
Beberapa menit kemudian, kak Yuli datang. Aleeya langsung saja pergi karena didalam rumah tidak ada siapa-siapa. Buk Rodiah sudah sejak tadi keluar rumah.
"Aleeya, anak pak Safar yang bernama Irsyad itu baru pulang ya?" Tanya Kak Yuli saat dipertengahan jalan menuju kerumahnya.
"Iya, kak." Jawab Aleeya dengan singkat.
"Alhamdulillah, syukurlah kamu segera pindah dari rumah itu Aleeya." Kata Kak Yuli dengan penuh syukur.
"Emangnya kenapa kak?" Tanya Aleeya dengan bingung.
"Hhmm.. Nantiklah kalau sudah sampai dirumah kak ceritakan Aleeya." Kata Kak Yuli dengan penuh misteri sehingga membuat Aleeya semakin penasaran.
Beberapa menit kemudian, Mereka sampai dirumah kak Yuli. Rumah kak Yuli Lumayan besar, rumah kayu bercat orange itu terlihat rapi dan barang- barang tertata dengan rapi.
Kak Yuli tinggal bersama orang tuanya dan juga seorang anaknya yang berumur 5 tahun, sedangkan suami kak Yuli bekerja diluar kota dan pulang kerumah sebulan sekali.
Kak Yuli mengantarkan Aleeya kekamar kosong yang ada didalam rumah besar tersebut. Saat masuk tadi, Aleeya bertemu dengan kedua orang tua kak Yuli. Mereka sempat berkenalan dan Aleeya juga menyalami mereka. Orang tua Menyambut kedatangan Aleeya dengan hangat.
Setelah Aleeya berganti pakaian, lalu kak Yi mengajak Aleeya untuk makan diruang makan. Disana sudah ada Orang tua kak Yuli menunggu mereka.
"Makan yang banyak, Lya. jangan malu-malu, anggap saja makan dirumah sendiri." Ucap Ibuk Kak Yuli.
"Iya, Buk. Terimakasih banyak sebelumnya karena sudah mengizinkan Lya numpang menginap disini, maaf jika merepotkan" Ujar Aleeya dengan ramah.
"Iya, sama - sama Lya. kamu jangan sungkan ya, kami malah senang ada tamu yang menginap dirumah sederhana kami ini, ya kan pak?" Kata Ibuk Kak Yuli seraya menyenggol halus siku Bapak Kak Yuli.
"Iya, benar itu." Jawab bapak tersebut.
Setelah selesai makan, Aleeya dan kak Yuli membereskan meja makan dan juga mencuci piring. Saat sedang mencuci piring itulah Aleeya menagih janji Kak Yuli yang katanya mau bercerita tentang anak dari Pak Safar yang baru datang dari kota. Karena entah kenapa Aleeya merasa penasaran saja.
"Oh, tentang itu. Kamu tau tidak mengapa kakak ngajak kamau untuk tinggal dirumah kakak??" Tanya Kak Yuli. Aleeya langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Sebenarnya Aleeya juga sempat bertanya - tanya didalam hati mengapa kak Yuli tiba-tiba menawarkan dirinya untuk tinggal dirumah Kak Yuli.
"Lya gak tau kak, emang kenapa ya kak??" Tanya Aleeya dengan penasaran.
"Lya, kak bawa kamu kesini karena Ada anak Pak Safar yang bernama Irsyad itu yang pulang dari kota." Kata Kak Yuli dengan suara yang pelan. KAren ia takut kedengaran oleh orang tuanya yang sedang menonton diruang tengah.
"Emang kenapa dengan Irsyad kak?" Aleeya kembali bertanya. Ia semakin penasaran apalagi melihat wajah kak Yuli yang berubah menjadi serius.
"Si Irsyad itu.. Baru aja keluar dari penjara, kasus narkoba dan juga.. Pelecehan.." Ucap Kak Yuli dengan membesarkan matanya. Aleeya langsung kaget mendengar itu semua.
"Benarkah kak??" Tanya Aleeya terlihat kurang percaya dengan perkataan Kak Yuli.
"Iya Lya, benar. Ngapain kak bohong. Begitulah kenyataannya. Kak takut saja kalau kamu masih disana, kan kita gak tau ni dia masih pakai benda haram itu atau tidak. Seandainya dia masih pakai, kamu tau kan memakai benda itu dapat membuat seseoarang kehilangan akal sehat dan bisa berhalusinasi kemana-mana sampai melakukan tindakan kriminal seperti pelecehan. Begitulah yang terjadi pada Irsyad waktu dikota dulu, karena pengaruh narkoba ia tega melecehkan anak dari ibu kosnya." Jelas Kak Yuli panjang lebar.
Kak Yuli masih melanjutkan ceritanya tentang Irsyad. Aleeya mendengarkannya dengan seksama. Aleeya merasa beruntung kak Yuli yang baik hati ini langsung tanggap membawa Dirinya tinggal dirumah Kak Yuli setelah tau Irsyad pulang. Tidak dipungkiri juga, Aleeya merasa takut jika serumah dengan mantan napi.
Setelah selesai berberes. Aleeya duduk sebentar diruang TV sambil mengobrol dengan orang tuanya Kak Yuli hingga jam 9 malam. Aleeya yang sudah merasa ngantuk lalu pamit untuk masuk kekamar duluan.
Setelah selsai sholat dan berdoa. Aleeya lalj membaringkan badannua keatas kasur. Ia menguap beberapa kali sebagai pertanda bahwa matanya tidak bisa lagi untuk diajak kompromi. Dan detik kemudian, Aleeya pun memejamkan matanya. Namun, baru saja ia memejamkan mata dan hendak masuk kedalam dunia mimpinya. Tiba-tiba saja Hp Aleeya Yang berada diatas meja berdering dengan kencang.
Aleeya membuka matanya. Dengan rasa penasaran dan juga sedikit malas, Aleeya berjalan menuju meja rias untuk mengambil benda pilih tersebut.
Ada sebuah nomor tak dikenal yang menelponnya. Aleeya tampak ragu untuk mengangkatnya hingga sampaj 3 kali panggilan tidak terjawab, Aleeya belum juga berniat untuk mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal tersebut.
Kemudian karena nomor itu tidak lagi menelponnya, Aleeya kembali meletakkan hpnga diatas meja lalu beranjak dari sana menuju ketempat tidur. Namun, baru selangkah kakinya menjauh dari sana.. Tiba-tiba nomor yang tidak dikenal tadi mengirimnya sebuah pesan Whatshapp.
[Hay, baru 2 hari tinggal di sana sudah sombong aja ya!]
Sebuah pesan singkat tersebut membuat kening Aleeya langsung berkerut.
[Maaf, siapa ya?]
__ADS_1
Aleeya membalas pesan teRsebut karena ia sama sekali tidak tahu siapa orang yang mengiriminya pesan tersebut.
[Ini akulah, Andra.]
Balas orang tersebut yang ternyata adalah Andra. Aleeya langsung menghembuskan nafasnya yang tadi sempat tertahan.
Aleeya belum membalas pesan terakhir dari orang yang katanya adakah Andra. Detik kemudian, nomor itu kembali menghubunginya. Aleeya tampak ragu, harus mengangkat atau tidak sampai akhirnya ia putuskan untuk mengangkat telpon dari Andra tersebut.
"Kok lama sekali angkat telponnya??" Kata Andra setengah membentak setelah Aleeya menerima panggilannya tersebut.
"Maaf, aku gak tau kalau kamu yang nelpon." Jawab Aleeya.
"Emang kamua gak simpan Nomor aku?" Andra bertanya lagi.
"Ngak." Jawab Aleeya dengan datar.
"Hebat ya! Gak nyimpan nomor orang yang sudah bersusah payah ngantarin kamu kedesan sana." Ucapnya lagi dengan ketus.
"Ya maaf, tapi kan kamu juga gak pernah ngasih tau nomor kamu ke aku." Kata Aleeya dengan heran. Entah apa maksud lelaki inI yang tiba-tiba nelpon dan berbicara ketus dengannya karena Aleeya yang tidak menyimpan nomornya.
"Ya.. kamu kan bisa minta ke Mama aku." Kata Andra lagi masih dengan nada yang ketus.
"Aku gak kepikiran kesana untuk meminta nomor kamu. Maaf ya, tapi.. Kalau boleh tau ada apa ya kamu tiba-tiba nelpon aku?" Tanya Aleeya. Andra langsung terdiam...
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1