Kisah Belum Usai

Kisah Belum Usai
Pertarungan Dimulai


__ADS_3

Evelyn menghela nafasnya lalu mengusap wajahnya kasar, menurunkan kedua kakinya duduk di tepi ranjang, tatapannya jatuh pada nampan berisi bubur yang mungkin sudah dingin, namun tak peduli Evelyn pun tetap memakannya.


Menghabiskan bubur lalu menegak air mineral di dalam gelas, tangan Evelyn meraih obat, yang dia kira itu sebuah vitamin untuk kesehatannya.


Benar tidak ada gunanya bersedih, dan berlarut, dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan juga dua tahun tidak sebentar dia harus berdamai dengan hatinya, setidaknya selama masa kontraknya dengan Devan berjalan.


Tak peduli apa tujuan pria itu menyewanya yang pasti Evelyn hanya akan menyelesaikan semuanya lalu pergi dari sini, pergi sejauh mungkin seperti mimpinya.


Evelyn bergerak membersihkan diri mengenakan pakaian yang cantik dan merias diri, tak peduli dengan masa lalunya kali ini Evelyn sedang bekerja.


Evelyn tersenyum sangat cantik pada pantulan cermin, "Baiklah semuanya mudah, akan sangat mudah dan dua tahun akan berlalu begitu saja."


Evelyn keluar dari kamarnya dan berjalan menyusuri lorong hingga menemukan tangga untuk turun ke lantai satu.


Di ujung tangga Evelyn melihat seorang pria yang belum Evelyn kenali, pria itu menunduk hormat padanya lalu berkata "Perkenalkan saya Roger, nona. personal asisten tuan Devan.."


Evelyn tersenyum namun dalam hati mendengus sebal, terserah dia tak peduli, dia juga tak ingin di sanjung bahkan dihormati layaknya nyonya disini "Hallo aku Evelyn, panggil saja aku Eve, bisakah aku bertemu dengan tuan Devan?"


Roger mengeryit "Tuan sedang melakukan rapat virtual nona, anda bisa menunggu beberapa saat lagi.."


Karena Devan segera pergi ke vila dan meninggalkan rapat pentingnya jadilah rapat diadakan secara online.


Evelyn mengangguk "Aku akan menunggu.." Evelyn menunduk dan pergi dari hadapan Roger.


Roger mengerjapkan matanya, saat melihat dari foto- foto yang di dapatnya Evelyn memang terlihat cantik, namun Roger tak menyangka jika wanita yang pernah mengandung anak tuannya itu benar- benar cantik melebihi dari fotonya.


Dan lihatlah cara berjalannya begitu anggun dan seksii, dress setengah pahanya dan pinggulnya yang berlenggok seiring hentakan kakinya yang mengenakan high heels setinggi 10 centi sangat, indah. Pantas saja tuannya melakukan segala cara untuk menjerat wanita ini... Roger menggeleng mengenyahkan pikiran kotornya, jika tuannya tahu apa yang dia lakukan sekarang, tuannya pasti akan membunuhnya.

__ADS_1


Roger menggerakkan kakinya ke arah ruang kerja tepat di bawah tangga, lalu mengetuknya.


Tanpa menunggu jawaban Roger pun masuk, dan menunduk hormat pada Devan yang masih mendengarkan seseorang berbicara dari layar laptopnya.


"Baiklah untuk saat ini kita akhiri dahulu.. selamat malam.." Devan mematikan sambungan vidio tersebut dan menghadap Roger.


"Nona Eve, menunggu anda tuan.." Devan bangkit berdiri dengan jantung berdegup kencang.


"Kau yakin?"


"Ya tuan, nona menunggu anda di taman belakang."


Devan menelan ludahnya kasar, apakah Evelyn akan marah lagi dan mencoba membatalkan kontraknya, tapi tidak mungkin Evelyn sanggup dengan penaltinya jika Evelyn membatalkannya..


Rencana Devan adalah menjerat Evelyn dalam kontrak dan membuat wanita itu memaafkannya dan meluluhkan kembali hati Evelyn untuk kembali bersama.


Lalu bagaimana jika Evelyn mengancamnya..?


Menyakiti dirinya sendiri misalnya?, dan Devan tidak akan sanggup melihat Evelyn terluka.


Devan melihat Evelyn yang sedang menatap jauh kedepan, kedua tangannya di lipat memeluk diri sendiri dan sesekali mengusap lengan atasnya yang terbuka, hembusan angin malam menerbangkan rambut panjangnya terlihat cantik dan menawan.


Cahaya bulan berpendar menambah aura cantik pada Evelyn, dan membuat jantung Devan berpacu penuh pemujaan.


Tatapan Devan jatuh pada pakaian Evelyn yang sedikit terbuka, tidak, bukan sedikit, tapi terlalu seksii, dan rasanya sungguh tidak rela membiarkan pria lain menikmatinya "Pergi!" Devan mendelik pada Roger dan para Bodyguard yang berada tak jauh memperhatikan Evelyn.


Devan meminta mereka untuk selalu mengawasi Evelyn tapi saat ini melihat Evelyn sangat cantik dan seksii membuat Devan berdecak marah "Suruh juga mereka pergi!."

__ADS_1


"Baik tuan.." Roger memberi isyarat, para bodyguard pun mengangguk dan mulai menjauh.


Devan menyiapkan hatinya untuk bertatap muka kembali dengan Evelyn, dan bersiap untuk kembali menerima tatapan kebencian bahkan makian dari wanita yang pernah melahirkan putranya itu.


Tidak masalah, Devan akan menerima semua itu demi kembali mendapat maaf dari wanita pujaannya.


"Eve.." Evelyn menoleh dan tersenyum.


Devan tertegun, apa dia bermimpi Evelyn tersenyum padanya, benarkah?.


Apakah Evelyn sedang berusaha untuk menerimanya kembali dan berdamai dengan keadaan.


itu bagus bukan..


Devan belum selesai dengan lamunannya saat Evelyn berkata sesuatu yang membuat hatinya serasa tertusuk tak kasat mata..


"Maafkan aku untuk beberapa waktu lalu, tuan. Aku terlalu larut dengan masa laluku, tapi aku jamin setelah ini tidak akan ada lagi kekecewaan anda untuk menyewa saya.."


"Saya akan melakukannya secara profesional, dan mari mulai sekarang bekerja sama seperti penyewa dan pemuas pada umumnya.."


...


Hoooo...


Lanjut...


Apakah Devan mampu meluluhkan hati Evelyn dan kembali bersama, Atau Evelyn benar- benar mengakhiri kisah mereka yang belum usai..?

__ADS_1


__ADS_2