
Beberapa saat kemudian, Kak Yuli pun masuk dengan wajah yang suntuk.
"Ada apa kak?" Tanya Aleeya penasaran karena melihat wajah kak Yuli yang tiba-tiba kusut seperti itu.
"Anak kak tiba-tiba sakit, Lya. Jadi kak mau pulang sekarang ni." Kata kak Yuli dengan wajah yang panik.
"Sakit apa kak?" Tanya Aleeya.
"Demam Ya, panas tinggi. Oya, kamu gimana ya.. Gak apa kak tinggal sendiri disini? Karena yang lain seperti nya pada gak ke Puskesmas, karena mereka ada kegiatan posyandu" Kata kak Yuli.
"Ya gak apa-apa kak, biar Aleeya yang jaga hari ini." Sahut Aleeya langsung.
"Tapi, nantik kamu pulangnya bagaimana Lya?" Pertanyaan dari kak Yuli seakan menyadarkan Aleeya.
"Iya ya kak, Aleeya kan tadi bareng sama kakak."
"Hhhmm..." Kak Yuli tampak berfikir panjang.
"Entar kak mintak tolong Oji yang antarkan kamu pulang ya." Kata Kak Yuli akhirnya
"Maaf kak, bang Oji itu yang mana ya kak?" Tanya Aleeya yang memang belum pernah bertemu dengan yang namanya Oji.
"Oh.. Kamu belum pernah ketemu Oji ya? Oji itu petugas gizi di Puskesmas ini, kebetulan dia kemarin ada pertemuan di dinas 3 hari. Dan hari ini baru masuk. Dia ada Diruang gizi sekarang." Jelas Kak Yuli.
"Gak apa-apa kan kamu pulang sama dia aja?" Lanjut Kak Yuli lagi.
"Ee.. gimana ya kak.." Aleeya merasa kesulitan untuk menolak usulan dari Kak Yuli barusan.
"Kenapa, Lya?" Tanya Kak Yuli.
"Hhmm.. Kalau bisa, Aleeya pulangnya nebeng sama yang cewek aja kak. Jangan yang cowok." Jawab Aleeya akhirnya.
"Hhmm.. Gtu ya.." Kak Yuli hanya manggut-manggut seakan mengerti posisi Aleeya yang tidak ingin berdekatan dengan cowok.
"Tapi, siapa ya? Hhhmm.." Ujar Kak Yuli. Beberapa saat, orang tua kak Yuli menelpon lagi dan mengabari anaknya rewel dan tidak berhenti menangis.
"Aduh, kak pulang dulu ya. Anak kak rewel banget nih.." Kata kka Yuli.
" Ya kak, kak pulang aja. Nantik gampang tu Aleeya pulangnya dengan siapa.." Kata Aleeya. Setelah itu, kak Yulipun bergegas pulang.
__ADS_1
Sampai akhirnya, jam pulang pun datang. Aleeya keluar dari ruangan nya menuju kedepan puskesamas.
Suasana didalam Puskesmas sudah terlihat sepi, tidak ada lagi staf yang tinggal. Memang di Puskesmas ini tidak terlalu ramai petugasnya.
Sampai akhirnya, jam pulang pun datang. keluar dari ruangan nya menuju kedepan puskesamas.
Suasana didalam Puskesmas sudah terlihat sepi, tidak ada lagi staf yang tinggal. Memang di Puskesmas ini tidak terlalu ramai petugasnya.
Perasaan Aleeya tiba-tiba menjadi tidak enak, karena ia tidak tahu harus pulang dengan siapa. Sedangkan teman dan kakak yang lain sudah tidak terlihat lagi di Puskesmas. Mau telpon kak Yulipun, Aleeya merasa tidak enak
Karena ia takut akan mengganggu Kak Yuli yang tengah mengurus anaknya yang sakit.
"Assalamualaikum, Aleeya.." Ada sebuah sapaan dari belakang yang membuat Aleeya kaget. Aleeya langsung saja membalikkan badannya dan mendapati Fauzal sudah berdiri tepat dibelakang Aleeya.
"Kamu.. bikin kaget aja," Desis Aleeya terdengar agak kesal.
"Maaf.. maaf..." Kata Fauzal dengan senyum kengengesan.
"Kenapa belum pulang?" Fauzal bertanya.
"Hhhmm... Ni mau pulang." Jawab Aleeya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan lelaki itu.
"Jalan kaki." Sahut Aleeya yang tetap berjalan.
"Ha? Jalan kaki? yang benar aja kamu Lya, rumah kak yuli jauh dari Puskesmas. Pakai honda aja makan waktu 15 menit masak kamu mau jalan." Kata Fauzal dengan heran. Aleeya hanya diam dan tetap berjalan. Fauzal masih mengikutinya.
"Hai.. Kamu serius mau jalan kaki nih??" Fauzal bertanya lagi. Aleeya langsung berhenti..
"Ada motor yang bisa dipinjam gak?" Tanya Aleeya kepada lelaki itu.
"Motor..? Hhmm...Kenapa emangnya??" Tanya Fauzal.
"Kalau ada, aku mau pinjam.." Jawab Aleeya.
"Kalau untuk dibawa pulang ya gak ada lah Lya. tapi, kalau kamu mau diantar pulang.. Aku bisa antarkan kamu pulang kok.." Kata Fauzal dengan menawarkan dirinya.
"Gak usah Fauzal, terimakasih.. Aku jalan kaki aja." Kata Aleeya menolak tawaran dari Fauzal.
"Kenapa ya Lya ? Aku ngerasa kamu ini terkesan sombong gitu, padahal maksud aku baik. Mau membantu kamu, tapi gak pernah kamu hargai." Kata Fauzal terlihat agak kesal.
__ADS_1
"Maaf Fauzal, bukan aku gak mau menghargai. Cuman aku gak mau berboncengan dengan lelaki yang bukan muhrim aku. Maaf.. ini sudah prinsip hidup aku, aku harap kamu mengerti dan tidak merasa tersinggung. Permisi ya.." Kata Aleeya lalu bergegas meninggalkan Fauzal yang masih berdiri mematung disana. Ia tidak lagi mengikuti Aleeya.
Aleeya akhirnya jalan kaki, tapi untungnya Baru 10 menit ia berjalan, ada seorang ibu-ibu yang memberi tumpangan kepada Aleeya. Ibuk tersebut ternyata tetangganya kak Yuli. Arsyila merasa bersyukur, dan keyakinan didalam hatinya pun bertambah bahwa pertolongan dari Allah itu akan tetap datang jika ia bisa mempertahankan keistiqomahannya.
"Jadi kamu pergi dengan Dokter Tina dan Oji ke Desa Dedap pagi ini, Lya?" Tanya Kak Yuli saat mereka sudah diperjalanan menuju ke Puskesmas. Semalam Aleeya sudah cerita ke Kak Yuli perihal dirinya yang diajak oleh Dokter Tina untuk pergi ke Desa Dedap.
"Belum tau juga jadi atau gaknya kak, karena Dokter Tina belum ada kabari Aleeya." Jawab Aleeya.
"Hhmm.. Berarti gak jadi tu, Ya. Kalau jadi seharusnya dokter Tina ngabarin kamu sejak tadi malam." Kata Kak Yuli. Aleeya hanya manggut-manggut menanggapinya.
Sesampainya di Puskesmas..
"Nah, itu kak Ovi sudah masuk.." Kata Kak Yuli seraya menunjuk kearah depan Puskesmas. Disitu ada seorang wanita berkulit hitam manis dengan seorang laki-laki yang tidak begitu tinggi, mereka terlihat sedang berbincang - bincang. Melihat Kak Yuli dan Aleeya yang datang berjalan menuju mereka, merekapu berhenti berbincang.
"Hai, Ovi.. Kiraian kamu belum masuk hari ini" Kata Kak Yuli seraya menyapanya.
"Sudah lah Yuli, kan memang semalam terakhir masuknya." Jawab Kak Ovi.
"Oya, ini kenalkan Aleeya. Pegawai baru yanh akan ditempatkan di desa dedap." Kata Kka Yuli dengan memperkenalkan Aleeya. Aleeya langsung menyodorkan tangannya kearah kak Ovi seraya tersenyum ramah.
"Kenalkan kak, nama saya Aleeya. Biasa dipanggil Lya." Kata Aleeya. Kak Ovi menyambut uluran tangan dari Aleeya. SeTelah itu, Aleeya menoleh ke lelaki disamping kak Yuli yang sudah tersenyum ramah sedari tadi. Ketika Aleeya melihat kearahnya, lelakk itu langsung saja menyodorkan tangannya namun Aleeya langsung mengapit tangannya didepan dadanya.
"Saya Oji.." Katanya dengan mengikuti gerak tangan Aleeya. Didalam hati Aleeya berguman, 'Ternyata.. Ini yang namanya Oji.'
"Oya, Seperti yang aku bilang kemarin kalau Aleeya akan tinggal dirumah dinas bersama kamu Ovi." Kata Kak Yuli.
"Iya, kak.. kalau kak Ovi tidak keberatan." Ucap Aleeya dengan suara yang pelan.
"Ya gak keberatan donk Lya, malahan kak senang ada kawannya karena selama ini kak cuman sendiri saja dirumah yang besar itu, ya gak Ji?" kata Kak Ovi seraya menyenggol bahu Oji.
"Benar sekali donk. Kita bertetanggan Lya, karena saya tinggal dirumah dinas juga. Disebelah rumah kamu, bertiga sama Boby dan juga Fauzal."
Aleeya hanya menaggapi perkataan Oji dengan senyuman.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1