Kisah Aleeya

Kisah Aleeya
TIGA PULUH EMPAT


__ADS_3

Selang beberapa menit kemudian, Aleeya kembali lagi ketempat ia dan Andra makan tadi.


"Kenapa?? Gak ada kan?" Ledek AnDra masih dengan tawa kecilnya itu.


"Mama kamu benaran pulang ya?" Tanya Aleeya dengan wajah yang murung.


"Iya, Aleeya." Jawab Andra dengan tegas.


"Oo.. Yasudah kalau gitu aku kembali lagi ke hotel pakai becak aja." Tutur Aleeya yang langsung disambut dengan raut wajah protes dari Andra.


"Kok ke hotel lagi? Mama nyuruh kamu pulang kerumah sama aku." Kata Andra dengan kesal.


"Pulang sama kamu?" Aleeya mengulang kembali perkataan Andra. Dalam hati ia bergumam, sebenarnya apa sih maksud Tante Murni? Sudah menjemputnya lalu meninggalkannya bersama Anaknya yang ketus ini? Aleeya benar-benar tidak mengerti.


"Sudah makannya kan? Yuk lah balek." Ajak Andra akhirnya lalu beranjak dari sana. Aleeya masih diam ditempat, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ujian keimanan terhadap lawan jenis selalu saja menghantui dirinya..


"Yuk lah Aleeya, hari sudah mau hujan nih." Ajak Andra yang melihat Aleeya masih diam mematung ditempatnya tadi.


"Tapi, Andra. Aku gak mau boncengan sama kamu." Jawab Aleeya akhirnya.


"Kenapa emangnya? Padahal cewek-cewek Yang lain pada berlomba-lomba lo mau boncengan sama aku. Ini kamu sudah ditawarin, malah menolak." Kata Andra yang mulai merasa tersinggung.


"Karena aku berbeda dengan cewek-cewek itu. Aku punya prinsip hidup yang harus aku pertahankan." Ucap Aleeya dengan tegas.


"Prinsip hidup apa sih? Terlalu tinggi kali ucapan kamu itu, aku gak negerti." Kata Andra.


"Iya, kamu gak bakalan ngerti. Karena kamu belum mempelajarinya." Jawab Aleeya.


"Pelajari apa? Apa yang harus dipelajari, aku makin gak ngerti dengan pola pikir kamu itu. ya sudah kalau kamu gak mau ikut sama aku. Terserah apa kamu mau kerumah pakai apa, bukan urusan aku lagi" Tutur Andra dengan kesal lalu meninggalkan Aleeya disana sendirian.


Tidak lama kemudiam sebuah Becak berhenti tepat di warung bakso tersebut. Becak milik seoarang bapak-bapak yang sudah sangat berumur, sekisaran 60 tahun keatas umur bapak tersebut.


Meskipun usianya sudah tua renta, namun semangatnya dalam menjemput rezeki tidak pernah pudar. Itu terbukti dari raut wajahnya yang keriput itu memancarkan sinar kebahagiaan.

__ADS_1


Lalu Aleeya putuskan untuk menggunakan becak bapak tersebut mengantarkan nya kerumah Tante Murni.


"Pak bisa antar kan saya ?" Tanya Aleeya dengan ramah.


"Bisa, bisa sekali nak. Silahkan naik." Ucap bapak itu mempersilahkan Aleeya untuk naik.


Setelah Aleeya naik keatas becaknya, bapak tersebut bertanya ke Aleeya mau diantarkan ke alamat mana. Aleeya memberitahu alamatnya Tante Murni. Si bapak mengangguk pasti dan langsung menghidupkan becaknya setelah itu Becakpun menuju kealamatnya tante Murni.


Beberapa menit kemudian, Aleeya sudah sampai didepan rumah Tante Murni.


"Ini pak ongkosnya." Ucap Aleega dengan memberikan 2 lembar uang berwarna biru.


"Lah berlebih ni nak uangnya." Kata si bapak.


"Gak apa-apa pak, lebihnya memang sengaja saya kasih untuk bapak." Jawab AleeYa dengan tersenyum manis.


Si Bapak menerima uang tersebut dengan wajah berbinar-binar yang membuat Aleeya yakin pasti si bapak lagi membutuhkan uang itu.


"Aleeya, kamu pulang pakai apa?" Tante Murni keluar dari rumahnya dan melihat Aleeya berdiri dipinggir rumahnya.


"Emanglah Andra, pasti dia meninggalkan kamu kan?" Tebak Tante Murni.


"Bukan Tante.." Sahut Aleeya tapi tidak didengar oleh Tante Murni.


"Andra... Andra... " Tante Murni memanggil Anak bujangnya itu dengan berteriak.


"Apa sih Ma, teriak-teriak??" Tanya Andra yang sudah keluar dari kamarnya dan berjalan keluar rumahnya.


"Kan Mama nyuruh kamu pulang sama Aleeya, tapi kenapa kamu tinggalin dia. Malah pakai becak Aleeya pulangnya." Kata Mama Andra dengan kesal.


"Ma, sebelum Mama marah-marah. Lebih baik Mama tanya sama dia Ini. Siapa yang gak mau ngajak pulang sama Andra. Andra atau dia." Jawab Andra dengan tatapan sinis kearah Aleeya.


"Maksudnya apa?" Tante Murni bertanya bingung dengan melihat bergantian kearah Aleeya dan juga Andra.

__ADS_1


"Tante, Andra gak salah kok. Memang Aleeya yang menolak ajakan Andra untuk pulang bersamanya. Tapi, ada alasannya kok tante.." Kata Aleeya.


"Apa alasannya Aleeya? Apa karena Andra jutek dan Selalu ketus sama kamu, iya?" Tanya Tante Murni.


"Bukan karena itu, tante.." Jawab Aleeya.


"Jadi karena apa???" Tanya Tante Murni seakan tidak sabar mendengar penjelasan dari Aleeya. Dan Aleeya pun akhirnya menjelaskan semua dilema yang ia rasakan selama ini. Tante Murni mendengarnya dengan seksama dan setelah tau apa alasan Aleeya yang sebenarnya itu, sehingga akhirnya membuat Keyakinan didalam hati Tante Murni semakin besar untuk menjodohkan Aleeya dengan Andra.


###


Aleeya menginap satu malam dirumah tante Murni, dan esok pagi ia akan kembali lagi ke desa.


Malam itu, Aleeya tengah mengobrol berdua dengan Tante Murni di ruang keluarga. Awalnya mereka mengobrol santai tentang lingkungan puskesmas dan desa tempat Aleeya ditempatkan nantiknya.


Namun, dipertengahan obrolan mereka.. Wajah Tante Murni tiba-tiba berubah serius. Ia bertanya sesuatu hal yang tak pernah Aleeya duga.


"Lya, kamu belum ada niat mau menikah?" Tanya Tante Murni dengan tatapan tajam.


"Kenapa tiba-tiba tanya tentang nikah tante?" Aleeya balik bertanya dengan tersenyum kecil.


"Iya, tante kasihan saja sama kamu nantik ditempatkan di desa terpencil sendirian. Kan kalau sudah nikah suami kamu bisa nemani kamu disana. Agar lebih aman, karena maklum saja kita tidak tahu lingkungan di desa kamU besok itu bagaimana. Masyarakat dan orang - orang sekitar itu baik atau gak nya, kita kan tidak tahu." Jelas Tante Murni.


"Dan, jika kamu bersedia. Tante ingin sekali menjodohkan kamu dengan anak tante, Andra. Cuman tante jadi sanksi karena mengingat sikap Andra yang selalu ketus sama kamu. Tante juga heran kenapa lah tu anak bisa secuek dan seketus gitu dengan gadis cantik dan lembut seperti kamu, Aleeya." Lanjut Tante Murni lagi yang membuat Aleeya benar-benar tersentak.


Ternyata memang benar adanya firasat Aleeya selama ini. Gelagat Tante Murni yang sangat baiK kepadanya ternyata punya niat selubung Atas itu semua.


Aleeya hanya diam. Tidak tahu harus menjawab apa. Yang jelas jika ditanya apakah ia mau dijodohkan dengan Andra. Pasti Aleeya bisa langsung menjawabnya bahwa ia tidak akan mau dijodohkan dengan Andra. Karena selain Andra bukan termasuk tipe lelaki idamannya, Andra juga selalu bersikap ketus terhadapnya yang membuat Aleeya yakin bahwa Andra pasti tidak menyukainya dan pasti juga menolak Jika tahu dia mau dijodohkan dengan Hana.


#


#


#

__ADS_1


BERSAMBUNG...


YUK TINGGALKAN KOMEN..


__ADS_2