
Keesokan harinya, pagi hari Aleeya sudah rapi dengan seragam kerjanya yang berwarna hitam putih. Aleeya berjalan kedapur dengan hati yang was-was. Perasaannya campur aduk, ada rasa takut, cemas dan juga gak enak hati bagaimana respon Buk RodiaH terhadapnya setelah tadi malam ia menceritakan semuanya kepada Tante Murni.
Saat didapur, Aleeya tidak menjumapi Buk Rodiah. Rumahpum kelihatan sepi.
"Apa Buk Rodiah dan Pak Safar masih tidur ya?" Lirih Aleeya pada dirinya sendiri.
Setelah itu, Aleeya membuat minuman didapur. Beberapa saat kemudian, Buk Rodiah datang. Aleeya kaget dengan kedatangan buk Rodiah yang tiba-tiba itu.
Buk Rodiah menatap Aleeya dengan tatapan dingin. Aleeya berusaha bersikap sewajarnya dengan memberikan senyuman tipis kearahnya. Namun, wanita separuh baya itu malah membuang wajahnya.
"Buk, Maaf.. Saya.."
"Diam kamu..!!" Belum sempat Aleeya menyelesaikan perkataannya, dirinya malah dibentak oleh Buk Rodiah. Setelah membentaknya, Buk Rodiah pergi meninggalkan Aleeya yang masih berdiri mematung didapur.
Beberapa menit kemudian, Aleeya berangkat. Pagi itu kak Yuli datang menjemput Aleeya. Padahal Aleeya tidak minta dijemput cuman Kak Yuli berbaik hati ingin menjemputnya.
"Lya, kamu betah tinggal bersama keluarga pak Safar?" Pertanyaan dari kak Yuli yang tiba-tiba itu membuat Aleeya tersentak. Saat itu mereka sudah diperjalanan menuju Puskesmas.
"Emangnya kenapa kak?" Aleeya balik bertanya.
"Ngak, kak cuman mau ngasih saran saja. Mana tahu kamu mau terima." Jawab kak Yuli.
"Saran apa emangnya kak?" Tanya Aleeya dengan penasaran.
"Bagaimana kalau kamu tinggal di rumah dinas dekat Puskesmas saja. Kebetulan ada 2 rumah dinas disana. Satu rumah dinas khusuS cowok dan satu lagi khusus cewek. Nah, yang khusus cewek ini sudah ada 1 orang yang tinggal disana. Namanya kak Ovi, kebetulan dia lagi cuti sekarang ini. Besok kalau dia sudah balik, kamu tinggal sama dia aja, Ya. Pasti dia senAng banget ada yang nemanin. Biasanya kan dia sendiri." Jelas Kak Yuli panjang lebar.
Mendengar tawaran dari Kak Yuli tersebut, seperti mendapat angin baik bagi Aleeya. Dari pada dia tinggal bersama orang yang tidak menyukainya, mendingan ia tinggal bersama kak Ovi. Aleeya yakin Kak Ovi pasti bisa menerima dia dengan baik.
__ADS_1
"Emang gak apa-apa Aleeya tinggal disana kak?" Tanya AlEeya dengan ragu.
"Ya gak apa-apa, itu rumah dinas memang khusus untuk staf Puskesmas yang tidak ada tempat tinggal disini. Dengan kata lain, dia itu pendatang. Kalau kak dan teman-teman yang lain kan memang orang sini dan sudah pasti ada rumah disini. Jadi, ngapain juga kami nginap disana kan? Sayang juga gak ditempatin, Ya. Rumah lumayan luas, kamarnya ada 3." Kata kak Yuli dengan antusias.
"Aleeya mau lah kak tinggal disana. Tapi, kak Ovi kira-kira kapan selesai cutinya kak?" Tanya Aleeya lagi.
"Katanya besok dia sudah pulang kok, Ya. Atau kalau kamu mau tinggal disana sekarang juga gak apa-apa. Soalnya kunci Rumah dinasnya ada dititipkan sama kakak nih." Ujar Kak Yuli.
"Hhmm.. Tunggu kak Ovi ajalah kak. Tapi, kalau lihat-lihat dulu boleh gak kak?" Tanya Aleeya.
"Ya boleh donk. Nantik sebelum ke Puskesmas kita mampir kesana dulu ya."
"Jaraknya gak jauh dari Puskesmas kan kak?" Aleeya bertanya lagi.
"Tidak, Aleeya. Bisa jalan kaki kok saking dekatnya."
"Kamu mau lihat-lihat kedalam gak?" Tawar Kak Yuli.
"Iya, kak. Mau." Jawab Aleeya sambil menganggukkan kepalanya.
Lalu Kak Yuli membuka pintu rumah tersebut. Mereka masuk kedalam rumah yang terlihat rapi. Tidak begitu banyak barang didalamnya, cuman ada sebuah tivi, kulkas yang berukuran sedang. Ada kursi dan meja makan. Selebihnya plong saja.
"Ini kamar yang dua gak terpakai Lya. Jadi terserah kamu nantik pakai kamar yang mana. Kalau yang didepan itu kamar kak Ovi." Kata Kak Yuli seraya menunjuk kamar didepan yang paling luas ketimbang dua yang lain nya.
"Kak ovi sudah menikah, terkadang dia bawa suaminya kesini." Jelas kak Yuli lagi. Aleeya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan kak Yuli.
Setelah puas melihat-lihat rumah dinas itu, maka mereka langsung segera menuju ke Puskesmas karena jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Mereka harus segera melakukan pelayanan, karena biasanya jam segitu pasien sudah ramai datang untuk berobat.
__ADS_1
Saat sudah keluar dari rumah dinas, seseorang memanggil Aleeya. Orang itu baru saja keluar dari rumah dinas yang ada dihadapan Aleeya. Rumah dinas yang kata Kak Yuli khusus untuk cowok. Disana lah Fauzal tinggal, dan yang memanggil dirinya barusan itu adalah lelaki bawel itu.
"Lya mau tinggal disini ya?" Tanyanya dengan ekspresi yang girang. Aleeya hanya menganggukkan kepalanya, rasanya malas sekali ia harus mengeluarkan suara untuk lelaki ini.
"Iya, dia akan tinggal sama kak Ovi besok disini." Kata Kak Yuli menanggapi pertanyaan dari lelaki itu.
"Wah, bagus itu kak. Biar lebih dekat dengan Puskesmas kan kak Yul? Dari pada Tinggal didekat pelabuhan sana, jauh Lya. Nantik kamu malah terlambat terus." Kata Fauzal. Aleeya hanya tersenyum tipis. Kemudian Aleeya memberi kode kepada kak Yuli agar segera pergi dan meninggalkan cowok bawel tersebut.
Setelah sampai di Puskesmas, Aleeya dan kak Yuli langsung melakukan pelayanan pada pasien ibu hamil yang sudah mengantri. Aleeya ditempatkan diruang KIA yitu ruangan kesehatan ibu dan anak. Dimana ia Melayani paisen ibu hamil.
Didalam ruangan itu, selain ada kak Yuli, Ada 2 orang bidan lagi yang bertugas didalam itu. Namanya kak Zubaidah dan kak Yuni. Mereka semua baik dan ramah. Mereka juga senior, ilmu kebidanan mereka tidak diragukan lagi. Aleeya yang masih pemula seakan dibantu dan diberi ilmu oleh mereka berdua.
Setelah selesai melayani pasien, mereka berempat duduk posisi melingkar diatas tikar yang mereka bentangkan dilantai ruangan tersebut. Mereka tengah menikmati makanan yang dibawa oleh kak Yuni.
Sedang asyiknya makan, tiba-tiba hp Aleeya berdering. Aleeya mengambil hp dari dalam tas ranselnya dan melihat siapa yang menelponnya yang ternyata adalah Tante Murni. Kemudian Aleeya izin sebentar keluar untuk mengangkat telpon tersebut.
"Assalamualaikum, Iya Tante." Kata Aleeya dengan mengucapkan salam.
"AlEeya, tante sudah bicara dengan pak Safar. Tenyata memang benar buk Rodiah tidak suka kamu tinggal disana. Jadi, kamu gak usah lagi tinggal disana, Lya. Tante akan mencarikan rumah sewa saja untuk kamu disana. Pak Safar nantik yang akan membantu mencarikan." Jelas Tante Murni.
"Gak usah Tante, Aleeya sudah dapat tempat tinggal yang baru kok. Aleeya tinggal di rumah dinas saja, Tante." Kata Aleeya.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG..