
Setelah selesai sholat dan mengaji beberapa lembar, Aleeya berbaring sebentar diatas ranjang sambil memeriksa pesan masuk didam aplikasi Whatshappnya. Ternyata begitu banyak orang yang mengiriminya pesan hari ini. Maka Alerya menyempatkan diri sebentar untuk membuka dan membaca pesan tersebut dari paling bawah.
Sampai akhirnya, Aleeya membaca sebuah pesan dari kak Hilma. Aleeta lantas saja langsung membuka pesan tersebut.
[Assalamualaikum, dik Aleeya. Apa kabarnya?? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah swt. Ya? Oya, bagaimana disana? Menyenangkan tidak, bagi-bagi cerita donk sama kakak. Semoga saja kamu betah disana ya dan bisa menjadi bidan yang dicintai masyarakat ditempat kamu mengabdi. Cuman satu pesan kakak, sesibuk apapun kamu bekerja dengan urusan duniamu, tapi.. jangan pernah lupa dengan tujuan akhir kita yaitu akhirat. Oke Lya, selamat dan semoga sukses selalu.]
Aleeya tertegun sejenak setelah membaca pesan dari kak Hilma tersebut. Kalimatnya begitu dalam sehingga mampu menembus masuk kerelung jiwanya. Sesungguhnya Aleeya sangat rindu, rindu masa-masa berkumpul dengan muslimah-muslimah yang membuatnya selalu ingat akan akhirat. Sedangkan dilingkungannya saat ini, Aleeya merasa sangat jauh dan berbeda dengan lingkungannya yang dulu.
Aleeya kemudian membalas pesan dari kak Hilma tersebut. Ia mengutarakan segala rasa galau yang sempat ia rasakan hingga saat ini. Dan tidak lupa juga Aleeya meminta dukungan dan semangat dari kak Hilma, wanita Muslimah yang begitu berpengaruh besar didalam proses hijrahnya.
Setelah mengutarakan segala kegundahannya, Aleeya berharap Kak Hilma mampu memberikan titik terang atas Segala kegalauan duniawi yang ia rasakan saat ini.
###
Keesokan harinya, Aleeya sudah pindah kerumah dinas. Karena kak Ovi sudah datang dari Dinas luar kota nya.
Pagi minggu itu, Aleeya tampak sedang membersihkan kamar yang akan ia tempati selama ia bekerja di Puskesmas ini dan sebelum ia ditempati di desa dedap nantiknya.
Aleeya kebetulan tinggal sendiri dirumah, kak Ovi katanya tadi mau keluar ke warung membeli sesuatu.
Beberapa saat kemudian, sedang asyiknya Aleeya menyapu kamarnya. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang datang mmendekat kearahnya. Aleeya yang kaget mendengar suara itu, langsung buru buru mengambil kerudungnya Dan memasang kan nya dengan asal-asalan. Karena Aleeya yakin itu bukan kak Ovi yanh datang, karena jarak warung dari rumah mereka cukup jauh. Jadi mustahil saja kak Ovi baru pergi tapi sudah datang lagi.
"Kak Ovi.. Numpang mandi ya, air kami mati kak.." Teriak seseorang tersebut yang ternyata memang benar dugaan Aleeya, bahwa yang datang adalah bukan kak Ovi melainkan seorang lelaki.
"Kak Ovi, kak Ovi.. gak ada orang ya?" Teriak laki-laki tersebut dengan memeriksa ruangan stau persatu. Dan kini ia sekarang ada didapur.
__ADS_1
Aleeya yang sudah berkerudung langsung keluar, memastikan siapa yang datang. Didalam hati ia merasa dongkol karena menurutnya tidak sopan saja masuk kerumah orang sebelum dipersilahkan masuk. Apalagi sampai berjalan kearah dapur pula.
"Mau ngapain??" Tegur Aleeya ketika melihat lelaki itu Kini duduk dikursi ruang makan sambil menyomot makanan.
Si lelaki itupun menoleh kebelakang dan mendapati Aleeya sudah berdiri didepan pintu dapur. Mata mereka beradu pandang sekian detik sampai akhirnya Aleeyapun sadar siapa lelaki yang datang itu.
"Eh, Aleeya.. Kamu sudah tinggal disini ya?" Tanya laki-laki tersebut yang ternyata adalah bang Ojik.
"Iya, baru hari ini pindah nya." Jawab Aleeya dengan datar.
"Oohh.. oya, Kak Ovi gak ada dirumah ya??" Tanya Bang Oji.
"Gak ada bang, katanya mau kewarung tadi." Jawab Aleeya.
Kemudian, ia pun berdiri dari tempat duduknya dan lali berjalan menuju kedepan.
"Kalo dengan kak Ovi sebenarnya sudah biasa kami masuk.kesini. Ya, mau numpang mandi. maklum air dirumah kami itu kadang bagus kadang tidak." Jelas Bang Oji yang kini ia sudah berada di teras. Aleeya mengikutinya hingga keteras.
"Ya gak apa-apa bang, Tapi gak apa kan nantik balik lagi ke sini untuk mandi jika kak Ovi sudah pulang." Kata Aleeya.
"Oke gak apa-apa, abang balik dulu lah kerumah." Ujarnya dan kemudian ia pun kembali pulang ke rumah nya.
Beberapa menit kemudian, Kak Ovi pulang. Dan Aleeya memberitahu ke kak Ovi perihal bang Ojik yang datang ke rumah untuk menumpang mandi.
"Oiya, mereka memang sudah biasa kok numpang mandi disini. Kak sama Ojik itu sekampung, dia itu sudah seperti adik kakak. Jadi, begitulah jadinya sudah terbiasa bersama-sama disini. Kalau yang baru kenal pasti kurang nyaman kan. kak maklum kok" Jelas Kak Ovi yang seakan paham akan ketidaknyamanan Aleeya melihat Ojik masuk kedalam rumahnya. MeskipuN sudah dianggap sebagai adik sendiripun tetap saja bagi Aleeya mereka bukan muhrim jadi tidak sepatutnya berada didalam satu ruangan saja berdua saja.
__ADS_1
Siang harinya, Aleeya baru saja selesai membantu kak Ovi memasak makanan untuk makan mereka siang itu. Aleeya meletakkan semua lauk pauk diatas meja makan, sedangkan kak Ovi keluar sebentar yang katanya mau memnaggil temannya yang lain untum makan siang bersama mereka.
Tidak lama kemudian, masuklah Bang Ojik, Fauzal dan juga Bang Boby kedalam rumah tersebut. Tanpa sungkan mereka mengambil posisi masing-masing di meja makan. Aleeya hanya bisa terpana melihat mereka semua.
"Hai, Aleeya.. Sudah pindah disini ya?" Sapa Fauzal yang melihat Aleeya berdiri mematung didapur.
"Iya, sudah." Jawab Aleeya dengan singkat.
"Yuk Aleeya gabung sama kami. Kata kak Yuli kita makan duluan aja, dia ada keperluan sebentar kewarung." Jelas Bang Ojik lagi.
Mendengar itu membuat Aleeya kembali merasa serba segalanya, rasa canggung juga risih kembali menguasainya. Hal itu dikarenakan dia berada diruangan kecil ini bersama 3 lelaki asing.
Maka Aleeya memutuskan untuk keluar dari rumah. Lebih baik ia diteras saja, dari pada disini. Gak enak dipandanh orang. pikir Aleeya didalam hati.
"Aleeya gak makan??" Fauzal bertanya kepada Aleeua yang menjawabnya dengan celengan kepala. Kemudian wanita itu langsung menuju halamab rumah Raihan yang luas. Ia bermaksud akan menunggu kak Yuli diluar situ saja.
Tidak lama kemudian, kak Yulipun pulang. Lalu kak Yuli menarik tangan Aleeya untuk kembali masuk kedalam rumah dan duduk diruang makan untuk makan siang bersama - sama dengan mereka semua. Aleeya duduk tepat Disebelah Fauzal yang sangat bawel tersebut. Sepanjang ia makan, tidak hentinya ia mengajak Aleeya untuk mengobrol sehingga membuat selera makan wanita itu menjadi hilang..
#
#
#
Bersambung..
__ADS_1