Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 37


__ADS_3

Karena Arkan tidak kunjung bisa membawa Lula untuk tinggal dengan nya. Akhirnya Dewi bertindak ia menyuruh anak buah nya untuk membawa Lula ke rumah nya. Dan itu berhasil. Sekarang Lula sudah ada di rumah nya.


"Kalian siapa lepasin Lula, Lula mau pulang." ucap Lula dengan menatap Dewi dan anak buah nya.


"Lula sayang, Lula gak usah takut. Ini Oma nya Lula. Oma adalah Ibu dari Papa nya Lula." jelas Dewi


Lula menatap orang yang ada di depan nya. Wajah nya judes dan tangan kiri nya memegang sebuah kipas. Lula mundur ke belakang ia takut dengan orang yang ada di depan nya.


"Lula jangan takut Oma gak jahat kok. Oma bawa Lula ke sini karena permintaan dari Papa. Katanya Papa kangen sama Lula. Sekarang Papa lagi sakit, Lula mau ya lihat Papa. Kasian Papa gara-gara mikirin Lula, Papa jadi sakit dan gak mau makan." bujuk Dewi dan Lula akhirnya menurut ia mengikuti Dewi pergi ke kamar Arkan yang berada di lantai dua.


"Papa?"


"Lula?" Arkan yang berbaring di kasur nya kaget tiba-tiba melihat Lula sudah ada di kamar nya.


"Lula kok bisa ada di sini?" tanya Arkan yang sudah duduk bersandar di ranjang nya.


"Mama yang bawa Lula ke sini. Maka nya jadi orang itu yang pintar dikit." jawab Dewi dengan sedikit mengomeli Arkan.


''Makasih Ma." jawab nya dengan tersenyum


Lula mendekat ke arah Arkan ia kemudian naik ke atas ranjang dan memeluk Arkan dengan erat.


"Lula kangen banget sama Papa. Coba aja dulu Papa gak nyakitin Mama. pasti sekarang kita lagi sama-sama. Pa kenapa sih Papa harus pisah sama Mama?" tanya Lula


"Karena Papa udah gak cinta lagi sama Mama." Jawab Arkan


Mendengar itu Lula langsung menjauh dari Arkan. Wajah nya cemberut menatap Arkan.


"Lula benci Tante Windy." ucap nya membuat Arkan bingung di buat nya.

__ADS_1


"Kenapa Lula gak suka sama Tante Windy?" tanya Arkan walaupun ia tau jawabannya karena Windy telah merebut Papa nya.


"Iya, Tante Windy udah gak bikin Papa gak cinta lagi sama Mama." jawab Lula


Sementara itu Rahma, Bayu, Luna dan lainnya sedang cemas karena Lula belum juga pulang ke rumah. Mereka sudah mencari Lula tapi, mereka belum juga menemukan Lula.


Bayu juga sudah menghubungi Arkan tapi telepon nya tidak di angkat oleh Arkan.


"Ma, gimana ini Lula masih belum ketemu kalau terjadi apa-apa sama Lula gimana?" Luna terlihat cemas ia sungguh khawatir dengan keadaan Lula. Bagaimana tidak gara-gara ada preman yang mencegat nya untuk menjemput Lula. Dia jadi telat jemput Lula dan akhirnya ia Lula sudah di bawa sama anak buah nya Dewi.


"Udah Luna tenang ya, Lula baik-baik aja dia pasti akan pulang." Rahma berusaha menenangkan Luna. Tapi tetap saja Luna tidak bisa tenang karena Lula belum pulang ke rumah.


"Papa yakin ini pasti Arkan yang bawa Lula pergi. Kalau bukan Arkan siapa lagi, dia kan sangat menginginkan Lula." ucap Bayu


"Iya Mama juga berpikir seperti itu." sambung Rahma


......................


"Suka Pa. Tapi Lula mau pulang, Lula takut Mama khawatir sama Lula. Papa anterin Lula pulang ya." pinta Lula


"Kok pulang sih, padahal Oma udah siapin makanan kesukaan Lula. Oh iya Papa hampir lupa tadi Oma bilang kalau Oma sudah izin sama Mama kalau Lula mau nginap di sini beberapa hari. Dan Mama bolehin Lula nginap di sini." Jelas Arkan


"Tapi Mama sudah janji kalau Lula libur sekolah Mama mau ajak Lula liburan. Jadi Lula harus pulang ke rumah." bantah Lula


"Lula gak mau kan Mama kecewa dan sedih karena Lula gak mau nurut apa kata Papa?" tanya Arkan dan langsung Lula menggeleng.


"Lula gak mau Mama sedih dan kecewa sama Lula. Iya lula mau nginap di sini. Tapi cuma tiga hari ya Pa?" jawab Lula dengan wajah sedih


"Kok sedih seharusnya Lula senang karena bisa ketemu Papa."

__ADS_1


"Lula mikirin Mama, tadi pagi Mama bilang mau jemput Lula. Papa telepon Mama yuk?" pinta Lula


Arkan hanya diam ia menatap Lula yang ada di hadapan nya. Ia bingung harus bohong apa lagi sama Lula supaya Lula tidak memaksa nya untuk pulang atau pun menelpon Mama nya.


"Kita makan dulu, nanti habis itu kita telepon Mama." tawar Arkan namun tetap saja Lula tidak mau.


"Enggak Lula gak aku makan. Lula mau telepon Mama." jawab nya dengan wajah cemberut.


"Stop Lula! gak usah sebut Mama lagi. Di sini gak ada Mama." bentak Arkan


Lula mundur ke belakang ia takut dengan Arkan yang barusan membentak nya. Ia kemudian berlari keluar dari kamar. Arkan mengejar Lula ia takut Lula akan pergi dari rumah ini. Tapi untung nya ada Papa nya yang menahan Lula supaya tidak pergi.


"cucu Opa kenapa?" tanya Aryo yang baru saja pulang dari kantor.


"Lula mau pulang ke rumah Mama. Lula gak mau di sini. Tadi Papa bentak Lula, Lula takut Opa." jelas nya membuat Aryo menatap tajam ke arah Arkan.


Arkan tau apa maksud dari Papa nya. ia kemudian menjelaskan kepada Papa nya.


"Lula tadi memaksa mau pulang terus Arkan bilang kalau Lula nginap di sini aja. Tapi dia nya gak mau. Terus Arkan gak sengaja bentak Lula dan membuat ia takut seperti ini." jelas Arkan


Aryo mendekati Lula ia kemudian menggendong cucunya itu. "Lula sayang Lula jangan takut sama Papa. Papa tadi gak sengaja kok bentak Lula. Lula jangan pergi ya dari rumah ini. Nanti kalau Lula pergi Papa bisa sakit lagi, emang Lula mau Papa sakit?" bujuk Aryo


Lula menatap ke arah Arkan. Di lihat nya wajah Arkan yang pucat. "Lula gak mau Papa sakit. Tapi Lula juga gak mau tinggal di sini Lula mau nya tinggal sama Mama. Opa ayo anterin Lula pulang ke rumah Mama." rengek Lula pada Aryo.


"Iya nanti Opa antar Lula pulang. Sekarang kita makan dulu. Lula pasti lapar kan?" bujuk Aryo


Lula memegang perut nya ia dari tadi ia belum makan. "Iya Opa Lula mau makan, tapi habis makan Opa antar Lula pulang ya?" pinta Lula


"Iya Opa janji akan antar Lula pulang ke rumah." jawab Aryo

__ADS_1


bersambung


__ADS_2