
Saat malam hari, Aleeya tengah makan malam bersama Tante Murni dan juga Dika. Malam itu juga, Aleeya bermaksud untuk meminta izin ke Tante MUrni untuk membawa teman yang baru ia kenali tadi untuk menginap disini. Meskpin Aleeya tahu Tante Murni orangnya baik, namun tidak dipungkiri rasa segan dan tidak enak hati itu pasti lah sebenarnya. Akan tetapi, ALeeya sudah terlanjur berjanji pula dengan Windy. Aleeya menyakinkan didalam hatinya, ada baiknya dia meminta izin secara baik-baik dulu. Mengenai diberi izin atau tidak, biarlah itu menjadi keputusan dari Tante Murni. Yang penting ALeeya sudah berusaha untuk menolong teman barunya tersebut. Pikir Aleeya didalam hatinya.
“Hhmmm… Tante, Aleeya boleh minta izin gak?” Tanya ALeeya dengan suara yang agak tertahan. Tante Murni yang sedang mengunyah makanan, lantas berhenti sejenak.
“Minta izin apa, Lya?” Tanya Tante Murni lalu memandang Aleeya dengan rasa penasaran.
“Maaf sebelumnya Tante jika apa yang akan Lya katakana ini terdengar sedikit lancang. Aleeya sebenarnya gak enak mau ngomongnya…” Ujar Aleeya yang tidak lupa untuk mengatakan kata maaf dulu.
“Ya gak apa-apa Lya, bilang aja…” Tante Murni seakan tidak sabar mendengar lanjutn dari perkataan Aleeya tersebut.
“Gini, Tante. Aleeya tadi kan dapat teman baru, namanya Windy. Dia berasal dari kota yang sama dengan Lya cuman beda kacamatan saja. Dan.. Tadi dia cerita bahwa dia ada masalah dengan tempatnya tinggalnya sekarang ini. karena dia kurang nyaman aja dengan gelagat suami ibuk yang numpangi dia dirumahnya itu Tante. Aleeya kasihan saja dengan dia, tante. Bukan mau suudzon atau apa cuman kalau sudah ada yang mencurigakan lebih baik kita menghindar saja. Itu menurut Lya, sebelum terjadi hal-hal yang aneh…” Jelas Lya dengan perlahan-lahan.
“Iya kamu benar Lya, kita memang harus berhati-hati dengan orang yang baru kita kenal. Memang ibuk yang tumpangin teman kamu itu ada hubungan keluarga atau saudara gitu sama dia” Tante Murni Bertanya.
“Ngak, Tante. Mereka baru kenal disini. Ibuk itu yang nawarin Windy untuk nginap dirumahnya” Jawab Aleeya.
“Nah, kan.. ANeh juga tu, Yasudah… Kamu bawa aja teman kamu itu nginap disini sama kamu” Tutur Tante Murni akhirnya. Mendengar penuturan Tante Murni itu membuat Aleeya langsung tersnenyum lebar.
“MasyaAllah, tante.. ALeeya baru saja mau minta izin bawa teman Aleeya kesini, tapi.. Tante sudah langsung mengizinkannya duluan. Terimakasih banyak Tante Murni…” Ucap Lya dengan penuh rasa syukur.
“Iya sama-sama Lya, Tante malah senang kalau ramai yang nginap disini, biar kesannya agak ramai gitu ya. Karena kamu tahu sendirikan sehari-hari Tante cuman tinggal berdua sama Dika, ini kebetulan saja Andra pulang. Entar kalau dia kekota lagi, pasti rumah ini jadi sepi lagi. Kalau Dika, dia itu jarang dirumah, selalu berkeluyuran entah kemana. Namanya anak cowok mungkin ya..” Cerita Tante Murni dengan antusias.
“Makanya Tante itu senang jika ada yang nginap disini, apalagi kalau anak cewek seperti kamu dan Delfi waktu dulu itu, Tante senang banget. Tapi, setelah kalian pulang lagi kekota.. Hhhmmm… Tante galau tau gak? Kesepian lagi, heheh…” Tante Murni masih melanjutkan ceritanya. Aleeya mendengar cerita Tante Murni dengan senyum-senyum.
Aleeya merasa beruntung bisa mengenal Tante Murni yang menurut Aleeya Tante Murni memiliki jiwa social yang tinggi. Dia yang bersifat keibuan dan terkadang bisa juga seperti teman sebaya sehingga membuat Aleeya tidak lagi merasa canggung dan bisa berbicara lepas dengannya.
****
Keesokan harinya, Aleeya membawa Windy kerumah Tante Murni lalu mengenalkannya dengan Tante Murni. Tante Murni menyambut kedatangan Windy dengan ramah dan juga antusias. Saat datang saja mereka sudah disuguhkan makan siang yang beraneka ragam, sehingga membuat Aleeya dan Windy langsung tergoda untuk segera memakannya.
“Masakan Tante enak sekali ternyata…” Puji Windy yang tengah mengunyah makanan dengan lahapnya. Aleeya hanya senyum-senyum melihat tingkah teman barunya itu.
__ADS_1
“Masak sih? Tante merasa biasa aja kok…” Kata Tante Murni merendahkan diri.
“Benar kok Tante, memang enak. Mantap lah pokoknya” Ujar Aleeya ikut memuji Tante Murni hingga wanita itu langsung tersipu malu.
“Alhamdulillah kalau kalian merasa begitu, senang tante kalau dipuji seperti ini, biar besok tambah semangat lagi tante masakin untuk kalian.” Kata Tante Murni. Windy dan Aleeya langsung saling pandang. Mereka sama-sama sepemikiran bahwa Tante Murni adalah orang yang sangat baik.
Sedang asyiknya mereka menikmati makan siang, tiba-tiba saja dari depan rumah terdengar seseorang masuk dengan mengucapkan salam. Suara seorang lelaki. Aleeya mengenali suara itu.
“Lah, ada siapa lagi ni Ma?” Tanya Andra blak-blakan ketika diruang makan melihat ada Windy disamping Aleeya. Wajah Windy langsung berubah.
“Ini Windy, temannya Aleeya…” Tante Murni menjawab.
“Kenalkan ini anak tante, Wind. Andra namanya…” Kata Tante Murni mengenalkan mereka berdua.
Windy lalu berdiri dan langsung mengulurkan tangannya kearah Andra, namun Andra sama sekali tidak menyambut uluran tangan dari Windy tersebut malahan dia sama sekali juga tidak memandang Windy.
“Lama-lama rumah ini seperti tempat penampungan saja, semuanya dibawa nginap kesini” Celetuk Andra lalu berlalu dari sana.
“Jangan diambil hati, Wind. Anak tante Murni yang satu itu memang seperti itu.” Kata Aleeya berusaha menenangkan Windy yang kelihatan syok atas sikapnya Andra.
“Ya, Lya. Aku kaget soalnya, hehe..” Sahut Windy dengan tersenyum tipis.
***
Jam 2 dini hari Aleeya terbangun, sudah menjadi kebiasaan bagi Aleeya bangun di sepertiga malam untuk menunaikan sholat tahajud. Kebiasaan yang sudah Aleeya latih dalam 1 tahun belakangan ini, dan Alhamdulillah dia selalu istiqomah untuk menjalankannya. Itulah yang dinamakan Habits, Ya… Sejak Aleeya mulai memantapkan dirinya untuk hijrah, dia juga giat melatih dirinya agar melakukan kebiasaan yang positif dalam menunjang proses hijrah agar lebih bermakna lagi.
Aleeya akui diawal-awal ia merasa kesulitan untuk membiasakan diri melakukan sholat tahajud, bangun di sepertiga malam disaat lagi enak-enaknya tidur menjadi tantangan tersendiri baginya. Tapi, karena semangat juang tinggi yang ia miliki saat itulah yang mengantarkan dia terus istiqomah untuk menjalankannya. Dan percayalah jika sesuatu itu sudah menjadi habits atau kebiasaan bagi kita akan membuat kita selalu nyaman untuk terus mengulanginya lagi bahkan akan mengganjal dihati kita jika habits tersebut tidak kita lakukan. Seperti saat ini, Aleeya yang terbangun dari tidur lelapnya karena habits positif yang sudah tertanam sejak dulu didalam keseharian.
Aleeya keluar kamar dengan pelan, karena takut akan membangunkan Windy yang tidur pulas disampingnya. Saat sampai didepan pintu kamar, ia mendengar sebuah suara kaki yang melewati kamarnya. Aleeya sedikit tersentak, rasa penasaran menyelimuti hatinya. Ia yakin ada seseorang yang juga bangun atau mungkin belum tidur jam segini. Tapi, siapa? Apa mungkin tante Murni?
Tanpa sibuk lagi menduga-duga didalam hatinya, Aleeya langsung saja keluar dari kamar dan menuju kekamar mandi untuk mengambil wudhu. Saat ia sampai didepan pintu kamar mandi, langkah kaki Arsyila terhenti saat mengetahui jika ada seseorang didalam kamar mandi yang ditandai dengan bunyi germicik air dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Cukup lama juga Aleeya berdiri mematung didepan pintu kamar mandi untuk menunggu seseorang yang masih didalam itu. Sampai akhirnya, orang itu keluar. Wajah seorang lelaki tampan langsung tertangkap oleh mata Aleeya. Aleeya kaget, begitu juga dengan si lelaki.
“Ngapain kamu?” Tegur dia karena melihat Aleeya sudah bediri dihadapannya.
“Mau kekamar mandi, maaf.. permisi…” Ucap Aleeya dengan menundukkan wajahnya. Bagaimana tidak, lelaki dihadapannya ini sudah 2 kali Aleeya dapati keluar kamar dengan bertelanjang dada dan kali ini malah menggunakan celana yang cukup pendek sehingga memeperlihatkan bagian pahanya dan tungkainya yang tinggi itu.
“Bikin kaget saja, tiba-tiba sudah berdiri didepan pintu” Celetuk ANdra lagi tapi dia masih berdiri didepan pintu kamar mandi, tidak sedikitpun bergeser dari sana. Padahal Aleeya sudah begitu risih dengan penampilan terbukanya malam itu.
“Maaf, permisi sedikit.. Saya mau lewat..” Aleeya berujar lagi masih dengan menundukkan wajahnya.
“Kamu ngomong sama siapa ? Sama semut?” Sindir Andra karena Aleeya berbicara dengannya namun tidak memandangnya, itu membuat Andra menjadi tersinggung.
Dalam hati Aleeya merasa geram, bukannya langsung pergi dari hadapannya, si lelaki ini malah terus-terusan mengoceh.
“Kalau ngomong dengan seseorang itu dipandang orangnya, ditatap matanya, jangan menunduk.” Katanya lagi dengan suara yang keras.
Aleeya yang tidak tahan berada diposisinya saat ini, langsung saja berbalik arah dan kembali menuju kamarnya. Melihat Aleeya yang tiba-tiba pergi tanpa memandangnya itu membuat Andra langsung melotot marah lalu kembali mengeluarkan suaranya dengan sedikit berteriak.
“Dasar, gak ada sopan – santunnya! Udah numpang..”Kata Andra.
Aleeya mendengar umpatan yang diberikan lelaki itu kepadanya, tapi ia berusaha tidak memasukkannya dalam hati. Mungkin lelaki itu yang tidak paham tentang interaksi antara lawan jenis, dan Aleeya pun bukan sombong dengan tidak menatapnya. Tapi, Aleeya ingin menjaga pandangannya. Dia tidak ingin merusak matanya dengan melihat Sesuatu yang dapat melemahkan imannya. Yah.. Tidak dipungkiri lelaki itu memiliki paras yang tampan, tubuh atletis yang tinggi juga putih bersih. Aleeya yakin untuk ukuran cowok Andra termasuk cowok yang peduli akan penampilannya. Wanita mana yang mungkin tidak tergoda untuk menatap keindahan paras dan bentuk tubuh seoarang lelaki yang tiba-tiba sudah ada dihadapannya. Maka dari itu, Aleeya tidak ingin memandangnya. Dia lebih baik menjaga dirinya untuk mengagumi sesuatu yang belum halal baginya.
Beberapa saat kemudian, tidak terdengar lagi ocehan dari mulut Andra. Aleeya yakin dia pasti sudah masuk ke kamarnya. Maka karena sudah merasa aman, akhirnya Aleeya kembali keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi untuk berwudhu. Bagaimanapun kebiasaannya untuk melaksanakan sholat tahajud tidak boleh ditinggalkan.
.
.
.
BERSAMBUNG..
__ADS_1
ASSALAMU'ALAIKUM, YUK TINGGALKAN KOMENTARNYA DONK..