
Semsampainya dihotel tepat pada saat makan siang. Maka Aleeya dan Sarah memutuskan untuk makan dulu dibawah dan setelah itu mereka keatas untuk melaksanakan sholat, karena siang itu juga mereka akan langsung mengikuti pelatihan.
Aleeya sekamar dengan Sarah. Saat Sarah dikamar mandi, hp yang ada didalam tas Aleeya berdering kencang. Aleeya langsung saja memeriksa siapa yang nelpon. Dan mata Aleeya seakan terbelalak kaget setelah tahu siapa yang menelponnya yang bukan lain adalah Andra.
"Kamu sombong ya, tidak ngasih tahu aku kalau kamu sekarang ada disini" Sodor lelaki itu langsung, tanpa memberi salam. Aleeya pun belum sempat untuk mengucapkan salam sudah langsung ditodong dengan kalmat seperti itu.
"Maaf, saya sudah mengabari tante Murni kok" Jawan Aleeya dengan wajahnya yang polos.
"Ya beda donk, itukan bilang sama mama aku. Sama aku pasti bedalah. Rasa kangennya juga beda." Kata Andra dan kalimat yang terakhir sengaja ia pelan kan agar tidak terdengar jelas oleh Aleeya.
Tapi, Aleeya mendengar kalimat itu dengan jelas keluar dari lisannya Andra. Namun, Aleeya tidak berani menanggapinya, ia anggap itu hanya gurauannya semata. Tidak mungkin laki-laki yang selalu ketus terhadap dirinya itu memiliki rasa kangen kepada dirinya.
"Hay, kok diam?? Kamu dengar apa yang aku bilang kan?" Tegur Andra yang mendapati Aleeya diam.
"Iya, dengar kok." Jawab Aleeya.
"Jadi sekarang kamu dimana?" Andra bertanya lagi.
"Dihotel." Jawab Aleeya singkat.
"Jawabnya kenapa singkat-singkat gitu, apa yang ditanya itu yang dijawab. Apa salahnya dijawab sekalian hotel apa gitu." Kata Andra terdengar kesal.
Aleeya kembali terheran - heran dibuatnya. Sikap Andra barusan ini benar-benar aneh menurutnya.
"Ya sudah, lanjut lah dulu kegiatan kamu. Bye." Ucap Andra mengakhiri obrolan mereka siang itu. Aleeya hanya mengangkat bahunya.
###
Akhirnya 3 hari berlalu, pelatihan pun selesai. Siang itu Aleeya dijemput oleh Tante Murni. Aleeta disuruh menginap satu malam dirumah Tante Murni sebelum esok hari ia berangkat lagi ke desa.
Sebelum itu, orang tua Aleeya menelpon. Hampir setiap hari Aleeya selalu telponan ataupun video call-an dengan kedua orang tuanya dan juga adik-adiknya. Mereka menanyai kabar Aleeya dan bagaimana kelanjutan tugas Aleeya didesa Dedap.
Aleeya menyampaikan kepada keluarganya bahwa sepertinya sampai akhir tahun ini dia tidak pulang ke kota. Karena setelah ini, ia akan langsung ditempatkan di desa Dedap. Tinggal tunggu SK resmi dari bupati yang belum terbit.
__ADS_1
Orang tua Aleeya sangat mendukung dan selalu berdoa untuk kebaikan anaknya itu. Mereka percaya Aleeya sudah cukup dewasa dalam bersikap dan bertindak, sehingga mereka yakin kemanapun Aleeya melangkah anaknya itu akan bisa membawa dirinya. Dan yang terpenting Aleeya selalu didalam lindungan Allah. Itulah doa dan harapan dari orang tua Aleeya yang tidak pernah Aleeya lupakan.
"Aleeya, kita mampir makan bakso dulu ya!" Ajak Tante Murni yang kemudian memberhentikan motornya disebuh warung bakso yang lumayan banyak pengunjung.
Beberapa saat kemudian, sedang asyiknya mereka makan. Tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri mereka. Membuat Aleeya sedikit kaget dengan kedatangan lelaki itu.
"Kebetulan sekali nih, Mama pergi makan bakso gak ajak-ajak Andra ya." Ucap lelaki tersebut yang tenyata adalah Andra.
Andra menatap sekilas kearah Aleeya yang juga menatapnya. Pandangan mereka beradu beberapa detik sampai akhirnya mereka sama-sama mengalihkan pandangan mereka.
"Yok lah gabung Anak ganteng Mama ini. kami baru juga sampai. Ya kan Lya?" Kata Tante Murni melirik Aleeya, yang dijawab Aleeya dengan anggukan kepalanya.
Kemudian Andra duduk disampingnya Mamanya. Beberapa menit kemudian, pesanan Andrapun datang. Ia langsung melahap makanannya dengan antusias.
Tidak lama kemudian, Tante Murni yang sudah duluan selesai makan lalu pamit mau ke WC katanya yang meninggalkan Aleeya berdua saja dengan Andra yang duduk tepat didepannya saat ini.
Tiba-tiba saja perasaan Aleeya menjadi canggung Apalagi mengingat obrolannya terakhir Kemarin dengan Andra. Dimana lelaki itu berbicara dengan nada ketus kepadanya dan sebelumnya Aleeya sempat mendengar kata 'kangen' yang ia lontarkan ke dirinya. Meskipun Aleeya berharap itu hanya celetukan dari Andra belaka namun tidak dipungkiri bahwa hatinya merasa risih dan terganggu dengan sebuah kata yang tidak pantas disebutkan itu.
"Ya karena gak tau mau ngomong apa" Jawab Aleeya akhirnya lalu meneruskan makannya yang tinggal sedikit lagi.
"Ngomong aja apa yang ada dipikiran kamu." Kata Andra masih dengan nada yang ketus.
"Aku lagi gak ada mikir apa-apa" Jawab Aleeya.
"Oya? Kamu pikir aku percaya begitu saja, dari gelagat dan sinar matamu itu terbaca kok banyak sedang kamu pikirkan." Ujar Andra dengan gaya sok tau. Aleeya kembali diam. Sangat malas sekali rasanya ia meladeni obrolan tidak bermutu bersama Andra ini.
"Diam lagi." Umpat Andra yang kini merasa kesal karena perkataannya tidak ditanggapi oleh Aleeya.
"Lagi makan gak boleh ngomong. Lebih baik kamu habiskan dulu makanan kamu baru Hanis iti ngobrol." Kata Aleeya memberi nasihat.
"Hhhmmmm...." Andra hanya bergumam lalu melanjutkan melahap makanannya hingga tuntas.
Aleeya sudah selsai makan. Ia lalu melirik jam tangannya. Sudah lebih setengah jam Tante Murni ke WC.
__ADS_1
"Kok Tante Murni gak balik-balik ya dari WC?" Tanya Aleeya dengan wajah yang risau.
"Ya iyalah gak balik, Mama kan ke WC nya bukan WC disini." Kata Andra dengan tersenyum kecil.
"Maksudnya??" Aleeya bertanya dengan bingung. Ia benar-benar tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Andra barusan.
"Mama dah pulang kerumah." Sahut Andra dengan malas-malasan.
"Loh, kok pulang? Kamu bohong pasti ni, bentar aku susuk Tante Murni ke toilet." Kata Aleeya lalu betdiri dan kemudian menuju ke toilet.
Selang beberapa menit kemudian, Aleeya kembali lagi ketempat ia dan Andra makan tadi.
"Kenapa?? Gak ada kan?" Ledek AnDra masih dengan tawa kecilnya itu.
"Mama kamu benaran pulang ya?" Tanya Aleeya dengan wajah yang murung.
"Iya, Aleeya." Jawab Andra dengan tegas.
"Oo.. Yasudah kalau gitu aku kembali lagi ke hotel pakai becak aja." Tutur Aleeya yang langsung disambut dengan raut wajah protes dari Andra.
"Kok ke hotel lagi? Mama nyuruh kamu pulang kerumah sama aku." Kata Andra dengan kesal.
"Pulang sama kamu?" Aleeya mengulang kembali perkataan Andra. Dalam hati ia bergumam, sebenarnya apa sih maksud Tante Murni? Sudah menjemputnya lalu meninggalkannya bersama Anaknya yang ketus ini? Aleeya benar-benar tidak mengerti.
"Sudah makannya kan? Yuk lah balek." Ajak Andra akhirnya lalu beranjak dari sana. Aleeya masih diam ditempat, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ujian keimanan terhadap lawan jenis selalu saja menghantui dirinya..
#
#
#
Bersambung..
__ADS_1