
Jam pulang sekolah telah tiba murid-murid berlarian keluar dari kelas. Mereka menghampiri orang tua mereka yang menjemput mereka. Sementara itu Lula dan Irvan berjalan santai menuju gerbang sekolah.
"Ternyata sekolah di sini seru juga ya, teman teman nya baik-baik semua. Gak kayak sekolah aku dulu mereka pada jahat-jahat sama aku." ucap Lula sembari jalan menuju gerbang
"Emang mereka jahat kenapa sama kamu?" tanya Irvan
"Mereka sering ngatain aku karena aku gak pernah di antar Papa ke sekolah. Dan mereka bilang aku gak punya Papa." jawab Lula setelah mereka tiba di gerbang
"Jahat banget sih mereka. Papa kamu juga kan gak bisa antar karena lagi kerja. Sama kayak Papa aku yang dulu dia juga gak pernah antar aku ke sekolah. Tapi sekarang udah enggak, karena aku udah punya Papa baru, sekarang dia yang antar jemput aku ke sekolah. Karena Mama aku tidak bisa dia lagi urusin Adik aku di rumah."
"Kamu punya Adik?" tanya Lula
"Iya aku punya Adik. Dia laki-laki namanya Reyhan. Aku senang sekali sekarang aku udah punya teman di rumah. Jadi aku gak kesepian lagi deh." jawab Irvan dengan wajah bahagia
"Aku juga mau bilang nanti sama Mama aku juga mau Adik baru. Biar aku ada temannya di rumah." ucap Lula
Di tengah-tengah mereka bercerita seseorang memanggil nama Irvan. Irvan menoleh ke asal suara tersebut.
"Lula aku duluan ya, sampai ketemu besok." ucap Irvan dan Lula tersenyum sambil melambaikan tangan nya.
"Iya Irvan hati-hati di jalan." jawab Lula
Irvan masuk ke mobil dan meninggalkan Lula sendiri. Tak lama Rahma pun datang menjemput Lula.
"Nenek...." teriak Lula dengan kegirangan
Rahma langsung mendekati Lula dengan senang. Ia senang karena Lula sudah ceria lagi.
"Kok Lula senang sekali sih, emang ada apa? Nenek boleh tau gak?" tanya Rahma
"Iya soalnya Lula punya teman baru namanya Irvan. Dia baik banget sama Lula. Dia juga sama seperti Lula, Papa sama Mama nya juga bertengkar sama kayak Papa dan Mama. Tapi sekarang dia sudah bahagia karena Mama nya sudah nikah lagi dan Irvan punya Papa baru. Dan juga punya Adik baru." cerita Lula pada Nenek nya.
"Oh gitu berarti Lula betah dong sekolah di sini?" tanya Rahma
__ADS_1
"Betah dong kan teman-teman nya baik-baik." jawab Lula dengan wajah senang
"Oh gitu, ya udah ayo kita pulang." ajak Rahma namun Lula tak menjawab ia hanya menatap Nenek nya.
"Lula kenapa kok tatap Nenek seperti itu?" tanya Rahma
"Nenek Lupa ya sama janji Nenek tadi pagi. Nenek kan janji mau ajak Lula ketemu sama Papa setelah Lula pulang sekolah." jawab Lula dengan menatap Rahma serius
"Iya Nenek ingat kok. Tapi gak bisa sekarang soal nya tadi Nenek telepon Papa, katanya Papa lagi sibuk gak bisa temuin Lula." jawab Rahma bohong
"Ya udah deh kalau Papa gak bisa ketemu sama Lula, nanti Lula minta sama Mama aja Papa baru. Lula mau seperti Irvan punya Papa baru, Lula juga nanti mau minta Adik sama Mama. Biar Lula ada teman nya di rumah." jawab Lula
Rahma tersenyum mendengar apa yang di kata kan Lula. Ia tak habis pikir dengan permintaan dari cucu nya itu. Bisa-bisa nya ia minta Papa baru dan Adik baru sama Mama nya.
"Ya udah nanti kita kasih tau Mama ya, sekarang kita pulang dulu."
"Iya Nek." jawab Lula
......................
"Bicara apa seperti nya sangat serius?" tanya Luna
Arga membenarkan duduk nya ia kemudian menarik nafas dalam-dalam dan kemudian ia mulai berbicara kepada Luna.
"Langsung saja aku sebenarnya suka sama kamu apa kamu mau menikah sama aku?" tanya Arga
Luna terdiam Arga teman masa kecilnya menyukai dirinya. Dan ia tak tau harus jawab apa. Ia masih trauma dengan pernikahan nya dulu.
"Tapi kalau di lihat-lihat Arga baik, dia juga sayang sama Lula. Apa aku terima aja lagi pula aku dan Arkan sudah pisah." Luna sedang bertanya-tanya dalam hati nya tentang perasaan nya kepada Arga.
"Ga, kalau aku jawab nya besok engga apa-apa?" tanya Luna
"Engga apa-apa kok, tapi aku harap jawaban kamu enggak mengecewakan aku." jawab Arga
__ADS_1
Jawaban dari Arga membuat Luna delima apa yang harus ia lakukan. Jika ia menolak Arga pasti Arga akan marah pada nya tapi jika dia menerima Arga ia juga takut kejadian dulu terulang lagi walaupun ia tau Arga baik. Tapi siapa yang tau hati seseorang hari ini dia baik tapi nanti nya kita enggak tau.
"Tapi kalau jawaban aku gak sesuai dengan apa yang kamu harap kan, apa kamu akan marah sama aku?" tanya Lula
"Kita lihat aja besok apa jawaban kamu mengecewakan aku atau tidak." jawab Arga kemudian ia pergi meninggalkan Luna seorang diri di meja tempat ia dan Luna
sedang makan di sebuah kafe.
"Apa yang harus kau lakukan?" Luna berpikir sejenak sebelum ia benar-benar pergi dari tempat itu.
"Ah sudah lah nanti saja aku pikir kan sekarang aku balik dulu ke kantor. Selesai kan dulu semua kerjaan nanti setelah itu baru aku pikir kan mana yang terbaik nanti nya." ucap Luna seorang diri
Luna beranjak dari kursi ia dan berjalan keluar meninggal kan kafe. Ia masuk ke mobil dan melajukan nya ke kantor tempat nya bekerja.
......................
"Aku mau kamu celaka kan perempuan ini, dan aku mau kamu buat dia cacat. dan ingat jangan sampai ada yang tau tentang ini. Kalau kamu berhasil membuat ia celaka saya akan kasih kamu bonus lebih dari apa yang saya janji kan." jelas Windy pada seorang laki-laki yang ia suruh untuk mencelakai Luna.
"Baik, Bos tenang aja semua akan beres." jawab laki-laki tersebut
"Bagus! Ya udah kamu boleh pergi." jawab Windy dengan senyum licik nya
"Kamu lihat aja Luna sebentar lagi kamu akan menderita sama seperti apa yang telah kamu lakukan sama aku." ucap Windy dalam hati
......................
"Apa yang harus aku lakukan supaya Lula bisa tinggal sama aku. Aku gak bisa diam aja
aku harus lakukan sesuatu. Pokoknya Lula harus tinggal sama aku." ucap Arkan seorang diri di ruangan nya.
Arkan mengambil handphone nya ia kemudian menelpon seseorang.
"Aku tunggu kamu nanti jam 3 di tempat biasa." ucap Arkan
__ADS_1
"Ok!" jawab seseorang di seberang sana
bersambung