Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 32


__ADS_3

Setelah telepon di tutup Bayu melanjutkan pekerjaannya. Ia kembali mengambil laptop nya dan mengerjakan pekerjaan nya.


Sementara itu Luna tertidur dengan pulas nya di kamar. Terlihat dari wajah nya ia sangat lelah.


...----------------...


Arkan memasuki rumah yang tak begitu besar itu, ia kemudian duduk di sofa dengan menyilang kan kaki nya. Tak lama kemudian seseorang datang dari arah dapur membawa segelas minuman dan kemudian ia meletakkan minuman itu di atas meja.


"Gimana kamu masih mau bekerja sama dengan aku?" tanya Arkan


"Iya, tapi ada syaratnya, aku mau kita balikan." jawab Windy


"Balikan?" Arkan tersenyum saat Windy mengajak nya untuk balikan


"Kamu gak mau balikan sama aku?" tanya Windy


"Ok! Tapi ingat ya, aku gak mau ada yang tau jika kita balikan lagi. Karena jika itu terjadi semua rencana aku bisa gagal semua." jawab Arkan


"Deal!" Windy mendekat ke arah Arkan ia kemudian menyender kan kepala nya di bahu Arkan.


"Makasih ya, sudah mau balikan sama aku. Aku janji akan selalu jadi pacar yang baik buat kamu." ucap Windy


Arkan hanya diam ia tak memperdulikan Windy yang sedang berbicara dengan nya.


"Kamu pikir aku mau balikan sama kamu. Enggak! aku melakukan itu supaya rencana aku berhasil." batin Arkan


"Arkan-Arkan, kamu pikir aku masih cinta sama kamu. Aku terpaksa melakukan ini biar aku bisa dapat uang lagi dari kamu. Dasar bodoh kamu Arkan, mau aja aku bohongi." gumam Windy dalam hati.


Lula sedang bermain bersama Tante nya di ruang keluarga. Mereka sedang menggambar bersama. Lula terlihat sangat senang karena Tante nya mau di ajak main dengan nya. Di tengah mereka bermain Luna datang dan duduk di samping Lula.


"Mama ayo ikut kita main bareng." ajak Lula


Luna hanya menatap kedua nya.


"Dek, kamu kenapa?" tanya Selly

__ADS_1


"Aku mau bicara sama Kakak?" jawab nya dengan menatap Selly serius


Selly mengangguk ia kemudian duduk di atas sofa meninggal kan Lula yang masih sibuk menggambar. Luna mengikuti Selly duduk di atas sofa.


"Apa Kakak tau siapa Dery?" tanya Luna


"Dery? Kamu masih ingat sama Dery?" tanya Selly balik


"Dia yang menyelamatkan aku waktu kecelakaan. Kata Dery dia mantan aku, apa itu benar?" tanya Luna


"Iya dulu kalian sempat pacaran. Tapi kalian putus karena Dery harus pergi ikut orang tua nya. Terus kamu ketemu sama Arkan dan kalian pacaran. Tapi Mama sama Papa tidak setuju dengan hubungan kalian. Hingga akhirnya kalian memutuskan untuk pergi dari rumah dan kalian menikah tanpa restu dari Mama, Papa dan orang tua nya Arkan." jelas Selly


"Jadi gitu cerita nya. Sekarang Arkan kemana?" tanya Luna lagi


Selly terdiam ia hanya menatap wajah Luna. Terlihat Luna sedang memikirkan sesuatu.


"Sebaiknya aku cerita kan sama Luna apa enggak ya. Kalau aku cerita takut nya Luna seperti kemarin." gumam Selly dalam hati


"Kak, kenapa diam saja? Arkan di mana sekarang kok dia gak tinggal sama kita?" tanya Luna


"Papa itu jahat Mama, dia lebih sayang sama Tante Windy dari pada kita. Sekarang kita udah gak tinggal lagi sama Papa, Mama kan lagi bertengkar sama Papa." timpal Lula


"Bertengkar? jahat?" Luna sangat bingung akan jawaban dari Lula.


"Iya Ma, Mama kan lagi bertengkar sama Papa. Maka nya sekarang kita gak tinggal lagi bareng Papa." jawab Lula


Luna memegang kepala nya. Jawaban dari Lula sungguh membuat ia berpikir keras.


"Kalau kamu mau pergi silakan, tapi jangan harap kamu bisa bawa Lula pergi dari rumah ini." itu lah selintas hal yang sedang ada di pikiran Luna. Namun ia tak mengingat siapa orang yang berbicara seperti itu pada nya.


"Aaaaa.....sakit....." teriak Luna


Selly sungguh panik, ia kemudian mendekat ke arah Luna. Ia mencoba menenangkan Luna.


"Dek, kamu gak apa-apa, kita ke rumah sakit aja ya, Kakak takut ada apa-apa sama kamu?" ajak Selly

__ADS_1


"Tidak usah Kak. Aku gak apa-apa, aku hanya butuh istirahat aja." jawab Luna ia kemudian melangkah meninggalkan Selly dan Lula.


Lula menatap Selly dengan tatapan bingung serta khawatir. "Lula tidak usah takut Mama baik-baik aja kok. Mama hanya butuh istirahat." jelas Selly karena ia tau kenapa wajah Lula sangat khawatir seperti itu.


"Lula benci sama yang orang yang udah buat Mama seperti itu? Siapa sih orang yang telah buat Mama seperti itu?" tanya Lula dengan raut wajah kesal.


"Tante gak tau." jawab Selly dan memang benar Selly tidak tau.


......................


Windy begitu senang hari ini karena ia bisa membeli tas yang sudah lama ia inginkan. Ia bisa membeli itu, karena ia di kasih uang oleh Arkan. Tapi Arkan tidak kasih percuma pada Windy, ada syarat nya. Windy harus bisa membawa Lula pada nya.


Windy mengerahkan anak buah nya. Untuk melakukan apa yang di suruh Arkan.


"Lakukan apa yang saya minta, tapi ingat jangan sampai ada yang tau soal ini. Nanti kalau misalnya kalian ketahuan kalian bilang kalau Arkan yang menyuruh kalian menculik Lula. Tapi saya harap kalian berhasil, karena kalau kalian berhasil saya akan kasih bonus lebih pada kalian." jelas Windy pada anak buah nya.


"Siap Bos!" jawab mereka bersamaan


......................


Luna baru saja di beli kan HP oleh Papa nya, karena HP nya hilang waktu kecelakaan. Dengan senang ia menerima HP dari Papa nya. Hal pertama yang di lakukan Luna dengan HP itu adalah mendengar kan lagu. Luna memutar lagu lewat youtube lagu yang ia pilih adalah lagu milik Lesti, sekali seumur hidup.


Setelah lagu itu di putar, Luna duduk sembari membaca novel yang ada di kamar nya.


Sementara itu Lula yang kamar nya berada di sebelah Luna, merasa terganggu akan musik yang di main Luna. Bagaimana tidak Luna memainkan nya cukup kencang. Hingga membuat Lula yang sedang tertidur terganggu akan suara musik dari Luna.


keesokan pagi nya Lula sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Namun mata nya masih terlihat mengantuk karena semalam ia tidak bisa tidur karena suara musik yang di mainkan Luna.


"Lula kenapa gak semangat gitu?" tanya Rahma


"Iya Nek, semalam Mama main musik keras banget, Lula jadi gak bisa tidur deh." jawab Lula


Rahma menatap Luna yang sedang makan nasi goreng buatannya. "Luna, lain kali kalau mau main musik jangan keras-keras ya, kasihan Lula dia gak bisa tidur." ucap Rahma pada Luna.


Luna tak menghiraukan Rahma ia malah pergi dari meja makan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2