Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 18


__ADS_3

Mobil yang di bawa Arga tiba di sebuah hotel tempat berlangsung nya acara. Luna dan Lula segera turun dari mobil. Mereka kemudian mengikuti Arga untuk masuk ke dalam. Di dalam sudah banyak sekali para tamu yang hadir. Termasuk keluarga nya Arga. Arga langsung mengenal kan Luna pada orang tua nya.


Mereka berjalan menghampiri orang tua nya Arga. Karena ia ingin memperkenalkan Luna pada orang tua nya terutama Mama nya.


"Ma, Pa kenal kan ini Luna." ucap Arga memperkenalkan Luna pada orang tuanya.


Luna tersenyum menatap kedua orang tuanya Arga. "Halo Om, Tan aku Luna teman nya Arga waktu kecil dan juga sekretaris nya Arga di kantor." Luna memperkenalkan diri pada orang tau nya Arga.


Mereka tersenyum menatap Luna begitu juga Luna. "Ini anak kamu?" tanya Mama nya Arga dengan menatap Lula di samping Luna.


"Iya Tan." jawab Luna dengan ramah


Mama nya Arga berjongkok menyamai tubuh nya dengan Lula. Ia mengelus pipi Lula dengan lembut.


"Nama kamu siapa?" tanya Mama nya Arga


Lula tersenyum menatap Mama nya Arga di depan nya. "Nama aku Lula." jawab Lula dengan suara khas anak kecil.


"Nama yang bagus. Nama Oma Rita, Lula boleh panggil Oma Rita."


"Iya Oma." jawab Lula dengan tersenyum senang.


Arga dan Luna tersenyum melihat kedekatan antara Lula dan Rita. Apalagi Luna ia sangat senang karena ia dan Lula bisa di terima di keluarga Arga.


"Kalian ngobrol saja dulu, Mama sama Papa mau ajak Lula ambil es krim dulu. Gak apa-apa kan sayang Tante ajak Lula makan es krim?" tanya Rita pada Luna


"Iya Tan gak apa-apa. Lula jangan nakal ya, Lula harus dengarkan apa kata Oma dan Opa." jawab Luna dan berpesan kepada Lula supaya tidak nakal.


"Iya Ma." jawab Lula


Sementara Lula ikut orang tua nya Arga, Luna ikut Arga untuk di kenal kan dengan sepupu nya. Luna berjalan di samping Arga, namun saat mereka berjalan tak sengaja Luna menabrak seseorang.


"Kalau jalan itu pakai mata dong." omel seseorang sambil membersihkan minuman nya yang tumpah mengenai baju nya.


"Maaf-maaf Mbak saya gak lihat." ucap Luna karena di sini emang ia yang salah karena tadi ia sempat melihat ke bawah jadi ia gak lihat ada orang di depan nya.


Seseorang itu menatap ke arah Luna setelah ia membersihkan baju nya.


Luna?


Windy?


"Oh, jadi kamu yang nabrak aku, kamu lihat ni baju aku kotor." omel Windy ia tak peduli pada orang-orang yang menatap nya.

__ADS_1


"Aku minta maaf aku salah." ucap Luna


Windy diam ia sama sekali tak menatap Luna. Ia menatap Arga yang berada di samping Luna.


"Hebat juga ya kamu belum pisah sama Arkan udah gandeng cowok baru aja." ucap Windy membuat Luna emosi dengan ucapan dari Windy.


"Dari pada kamu perebut suami orang." jawab Luna dengan suara kencang ia sengaja supaya orang-orang tau siapa Windy sebenarnya. Dan karena ucapan Luna semua orang menatap ke arah Windy.


"Awas ya kamu Luna akan aku balas suatu saat nanti." ucap Windy dengan wajah kesal kemudian ia pergi.


Arga menatap Luna dengan penuh tanda tanya. Luna yang tau apa maksud Arga langsung menjelaskan kepada Arga siapa wanita tadi.


"Dia Windy, istri kedua Mas Arkan. Tapi, mereka udah pisah karena Mas Arkan lebih memilih aku dari pada dia." jelas Luna


"Oh gitu. Jadi kamu sama Arkan gimana, apa kamu mau balikan sama dia?" tanya Arga dan pertanyaan itu membuat Luna tak bisa menjawab nya karena ia masih ragu apa harus balikan sama Arkan atau tetap berpisah.


"Aku gak tau. Aku masih ragu, di sisi lain aku kasian sama Lula. Jika kami berpisah Lula pasti akan sedih, tapi jika kami terus bersama akan ada yang tersakiti di antara kami. jawab Luna


"Menurut aku kamu ketemu deh sama suami kamu. Kalian bicara baik-baik. Jangan sampai karena kalian berpisah Lula yang jadi korban nya. Aku kasian sama Lula, jika kalian berpisah pasti dia akan sedih." usul Arga dan itu membuat Luna jadi berpikir tentang usulan dari Arga.


"Ya udah nanti aku pikir kan lagi usulan dari kamu. Aku lapar ni cari makan yuk. Sekalian aku juga mau cari Lula." ajak Luna


dan Arga mengangguk setuju.


Lula yang sudah duluan duduk memanggil Mama nya dan mengajak nya duduk di samping nya.


"Ma, Mama kemana aja. Lula cariin Mama dari tadi?" tanya Lula


"Mama dari sana tadi, oh Lula sudah makan?" tanya Luna


"Udah Ma." jawab Lula


"Oh iya maaf Luna, Tante mau tanya apa kamu sudah berpisah dengan Papa nya Lula?" tanya Rita


"Saat ini kami masih belum berpisah tapi aku sudah mengurus semuanya supaya kami segera berpisah." jawab Luna dengan wajah sedih


"Oh gitu, Tante saran kan sama kamu jika kalian belum berpisah sebaiknya kamu jangan dekat dulu dengan laki-laki lain Tante gak mau aja kamu di omongin orang-orang." saran Rita


"Iya Tan, Mama juga bilang begitu sama aku. Tadi nya aku tidak mau pergi ke sini. Tapi, karena Arga maksain aku terpaksa deh aku ikut." jelas Luna dan itu membuat Arga menatap Luna dengan tatapan tajam.


"Arga, benar apa yang di kata kan Luna?" tanya Rita dengan tatapan tajam menatap Arga membuat dia menjadi takut.


"Kan, Mama yang suruh aku. Karena aku gak punya pacar aku ajak aja Luna. Lagi pula Luna tidak sendiri dia juga ajak Lula juga." jawab Arga

__ADS_1


"Iya tapi kan kamu tau Luna itu punya suami. Mama gak mau kamu di bilang perebut istri orang." jawab Rita


Luna hanya diam ia merasa bersalah karena ucapan nya tadi membuat Arga dan Mama nya jadi bertengkar.


"Udah Tante ini bukan salah nya Arga ini juga salah nya aku. Aku minta maaf karena telah membuat Tante dan Arga bertengkar." lerai Luna


"Iya tidak apa-apa sayang Tante gak nyalahin kamu kok. Udah kamu lanjut makan lagi, tante mau menemui teman Tante dulu di sana. Ayo Pa."


"Iya Tan." jawab Luna kemudian ia melanjutkan makan nya.


Setelah selesai makan, Luna pamit pulang karena Lula sudah meminta untuk pulang. Sebelum pulang mereka bersalaman dulu dengan pengantin yang baru saja melakukan ijab kabul.


"Selamat ya semoga langgeng dan bahagia selalu." ucap Luna


"Makasih." jawab sang pengantin perempuan yaitu sepupu dari Arga.


"Cie yang bawa pacar nya." goda sang pengantin mempelai laki-laki. Membuat Arga mencubit tangan nya.


"Aw sakit tau. Sayang lihat itu sepupu kamu." adu laki-laki kepada istri nya yang di samping.


"Maka nya kamu jangan godain dia dong." ucap sang wanita


Luna yang melihat itu hanya tersenyum. "Ya udah kita pamit ya sekali lagi selamat." ucap Luna dan berjalan ke arah luar dengan menggandeng tangan Lula.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Arga pun melaju kan mobil nya ke arah rumah Luna.


"Ma, Lula senang sekali deh malam ini, karena Lula bisa ketemu sama Om baik." ucap Lula


"Om baik?"


"Iya Om baik! Om Arga Lula senang deh ketemu sama Om. Om baik sama Lula gak kayak Papa jahat. Kapan-kapan Om main ya ke rumah Nenek. Lula senang deh main sama Om. " ucap Lula


"Om juga senang main sama Lula. Nanti kapan-kapan Om ajak Lula jalan-jalan ya. Lula mau gak?" tanya Arga sembari fokus menyetir mobil nya.


"Iya Lula mau. Nanti kita beli es krim sama gulali ya Om?" jawab Lula dengan antusias


"Iya, nanti Om ajak Lula beli es krim sama gulali."


"Yeay makasih Om baik." ucap Lula dengan kegirangan


Luna hanya tersenyum melihat Arga dan Lula berbicara. Ia senang karena Lula sudah tidak sedih lagi.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2