Kisah Aleeya

Kisah Aleeya
TIGA PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Oya, Aleeya. Aku Dafri. Masih ingat nama aku kan?" Tanyanya lagi. Aleeya hanya menganggukkan kepalanya.


"Saya permisi dulu ya, sekali lagi terima Kasih banyak atas pertolongannya tuk kedua kalinya." Ucap Aleeya.


"Oke, sama-sama AlEeya. Aku juga mau melanjutkan tugas aku. Kamu hati-hati ya, Assalamualaikum," Tuturnya lalu pergi duluan meninggalkan Aleeya.


Aleeya membalikkan badannya dan melihat Dafri yang kembali bertugas didepan kapal yang baru saja berlabuh.


Kemudian Aleeya sempat juga membaca lambang dikostum yang dipakai oleh Dafri.


"Dishub.." lirih Aleeya yang menimbulkan keyakinan dihatinya bahwa laki-laki itu berprofesi sebagai petugas di dinas perhubungan.


Setelah itu, Aleeya menghubungi kak Ovi untuk menjemput dirinya.


Selang beberapa menit kemudian, kak Ovipun datang menjemput Aleeya.


Aleeya tersenyum tipis kearah Dafri seraya menganggukkan kepalanya sebagai  kode bahwa dirinya ingin pamit dari sana.


Dafri membalas senyuman Aleeya dengan tatapan yang bersahaja. Ia memperhatikan Aleeya sampai wanita itu naik keatas motornya kak Ovi dan kemudian menghilang dari sana.


Diperjalanan menuju rumah dinas, kak Ovi bertanya kepada Aleeya tentang Dafri karena dari kejauhan kak Ovi melihat Aleeya yang tengah mengobrol dengan lelaki itu.


Aleeya lantas menceritakan kejadian yang ia alami barusan tadi kepada kak Ovi dan juga tentang pertemuan Aleeya sebelumnya dengan Dafri. Kak Ovi mendengar cerita Aleeya dengan seksama.


"Aduh, Aleeya.. lain kali kamu lebih hati-hati lagi ya. Untung ada cowok itu, kalau tidak entah bagaimana nasib kamu. Kamu gak pandai berenang kan?" Ucap Kak Ovi dengan nada khawatir.

__ADS_1


"Ngak pandai kak" Jawab Aleeya dengan pelan. Aleeya memang tidak pernah berniat untuk belajar berenang karena dia punya pengalaman pahit saat dikolam berenang saat kecil-kecil dulu sehingga membuat dirinya jadi trauma sampai detik ini. Jangankan untuk berenang, dekat dengan kolam renang saja dia sudah merasa takut.


"Dafri memang baik anaknya, dia memang suka menolong. Jadi beruntung kamu ketemu dia saat ban motor kamu bocor kemarin itu" Kata Kak Ovi yang tiba-tiba malah membahas tentang Dafri.


"Emang kak kenal dengan dia?" Tanya Aleeya dengan heran.


"Ya kenal donk Aleeya. Dia kan hampir setiap pagi bertugas di pelabuhan. Dia kan anggota dinas perhubungan. Selain itu dia juga punya usaha bengkel sendiri. Anaknya bagus kok, pekerja keras, ramah dan tidak sombong." Kata Kak Ovi yang terus - terusan memuji Dafri. Aleeya hanya manggut-manggut menyimak pujian yang dilontarkan Kak Ovi tentang si Dafri.


Namun, kini pikiran Aleeya malah melayang lagi ke kejadian tadi saat dia hampir jatuh. Aleeya seakan tersadarkam bahwa saat itu tubuhnya sudah dipegang oleh Dafri yang menolongnya. Meskipun Aleeya tahu Dafri melakukan hal itu untuk menolongnya dan pastinya tidak ada unsur dosa dari situ. Namun, tetap saja Aleeya merasa malu jika mengingat hal itu. Selama ini dia selalu menjaga diri agar tidak tersentuh oleh lawan jenis. Jangan kan badan, bersentuhan tangan saat salaman sama lawan jenis  saja sudah tidak pernah lagi ia lakukan. Dan kini, badannya malah dipegang oleh lelaki yang bukan muhrimnya yang membuat perasaan Aleeya menjadi tidak karuan.


Akhirnya Aleeya dan Kak Ovi sudah sampai didepan rumah dinas mereka. Saat Aleeya turun dari motor kak Ovi, tiba-tiba saja Aleeya mendengar suara beberapa orang dari dalam.


"Ada Fauzal dan Boby lagi nonton didalam, Lya." Kata Kak Ovi yang menyadari Aleeya yang tertegun.


"Oohh.." Lirih Aleeya. Kendatipun kata itu keluar dari mulutnya, tidak dipungkiri Aleeya


Aleeya yang baru  beberapa hari tinggal disini tidak mungkin menjadi sok mengatur, pasti nantik kak Ovi akan merasa tersinggung terhadapnya. Namun, Aleeya berharap dirinya tidak terpengaruh sedikitpun dengan kedekatan kak Ovi yang berlebihan itu. semoga saja Aleeya bisa tetap istiqomah dan tidak ikut-ikutan atas perbuatannya itu.


Aleeya masuk kedalam rumah dengan perasaan yang canggung dan juga risih. Saat melintasi ruang tengah, Aleeya menundukkan badannya dan juga mengalihkan pandangannya dari dua cowok tersebut. Aleeya tidak peduli lagi dikatakan sombong atau bagaimana, yang jelas ia harus menghindar dari para lelaki yang ada didalam rumahnya itu.


"Hay, Aleeya. Kamu sudah pulang ya? Bagaimana pelatihannya??" Sapa Fauzal yang menyambungnya dengan pertanyaan.


"Iya, sudah. Pelatihannya, ya begitulah... sangat-sangat menarik" Jawab Aleeya apa adanya. Singkat dan padat, ia sangat menghindar sekali dari pertanyaan baru yang akan dilontarkan lagi oleh Fauzal. Maka dari ifu, sebelum mereka mengajaknya mengobrol lebih lanjut lagi, Aleeya langsung saja pamit masuk kedalam kamarnya.


Dari dalam kamar, Aleeya masih bisa mendengar suara Fauzal, bang Ojik juga kak Ovi yang berbincang - bincang hangat. Dan sekali sekalipun terdengar gelak tawa dari mereka semua. Entah apa yang sedang mereka bjcatakan dan juga tertawakan. Aleeya tidak berniat untuk menyimaknya, dia malah memutuskan untuk tidur sesaat menjelang adzan dzuhur. Karena entah kenapa kepala Aleeya kembali berdenyut lagi. Dan beberapa saat kemudian, Aleeyapun tertidur dengan lelapnya.

__ADS_1


####


Aleeya terbangun saat mendengar suara adzan dzuhur berkumandang. Aleeya langsung saja bangkit dari tempat tidurnya dan kemudian menuju ke kamar mandi.


Diruang tengah tidak ada lagi Fauzal dan Bang Ojik yang menonton Tv. Begitu juga kak Ovi yang tidak terlihat didalam rumah. Apa mungkin di kamar nya ya? Pikir Aleeya. Namun, Aleeya tidak berniat mencari tahu keberadaan kak Ovi. Ia langsung saja kekamar mandi untuk mengambil wudhu lalh melaksanakan sholat dzuhur.


Setelah selsai sholat dan membaca Al-quran beberapa lembar, Aleeya mendengar sebuah ketukan dari luar. Tanpa menanggalkan mukenanya, Aleeya langsung saja berlari kecil kearah luar untuk membukakan pintu. Aleeya pikir itu pasti kak Ovi yang datang.


Ceklek...


Pintu terbuka, seraut wajah lelaki langsung saja nongol dari balik pintu. Wajah itu sudah dihiasi sebuah senyuman dibibirnya.


"Halo, kamu orang baru ya disini?" Tanya lelaki itu dengan memandang Aleeya dari ujung kaki ke ujung kepala. Aleeya lalu menganggukkan kepalanya.


"Kamu siapa ya? Dan mau cari siapa ya?" Tanya Aleeya akhirnya yang memang tidak pernah melihat lelaki itu sebelum nya.


Lelaki yang berpenampilan agak amburadul itu tidak langsung menjawab pertanyaan Aleeya. Dia tampak memamerkan senyuman sengitnya yang semakin lama semakin lebar dan menyeramkan bagi Aleeya sehingga membuat Aleeya hanya bisa menelan salivanya.


#


#


#


#

__ADS_1


Bersambung...


"ASSALMU'ALAIKUM... HAY, HAY, TERIMAKASIH SUDAH MENGIKUTI CERITA SAYA SAMPAI KE EPISODE INI. SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA YA DAN BISA MENGAMBIL ILMU SERTA HIKMAH DARI ISI CERITANYA. TERUS JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR TERBAIKNYA... OKE"


__ADS_2