Kisah Aleeya

Kisah Aleeya
ENAM BELAS


__ADS_3

Aleeya terpana sesaat ketika melihat 2 orang yang memberhentikan motor didepannya yang ternayata orang tersebut adalah Andra dan Dika.


“Kamu pakai motornya Dika, Ndut.. pindah kesini” Tanpa basa-basi Andra langusung saja  berkata demikian. Dika lalu turun dari motor dan kemudian memberikan kunci motornya kepada Aleeya. Aleeya menerima kunci motor dengan ekspresi bingung. Kendatipun demikian, ia tetap naik keatas motornya Dika dan kemudian meluncur dari sana meninggalkan Fauzal yang terdiam membisu disana.


"Lya, mana Windy?” Tante Murni bertanya saat mendapati Aleeya pulang sendirian. Aleeya terdiam sesaat, seakan berpikir jawaban apa yang harus ia katakan kepada Tante Murni.


“Hhhmmm… Windy, pergi sama temannya Tante.” Jawab Aleeya seadanya.


“Kemana?” Tante Murni bertanya lagi yang membuat Aleeya agak kesulitan mau menjawab apa.


“Aleeya gak tau juga, katanya tadi mau jalan sebentar sebelum diantar pulang sama temannya itu” Jawab Aleeya.


“Temannya cewek atau cowok?” Selidik Tante Murni.


“Cowok, Tante” Sahut Aleeya dengan menggigit bibir bagian bawahnya. Aleeya perhatikan wajah Tante Murni langsung berubah setelah Aleeya menjawab pertanyaannya.


“Kenalan baru kan? Bisa langsung jalan ya, cowok lagi. Kamu bilang sama temanmu itu Lya, hati-hati dengan pergaulan disini. Namanya saja disini kabupaten tapi pergaulan disini gak beda jauh juga dengan dikota-kota besar” Kata Tante Murni menasihati Aleeya.


“Iya, tante. Maaf, nantik Aleeya kasih tahu Windy” Jawab Aleeya akhirnya.


Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun Windy belum juga pulang. Perasaan Aleeya menjadi gelisah dan tidak enak apalagi nomor hp Windy tidak kunjung aktif sejak tadi.


“Lya, Windy belu pulang juga ya?” Tiba-tiba Tante Windy datang kekamar Aleeya.


“Belum, Tante” Jawab Aleeya dengan suara yang datar.


“Kamu telpon dia, Lya. Sudah jam berapa ini? Masak anak gadis keluyuran gak jelas gini sih?” Kata Tante Mrurni terdengar kesal.


“Iya tante, Sudah berkali-kali Lya coba hubungi, tapi nomornya gak aktif" Jawab Aleeya dengan merasa segan luar biasa terhadap tante Murni.


"Kok gak aktif sih?? Emang dia kemana, Kya??" Tante Murni bertanya dengan risau.


"Lha gak tau juga Tante, karena tadi dia bilang cuman mau jalan sebentar sama temannya itu." Jelas Aleeya.


"Tapi, ini sudah gak sebentar lagi, Lya. Sudah malam nih, kok gak ingat pulang." Tante Murni terus mengomel. Aleeya diam, tidak tahu harus menjawab apa lagi.


“Kenapa, Ma?” Tiba-tiba Andra yang baru pulang langsung bertanya dari luar kamar Aleeya. Ia sempat mendengar sekilas Mamanya itu mengomel bertanya tentang Windy kepada Aleeya.


“Ini si Windy sejak tadi sore sampai sekarang gak pulang-pulang. Ditelpon nomornya gak aktif” Jelas Tante Murni.

__ADS_1


“Ya biarin ajalah Ma, sudah besar juga. Bisalah dia urus dirinya sendiri” Jawab Andra dengan ketus.


“Bukan gitu Andra, dia itu orang baru disini dan pergi dengan kenalan baru juga, cowok pulak lagi. Gak tau asal usulnya bagaimana. Kalau ternyata cowok itu berniat jahat sama dia gimana? Mama kan merasa harus bertanggung jawab juga karena sudah menumpangkan dia disini” Jelas Tante Murni.


“Sudahlah Ma, jangan pikir yang aneh-aneh. MendingAn sekarang Mama tidur, istirahat dari pada besok pagi Mama gak bisa bangkit karena tensi naik.” Suruh Andra lalu merangkul bahu Mamanya itu.


“Ya sudahlah, mudah-mudahan sebentar lagi dia pulang” Kata Tante Murni akhirnya dengan menghela nafasnya pendek.


“Dan, Lya.. Jangan lupa kamu coba terus hubungi nomor Windy ya? Tante mau istirahat dulu” Kata Tante Murni. Aleeya hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu, Tante Murni beranjak dari kamar Arsyila, begitu juga dengan Andra.


Aleeya menunggu kepulangan Windy diruang tamu dengan perasaan gelisah. Sampai akhirnya, sebuah pesan melalui Whatshapp masuk ke nomornya.


[Lya, maaf baru kabari. Hp aku tadi habis baterai, aku malam ini gak pulang ya? Aku nginap dirumah teman baru aku dan besok aku juga mau jemput baju aku, aku akan tinggal dikosan teman aku itu. Gak apa-apa ya?]


Aleeya langsung melongo kaget membaca pesan dari Windy, lalu ia langsung saja menelpon Windy. Namun, panggilannya malah ditolak.


[Kita chat-an saja, Lya. Hp aku lagi di cas, baterai lemaj jadi gak bisa nerima panggilan.]


[Kamu nginap dirumah teman kamu yang mana, Wind? Cewek atau Cowok?]


Aleeya bertanya dengan rasa was-was. Tapi, Windy tidak menjawabnya padahal ia telah membaca pesan tersebut.


[Ngak bisa, Lya. Aku mau menyelesaikan masalah aku dulu ya, besok pagi aku kesana sekalian pamit dengan Tante Murni. Sudah dulu ya, Lya]


[Win… Windy…]


Tapi, pesan terkahir dari Aleeya malah ceklis satu.


Aleeya sungguh merasa heran, apa yang terjadi pada Windy? Dan siapa teman yang dimaksudnya tadi? Apa dia menginap dirumah cowok itu? Ya Allah.. Aleeya langsung buru- buru mengusir pikiran buruk itu dan berharap dalam hati semoga Windy menginap disalah satu kosan teman ceweknya.


“Liar juga yang ternyata teman kamu itu” Sebuah suara mengagetkan Aleeya yang tengah melaamun diruang tamu. Aleeya langsung menoleh kesumber suara dan mendapati Andra sudah berdiri disana dengan meliptkan tangannya didadanya.


“Maksud kamu apa?” Aleeya bertanya


“Aku rasa kamu tahu maksud aku apa, jadi gak perlu lah aku repot-repot menjelaskannya ke kamu” Jawab Andra dengan dingin.


“Dari awal aku sudah curiga aja, gelagat dia agak lain gitu. Pasti cewek gak benar dia itu” Tuduh Andra lagi.


“Kamu jangan suudzon gitu sama teman aku. Aku yakin dia gak seperti yang kamu pikirkan itu. Dia saat ini nginap dikos temannya.” Kata Aleeya berusaha membela Windy.

__ADS_1


“Cewek apaan namanya jika mau diajak nginap di kosnya cowok??” Kata Andra dengan menyunggingkan senyum getirnya. Aleeya langsung menatap Andra dengan tatapan protes.


“Dia ngak nginap di kos cowok, Andra!!” Tegas Aleeya masih memebela Windy.


“Oya? Emang dia ada bilang sama kamu bahwa dia nginap di tempat teman ceweknya, ada emangnya?” Tanya Andra dengan menaikkan alisnya. Aleeya langsung terdiam, karena apa yang dibilang Andra benar juga. Saat Aleeya bertanya dia menginap dimana, teman cewek atau cowok? Tapi, Windy sama sekali tidak menjawabnya, Apa jangan-jangan yang dibilang Andra itu benar? Aleeya langsung mengelus-elus dadanya.


“Ngak dapat jawab kan….” Andra semakin menyudutkan Aleeya.


“Urus tu teman kamu itu, percuma temanan dengan wanita hijaber seperti kamu tapi gak bisa memberi contoh yang baik bagi temannya sendiri, mana ada cewek baik-baik yang mau diajak nginap di kos cowok?” Komentar Andra yang membuat hati Aleeya seakan mendidih mendengarnya.


Tapi, Aleeya berusaha menahan diri aagar tidak membalas komentar pedas dari Andra.


“Heran aku, kenapa juga Mama malah membolehkan cewek liar itu nginap disini. Padahal sudah sebelum-sebelumnya aku bilang kalau jangan sembarangan menerima orang nginap disini. Cukup kamu yang aneh ini aja yang nginap disini” Jelas Andra dengan panjang lebar.


Aleeya langsung melotot protes karena tidak menerima atas perkataan lancang dari lelaki itu.


“Aku aneh? Aneh gimana maksud kamu?” Tanya Aleeya dengan nada protes.


“Penampilan kamu yang aneh, trelalu tertutup pulak, hahahahha” Kata Andra dengan tertawa lebar.


Wajah Aleeya langsung berubah, dia seperti menahan amarahnya.


“Bercanda kok, jangan garang gitu wajahnya. Biasa saja, gak bisa dibaca bercanda kamu ya. kaku amat” Kata Andra akhirnya tapi masih menahan tawanya. Aleeya hanya membuang muka, tidak berniat membalas semua omongan tak berguna dari lelaki itu.


Beberapa saat kemudian, Andrapun masuk kedalam kamarnya meninggalkan Aleeya seorang diri diruang tamu.


Beberapa menit kemudian, Aleeya menguap beberapa kali. Matanya sudah sangat ngantuk. Jam pun sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mustahil juga rasanya Windy akan pulang, maka Aleeya putuskan untuk masuk kekamar dan berisitirahat, sebelum itu ia ke kamar mandi dulu untuk mengambil wudhu. Aleeya melakukan sholat witir 3 rakaat dulu sebelum tidur, kebiasaan yang sudah lama ia lakukan dan sudah menjadi kebutuhan baginya. Sama halnya dengan ibadah sholat sunnah yang lainnya.


Selesai Sholat, Aleeya tidak lupa berdoa untuk kebaikan dan keselamatan temannya, Windy. Meskipun mereka baru kenal, namun Aleeya merasa bertanggung jawab juga untuk melindungi temannya itu agar tidak terjerumus pada hal – hal haram. Semoga apa yang ditakutkannya dan juga Tante Murni tidak terjadi. Ya.. Aleeya sangat-sangat berharap didalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, Aleeya membaringkan tubuhnya ketempat tidur. Dan dengan membaca doa tidur sebelumnya, setelah itu barulah ia memejamkan matanya dan iapun tidur dengan pulas dan sebelum itu ia kembali berharap esok hari Windy pulang dengan selamat.


.


.


.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


..


__ADS_2