King Of System

King Of System
ch.21 Panggung besar


__ADS_3

Ymir sendiri saat ini sedang duduk di singgasana dengan palu merah milik nya yang bersandar di sampingnya, dan kepala raja Awamai berada tepat di bawah kaki nya.


Ribuan manusia yang disandera oleh Ymir berkumpul di ruangan raja tersebut, dengan barrier sihir yang mengelilingi mereka sehingga tidak ada satupun manusia yang bisa kabur, di tambah puluhan ogre yang menjaga mereka dan terus menyiksa mereka tanpa membunuh nya sama sekali.


"Hentikan sekarang juga!" Suasana pun seketika menjadi hening disaat Daniel berteriak seperti itu.


Daniel sudah memasuki ruangan singgasana raja.


Semua orang pandangan nya tertuju kepada Daniel, Barrier sihir yang diciptakan oleh Ymir pun perlahan dihilangkan oleh nya sebagai bentuk selamat datang pada Daniel.


Aura yang sangat mengintimidasi dapat di rasakan oleh semua orang dari Ymir. tubuh para prajurit yang dibawa oleh Daniel sontak gemetaran, meskipun begitu, itu tidak akan membuat mereka semua ketakutan.


"Semuanya serang!" Setelah barrier sihir itu menghilang, Daniel langsung memerintahkan hal itu.


Puluhan ogre berlari ke arah Daniel menuju pasukan yang dia pimpin. Begitu pula dengan Daniel yang berlari ke arah para Ogre diikuti oleh Ribuan orang di belakangnya. Ruangan raja sendiri sangat lah besar, hampir sepertiga sebuah lapangan sepak bola.


"Anda langsung menuju iblis itu saja, biar kami lah yang mengurus gerombolan ogre sialan itu." Ujar Raul yang berlari di samping Daniel.


Daniel pun hanya mengangguk kan kepalanya, mengisyaratkan kalau dia setuju dengan perkataan nya Raul. Sesudah itu, dia mengaktifkan Haste nya dan berlari dengan kecepatan yang luar biasa.


"Strike shadow aktif." Sebelum dia melompati para ogre tersebut, dia melakukan sebuah tebasan yang membunuh satu ogre secara instan.


Semua orang hanya bisa tercengang melihat lompatan Daniel yang seakan dia terbang di udara, juga serangan mematikan Daniel tadi. Padahal, Daniel memang menggunakan sihir Fly, membuat nya bisa dengan mudah melewati puluhan ogre tersebut di udara.


Teriakan semangat dari orang-orang yang di pimpin oleh Daniel terdengar di belakangnya.


"Sepertinya aku harus bermain-main dulu, biar terlihat pertarungan yang sengit." Pikir Daniel.


Decakan pedang terdengar di seluruh ruangan dan bergema ke seluruh arah, puluhan manusia mati dalam sekali serangan Ogre saja. Akan tetapi, itu tidak akan membuat semangat mereka patah, karena tekad nya untuk mengambil alih kota itu semakin lama semakin besar.


Daniel sudah berada dihadapan Ymir, Ymir yang melihat itu mulai mengambil palu di sampingnya kemudian menendang kepala raja Awamai, seperti sebuah bola. Tubuh berotot tegak dengan tinggi mencapai 2 meter berdiri tepat di hadapan Daniel, itu adalah Ymir dengan palu yang sudah ada di tangan nya.


"Buat pertarungan ini selama mungkin." Kata Daniel yang dua pedang nya sudah keluar dari sarungnya.

__ADS_1


"Baiklah tuan." Jawab nya.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain, hingga akhirnya badan mereka berdua mendadak menghilang di mata orang-orang yang di sandera oleh Ymir. Mereka bukanlah menghilang, tapi kecepatan nya sajalah yang tidak bisa di lihat oleh mata manusia biasa.


Tangkisan antara palu dan pedang terdengar sangat keras, membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


"Tetap fokuslah!" Teriak Ormas yang melihat prajurit nya mendadak terdiam apa yang didengar mereka.


Mereka semua pun kembali dengan kesadaran nya lagi, bagaimanapun itu sangatlah mengejutkan mendengar suara tangkisan pedang yang luar biasa.


Disisi lain, Daniel terus membiarkan Ymir menyerang nya, tapi dia dapat dengan mudah membaca pergerakan lawan Ymir itu. Dia sangat lihai menguasai dua pedang nya dalam menangkis serangan, seharusnya akan sangat susah kalau seseorang menggunakan dua pedang untuk bertahan.


"Sepertinya pedang besi ku tidak akan bertahan lagi." Pikir Daniel yang melihat pedang nya mulai retak.


Hanya sekali hantaman palu saja, pedang besi itu pecah menyisakan gagang nya saja. Daniel pun bergegas membuangnya, lalu merapalkan Arc lighting membuat Ymir menjauh dari Daniel untuk menghindari sihir itu.


Dia pun kini hanya menggenggam Sword of devil saja di tangan kanan nya, rasa kekhawatiran timbul di hati orang yang melihat kejadian itu. Kalau pedang Daniel hancur lagi, maka itu akan menjadi akhir cerita ini.


"Saya mengerti tuan."


Hembusan angin yang sangat kencang membentuk ditempat Daniel berada, itu disebabkan oleh nya setelah berlari kearah Ymir dengan kecepatan penuh dan menghilang di tempat berdiri nya tersebut.


*Swush*


Setelah suara itu muncul, Daniel sudah ada di belakangnya Ymir dan mulai rubuh lah tubuh Ymir dengan kepala yang terpisah dari badan nya setelah menyentuh lantai.


Teriakan orang-orang disaat menyerang ogre tiba-tiba terdiam ketika melihat kejadian itu, hanya ada satu di dalam pikiran mereka saat ini yaitu 'Kemenangan.'


"Apa yang kalian lihat, bukankah ogre masih banyak dihadapan kalian." Ujar Daniel yang melihat kebelakang tepat para komandan serta prajurit sukarelawan berada.


Mereka pun dibuat sadar kembali untuk kedua kalinya.


"Serang lagi semuanya..."

__ADS_1


Teriakan mereka pun sekarang lebih keras dari sebelumnya, mereka sekarang sudah melihat cahaya kemenangan, setelah iblis yang mereka pikir mustahil untuk di kalahkan sudah di bunuh oleh Daniel.


Tiga puluh menit pun berlalu, semua ogre kini dihabisi oleh para prajurit, sedangkan Daniel hanya duduk bersandar di dinding. Tidak ada yang komplain tentang itu, lagipula Daniel sudah kehabisan tenaga di mata mereka.


Dan begitulah akhir yang bahagia bagi semua orang, jumlah nyawa yang melayang mencapai 80.000 prajurit. Kebanyakan itu merupakan para petani yang tidak terlatih dalam bertarung, tapi ingin ikut serta dalam merebutkan kembali ibukota.


Ribuan manusia yang di sandera pun rata-rata semuanya sekarat, tidak bisa di tolong lagi. Tangan dan kaki salah satu mereka bahkan sudah tidak ada.


Daniel yang melihat pertarungan tersebut sudah selesai, berdiri kembali, lalu dia berjalan menghampiri para sandera yang sudah tergeletak sekarat.


"Sepertinya kita harus membunuh mereka sekarang tuan." Ujar Bhrail yang berbicara tidak jauh dari Daniel berjalan.


"Jangan, aku masih memiliki sesuatu istimewa untuk kalian semua, jadi lihat saja dan beristirahat lah."


Mendengar hal itu, tentu saja mereka kebingungan.


Daniel sekarang sudah berdiri tepat didepan para manusia yang di sandera oleh Ymir sebelum nya.Orang-orang itu terus memintanya untuk di bunuh saja, melihat nya langsung pun berpikir jika para sandera Ymir tersebut tidak akan bisa hidup lagi.


Namun, Daniel hanya menghiraukan nya.


Dia pun mulai mengangkat kan kedua tangan nya keatas, semua prajurit menyaksikan itu tidak terkecuali Elora, otak mereka terus bertanya-tanya 'Apa yang sedang dilakukan oleh Daniel?'


"ATTUNING TIME!!!." Teriak Daniel.


Saat itulah, cahaya keemasan muncul dari atas menerangi orang-orang sekarat yang ada dihadapan Daniel. Cahaya tersebut hanya mengelilingi para sandera itu, tidak lebih dan tidak juga kurang.


Cahaya tersebut muncul begitu saja dari atas, tidak tahu darimana ia berasal. Namun itu sangatlah indah untuk di pandang.


Tapi, bukan itu saja yang membuat menakjubkan, melainkan tangan dan kaki yang semulanya terpisah, mulai terpasang ke badan mereka dengan sendiri nya. Tidak ada yang tidak terkejut melihat itu, bahkan tubuh yang awal nya tidak memiliki tangan dan kaki lagi, kini mulai tersambung kembali dengan sendirinya.


Hanya ada satu kalimat ketika melihat kejadian hal itu.


"Apakah dia seorang Dewa."

__ADS_1


__ADS_2