
Handphone Luna berkali-kali bunyi di saat ia lagi sarapan bersama keluarga nya. Namun tak di angkat oleh Luna. Karena yang menelpon adalah Arkan.
"Sayang kok telepon nya gak di angkat sih, emang siapa yang telepon?" tanya Rahma karena dari tadi handphone nya Luna berbunyi terus.
"Engga kok Ma, bukan siapa-siapa.'' jawab Luna bohong
"Itu pasti Papa yang telepon kenapa Mama tidak angkat." ucap Lula membuat semuanya melihat ke arah Luna.
Luna terdiam ia menghentikan aktivitas makan nya. Di tatap nya satu persatu keluarga nya.
"Apa benar yang di katakan Lula? kalau begitu biar Papa yang bicara sama dia." tanya Bayu dengan tatapan tajam menatap Luna.
"Pa, kita lagi sarapan aku gak mau bahas itu. Kalau Papa mau bicara sama Mas Arkan nanti aku kasih nomor nya Mas Arkan. Tapi aku mohon sama Papa jangan pernah buat Mas Arkan marah karena itu bisa memperlambat perceraian aku dengan Mas Arkan." jawab Luna
"Lula sayang kamu sekolah nya diantar Tante Selly ya, Mama berangkat kerja dulu. Assalamu'alaikum." ucap Luna setelah itu ia pergi meninggalkan ruang makan.
......................
Sementara itu di rumah Windy lagi ketakutan bagaimana tidak Erwin terus saja mengancam nya. Ia terus meminta uang yang si janji kan Windy pada nya. Apalagi saat ini dia dan Arkan sedang bertengkar. Jadi ia tidak tau bagaimana cara meminta uang pada Arkan.
"Aku harus cari cara bagaimana bisa mendapatkan uang seratus juta dengan cepat. Kalau Mas Arkan tidak bisa kasih aku uang itu berarti aku harus cari cara lain." ucap Windy seorang diri.
Di saat ia lagi memikirkan itu Arkan pun pulang. Arkan pulang dengan keadaan baju yang sudah acak-acakan. Serta tangan terluka yang masih belum di obati nya.
__ADS_1
"Mas, dari mana aja sih kamu semalaman gak pulang? Aku dari semalam nungguin kamu, tapi kamu gak pulang-pulang ke rumah. Kamu pasti nyariin Luna kan?" tanya Windy dengan tatapan tajam menatap Arkan.
"Kamu bisa diam gak sih, berisik tau gak. Kalau kamu gak suka aku nyariin Luna ya udah kita pisah aja. Aku juga udah muak sama kamu. Apalagi setelah aku tau selama ini kamu bohongin aku. Kamu pikir aku gak tau kamu masih berhubungan dengan mantan kamu yang bernama Erwin itu? Aku tau semua nya. Aku juga tau kalau kamu butuh uang seratus juta untuk di kasih ke Erwin. Aku juga tau siapa orang yang menabrak Lula waktu itu. Itu Erwin kan? kamu yang menyuruh dia untuk menabrak Lula kan? kami pikir selama ini aku bodoh, aku gak sebodoh yang kamu pikirkan." Arkan menatap Windy dengan tatapan tajam kesabaran nya nya sudah habis di tambah lagi ia belum ketemu sama Luna dan Lula.
Windy terdiam ia tidak bisa mengelak lagi Arkan sudah mengetahui semua nya. Sekarang ia hanya tinggal menunggu Arkan menceraikan nya.
"Kenapa diam? Kaget aku tau semuanya? Ia selama ini aku menyuruh orang untuk mematai kamu. Karena selama ini aku sudah curiga sama kamu."
"Mas, maafin aku. Aku kemarin di paksa sama Erwin. Aku gak pernah berniat membuat Lula celaka. Itu semua ide nya Erwin, dia telah menjebak aku. Mas, aku mohon jangan pergi tinggalin aku. Aku janji akan selalu jadi istri yang baik buat kamu." Windy berusaha mencari alasan supaya Arkan tidak mencerai kan nya. Karena jika itu terjadi ia tidak akan bisa lagi hidup mewah seperti saat ini.
"Kamu udah bikin aku kecewa. Mulai hari ini aku talak kamu!" ucap Arkan kemudian ia pergi meninggalkan Windy.
Deg Windy tertunduk lemas di samping ranjang. Kata talak yang di ucap kan Arkan sungguh membuat ia syok bagaimana tidak pernikahan mereka baru sebentar. Tapi hari ini ia sudah di talak oleh Arkan.
"Mas, aku gak terima ya kamu kamu ceraikan aku. Aku gak mau pisah dengan kamu." mohon Windy namun Arkan tak memperdulikan nya.
"Mas, aku bicara sama kamu. pokok nya aku gak mau kamu cerai kan aku. Tega kamu Mas sama aku setelah apa yang kamu lakukan sama aku. Kamu tau aku rela berhenti bekerja demi menikah dengan kamu. Pokoknya aku gak mau cerai dengan kamu." ucap Windy ia tak terima dengan apa yang di lakukan Arkan pada nya.
"Keputusan aku sudah bulat kita harus tetap berpisah. Aku gak bisa hidup sama kamu lagi. Hubungan kita ini salah Windy. Seharusnya aku tidak menikah dengan kamu. Maaf atas apa yang aku lakukan sama kamu selama ini." jawab Arkan kemudian ia pergi dari rumah yang ia beli untuk Windy.
"Mas..... aku gak mau pisah sama kamu." teriak Windy ia sungguh tak mau berpisah dengan Arkan. Karena Arkan yang selama ini membuat hidup nya menjadi lebih baik. Karena sebelumnya ia hanya seorang anak yatim piatu yang bekerja di sebuah perusahaan. Namun karena Arkan meminta nya berhenti bekerja, ia pun berhenti bekerja dan memilih menikah dan hidup bersama dengan Arkan. Walaupun ia hanya menjadi istri kedua. Dan sekarang Arkan menceraikan nya bisa-bisa ia menjadi gembel karena tidak punya apa-apa lagi.
......................
__ADS_1
Luna tengah sibuk menyiapkan berkas-berkas yang di suruh oleh Arga, Karena hari ini dia ada meeting penting. Dan karena Luna adalah sekretaris nya jadi Luna lah yang menyiapkan semua nya.
"Gimana sudah siap semua berkas-berkas nya?" tanya Arga sembari membenarkan jas nya yang sedikit berantakan.
"Ia sudah siap semua kita tinggal berangkat aja." jawab Luna
"Oke kita berangkat sekarang.'' jawab Arga dan mereka pun berangkat menuju sebuah perusahaan tempat di mana mereka akan meeting.
Sementara itu di sekolah Lula duduk sendirian di sebuah taman sekolah nya. Ia menangis karena teman-teman nya mengejek jika diri nya yang tidak punya Papa. Karena selama ini ia tak pernah di antar oleh Arkan ke sekolah. Karena kesibukan Arkan yang membuat ia tidak bisa mengantar kan Lula ke sekolah nya.
"Papa jahat aku benci Papa." teriak Lula di saat Lula berteriak ternyata ada guru yang mendengar nya dan guru tersebut menghampiri Lula yang sedang menangis.
"Lula kenapa? Kok nangis ada yang nyakitin Lula?" tanya seorang guru yang menghampiri nya.
"Teman-teman ejek Lula Bu. Katanya Lula tidak punya Papa." jawab Lula
"Emang Papa nya Lula kemana?" tanya sang guru lagi
"Papa ada kok Bu, tapi Papa sama Mama lagi bertengkar. Kata Nenek Papa sama Mama mau berpisah." jawab Lula lagi
Sang guru memeluk Lula. Ia tau bagaimana perasaan Lula saat ini. Orang tua yang berpisah anak yang jadi korban. Itu lah yang di alami Lula sekarang.
"Udah Lula jangan sedih lagi, nanti biar Ibu yang bicara sama teman-teman biar teman-teman tidak mengejek Lula lagi." bujuk sang guru dan Lula pun menurut ia menghapus air matanya dan tersenyum menatap guru nya.
__ADS_1
bersambung