
Rahma mengoles minyak angin di hidung Luna. Tak berapa lama Luna pun sadar dari pingsan nya.
"Ma, Lula mana aku harus cari Lula sekarang." ucap Luna
"Kamu di sini aja dulu, gak usah kemana-mana kamu kan baru sadar dari pingsan." jawab Rahma ia berusaha menahan supaya Luna tidak pergi.
"Tapi Ma, aku mau jemput Lula. Aku gak mau Arkan bawa Lula pergi jauh." jawab Luna
"Iya Mama ngerti kamu kan masih lemah nanti saja kalau badan kamu sudah sehat, kita baru cari Lula. Kamu gak usah khawatir Mama udah suruh anak buah Papa buat cari di mana Arkan bawa Lula pergi. Sekarang kamu istirahat aja."
Luna kembali baring di atas kasur. Ia sudah sedikit tenang karena Mama nya sudah menyuruh orang untuk mencari di mana keberadaan Arkan.
Rahma keluar dari kamar ia membiarkan Luna sendiri di kamar. Di depan sudah ada anak buah dari Bayu suami nya.
"Gimana apa kalian sudah mengetahui di mana Arkan berada?" tanya Rahma
"Sudah Buk. Arkan membawa Lula ke puncak. Yang lain sudah ke sana untuk menjemput Lula." jawab salah satu anak buah yang badan nya lumayan besar.
"Bagus! ya udah kamu boleh pergi. Nanti kamu kabarin saya kalau ada info lagi." jawab Rahma dan anak buah dari suaminya itu pun pergi.
__ADS_1
Rahma masuk ke dalam menemui Luna. Ia ingin mengabarkan ke Luna bahwa ia sudah tau di mana keberadaan Lula. Pintu kamar di buka oleh Rahma dengan perlahan di sana terlihat Luna sedang berdiri termenung di dekat jendela.
Rahma mendekat kearah Luna. Ia memegang bahu Luna. "Sayang udah ya kamu gak usah sedih lagi, Mama udah tau sekarang Arkan bawa Lula kemana. Sekarang anak buah nya Papa sedang pergi jemput Lula ke sana. Dan mereka akan bawa Lula pulang ke rumah." ucap Rahma
Luna membalikkan badan nya. Ia menatap Mama nya dengan tatapan bahagia.
"Mama gak bohong kan sama aku? Emang Arkan bawa Lula kemana?" tanya Luna dengan antusias
"Arkan bawa Lula ke puncak. Dan kamu tenang aja sebentar lagi Lula akan pulang ke rumah ini." jawab Rahma
Luna memeluk Mama nya hati nya begitu bahagia mendengar Lula sebentar lagi akan pulang ke rumah ini.
Rahma yang melihat itu hanya geleng kepala. Ia kemudian mengikuti Luna ke teras depan.
......................
"Papa kenapa sih Papa harus pisah rumah sama Mama dan Lula? kan, Papa masih istri nya Mama?" tanya Lula
Arkan yang sedang bermain handphone di samping Lula langsung menatap ke arah Lula.
__ADS_1
"Apa Luna belum memberitahu Lula, kalau kita udah benar-benar berpisah?" ucap Arkan dalam hati
"Pa, jawab dong kok Papa diam aja sih?" tanya Lula dengan menggoyang-goyang kan tangan Arkan.
"Sekarang Papa yang tanya sama Lula, kalau Mama sama Papa memang benar berpisah Lula mau ikut siapa Papa atau Mama?" tanya Arkan balik
Lula terdiam ia sungguh bingung dengan pertanyaan dari Papa nya.
"Lula gak tau, Lula sayang dua-dua nya. Tapi kenapa Papa tanya seperti itu, kan Papa sama Mama tidak berpisah. Papa kan hanya bertengkar saja sama Mama?" jawab Lula
Namun belum juga Arkan menjawab pertanyaan dari Lula ada suara ketukan pintu dari pintu depan.
"Siapa yang datang, padahal kan gak ada yang tau aku tinggal di sini." batin Arkan
"Pa, itu siapa yang ketok pintu di depan?" tanya Lula
"Papa gak tau, Lula tunggu di sini sebentar ya, Papa mau lihat ke depan dulu." jawab Arkan
"Iya Pa." jawab Lula
__ADS_1
bersambung