Kisah Belum Usai

Kisah Belum Usai
Cukup Menjadi Simpanan Saja


__ADS_3

"Bolehkah aku pergi jalan- jalan.." setelah makanan di piringnya habis, Evelyn kembali bicara.


"Hmm tentu, aku akan mengantar kemanapun kamu mau.."


"Tidak- tidak aku bisa pergi sendiri, dan juga aku tidak mau diikuti.."


"Mereka tidak hanya mengikuti, tapi mereka menjagamu sayang"


Evelyn memutar matanya malas "Aku bukan anak kecil."


Devan mengusap bibirnya saat di selesai dengan makannya dan berdiri menghampiri Evelyn "Bukan hanya anak kecil yang butuh perlindungan."


"Ayolah, Dev ini berlebihan kamu seperti menahanku disini.."


Devan terkekeh "Salah satu alasanku adalah agar kamu tidak lari.."


Evelyn membelalak "Sekalipun aku mau aku tidak bisa melakukannya.."


Devan menghela nafasnya, Devan tahu Evelyn begitu ingin pergi darinya "Itu baru salah satu alasanku, aku memiliki banyak alasan untuk memberikan penjagaan untukmu"


Evelyn diam..


"Ayo kemana kamu akan pergi.."


Evelyn mengerutkan keningnya dan mencari alasaan "Kau tidak bekerja."


"Beberapa hari lalu aku sudah menghabiskan waktuku untuk bekerja, jadi dua hari ini aku milikmu."


Evelyn mengerut tak suka, niatnya ingin pergi menghibur diri sambil menelusuri keberadaan orang tuannya, tapi jika bersama Devan kemana dia akan pergi.


"Tidak jadi, aku akan dirumah saja, jadi kau bisa pergi bekerja." Evelyn bangun dari kursi makan dan akan kembali ke kamar.


"Kamu marah?" Devan berjalan mengikuti Evelyn.


"Tidak,"

__ADS_1


"Sayang, aku melakukan ini untuk kebaikanmu.. "


Evelyn mendengus tak suka "Lagipula nanti kamu akan terbiasa dengan kehadiran mereka."


Untuk apa dia terbiasa.. dia tidak akan lama disini.


Evelyn menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Devan "Baiklah aku tidak akan protes dengan para pengawalmu, berikan aku rumah yang lebih kecil dan tidak perlu ada pelayan, aku yang akan melakukan semuanya sendiri." Evelyn tidak suka, semua pelayan itu terlalu mengikutinya sampai mandipun Evelyn harus dimandikan, Evelyn merasa risi.


Devan menghela nafasnya "Kamu akan kelelahan nanti.."


Evelyn bergeming dan menyilangkan tangannya di dada, melihat Evelyn yang masih diam akhirnya Devan mengalah "Baiklah, aku akan cari apartemen untuk kita."


"Kita.." Evelyn mengerutkan keningnya.


"Ya, karena kita akan tinggal bersama."


"Apa?! bukannya kamu hanya datang saat kamu menginginkan aku.."


"Aku bahkan selalu menginginkanmu.." Devan menarik Evelyn mendekat dan mencium bibirnya, melu matnya dan memasukkan lidahnya, Evelyn tak berdaya selain menyambut dan membalas ciuman Devan, hingga pria itu menarik dirinya kembali.


Evelyn masih terdiam, namun tatapan matanya tak lepas dari Devan, bibirnya bahkan masih basah akibat ciuman mereka barusan.


Devan mengerutkan keningnya "Kenapa?"


Evelyn menggeleng lalu tersenyum "Aku ingin belanja, bolehkah?" hanya itu yang tiba- tiba terlintas di otaknya, meski sebenarnya dia tak terlalu menginginkannya.


"Tentu.."


.


.


.


Devan menyetir sambil sebelah tangannya menggenggam tangan Evelyn, hal seperti ini yang Devan nantikan pergi berdua bersama dan menikmati kencan, ya.. anggap saja mereka sedang kencan, dulu saat mereka pacaran jika ada waktu luang mereka lebih banyak menghabiskannya di apartemen untuk bercinta dari pada nongkrong di cafe selayaknya pasangan ABG, Devan yang selalu menggebu dan Evelyn yang selalu menuruti apa keinginannya membuat Devan bersemangat.

__ADS_1


Namun kini Devan ingin mengisinya seperti pasangan pada umumnya jalan- jalan dan menikmati waktu bersama, menciptakan kenangan indah agar Evelyn tak ingin pergi darinya.


Evelyn mengangkat alisnya saat melihat sebuah mobil dibelakang mereka, mobil itu terus mengikuti sejak mereka keluar dari Villa "Sejak kapan kamu menggunakan bodyguard?" setahunya dulu Devan memang kaya, tapi pria itu hidup selayaknya pemuda bebas dan tinggal di apartemen seorang diri, tapi sekarang kemana pun pria itu pergi selalu ada pria berbaju hitam mengikutinya.


"Sejak aku mewarisi perusahaan keluargaku.. kamu tahu persaingan bisnis tak semuanya sehat, dan banyak dari mereka menyingkirkan saingan mereka dengan cara kotor."


"Kamu pernah mengalaminya?"


"Sering."


Evelyn mengerutkan keningnya "Benarkah?"


"Hmm.. aku bahkan pernah mengalami kecelakaan yang di sengaja, mobilku menabrak pembatas jalan dan hampir masuk jurang."


Diam- diam Evelyn menelan ludahnya merasa takut, namun dia menutupi ekspresinya dengan mencibir "Hampirkan?, dan tidak terjadi.."


"Kamu tidak khawatir padaku?" Devan menyeringai "Meskipun baru hampir, tapi aku juga terluka cukup parah karena benturan yang keras."


Evelyn tertawa "Jadi sejak itu kamu jadi penakut.."


"Bukan penakut sebenarnya, tapi karena tanggung jawabku yang besar aku harus selalu selamat, karena jika aku mati seluruh karyawanku mungkin akan menjadi pengangguran karena perusahaan akan bangkrut jika tidak memiliki pemimpin yang kompeten."


"Apa itu alasan kamu juga menempatkan mereka bersamaku," Evelyn terkekeh "Jika begitu kamu tak perlu khawatir aku bukan orang penting, bahkan pebisnis yang memiliki banyak saingan, lagipula mereka tidak mengenalku."


"Saat mereka melihat kamu bersamaku, itu berarti kamu termasuk incaran mereka, dan aku tidak ingin sesuatu terjadi pada kekasih berhargaku."


".." Devan mengusak rambut Evelyn, dia tak tersinggung meski Evelyn terus mencibirnya, karena Devan tahu Evelyn tidak sungguh- sungguh, terasa dari genggaman tangan Evelyn yang tiba- tiba mengencang saat Devan menceritakan kecelakaannya, Evelyn pasti ketakutan.


"Untuk itu kamu tidak perlu menunjukan ku di depan orang lain, aku cukup menjadi simpanan saja.." Hati Devan terasa dingin sekarang.


...


Masih tunggu kontrak turun, yang sabar ya...🤗


Doain semoga kontraknya segera turun.🙏

__ADS_1


__ADS_2