
Sedang asyiknya makan, tiba-tiba hp Aleeya berdering. Aleeya mengambil hp dari dalam tas ranselnya dan melihat siapa yang menelponnya yang ternyata adalah Tante Murni. Kemudian Aleeya izin sebentar keluar untuk mengangkat telpon tersebut.
"Assalamualaikum, Iya Tante." Kata Aleeya dengan mengucapkan salam.
"AlEeya, tante sudah bicara dengan pak Safar. Tenyata memang benar buk Rodiah tidak suka kamu tinggal disana. Jadi, kamu gak usah lagi tinggal disana, Lya. Tante akan mencarikan rumah sewa saja untuk kamu disana. Pak Safar nantik yang akan membantu mencarikan." Jelas Tante Murni.
"Gak usah Tante, Aleeya sudah dapat tempat tinggal yang baru kok. Aleeya tinggal di rumah dinas Didekat Puskesmas saja, Tante." Kata Aleeya.
"Rumah dinas dimana, Ya?" Tanya Tante Murni. lalu Aleeya menjelaskan semua tentang rumah dinas yang ditawarin kak Yuli untuk tempat tinggalnya.
"Kamu yakin disana aman?" Tanya Tante Murni lagi dengan nada khawatir.
"InshaAllah, yakin Tante." Jawab Aleeya dengan yakin.
"Nantik Aleeya tinggal sama kak Ovi, salah satu staf di Puskesmas situ juga Tante" Lanjut Aleeya lagi.
"Ya sudah Aleeya jika itu sudah menjadi keputusan kamu, Tante hanya bisa berdoa semoga kamu betah disana. Dan orang yang tinggal bersama kamu itu baik" Kata Tante Murni akhirnya.
Aleeya sudah menyakinkan Tante Murni bahwa rumah dinas yang akan dia tinggalkan ini aman dan lebih nyaman dari pada harus tinggal dengan orang yang tidak menyukai dirinya.
Setelah jam pulang, Aleeya pulang diantar oleh Kak Yuli. Saat dirinya sudah sampai dirumah Pak Safar, Aleeya masuk dengan sebelumnya mengucapkan salam. Meskipun tidak ada yang menjawab salam darinya, Aleeya tetap melangkah masuk kedalam. Saat dirinya sudah didalam rumah, Aleeya melihat ada seorang lelaki tengah duduk diruang tamu sambil menyulut rokoknya. Aleeya tidak tahu dia siapa.
Lelaki yang berpenampilan amburadul itu lalu melihat Aleeya dengan tatapan tajam, dari atas sampai kebawah tidak luput dipandanginya yang membuat Aleeya menjadi risih.
"Siapa kau?" Tanya lelaki itu dengan suara yang garang.
"Saya Aleeya." Jawab Aleeya memperkenalkan dirinya. Dalam hati Aleeya menebak-nebak, apakah lelaki itu adalah salah satu dari anak pak Safar yang bekerja di kota? Karena sebelumnya Pak Safar pernah cerita kalau dia mempunyai anak yang bekerja dikota.
"Aleeya siapa?" Lelaki itu bertanya lagi. Aleeya bingung menjelaskan dari mana, Aleeya hanya diam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Namun beruntung bagi Aleeya karena tiba-tiba saja Pak Safar Muncul dari dalam kamarnya.
__ADS_1
"Ini Aleeya yang bapak ceritakan kemarin lewat telpon sama kamu itu, yang nginap disini menjelang dia ditempati ke desa Dedap." Jelas Pak Safar. Si lelaki itu hanya manggut-manggut.
"Kenalkan ini anak bapak, Irsyad namanya. Dia kerja dikota dan sekarang tengah cuti." Jelas Pak Safar mengenalkan Irsyad. Aleeya hanya tesenyum tipis kearah Irsyad, namun lelaki itu malah membuang muka.
Kemudian Aleeya pamit masuk kedalam kamarnya. Sesampainya dikamar, Aleeya mengemas pakaiannya karena ia berencana sore ini akan menginap dirumah kak Yuli. karena kak Yuli menawari Aleeya untuk menginap di rumahnya. Aleeya senang dapat berteman baik dengan Kak Yuli yang ramah dan juga perhatian.
"Pak, Aleeya mau ngomong sesuatu." Kata Aleeya. Saat itu ia sudah keluar dari kamarnya dan menemui Pak Safar yang sedang membersihkan halaman rumahnya yang sangat luas.
"Ngomong apa nak Aleeya? Ngomong aja.." Kata Pak Safar dengan santai.
"Hhmm.. Begini pak, maaf sebelumnya. Aleeya mau pamit nantik sore tidak tinggal disini lagi. Aleeya mau nginap dirumah teman satu puskesmas, namanya kak Yuli. Menjelang teman yang dirumah dinas pulang kesini, pak." Kata Aleeya dengan suara yang pelan dan hati-hati. Karena bagaimanapun Aleeya merasa tidak enak akan menyinggung perasaan pak Safar yang sudah menerima dirinya dengan baik dirumah ini.
"Ya Aleeya, bapak paham. Sebenarnya bapak merasa gak enak sama kamu. Kamu gak betah tinggal disini pasti karena sikap ibuk yang ketus sama kamu kan?" Tebak Pak Safar. Aleeya hanya tersenyum tipis menanggapi tebakan dari pak Safar.
Saat sore hari, Aleeya sudah siap menunggu kedatangan kak Yuli ditetas rumah Pak Safar. Aleeya juga sudah pamit dengan Buk Rodiah. Tetapi, wanita paruh baya itu seakan tidak peduli malahan terkesan senang Aleeya bisa pergi dari rumah nya.
"Ee.. Ngak kok," Kata Aleeya jadi merasa serba salah karena Irsyad berpikiran seperti itu terhadapnya.
"Terus kenapa? Kamu gak bisa jaga perasaan orang ya! Aku baru pulang kamu malah pergi. Gak tau kamu kalau aku tersinggung ?" katanya dengan ketus. Aleeya semakin tersentak, tidak tahu harus menjawab apa.
"Irsyad, kok gitu ngomongnya? Aleeya ini pindah kerumah dinas agar dekat dengan Puskesmas, kalau dia tinggal disini kan tidak setiap saat ada motor yang bisa dipakai untuk ke Puskesmas dan tidak mungkin juga setiap hari dia harus nebeng sama senior-seniornya" Kata Pak Safar yang memberi pembelaan pada Aleeya.
"Oo.. tapi, aneh saja. Waktu saya pulang pulak dia perginya. Kenapa gak dari kemarin - kemarin." Kata Irsyad masih dengan nada yang ketus.
"Ya memang kebetulan begitu, mau gimana lagi. Ya sudah, dari pada kamu mikir yang tidak - tidak mending kamu ikut bapak sekarang kekebun." Ajak Pak Safar. Irsyad mengiyakan ajakan bapaknya sambil mengangguk.
"Oya, Nak Aleeya. nantik kalau sudah datang temannya, kamu pergi aja. Gak perlu cari bapak dikebun." Lanjut Pak Safar lagi.
"Oh, gitu ya pak. Berarti Aleeya pamit sekarang saja sama bapak." Ucap Aleeya dan kemudian menyalami orang tua tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih ya pak atas tumpangannya dan maaf sudah banyak merepotkan." Ujar Aleeya.
"Sama-sama Nak Aleeya, bapak senang kok bisa membantu kamu. Oya, jangan lupa sering-sering main kesini ya. Dan juga, Besok kalAu sudah mau ditempati ke desa Dedap, jangan lupa kabari bapak juga ya." Katanya lagi.
"InshaAllah, pak." Jawab Aleeya.
"Ya sudah, bapak ke kekebun dulu ya. Kamu hati-hati dijalan" Kata Pak Safar lalu pergi meninggalkan Aleeya.
Beberapa menit kemudian, kak Yuli datang. Aleeya langsung saja pergi karena didalam rumah tidak ada siapa-siapa. Buk Rodiah sudah sejak tadi keluar rumah.
"Aleeya, anak pak Safar yang bernama Irsyad itu baru pulang ya?" Tanya Kak Yuli saat dipertengahan jalan menuju kerumahnya.
"Iya, kak." Jawab Aleeya dengan singkat.
"Alhamdulillah, syukurlah kamu segera pindah dari rumah itu Aleeya." Kata Kak Yuli dengan penuh syukur.
"Emangnya kenapa kak?" Tanya Aleeya dengan bingung.
"Hhmm.. Nantiklah kalau sudah sampai dirumah kak ceritakan Aleeya." Kata Kak Yuli dengan penuh misteri sehingga membuat Aleeya semakin penasaran.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1