
"Maaf sebelumnya yang mulia, apa anda serius mengatakan hal seperti itu?" Tanya Aslhan yang terkejut mendengar pernyataan Daniel akan menantang mereka berdua sekaligus.
"Benar sekali, taruhannya adalah nyawa ku." Balas Daniel dengan santai nya.
"Hahahaha... anda sepertinya orang yang sangat sangat menarik Daniel Padilla, aku sangat tidak sabar akan pertarungan kita nanti." Zennesis yang mendengar itu tertawa sangat kencang membuat orang orang di sana memperhatikan mereka semua.
"Maafkan atas ketidaksopanan dia yang mulai, Zennesis memiliki sifat yang sangat berbeda dari kita, jadi harap maklum akan sifat nya yang blak blakan." Kata Aslhan yang melihat Zennesis masih tertawa.
"Aku tidak masalah dengan itu, persiapkan saja diri kalian akan pertarungan nanti." Kata Daniel.
"Pikirkan lah lagi matang matang yang mulia, kami berdua bukan lah iblis atau raja goblin yang pernah anda lawan, kami berdua memiliki kekuatan yang berkali kali lipat dari mereka, jadi sebaiknya perkataan anda sebelumnya anda pikirkan lagi."
"Tidak masalah, aku hanya butuh sebuah pertarungan yang seimbang, aku baru ingat ada sebuah arena bertarung di ibukota, bagaimana kita melakukan nya di sana dan di tonton oleh para rakyat?" Tanya Daniel.
"Aku sangat setuju, buatlah jadwal pertarungan secepatnya, aku sangatlah tidak sabar yang mulia." Zennesis pun berkata seperti itu setelah mendengar perkataan orang yang ada di samping nya.
"Kalau begitu aku akan mengatur jadwal nya nanti, jadi sampai jumpa lagi."
Daniel pun meninggalkan mereka berdua di sana dan menghampiri Cathrine yang sudah menunggu dari kejauhan, mereka berdua pun langsung berpamitan kepada orang orang penting di sana untuk kembali ke kamar mereka.
Pesta meriah itu pun berakhir mulus tanpa kekacauan sedikitpun.
Keesokan hari nya. Kini para pemimpin tiap bangsa dan para raja telah berkumpul dalam satu ruangan yang telah tersedia meja bundar dan sebuah kursi, mereka semua duduk di sana dengan di temani para penasehat mereka yang berdiri di sebelah masing masing mereka.
Tidak lama mereka menunggu, akhirnya orang yang paling di tunggu tunggu datang.
Dia adalah Daniel dengan Cathrine yang berada di sebelahnya, setelah sampai di sana mereka berdua langsung duduk di kursi dengan meja bundar di depan mereka.
"Pertama tama aku mengucapkan selamat datang di ibukota," Itulah kata kata yang di keluarkan pertama kali oleh Daniel Setalah duduk nya. "Dan yang kedua kekaisaran Dracania tetap berjalan seperti sebelumnya tanpa ada perubahan sama sekali, apakah ada pertanyaan lain?"
"Yang mulai, saya Khalediah raja dari Messiah, apakah rumor tentang Ghama yang anda ratakan sampai menjadi gurun pasir benar ada nya?" Pertanyaan pertama pun di lontarkan oleh Khalediah, pria berkulit coklat dengan rambut hitam serta tubuh yang tegak dan berotot.
"Benar, dan itu sebagai contoh untuk kalian semua yang berani mengkhianati kekaisaran Dracania, jadi buatlah diri kalian berguna untuk ku dan kekaisaran." Balas Daniel dengan menaruh kepala nya di atas dua tangannya yang sudah terlipat.
__ADS_1
Setelah menjelaskan hal tersebut, mereka semua pun melakukan perbincangan yang sangat panjang sampai malam hari tak terasa. Beberapa hal penting dapat di singkat seperti, perbudakan sangat di larang di kekaisaran dan siapapun yang tertangkap karena perbudakan maka akan di hukum mati.
Juga kesebelas pemimpin dari tiap bangsa dan kerajaan bersumpah setia pada Daniel, kecuali Aslhan dan Zennesis yang masih menunggu pertarungan mereka di arena nanti.
"Aku tidak masalah dengan itu." Itulah yang di katakan oleh Daniel setelah mendapatkan penolakan dari mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kabar akan pertarungan antar Daniel dan Aslhan serta Zennesis telah tersebar ke seluruh Benua Eternal hanya dalam beberapa hari saja, pertarungan mereka pun di jadwalkan hari ini. Ibukota Licanara sendiri lagi lagi di penuhi dengan orang orang, padahal rombongan dari berbagai negara dan bangsa saja belum ada yang kembali ke asal mereka masing masing.
Karena mereka semua juga penasaran akan pertarungan yang terjadi hari ini.
Arena bertarung itu sendiri berbentuk lingkaran yang sudah di penuhi ribuan orang dengan berbagai ras yang berbeda beda, mereka semua memiliki tujuan yang sama yaitu menonton pertarungan paling di tunggu tunggu dalam beberapa hari ini.
Tidak hanya itu, kesembilan raja dan pemimpin bangsa lain nya pun juga ikut menonton pertarungan antara kaisar mereka dengan Aslhan Dan Zennesis.
"Tidak usah menanyakan hal seperti itu, kita tidak akrab sedikit pun." Namun, Ohsin sang pemimpin Dark Elf membalas Hestia yang berada di sebelahnya dengan nada yang terbilang cukup kasar.
Hestia yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum dan mengalihkan pandangan nya dari Ohsin dan melihat kembali ke area pertarungan.
Cathrine pun juga terlihat ikut menonton peraturan tersebut, dengan Elora yang menjaga nya tepat di samping Cathrine duduk. Dia sendiri terlihat sangat khawatir akan Daniel, begitupula dengan Elora.
Bagaimanapun Aslhan dan Zennesis bukanlah musuh yang bisa di remehkan, karena mereka berdua termasuk dalam salah satu 100 orang yang terkuat di dunia Vulcan dan salah satu 5 orang yang terkuat di benua Eternal.
"Ai, apa pendapatmu tentang pertarungan kali ini." Kata Daniel, dia sendiri saat ini sedang berada di salah satu ruangan tunggu yang berada di koloseum.
[ Kemenangan anda hanyalah kecil. ] Balas singkat Ai.
"Apa kali kau tidak mengeluarkan sebuah Quest untuk mengalahkan mereka berdua."
Namun, Ai tidak menjawab sama sekali akan perkataan Daniel. Menyadari jika dia hanya di abaikan oleh Ai, Daniel pun langsung berdiri dan mengambil kedua pedang yang dia sandarkan di dinding tidak jauh dari duduk sebelumnya.
__ADS_1
Sedangkan Aslhan dan Zennesis sendiri terlihat sudah tidak sabar akan di panggil ke dalam arena.
Di sisi lain, di dalam koloseum terlihat ada seorang pria yang bisa di bilang sebagai host atau pembawa bicara akan pertarungan bersejarah kali ini. Dia berbicara cukup lama sampai sampai di ejek terus menerus oleh penonton yang sudah tidak sabar akan pertarungan nya.
"Baiklah, tanpa basa basi lagi mari kita panggil kan sang pemimpin ras Beast, seseorang yang di takuti di seluruh benua Eternal, tidak bahkan di seluruh dunia yaitu Aslhan Animel..." Di saat itu lah keluar lah sesosok Aslhan Animel.
Dia sendiri sekarang memakai full armor berwarna hitam dengan sebuah batu sihir berwana biru yang berada di tengah-tengah armor nya, dan juga sebuah pedang besar yang ada di tangan kanan nya.
Ketika dia menunjukkan diri nya, sorak sorakan penonton pun terdengar. Suasana di koloseum sangat lah ramai hingga jalanan ibukota Licanara menjadi sepi.
Di saat Aslhan perlahan menampakkan diri nya, terdengar lah raungan singa yang sangat nyaring sampai sampai terdengar di seluruh penjuru koloseum di sisi area penonton. Itu ternyata di lakukan oleh sesama bangsa Aslhan untuk menunjukkan seberapa mendukung nya mereka pasa Aslhan.
Saat Aslhan sudah menampakkan diri nya, pembawa acara itu pun mulai menyambung perkataan nya.
"....Dan yang kedua adalah seseorang dari ras Lizzardman, dia adalah sesosok yang hampir setara dengan seekor naga, bukan hanya bentuk nya saja bahkan kekuatan nya juga begitu, dia di takuti di seluruh benua Eternal dan seluruh dunia tidak lain dan tidak bukan yaitu Zennesis."
Zennesis pun mulai menampakkan diri nya, dia juga memakai full armor di badan nya dengan pedang di tangan kanan nya. Zennesis sendiri merupakan evolusi akhir dari seorang Lizzardman sehingga ia memiliki kedua sayap dan sepuluh tanduk di kepalanya.
Juga dialah orang yang paling bersemangat melakukan pertarungan ini daripada Aslhan.
Tidak seperti Aslhan, Zennesis di sambut para ras nya dengan cara mereka berterbangan di atas koloseum seperti sebuah pesawat jet yang biasa nya meriahkan sebuah pertandingan olahraga.
Para penonton yang melihat itu tentu saja tercengang dengan apa yang mereka lihat di atas langit.
Setelah Aslhan dan Zennesis sudah menunjukkan diri mereka, pembawa acara tersebut pun tersenyum lalu menarik napas panjang panjang dan membuang napas nya lagi.
"Baiklah, inilah seseorang yang sudah kita tunggu tunggu semua, sang penyelamat ibukota Licanara, sang kaisar agung kita, sang dewa yang di puja puja, berbagai keajaiban telah dia tunjukkan, sambut lah Daniel Padilla....."
BERSAMBUNG.
__ADS_1