
"Akhirnya selesai juga, sekarang waktu nya pulang tapi sebelum pulang aku mau mampir dulu sebentar ke toko buku, aku mau beli kan buku mewarnai buat Lula." ucap Luna sembari membereskan meja kerja nya.
.................
Laki-laki yang di suruh Windy untuk mencelakai Luna sudah menunggu Luna.
Ia menunggu Luna tak jauh dari kantor Luna.
Tak lama kemudian Luna keluar ia berjalan ke arah mobil nya lalu masuk ke dalam mobil. Dan di saat Luna menjalankan mobil nya, laki-laki itu pun mengikuti Luna.
Dan di saat Jalanan sepi Laki-laki itu pun menabrak mobil Luna dan mobil yang di bawa Luna menabrak ke arah pohon. Hingga membuat kepala nya kebentur setir dan kaki nya kejepit. Setelah membuat Luna celaka ia pun pergi dari tempat itu.
Mobil yang di bawa Luna sudah berasap sementara itu Luna masih di dalam karena kaki nya kejepit.
"Tolong.... tolong...." teriak Luna dengan suara menahan kesakitan dan berusaha untuk keluar dari mobil.
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti dan ia pun menolong Luna.
"Luna? ayo aku bantu." ucap laki-laki itu
Laki-laki itu membantu Luna dan setelah Luna keluar dari mobil, mobil itu pun meledak.
"Kamu harus bertahan Luna sebentar lagi kita tiba di rumah sakit." ucap laki-laki itu sembari fokus menyetir mobil.
Setelah tiba di rumah sakit ia langsung turun dari mobil dan langsung memanggil suster untuk segera menolong Luna.
Beberapa menit kemudian
Laki-laki itu dengan cemas menunggu Luna di depan ruang UGD. Ia sangat khawatir dengan keadaan Luna.
Tak lama Dokter keluar. Laki-laki itu mendekat ke arah Dokter dan langsung menanyakan keadaan Luna.
"Gimana Dok, keadaan Luna? Dia baik-baik aja kan Dok?" tanya laki-laki itu
"Apa anda keluarga dari pasien?" tanya Dokter
"Iya Dok! Tolong kasih tau saya tentang keadaan Luna?" jawab laki-laki itu
"Saat ini Luna tidak sadarkan diri dan setelah saya periksa seperti nya pasien mengalami amnesia." jawab Dokter
Laki-laki itu menangis mendengar jawaban dari Dokter barusan.
"Dok, tapi Luna bisa sembuh kan?" tanya laki-laki itu dengan raut wajah cemas
"InsyaAllah dengan izin Allah pasien bisa sembuh." jawab Dokter
__ADS_1
"Syukur lah kalau begitu apa saya bisa lihat Luna di dalam?" tanya laki-laki itu
"Silakan, tapi saya minta jangan lama-lama. Karena takut nya mengganggu pasien." jawab Dokter
"Iya Dok makasih." ucap laki-laki itu
Laki-laki itu masuk ke ruang rawat Luna. Terlihat Luna sedang terbaring lemas dengan tangan di infus nya serta perban di kening dan kaki nya.
Laki-laki itu mendekat ke arah Luna kemudian menggenggam tangan Luna dengan erat.
"Lun, ini aku Deri teman sekaligus mantan pacar kamu. Kamu masih ingat kan sama aku. Dulu kita pernah pacaran hingga akhirnya aku pergi dan kamu menikah dengan Arkan. Sekarang aku kembali semoga kamu masih ingat sama aku. Sampai saat ini perasaan aku sama kamu masih sama seperti dulu. Gak ada yang berubah aku masih tetap cinta sama kamu." ucap Deri walaupun ia tau Luna tak mendengar nya karena ia masih belum sadar.
Deri mencium tangan Luna dengan penuh cinta. Hingga membuat air mata nya keluar.
"Cepat sembuh cinta pertama nya aku. Aku rindu sama kamu Lun." ucap Deri dengan air mata membasahi pipi nya.
.....................
Lula berdiri di depan pintu ia menunggu Mama nya pulang. Karena ia sudah tidak sabar ingin menceritakan tentang teman baru nya di sekolah.
Bayu yang baru saja pulang langsung menghampiri Lula. "Lula kok berdiri di sini Lula lagi nungguin siapa?" tanya Bayu
"Lula lagi nungguin Mama Kek, biasa nya kan Mama sudah pulang tapi kok sekarang Mama belum pulang juga ya, Kakek ayo telepon Mama Lula khawatir sama Mama." jawab Lula
"Gak di angkat sama Mama." jawab Bayu dengan berusaha kembali untuk menelpon Luna.
Lula menangis saat Bayu tak bisa menghubungi Mama nya. Tangis nya pecah hingga terdengar oleh Nenek nya yang sedang berada di dapur.
"Ada apa Pa, kenapa Lula menangis?" tanya Rahma pada suaminya
"Lula nangis karena Mama nya belum pulang. Papa juga sudah berusaha telepon Luna tapi gak di angkat oleh dia." jawab Bayu dengan wajah cemas karena ia melihat Lula masih menangis.
"Iya juga ya Pa, biasanya Luna sudah pulang jam segini tapi kok dia belum pulang juga ya. Mama jadi khawatir sama dia, coba deh Papa telepon Arga bos nya Lula siapa tau Lula masih di kantor. Papa kan punya nomor telepon Arga."
"Ya udah kamu tenang kan Lula dulu, Papa mau telepon Arga." jawab Bayu
"Iya Pa." jawab Rahma
"Lula sayang ayo ikut Nenek kita ke kamar Lula. Nanti Nenek buat kan cemilan kesukaan Lula." bujuk Rahma dan Lula menurut ia mengikuti Rahma ke kamar nya. Namun ia masih tetap menangis.
"Halo Nak Arga maaf saya ganggu Nak Arga. Saya cuma mau tanya apa Luna masih ada di kantor? Soal nya dari tadi Luna belum pulang, Lula nangis terus karena Mama nya belum pulang." jelas Bayu
"Luna tidak ada di kantor Pak. Tadi saya dapat info dari karyawan di kantor saya kalau Luna mengalami kecelakaan dan mobil yang di kendarai nya meledak. Sekarang saya lagi menuju ke lokasi." jawab Arga
Tangan Bayu gemetar mendengar apa yang di kata kan Arga. Ia syok sekaligus khawatir dengan keadaan Luna. Ia juga gak tau harus bilang apa pada Lula dan istri nya jika Luna mengalami kecelakaan.
__ADS_1
"Om, Om masih di sana?" tanya Arga
"Iya, kamu kasih tau di mana lokasi kecelakaan nya saya segera ke sana. Oh iya gimana keadaan Luna apa dia selamat dari kecelakaan itu?" tanya Bayu dengan cemas
"Saya kurang tau Pak gimana keadaan Luna. Saya matiin dulu telepon nya soal nya saya sudah tiba di lokasi tempat kecelakaan Luna terjadi. Saya akan segera kirim lokasi tempat kecelakaan Luna terjadi." jawab Arga
"Iya Nak Arga." jawab Bayu dan telepon pun di mati kan oleh Bayu
Bayu bergegas ke kamar Lula. Ia ingin memberitahu istri nya jika Luna mengalami kecelakaan. Di buka nya pintu dengan perlahan terlihat Rahma sedang membujuk Lula. Rahma yang sadar akan suami nya pergi meninggalkan Lula dan keluar menemui Bayu.
"Ada apa Pa? kenapa Papa terlihat cemas seperti itu?" tanya Rahma
"Luna Ma, Luna....."
"Luna kenapa Pa?" tanya Rahma yang sudah mulai khawatir
"Luna mengalami kecelakaan dan mobil yang di kendarai nya meledak." jawab Bayu
Rahma memegang tangan Bayu ia syok mendengar apa yang terjadi pada Luna. Ia juga bingung bagaimana cara kasih tau Lula jika Mama nya mengalami kecelakaan.
"Papa gak bohong kan sama Mama? Sekarang Luna ada di mana Pa?" tanya Mama lagi
"Papa gak tau. Sekarang Papa mau ke tempat di mana Luna mengalami kecelakaan. Mama di rumah aja ya jagain Lula, dan Papa minta Mama jangan kasih tau Lula dulu soal ini." jelas Bayu
"Iya Pa, Papa hati-hati. Kalau ada apa-apa Papa segera kasih tau Mama." jawab Rahma
Bayu bergegas menuju lokasi tempat Luna kecelakaan.
....................
Di tempat kecelakaan Luna terjadi sudah ada polisi serta orang-orang yang penasaran akan kejadian tersebut. Arga sekarang sedang bersama polisi ia sedang menanyakan tentang keadaan Luna dan kenapa Luna bisa kecelakaan.
"Saya juga belum tau kenapa kecelakaan ini bisa terjadi. Dan setelah kami cari korban tidak ada di mobil nya kemungkinan korban sudah di tolong oleh seseorang sebelum mobil ini meledak." jelas Polisi
Bayu tiba di lokasi ia segera turun dari mobil dan segera ia menghampiri Arga yang sedang bersama polisi.
"Gimana Pak, dimana anak saya Luna apa dia selamat?" tanya Bayu dengan raut wajah khawatir
"Sebelum mobil ini meledak kemungkinan korban sudah di tolong oleh seseorang. Dan mungkin sekarang korban sudah di bawa ke rumah sakit." jawab Polisi
"Om sebaiknya kita ke rumah sakit siapa tau Luna ada di sana?" saran Arga dan Bayu mengangguk setuju
mereka berdua pergi menuju rumah sakit terdekat. Arga pergi menggunakan mobil nya dan Bayu menggunakan mobil nya.
bersambung
__ADS_1