
Luna duduk di meja sambil termenung sampai-sampai Arga memanggilnya tak ia saut.
"Lun, Luna...." panggil Arga sekali lagi namun Luna masih saja tak menyautnya.
"Luna......" teriak Arga tepat di telinga Luna dan itu membuat Luna tersadar dari lamunan nya.
"Iya ada apa Ga?" tanya Luna
"Kamu kenapa dari tadi aku panggilkan gak kamu saut? Kamu ada masalah ya?" tanya Arga balik
"Engga apa-apa kok aku cuma kurang enak badan aja. Dan kamu tau lah aku begini kenapa." jawab Luna
Arga mencoba memegang kening Lula. Ia ingin tau apakah Luna sakit atau tidak.
"Badan kamu panas sebaiknya kamu pulang aja dulu gak usah masuk kerja hari ini. Aku izin kan kamu pulang untuk istirahat."
"Beneran aku gak apa-apa pulang?" tanya Luna
"Iya, kamu pulang aja buat istirahat." jawab Arga dan Luna mengemasi barang-barang nya untuk bersiap-siap pulang.
"Tapi kamu masih kuat kan nyetir sendiri? atau mau aku suruh supir aku aja yang antar kamu?" tawar Arga
"Gak usah Ga, aku masih bisa kok nyetir sendiri." jawab Luna sembari mengemasi barang-barang nya.
"Ya udah hati-hati ya, aku keruangan aku dulu. Masih banyak kerjaan." ucap Arga
"Iya Ga." jawab Luna
Arkan berada di dekat sekolah Lula, ia sedang menunggu Lula pulang sekolah. "Lula sayang sebentar lagi kita akan bertemu dan Papa akan bawa Lula pergi jauh." ucap Arkan dengan mata nya menatap sekolahan Lula.
__ADS_1
saat ini jam menunjukkan pukul 12:00 tepat dan sebentar lagi Lula akan pulang. Dan beberapa menit kemudian bel pulang sekolah berbunyi murid-murid berlarian keluar pagar. Ada yang di jemput Mama atau Papa nya. Ada juga yang di jemput supir. Dan ada pula yang pulang sendiri karena mungkin rumah nya tidak jauh dari sekolah nya. Dan tak lama Lula keluar ia kemudian berdiri di depan pagar sekolah karena kebetulan Nenek nya belum menjemput nya.
Arkan yang berada di dalam mobil keluar ia menyebrang jalan menghampiri Lula.
"Lula...." teriak Arkan Lula langsung melihat kearah orang yang memanggilnya.
Papa!
Lula langsung memeluk Papa nya dengan erat. begitu juga dengan Arkan ia memeluk Lula juga dengan sangat erat.
"Papa Lula kangen banget sama Papa. Papa kok gak pernah temuin Lula?" tanya Lula
"Semalam kan Papa ke rumah Lula, tapi Mama gak izinkan Papa untuk bertemu Lula. Kata Mama Lula gak mau ketemu sama Papa karena Papa jahat sama Lula." jawab Arkan
"Engga kok Lula mau ketemu sama Papa. Tapi Papa jahat, Papa gak sayang sama Lula. Dan Mama juga jahat sama Lula. Tadi Mama bentak Lula. Kenapa sih kalian gak mau dengerin Lula, Lula kan mau Papa sama Mama balikan kenapa kalian gak mau balikan?"
"Iya Pa, Lula mau. Tapi Papa izin dulu ya sama Mama, biar Mama gak khawatir cariin Lula nanti nya." jawab Luna
"Sebelum Papa ke sini, Papa udah izin kok sama Mama dan Mama ngizinin buat Papa ajak Lula pergi." jawab Arkan bohong padahal sebenarnya ia ingin membawa Lula pergi jauh dari Mama nya.
Arkan menggendong Lula dan membawanya masuk ke mobil. dan setelah mereka masuk mobil yang di bawa Arkan pun melaju. Setelah mobil Arkan pergi Rahma pun tiba di sekolahan Lula. Rahma turun dari mobil ia menghampiri satpam jaga di sekolahan Lula.
"Maaf Pak, Bapak lihat Lula gak?" tanya Rahma
"Oh Lula, dia sudah di jemput sama Papa nya tadi. Barusan aja dia pergi." jawab satpam tersebut.
"Oh gitu makasih ya Pak." jawab Rahma ia kemudian bergegas masuk ke mobil karena ia ingin menyusul Lula.
Sang supir melaju kan mobil nya dengan cepat. Sementara itu Rahma sedang harap-harap cemas, bagaimana tidak Lula pergi bersama Papa nya. Dan hal itu pasti akan membuat ia di marahi oleh Luna, karena membiarkan Lula pergi ikut Papa nya.
__ADS_1
"Aduh gimana ini pasti Luna akan marah sama aku, karena aku gak bawa Lula pulang ke rumah." Rahma sangat khawatir dengan keadaan Lula di tambah ia takut jika Luna akan marah pada nya.
Karena mobil yang di bawa Arkan tidak dapat ia kejar, Rahma memutuskan untuk pulang. Mobil Rahma tiba Bersamaan dengan mobil Luna yang baru juga tiba di rumah. Rahma turun dengan wajah takut dan cemas. Ia berdiri mematung di depan pintu teras.
"Ma, Mama udah pulang Lula Mana?" tanya Luna
Rahma terdiam bibir nya kaku ia tak sanggup mengatakan pada Luna bahwa Lula pergi di bawa Arkan.
"Ma, Mama kenapa diam Lula mana?" tanya Luna lagi kali ini dengan menggoyang-goyang kan tubuh Rahma.
"Lu... Lula di bawa Arkan pergi." jawab Rahma dengan terbata-bata
"Lula di bawa Arkan pergi? emang Mama kemana sih sampai Lula di bawa Papa nya pergi?" tanya Luna dengan emosi
"Maafkan Mama sayang tadi Mama ada urusan sebentar maka nya Mama telat jemput Lula. Pas Mama sampai di sana Lula sudah tidak ada. Mama coba tanya sama satpam katanya Lula ikut Papa nya." jelas Rahma
Luna mengambil handphone nya di dalam tas ia lalu menghubungi Arkan.
Nomor yang ada hubungi sedang sibuk silakan tunggu beberapa saat lagi.
"Angkat dong Mas kamu bawa Lula pergi kemana sih?" Luna semakin emosi karena telepon nya tidak di angkat oleh Arkan.
Rahma berusaha untuk menenangkan Luna. Dan mengajak nya untuk duduk di kursi teras. Namun baru saja Ia melangkah kaki nya menuju kursi untuk duduk ia pun tumbang.
Brukkkk
Luna tergeletak pingsan di lantai teras. Rahma yang ada di sana sangat panik ia kemudian memanggil orang yang ada di dalam rumah namun tak ada yang menyaut hingga akhirnya supir yang biasa mengantar untuk menjemput Lula, mendengar akan teriakan Rahma dan sang supir membantu Luna untuk di bawa nya ke dalam rumah.
bersambung
__ADS_1