
"Maaf, siapa ya?" Aleeya bertanya lagi kali ini dengan agak menekan suaranya. Yang ditanya hanya ketawa-ketawa tak jelas tanpa menjawab pertanyaan Aleeya yang membuat Aleeya menjadi kesal. Ingin dimatikan telponnya tapi takut nantik dibilang tidak sopan karena memutuskan telepon secara sepihak.
"Maaf.. Maaf.. Jadi Aleeya benar-benar ngak kenal suara aku ya?" Ucapnya kemudian masih dengan menahan tawanya. Entah apa yang membuat dirinya geli hingga tidak hentinya tertawa dari seberang sana.
"Ngak.." Jawab Aleeya singkat.
"Ya sudah.. Nantik bakalan tau sendiri kok" Ucapnya dengan misterius.
"Maaf ya Aleeya Menggangu waktunya, Assalamualaikum.." Katanya kemudian mengakhiri telpon.
"Walaikumusalam.." Jawab Aleeya.
Aleeya mengangkat bahunya, dia tidak mau mengambil pusing ataupun merasa penasaran tingkat tinggi. Ia yakin itu pasti kerjaan orang iseng saja. Karena bukan sekali dua kali ada orang iseng yang Sekedar menelpon ataupun me-Whatsapp dirinya. Kadang ada yang mengaku teman lamanya tapi tidak mau memberitahu namanya siapa.
"Ayo.. Tebak... aku siapa..." Katanya yang malah mengajak Aleeya main tebak-tebakan saat Aleeya bertanya dirinya siapa. Aleeya yang malas meladeni langsung saja menyudahi telepon mereka yang non-berfaedah itu. Karena Aleeya tahu sekali akan hukum berlama-lama dalam berkomunikasi hal yang tidak penting terhadap lawan jenis. Ia takut akan jatuh pada khalwat nantinya, itu yang selalu Aleeya jaga semenjak ia mengenal islam secara menyeluruh. Aleeya lebih berhati-hati dalam berhubungan dengan lawan jenis. Jika tidak ada kepentingan didalamnya, Arsyila akan segera mengakhirina. Ia tidak ingin larut terjebak dalam perbincangan yang tidak ada manfaatnya.
***
__ADS_1
Keesokan harinya, Aleeya kembali beraktifitas seperti biasanya. Menjelang hari keberangkatannya untuk mendaftar ulang atas kelulusannya, Aleeya tetap masuk kerja. Kebetulan hari itu dirinya dinas siang. Aleeya dinas siang bersama 2 orang temannya yang satu masih seumuran dengan dirinya dan satu lagi masih dibawahnya 2 tahun. Nita dan Suci namanya.
Pasien siang itu belum begitu ramai, biasanya jam-jam rame pasien datang untuk berobat sekitar jam 5 sampai jam 8 malam. Dan sekarang jam masih menunjukkan pukul 2 siang, masih banyak waktu bagi Aleeya dan kedua temannya untuk bersantai sambil menonton TV yang kebetulan ada diruang tunggu Klinik tersebut.
"Kak Aleeya, Selamat ya... Kakak lulus PNS.. Senang banget dech, Tapi.. Sedih juga nantik kak Lya ngak kerja di sini lagi.." Ucap Suci dengan raut wajah yang sedih.
"Makasih ya Suci, Ia kak juga sedih sebenarnya. Karena kak sudah merasa nyaman banget kerja disini, bersama-sma dengan kalian.. Tapi, ternyata kakak diberi jalan rezeki yang lain dari Allah. Kakak diberi kesempatan untuk mengabdi sebagai Bidan Desa di daerah terpencil. Sebenarnya sebuah tantangan juga bagi kakak yang belum banyak pengalaman ini Ci, kak masih harus banyak belajar.." Ucap Aleeya dengan rendah hati. Karena dia memang menyadari betul ilmu dan pengalamannya sebagai seorang Bidan belumlah banyak. Ia yang baru bekerja lebih kurang 2 tahun di klinik Bersalin ini merasa masih sangat-sangat kurang dalam hal menolong persalinan sendiri. Karena kebanyakan ia hanya ikut mendampingi sebagai asisten si Pemilik Klinik dalam menolong proses persalinan. Meskipun sedikit ragu dengan kemampuannya, namun Aleeya tetap percaya diri bahwa dia pasti bisa menjalaninya nantiknya.
"Tapi, Suci yakin kok kak Lya sebenarnya mampu. Kak pasti bisa dan sukses menjadi Bidan desa yanga Terampil.." Ujar Suci yang memberi semangat kepada Aleeya.
"Aaminn... mudah-mudahan ya Ci, Doain kakak ya" Kata Aleeya.
Beberapa jam kemudian, Adzan Asharpun berkumandang. Aleeya izin ke Suci untuk Sholat duluan di Musholla kecil yang kebetulan ada dibelakang klinik. Aleeya berjalan menelusuri Setiap ruangan yang ada disana, dan sesaat kemudian ia sampai didepan tangga yang menghubungkan klinik dengan rumah si pemilik klink. Aleeya Menghentikan sejenak langkah kakinya ketika mendengar sayup-sayup namanya disebut oleh 2 orang yang Sedang membicarakannya.
"Ia Ta, ini kak mau ngasih tau Aleeya.. " Ucap Kak Sari, salah satu orang yang menyebut nama Aleeya. Kak Sari adalah anak pemilik klinik tempat Aleeya bekerja saat ini. Aleeya menampakkan dirinya ke mereka berdua yang otomatis membuat mereka kaget dengan kemunculan Aleeya yang tiba-tiba.
"Ehh.. Lya.. " Kata Nita yang kelihatan sekali salah tingkahnya.
__ADS_1
"Lya dengar pembicaraan kami ya?" Tanya Kak Sari.
"Tidak semua Kak, Cuman Lya dengar kak Sari mau memberitahu Lya sesuatu. Emang apa kak?" Tanya Lya yang merasa penasaran. Karena dia menangkap sesuatu yang mencurigakan dari raut wajah Nita dan Kak Sari. Seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari Aleeya. Kak Sari dan Nita Malah saling melempar pandangan yang membuat Aleeya semakin curiga.
" Ee.. Sebenarnya... Ada seseorang yang mau bertemu dengan Lya. Dia sudah lama diam-diam suka sma Lya.." Kata kak Sari. Aleeya menarik nafas panjang. Kata-kata kak Sari membuat dadanya sedikit sesak. Dalam hati ia bertanya. Siapa orang itu?
"Emang siapa kak?" Tanya Aleeya.
"Bang Ardian.." Jawab Nita dengan cepat.
"Bang Ardian..?" Aleeya mengulang kata-kata Nita barusan yang berharap Nita salah menyebut nama atau hanya bergurau.
"Iya, Abang Ardian.. Ia mintak tolong ke kakak untuk ngasih tau Aleeya. Dia mintak dicarikan waktu untuk bisa ngomong berdua sama Aleeya. Dia pengen serius sama Aleeya. Kak kan tau Aleeya pasti ngak mau kan pacaran. Makanya kak bilang Aleeya enggak sama dengan cewek-cewek kebanyakan. Trus abang Adrian bilang dia juga engak mau pacaran. Dia mau serius sama Lya.." Ucap kak Sari Panjang Lebar.
Aleeya terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Bang Ardian adalah orang yang sangat dia segani. Ia keponakan dari si pemilik Klinik dan Abang sepupunya Kak Sari. Aleeya jarang sekali bertemu dengannya, jangankan untuk mengobrol bertemu saja bisa dihitung dengan jari dan ketika berpapasan hanya saling senyum biasa saja tanpa berkata apa-apa. Jadi mustahil bagi Lya tiba-tiba Bang Ardian bisa menaruh hati ke dirinya dan bermaksud untuk menjalin hubungan yang serius. Tidak pernah terlintas dipikiran Lya. Sama sekali tidak pernah.
"Dia sudah lama suka sma Lya.. Katanya Dia Pengagum Rahasia Lya.. Sejak dulu" Lanjut kak Sari lagi. Mendengar kata Pengagum Rahasia membuat Aleeya jadi teringat dengan orang aneh yang menelponnya semalam. Orang itu juga menggunakan kata itu. Pengagum Rahasia. Apakah orang yang menelpon dirinya itu adalah.. Bang Adrian? Aleeya bertanya-tanya dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...