Kisah Aleeya

Kisah Aleeya
DELAPAN


__ADS_3

"Ndra, ini kenalkan Aleeya. Teman Delfi yang lulus PNS disini. Yang mama ceritakan kemaren itu Lo." Diperjalanan menuju ke parkiran Tante Murni mengenalkan Aleeya ke lelaki sok itu. Lelaki itu memandang Aleeya dengan pandangan aneh dari atas kebawah tak luput dari pandangannya. Aleeya merasa risih dipandang seperti itu olehnya.


"Mama nggak salah orang nih?" Tanyanya dengan menaikkan sebelah alisnya seakan memandang remeh ke Aleeya. Dan sejurus kemudian lelaki itu mengambil sebuah rokok dari saku celananya dan kemudian ia  membakar ujung rokok tersebut. Setelah itu menghisap dalam-dalam rokoknya.


"Ya nggak lah. Masak bisa salah orang. Kamu ini.. Oh ya Aleeya.. Ini anak tante.. Andra namanya. Yang tante ceritakan tadi. Dia baru selesai kuliah dan menunggu wisuda aja akhir tahun ini, maklumlah.. Dia ini agak bandel sedikit jadi agak lama selesai kuliahnya." Ucap Tante Murni sambil tersenyum ke Aleeya.


Aleeya hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Tante Murni dan sambil memandang kearah lelaki itu yang kemudian malah membuang muka.


"Aneh.. Kok bisa ya Ma, Beda kali dengan Delfi. Bukannya dari kota tapi kok gayanya macam orang kampung. Coba lihat, hiiii" Kata Andra dengan blak-blakan malah menghina penampilan Aleeya yang menurutnya kampungan. Aleeya tidak menjawab hinaan itu. Dia hanya diam dan sedikit menundukkan wajahnya. Padahal hatinya mulai terasa lain.


"Andra.. Kamu ini.. nggak berubah ya.. Jaga omongan kamu itu" Tante Murni memarahi Andra dan entah apa yang dibilangnya kepada anaknya yg sok itu. Aleeya tidak begitu menyimak karena ia sibuk mengatur hati dan perasaannya yang sempat tergores mendengar ucapan lelaki itu barusan.


"Ya kenyataan memang gitu kok Ma, Delfi.. Gayanya modis, keren dan kekinian. Tapi kok bisa punya teman gayanya seperti ini,.." Andra masih lanjut mengeluarkan kata-kata hinaanya ke Alleya. Dan ia juga malah membandingkan penampilannya dengan Delfi. Si Delfi, teman SMAnya itu memang cara berpakaiannya  jauh sekali dari Aleeya. Delfi yang tidak berhijab dan selalu berpakain ketat yang membuat tubuhnya yang tinggi langsing itu terlihat mempesona bagi lelaki normal yang tidak bisa menjaga pandangannya.


Sangat kontras berbeda dengan Aleeya yang sangat tertutup, dari ujung kepala ke ujung kaki. Hanya wajah dan telapak tangannya saja lah yang bisa terlihat. Selain itu, ia juga memakai kerudung panjang hingga menutupi pinggul dan dadanya.


"Andra.. Kamu ini.. Aleeya maafkan anak tante ya. Jangan di masukkan ke hati ya." Kata Tante Murni merasa tidak enak terhadap Aleeya. Lagi-lagi Aleeya hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya.


Beberapa saat kemudian mereka sampai keparkiran. Disana sudah ada Dika, adik bungsu Andra. Ternyata Mama Andra tidak sendiri, Ia datang bersama Dika dengan masing-masing mengendarai motor.


"Hai, Ndut..disini rupanya." Kata Andra menyapa DIka yang memang memiliki postur badannya yang agak besar.

__ADS_1


"Ayoklah keluarkan motor mu itu cepat.. Malas lama-lama disini... Sakit mata lihatnya." Suruh Andra. Dika lalu buru-buru mengeluarkan motornya. Aleeya masih berdiri disana. Ia tahu maksud dari kata-kata Andra itu ditujukan ke dirinya. Tapi dia hanya diam tak berkutik sedangkan Tante Murni hanya geleng-geleng kepala sambil merangkul Aleeya menuju motornya.


***


Perjalanan kerumah tante Murni yang tidak begitu jauh akhirnya sampai. Didepan Aleeya kini tampak sebuah Rumah semu permanen yang cukup besar namun terkesan sederhana dan juga memiliki halaman yang luas.


Dirumah inilah setahun yang lalu ia, Delfi dan 2 orang temannya yang lain menginap. Tante Murni begitu baik terhadap mereka. Melayani mereka dengan ramah dan sangat antusias. Beda sekali dengan gaya sok anaknya yang bernama Andra itu. Kesan pertama bertemu dengan dia saja membuat mood Aleeya berubah menjadi tidak baik. Aleeya tidak pernah tahu bahwa Tante Murni mempunyai anak yang berkuliah di kota yang sama dengan dirinya. Mungkin saja tahun lalu saat Aleeya disini Andra masih berkuliah di Kota makanya ia tak berjumpa dengan lelaki itu.


Tante Murni mengantarkan Aleeya ke kamar kosong yang ada dalam rumah tersebut. Aleeya meletakkan kopornya disana dan kemudian mengikuti ajakan tante Murni kedapur untuk makan siang.


"Oh ya Aleeya.. Daftar ulang nya kalau tidak salah besok kan terakhir?" Tanya tante Murni saat mereka berada diruang makan. Hanya Ada mereka berdua Disana. Saat sampai dirumah tadi Aleeya tidak melihat Keberadaan lelaki yang telah menghinanya di kapal dan pelabuhan tadi.


"Iya, tante.. Memang besok terakhir" Jawab Aleeya.


"Enggak apa-apa tante.. Besok Aleeya pergI sendiri saja." Kata Aleeya.


"Pergi sendiri?? Ya gak bisa donk, Aleeya. Kamu kan nggak tau tempatnya," Kata Tante Murni. Aleeya terdiam. Ia membenarkan dalam hati apa yang dikatakan Tante Murni.


Mana mungkin dia bisa pergi sendiri sedangkan dia belum sama sekali hapal jalanan disini. Yang ada nantik dia malah tersesat entah kemana.


"Tapi, kamu tenang aja ya. Tante rencananya mau mintak tolong sama Andra untuk antarkan kamu." lanjutnya lagi yang tiba-tiba membuat selera makan Aleeya Langsung menghilang.

__ADS_1


"Tapi, kemana anak itu ya.. Andra.. Andra.. " Teriak Tante Murni memanggil Andra dengan sedikit berteriak.


"Ya Ma.." Jawab Andra dari kamar dengan berteriak juga.


"Kesini sebentar!" Perintah Tante Murni.


Beberapa saat kemudian Andra pun keluar dari kamarnya. Ia sudah berganti pakaian. Masih dengan gayanya yang Sok itu ia melangkah kearah dapur. Dan lagi-lagai ia memandang sinis ke Aleeya. Dipandangi seperti itu, Aleeya lalu menundukkan wajahnya.


"Kenapa Ma?" Tanya Andra yang sudah berdiri disamping Mamanya.


"Besok pagi kamu antar Aleeye ketempat pendaftaran ulang ya. Mama nggak bisa ngantar karena harus ngawas ujian." Jelas Tante Murni.


"Ngantar dia?" Tanya Andra sambil menunjuk kearah Aleeya yang tengah makan.


"Manja amat pakai diantar-antar segala. Kenapa gak pergi sendiri aja. Merepotkan sekali, gak mau lah. Besok aku banyak kerjaan. Suruh aja dia pergi sendiri." Lanjutnya lagi dan kemudian berbalik badan hendak meninggalkan ruangan tersebut.


"Mama nggak mau tau Andra, pokoknya besok kamu harus antarkan Aleeya.." Tegas Tante Murni.


"Malas..!!" Ucap Andra cuek dan masuk kembali ke kamarnya. Tante Murni menggelengkan kepalanya melihat tingkah Andra.


"Tenang saja Aleeya. Andra kelihatan dari luarnya aja begitu tapi sebenarnya didalamnya baik kok. Pasti besok dia mau antarkan kamu. Tante yakin" Ucap Tante Murni menyakinkan Aleeya. Aleeya hanya tersenyum. Padahal didalam hati ia Begitu merasa sedih.

__ADS_1


'Tenang Aleeya.. Ini baru permulaan..' Bisik Aleeya didalam hatinya.


***


__ADS_2