengan tersenyum.


Daniel pun tidak menjawab sama sekali dan hanya membungkukkan kepala nya dan membalas senyuman Cathrine. Melihat hal tersebut, Cathrine merasa dia mengatakan sesuatu yang salah dan langsung panik karena takut menyinggung Daniel, dia berpikir jika Daniel adalah seorang anak bangsawan yang di buang.


"Tidak usah khawatir begitu tuan putri." Daniel pun mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum lagi pada nya selepas melihat Cathrine yang tadi panik.


"B-bukan begitu," Tutur nya seraya mulai menundukkan kepala nya, "Dan jika kamu mau, aku ingin kamu memanggil ku Cathrine atau Rine daja."


"Bukankah itu sedikit kasar tuan putri?"


"Tidak sama sekali, aku ingin kamu lebih santai dengan ku."


"Jika itu mau anda, bagaimana dengan Rine? bukankah itu panggilan yang indah?


"Baiklah." balasnya dengan tersipu malu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV DANIEL


[ Relationship +500 Catherine Pavolia ]


Ai pun mengucapkan hal tersebut setelah aku berkenalan dengan Cathrine, kemungkinan itu merupakan salah satu fitur sistem terbaru setelah aku naik level beberapa saat yang lalu.


"Awal nya ku berpikir jika dia hanya seorang bangsawan biasa, sepertinya kali ini aku adalah seorang karakter utama sampai sampai mendapatkan mangsa yang sangat besar seperti ini.


Dia memang memiliki kecantikan yang bisa di bandingkan dengan Elora sang Elf. Akan tetapi, jika di suruh memilih antara Cathrine dengan Elora, maka itu akan menjadi pilihan yang paling berat untuk ku tentukan. Sepertinya dunia lain memiliki perempuan perempuan yang kecantikan nya di luar akal manusia bumi.


Cathrine sendiri memiliki rambut putih keperakan dengan mata biru muda yang sangat indah di tatap membuat seorang pria terpikat hanya dalam sekali lihat saja, dan sepertinya dia memiliki umur yang sama dengan ku.



cr : Pinterest


"Ano... apakah kamu sudah memiliki seorang tunangan?" Suara lembut bagaikan sutra itu membangunkan aku dari lamunan, dia terlihat malu ketika menanyakan hal itu.


"Untuk sekarang aku belum ada dan tidak terlalu memiki-."


"Kalau begitu, bagaimana kita bertunangan saja." Dia tiba-tiba saja menanyakan hal tersebut dengan mudah nya dan memotong pembicaraan ku.


"Apa maksudmu itu?"


"Menikah, ayo kita menikah." Mata nya terlihat penuh dengan harapan.

__ADS_1


"Tidak."


"T-tapi, aku Cathrine Pavolia lo, anak kaisar Dierez Pavolia, apa kamu tahu itu?" Rine terlihat sedang panik setelah aku menolak lamaran nya itu dia mendadak bertingkah aneh.


"Aku belum terlalu memikirkan hal seperti itu, dan itu terlihat sangat merepotkan bagi ku, juga kita berdua baru saja bertemu beberapa saat yang lalu dan aku paling benci dengan orang yang sangat membanggakan akan statusnya."


"T-tunggu maafkan aku." Dia pun membungkukkan tubuh nya dengan posisi duduk tepat di hadapan ku.


"Baiklah, tapi jika sekali lagi kamu seperti itu, aku akan keluar dari kereta ini dan aku akan memikirkan nya kembali nanti."


"Benarkah? Baiklah akan aku tunggu itu." Jawab nya dengan tersenyum lebar.


Lagipula tujuan ku di dunia ini adalah untuk mencari hal hal yang baru dan berpetualang tanpa beban sedikit pun. Bukan berati aku tidak tertarik dengan Cathrine, bahkan sebenarnya aku bisa saja menerima lamaran tersebut, namun, menjadi suami dari tuan putri itu, 'Bukankah itu akan menjadi hal yang merepotkan.'


"Aku berencana ingin menjelajahi setiap benua di dunia ini sendirian, dan setelah itu selesai, maka ada kemungkinan aku akan menerima mu."


"Bukan itu terlalu lama?" Dia pun bertanya seperti itu dengan nada yang sedikit kecewa.


"Dalam kutip, kita sudah saling mengenal."


"Kalau begitu, aku akan ikut dengan mu kemana saja."


"Tentu saja itu aku tolak."


"A-apa, baru kali ini aku mendapatkan dua penolakan sekaligus dalam sehari." Ujar Catherine sambil tersenyum canggung pada ku.


"Bukankah aku sudah bilang aku akan berpetualang sendirian, aku tidak ingin membawa seorang dengan ku."


"Terus bagaimana cara nya kita menjadi lebih akrab."


"Aku sesekali akan mengunjungi mu, jika ada waktu jika kau tidak mau maka ini akan berakhir di sini "


"Tentu saja aku akan menerima itu." Dia pun entah kenapa tersenyum lebar dengan jawaban ku.


"Lagipula lama ke lamaan dia akan melupakan ku juga."


Akhirnya, kami berbicara cukup panjang satu sama lain, bahkan aku membuat sebuah kebohongan jika aku adalah seorang anak bangsawan buangan dari benua lain, karena itu aku berkelana ke penjuru benua untuk menjadi orang yang kuat dan membalas kan dendam ku pada keluarga ku sendiri yang sudah membuang diriku.


Entah bagaimana, tuan putri itu mendukung penuh akan balas dendam ku, bahkan menawarkan sejumlah pasukan besar untuk menghancurkan keluarga milik ku.


"Di pikir pikir dia lumayan gila."


Hingga beberapa jam telah berlalu.


"Tuan putri, sebentar lagi kita akan sampai di ibukota Licanara." Ucap Avitus dari luar jendela kereta kuda.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2