King Of System

King Of System
ch.39 Markas pertama


__ADS_3

[ Peringatan! Sang creator memperhatikan anda, 50% kekuatan anda miliki telah di segel oleh nya. ]


Daniel yang mendengar hal itu pun langsung mematung, wajah nya memang tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Namun, dalam hati nya dia sangat kesal sekaligus mencaci maki kepada creator yang menyegel kekuatan nya.


Dia pun langsung mengingat perkataan Zerren, orang yang memberikan level yang tidak terhitung pada nya waktu itu. Saat itu, Zerren mengatakan jika dia ingin Daniel bergabung dengan nya untuk mengalahkan sang creator.


"Bukankah aku tidak ada membuat masalah dengan mu, sepertinya keputusan yang tepat untuk melawan mu bersama Zerren." Pikir Daniel.


Setelah itu ia pun langsung membuka status. Namun, anehnya layar transparan tersebut hanya menunjukkan tanda tanya setiap statistik milik Daniel, kecuali di bagian relationship, skill, dan title.


[ Untuk saat ini sistem sedang dalam proses evolusi yang selanjutnya, jadi sistem belum bisa menunjukkan semua status yang anda miliki saat ini. ]


"Evolusi? apakah aku akan berevolusi juga." Terlintas lah pertanyaan tersebut di kepala nya Daniel.


[ Tentu saja. ] Ai yang dapat membaca pikiran tersebut pun sontak menjawab.


"Aku tidak sabar akan berubah seperti apakah aku nanti." Setelah mengucapkan tersebut Daniel pun berjalan keluar dari kamar Cathrine selepas dia menjenguk keadaan sang ratu tersebut.


Cathrine sendiri masih belum bisa menerima kenyataan yang dia alami tersebut, sehingga dia masih mengurungkan diri nya di dalam kamar nya dan tidak mau bertemu siapapun kecuali Daniel seorang diri.


Kengerian di saat kematian menjemput nya masih terbayang-bayang di pikiran nya Cathrine, itu membuat nya cukup trauma. Lagipula Cathrine hanyalah seorang perempuan yang belum genap 18 tahun.


"Ymir, apakah kau sudah menemukan markas-markas dari Dark light?" Tanya Daniel sambil berjalan di dalam istana sendirian dengan pakaian yang terlihat mewah berwarna hitam.


"Untuk saat ini, saya sudah menemukan dua titik lokasi yang saya yakini tempat markas mereka." Balas Ymir dengan respon yang sangat cepat di saat Daniel bertanya.


Ymir sendiri saat ini menggunakan mark of justice, atau topeng yang di beli oleh Daniel di saat dia memainkan rencananya untuk menguasai kerajaan Dracania secara baik tanpa ada kesan yang jahat di mata orang.


Dark light memang memiliki tempat persembunyian yang cukup bagus, tapi Ymir yang sudah ahli di bidang informasi dapat dengan mudah menemukan nya. Lagipula bagi Ymir organisasi Dark light hanya lah penjahat sekelas teri di mata nya.

__ADS_1


"Temui ku di istana, jangan sampai ketahuan oleh siapapun itu." Perintah Daniel yang sudah berdiri tepat di depan kamar nya, "Kita akan mulai rencananya tengah malam ini juga."


"Baik tuan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV DANIEL.


Aku dan Ymir kini sedang berjalan jalan di kota Yeriner atau nama lain dari ibukota kekaisaran Dracania, meskipun ini sudah tengah malam masih ada saja orang yang berkeliaran. Opium sendiri menggunakan pakaian yang menutupi kepalanya sehingga orang-orang tidak tahu jika dia adalah seorang demon.


"Jadi yang pertama ada di tengah-tengah kota?" Tanya ku yang memulai pembicaraan setelan keheningan panjang ini.


"Benar tuan, anda hanya perlu mengikuti saya saja." Jawab Opium yang mulai tadi berjalan di depan ku.


Aku sendiri saat ini menggunakan pakaian yang sama dengan Opium, sehingga orang-orang tidak tahu jika itu adalah aku. Lagian kalau aku tidak berpakaian seperti ini, aku pasti akan menarik perhatian dan orang-orang Dark light akan tahu jika aku sedang memburu mereka.


"Inilah yang pertama tuan."


"Selamat datang, apa kah anda ingin menginap?" Di saat aku masuk, seorang pria dewasa berdiri di balik meja menyambut kami berdua.


Suasana di sini sangat lah sepi, hanya ada beberapa orang saja yang sedang duduk di kursi dengan minuman beralkohol di atas meja bundar mereka. Mata mereka semua pun tertuju pada ku ketika memasuki penginapan tersebut.


"Mungkin satu malam..." Aku pun mulai membuka tudung pakaian yang menutupi ku dari tadi, "Sudah cukup untuk membantai kalian semua." kata ku sambil mengeluarkan dua pedang ku dan tersenyum ke arah mereka.


"K-kaisar, apa yang anda maksud?" Pria tersebut pun panik sekaligus ketakutan mendengar apa yang ku ucapkan.


"Jika kau ingin selamat," Ujar ku dengan mengangkat Falcon sword dan mengarahkan ke pria tersebut, "Maka beritahu pada ku di mana para anggota Dark light berada."


"Sa-saya tidak ta-tahu sama sekali yang mulia." Dia pun membalas dengan gagap karena perasaan gugup tersebut.

__ADS_1


"Akan ku hitung sampai 3 jika tidak, maka semua orang yang di sini akan ku bunuh, tak terkecuali kamu."


"Ta-tapi yang mu—"


"1... 2... 3... wah wah, sepertinya kalian semua anggota Dark light." Ujar ku yang melihat 5 orang yang duduk berkelompok dari tadi berdiri dan mengeluarkan pedang yang mereka sandarkan di samping meja.


Begitu pula dengan pria yang ada di depan ku saat ini.


"Baiklah, jika itu mau kalian," Dalam sekejap aku langsung berdiri di depan pria yang ada di balik meja lalu menusukkan pedang ku ke perut nya hingga tembus, "Apa boleh buat ya kan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kelima orang yang lain nya pun dapat dengan mudah di kalahkan oleh Daniel. Tetapi, Daniel membiarkan satu orang hidup agar dapat mengorek informasi nya tentang keberadaan Dark light yang ada di penginapan dia berdiri sekarang.


"Ayolah, katakan saja, atau kau ingin merasakan nama nya rasa sakit yang melebihi kematian." Ujar Daniel dengan meletakkan pedang ungu nya di leher orang yang saat ini dia interogasi di tempat.


"Hahaha... lebih baik aku mati daripada memberikan informasi untuk mu dasar anak sialan!" Teriak orang tersebut dengan tanpa gemetar sedikit pun.


"Lagipula bawahan ku akan menemukan tempat kalian bersembunyi." Daniel berkata seperti itu sambil mengangkat pedang nya dan memenggal kepala pria berambut coklat itu.


Tentu saja seperti yang sudah di katakan oleh Daniel. Dia akan mengajari, apa itu rasa sakit yang melebihi kematian. Attuning time pun langsung Daniel rapatkan kepada pria yang kepalanya terpisah dari tubuh nya tersebut.


"A-apa yang terja—"


Tidak sempat untuk berbicara, pria itu di bunuh lagi oleh Daniel. Kejadian itu pun terus di ulang hingga Opium mengabarkan jika dia menemukan tangga yang menunju bawah tanah.


"Ku-kumohon b-bunuh ak-aku saja." Pria yang sudah di bunuh oleh Daniel puluhan kali pun, menjadi gila. dia terus mengulangi perkataan tersebut.


"Siapa yang akan membunuh mu, karena kebaikan ku, maka aku biarkan kamu hidup, tapi," Daniel langsung memotong kedua tangan pria tersebut membuat nya berteriak kesakitan, "Dengan keadaan seperti ini."

__ADS_1


"Ti-tidak bunuh saja ak-aku."


Bersambung.


__ADS_2