King Of System

King Of System
ch.9 Bertemu kaisar


__ADS_3

...POV DANIEL...


"Ini merupakan pertama kalinya aku ke ibukota Dracania." Kata ku pada Catherine yang duduk didepan ku.


"Apakah itu benar?" Tanya nya dengan penuh semangat.


"Benar, beberapa hari yang lalu aku masih tinggal di kota Iniel dan tanpa sengaja aku bertemu dengan mu di hutan waktu itu." Balas ku.


"Sepertinya kita berdua memang di takdir kan untuk berjodoh." Canda nya lalu tertawa anggun setelah itu.


Aku dan Cathrine pun mengobrol kembali, dia sangat semangat untuk menceritakan betapa indah dan kokohnya ibukota yang di pimpin oleh ayah nya tersebut.


Tak terasa akhirnya kami berdua sudah memasuki wilayah istana dari keluarga kekaisaran.


"Kita sudah sampai tuan putri dan tuan Daniel." Ujar Avitus yang sudah membukakan pintu kereta kuda yang kami naiki saat ini.


Cathrine lah yang turun terlebih dahulu dari kereta, lalu aku menyusul nya dari belakang, dia terlihat sedang menunggu ku yang keluar dari kereta. Cathrine yang menyadari jika aku menatap nya langsung tersenyum kecil, aku pun membalas senyuman tersebut.


Hanya ada satu kata untuk Istana yang ada di depan ku saat ini yaitu sangat besar. Istana itu sendiri memiliki arsitektur bangunan yang sangat indah dengan satu jembatan sebagai jalan masuk ke gerbang Istana.


Dia di kelilingi sungai buatan yang terlihat dalam dan tembok tinggi juga mengelilingi istana tersebut membuat seseorang mustahil untuk memanjat nya jika ingin masuk kedalam wilayah istana tanpa melalui jembatan tersebut.


Kami berdua pun berjalan bersampingan ke arah pintu masuk istana, pintu ukuran yang mencapai 10 meter di buka oleh 2 penjaga ketika kami berdua sudah di depan.


"Tuan putri dari mana saja anda." Seorang pelayan pun menyambut kedatangan Cathrine dengan wajah yang khawatir ketika kami berdua mulai memasuki istana.


"M-maafkan aku." Dia hanya menundukkan kepalanya.


"Ayah anda sangat panik di saat anda menghilang dari istana," Pelayan itu pun melihat kearah ku setelah mengucapkan tersebut, "Dan siapakah anda?" Tanya nya sembari menengok ke arah ku.


"Perkenalkan saya adalah Daniel Padilla." Jawab ku sambil membungkukkan badan ku agar terlihat seperti seorang bangsawan pada umumnya.


"M-maafkan ketidaksopanan saya tadi."


"Dia adalah tunangan ku, jadi perlakuan dia dengan baik."


"APA!?"


Semua orang yang mendengar itu pun seketika langsung terkejut dan tanpa sadar mereka berteriak, sedangkan Cathrine terlihat menikmati suasana tersebut dan melihat ke arah ku dengan senyuman licik.


"Sepertinya aku harus bergegas keluar dari sini."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...POV AUTHOR...


Saat ini Daniel sudah di antara oleh salah satu pelayan menuju ruangan beristirahat untuk tamu khusus. Di saat pintu masuk ruangan itu terbuka, hanya ada kemewahan yang di tunjuk kan. Sofa dengan ukiran kayu, lukisan lukisan yang sangat indah, bahkan ada sebuah kasur yang sangat besar ada di sana.


Setelah di tinggalkan oleh pelayan tersebut, Daniel pun langsung berbaring di kasur yang sudah tersedia itu.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa merasakan cara hidup yang benar lagi," Pikir nya setelah merasakan kenikmatan akan kasur yang dia tiduri saat ini, "Dan sepertinya tidak akan mudah keluar dari sini."


Beberapa jam kemudian.


Terdengar lah suara ketukan dari pintu kamar Daniel saat ini, dia yang mendengar itu pun bergegas bangun dari tidur nya yang lumayan menyamankan itu dan membukakan pintunya. Ketika dia membuka kan pintu tersebut, Terlihat lah seorang pria dengan pakaian mewah serta memiliki rambut yang sama seperti Cathrine.


"Jadi apakah yang kamu merupakan tunangan adik ku saat ini." Pria itu pun langsung mengatakan kalimat sambil menatap ke arah Daniel yang ada di depan nya.


"Asal anda tahu, aku bukanlah tunangan nya, dia hanya mengakui nya sebelah pihak saja." Balas Daniel sambil menatap kembali ke arah kakak Cathrine tersebut.


"Hahaha... kalau memang itu benar, maafkan lah kelakuan dari adik ku yang agak bodoh itu, jika anda berkenan, bisakah anda menceritakan kronologi yang terjadi sebenarnya pada kalian berdua?"


"Kalo begitu silahkan lah masuk terlebih dahulu."


Mereka berdua pun kini sudah berada dalam satu ruangan dengan saling duduk bertatapan dengan sebuah meja yang membatasi mereka berdua. Daniel pun mulai menceritakan kejadian dari awal dia bertemu dengan para bandi hingga di bawa oleh Cathrine ke ibukota.


"Jadi begitulah kronologi nya." Ujar Daniel yang sudah menyelesaikan penjelasan panjang nya.


"Astaga aku benar-benar meminta maaf atas kelakuan adik ku yang ceroboh sampai sampai merepotkan mu, dan sebagai kakak nya aku sangat sangat berterimakasih pada mu karena telah menolong nyawanya saat itu."


"Bagaimana pun juga para ksatria di sanalah yang ituk membantu ku saat itu."


"Kamu suka sekali merendah hati, tuan Daniel," kata nya juga sambil tersenyum, "Oh ya perkenalkan aku adalah Antonio Pavolia anak pertama dari Dierez Pavolia." Dia pun berdiri sambil membungkukkan badan nya ketika berkata seperti itu.


Antonio Pavolia merupakan anak pertama dari kaisar Dierez Pavolia sekaligus calon sang kaisar, dia memiliki paras yang terbilang tampan. Memiliki mata dan rambut yang sama seperti adik nya membuat orang sekali lihat saja bisa tahu jika mereka berdua bersaudara.



"Seperti yang anda tahu, saya adalah Daniel Padilla." Ujar Daniel yang juga mengikuti gerakan dari Antonio.


"Tujuan ku datang kesini sebenarnya hanya untuk memberitahukan kalau ayah ku mengundang mu untuk makan bersama keluarga ku pada malam ini."


"Apakah itu tidak bisa di tolak?" Tanya Daniel sambil menatap ke arah Antonio.


"Tentu saja tidak." Balas nya seraya tersenyum.


Daniel pun hanya menghela nafas.


"Lagi lagi hal yang **sangat m**erepotkan, jika saja ini sebuah quest mungkin aku akan sedikit semangat."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari pun telah tiba, Daniel pun hanya mengisi waktu nya dengan melakukan Quest harian milik nya di ruangan tersebut, dan ia juga mengecek Status nya, terlihatlah jika dia saat sini sudah mencapai level 70. Setelah dia melakukan hal itu semua, dia pun tertidur pulas di atas kasur.


Sayangnya tidurnya tidaklah lama, karena waktu untuk makan malam telah tiba. Sebuah ketukan pintu terdengar di telinga nya, membuat dia bangun seketika.


Mendengar itu Daniel langsung berdiri dan membukakan pintu masuk kamar tersebut.


"Masuklah."

__ADS_1


Saat Daniel menyuruh masuk, puluhan pelayan pun memasuki kamar yang saat ini di tinggali oleh Daniel. Mereka semua terlihat sedang memegang berbagai pakaian untuk Daniel kenakan saat makan malam.


"Silahkan pilih tuan." Ujar salah satu pelayan sembari menunjukkan 5 pakaian yang sedang di pegang oleh para pelayan di depan nya Daniel.


"Yang putih saja."


Mendengar jawaban itu, mereka semua langsung melaksanakan tugas nya. Berbagai perawatan di lakukan oleh para pelayan tersebut pada Daniel.


Beberapa menit kemudian. Setelah selesai berpakaian, Daniel langsung di bawa ke tempat makan para keluarga kekaisaran berkumpul.


"Silahkan masuk tuan Daniel." Ujar salah satu penjaga yang berada di samping pintu sambil membuka kan pintu tersebut.


Ruangan yang sangat megah dengan berbagai lukisan yang sangat indah dapat di lihat oleh Daniel ketika pintu tersebut di buka. Sebuah meja panjang dengan 5 kursi tersusun di tengah-tengah nya.


Antonio dan Catherine duduk bersebelahan di sisi kiri, sedangkan ratu yang terlihat masih muda dengan wajah menawan nya duduk di sisi kanan.


Dan pria yang duduk di tengah-tengah itu pasti lah seorang kaisar atau ayah dari Cathrine, dari sekali lihat saja, seseorang sudah tahu itu merupakan seorang kaisar karena aura kewibawaan nya terpancar sangat kuat.


"Sepertinya tamu istimewa kita semua sudah datang, duduklah di sana." Ujar Dierez sambil menatap tajam ke arah Daniel.


Daniel pun langsung duduk ketempat yang masih kosong, dan itu berseberangan dengan Dierez, meskipun jarak mereka berdua lumayan jauh karena meja tersebut sangat lah panjang.


"Maafkan atas keterlambatan saya tadi." Kata Daniel sambil membungkukkan kepala nya.


"Hahaha... tidak usah terlalu kaku seperti itu." Tawa Dierez yang melihat Daniel, begitupula dengan ratu yang tertawa kecil sambil menutupi nya dengan tangan ia.


Daniel pun hanya bisa ikut tersenyum canggung.


"Pertama, aku sebagai ayah dari anak ku sangatlah berterimakasih karena sudah menolong anak perempuan ku ini," Kata nya sambil memotong daging yang berada di hadapannya, "Kedua, Apakah kamu benar-benar akan menolak lamaran anak tersebut?"


"Benar, untuk saat ini saya masih belum bisa menerima hal tersebut." Jawab nya.


"Berapa umur mu?"


"Saat ini saya baru berumur 18 tahun."


"Hmm... padahal kamu masih muda, tapi wajah mu sudah bisa setenang itu saat berhadapan ku."


Bagaimana pun, Dierez merupakan seorang kaisar yang menguasai 12 kerajaan dalam satu benua. Umum nya, seseorang yang pertama kali bertemu dengan dia bakal gugup bahkan ketakutan. Akan tetapi, Daniel sangatlah tenang, seakan dia bisa menguasai suasana yang mencekam tersebut tanpa masalah bagi nya.


"Tentu saja, Itulah tunangan ku, bukan kah dia sangat hebat ibu?" Canda Cathrine yang membuat semua orang yang di sana melihat ke arah nya. Mendengar perkataan wanita kecil itu pun membuat semua orang tertawa kecil.


Mereka berlima pun saling berbicara satu sama lain hingga hidangan mereka sudah habis, nama dari istri Dierez sendiri adalah Andiana Pavolia.


"Apakah kamu mau masuk ke akademi bersama dengan Cathrine?" Tanya Dierez.


"Tidak."


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2