Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 33


__ADS_3

"Udah Ma, gak usah marah sama Luna. kita lanjut saja makan nya."


"Iya Pa, maaf. Ya udah Lula nanti biar Nenek yang antar Lula ke sekolah ya." bilang Rahma pada Lula dan Lula mengangguk dengan mulut penuh roti.


Luna masuk ke kamar nya ia duduk di atas ranjang. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu. "Arkan? apa dia suami ku?" tanya nya dalam hati.


Anak buah dari Windy sudah berada di depan rumah Luna. Mereka lagi menunggu Lula, karena ia ingin mengikuti Lula. Ia ingin tau di mana sekolah Lula yang baru.


"Maaf nyonya seperti nya ada yang mengikuti kita di belakang?" bilang sang supir pada Rahma di belakang.


Rahma sontak langsung menoleh ke belakang. Dilihat nya ada beberapa buah mobil di belakang mereka. Tapi saat mobil yang lain belok, ada satu mobil yang tetap mengikuti mereka.


"Iya sih Pak benar, ada orang yang mengikuti kita." jawab Rahma


"Ya udah Pak, bawa mobil nya di cepat kan saja. Nanti pas di depan Bapak belok saja ke kiri. Nanti kita ke sekolah Lula nya lewat jalan pintas saja." jelas Rahma pada sang supir.


"Iya Nyonya." jawab sang supir


"Nenek ini ada apa?" tanya Lula dengan wajah takut karena Pak supir membawa mobil nya sangat cepat.


"Enggak ada apa-apa kok sayang. Nenek takut Lula telat aja maka nya Nenek suruh Pak supir bawa mobil nya cepat." jelas Rahma ia tak mau Lula tau jika ada yang mengikuti mereka.


"Oh gitu!" jawab Lula


"Oh iya Lula nanti kalau Lula udah tiba di sekolah, Lula langsung masuk ya ke kelas jangan ke mana-mana lagi, terus nanti pulang sekolah nya tungguin Nenek jemput jangan kemana-mana lagi. Oh satu lagi Lula harus ingat jangan pernah pergi sama orang yang Lula gak kenal." pesan Rahma pada Lula


"Iya Nek." jawab nya dengan tersenyum menatap Rahma.


Sementara itu orang yang di suruh Windy mengikuti Lula, ketinggalan jejak karena sang supir membawa mobil nya sangat cepat hingga membuat mereka tidak bisa mengejar nya. karena supir yang mengantar Lula mengambil jalan pintas biar cepat tiba di sekolah.


"Ya u udah Nenek pulang dulu ya. Lula harus ingat pesan Nenek tadi." pamit Rahma pada Lula.


"Iya Nek, Nenek tenang aja Lula bisa kok jaga diri." jawab nya dengan semangat.


Lula melambaikan tangan nya setelah mobil berjalan meninggalkan dirinya.


......................

__ADS_1


"Dasar bodoh kalian! Masa gitu aja gak bisa sih, pokoknya saya mau kalian harus bisa bawa Lula ke saya." omel Windy pada anak buah nya yang gagal menculik Lula.


"Iya maaf Bos." ucap mereka dengan wajah takut.


"Ya udah kalian boleh pergi." ucap Windy dan mereka pun pergi meninggalkan Windy.


"Sial! kalau aku gak bisa dapatkan Lula, aku juga gak bisa dapat uang dari Arkan." gumam Windy


......................


Luna duduk di teras sembari menatap sebuah foto yang ia ambil dari dinding rumah nya. Foto itu adalah foto keluarga nya. Ia menatap foto itu dengan serius.


"Itu foto waktu kita liburan di bali waktu kamu masih kecil." ucap Rahma seolah tau apa yang sedang di pikir kan Luna.


"Ini siapa?" tanya nya pada anak kecil yang duduk di pangku Bayu.


"Itu kamu waktu umur 4 tahun. Coba deh kamu lihat, wajah kamu mirip banget kan sama Lula."


Luna terus memperhatikan foto tersebut. "Ini aku waktu masih kecil?" tanya Luna


Luna terdiam ia berusaha mengingat semua kejadian masa kecil nya.


......................


"Jadi Mama kamu sudah pulang ke rumah?" tanya Irfan pada Lula


"Iya, Mama aku sudah pulang. Tapi Mama aku lagi sakit dia Amnesia." jawab Lula


"Amnesia itu apa?" tanya Irfan bingung


"Amnesia itu orang yang lupa ingatan." jawab Lula


"Jadi Mama kamu gak ingat dong sama kamu?" tanya Irfan lagi karena ia sungguh penasaran akan cerita dari Lula.


"Iya, bahkan kemarin Mama dorong aku. Aku takut sekali sama Mama kemarin, tapi sekarang udah enggak Mama sudah baik sama aku. Hanya saja dia belum ingat siapa aku." jelas Lula


"Oh gitu kamu yang sabar ya, semoga Mama kamu bisa cepat sembuh."

__ADS_1


"Amin, makasih Irfan." ucap Lula


"Oh iya aku hampir lupa besok aku ulang tahun kamu datang ya nanti ke ulang tahun aku. Jangan lupa ajak Mama kamu juga."


"Iya, besok pasti aku datang." jawab Lula dengan antusias


Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 Rahma sudah berada di jalan untuk menjemput Lula ke sekolah nya. Tapi kali ini ia tidak sendirian ia mengajak serta Luna untuk ikut dengan nya. Karena nanti setelah menjemput Lula, ia berencana mengajak Lula dan Luna pergi ke tempat yang pernah di datangi Luna.


Tiba nya di sana Lula sudah menunggu mereka di gerbang sekolah. Luna kemudian masuk ke dalam mobil, namun berapa kaget nya ia melihat Luna ada di dalam mobil tersebut.


"Mama? Yeay.... Mama jemput Lula ke sekolah. Makasih ya Ma, Lula senang sekali. Sering-sering ya Ma, jemput Lula." ucap nya dengan wajah bahagia.


Saat Lula berbicara pada nya, Lula tak memperdulikan kan nya ia hanya menatap ke arah luar menatap anak-anak yang baru pulang sekolah.


"Mama kok diam aja sih, Lula kan lagi bicara sama Mama." kesal Lula pada Luna yang tak menghiraukan nya.


Sayang, gak boleh seperti itu, Lula kan tau Mama lagi sakit."


"Tapi Nek, Lula kesal masak Lula bicara Mama diam aja."


Luna yang melihat Lula kesal dengan nya langsung memeluk Lula dengan erat. Seperti nya ia sudah mulai merasakan jika Lula adalah anak nya.


"Maafkan Mama ya, Mama gak bermaksud buat kamu kesal sama Mama. Lula gak marah kan sama Mama?" jelas Luna dengan masih memeluk Lula.


"Iya Ma, Lula gak marah kok sama Mama." jawab Lula ia kemudian melepaskan pelukan nya dengan Mama nya.


"Makasih ya sayang." ucap Luna dengan tersenyum.


Rahma yang melihat kejadian itu terharu di buat nya. Karena melihat dua orang yang di sayangi berpelukan.


"Luna sayang cepat sembuh ya, biar kamu bisa jaga dan rawat Lula seperti dulu." ucap Rahma dalam hati.


"Pak, sebelum pulang kita pergi ke mall dulu ya. Saya mau beli sesuatu." pinta Rahma pada sang supir.


"Baik Nya." jawab sang supir ia kemudian melajukan mobil nya menuju mall.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2