Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 40


__ADS_3

Tujuh belas tahun kemudian


"Pa, Lula berangkat sekolah dulu ya." teriak Lula yang sudah berada di teras depan.


"Iya." jawab Arkan yang masih terdengar suara Lula walaupun ia masih berada di dapur.


Lula masuk ke mobil dan melajukan nya ke sekolah. Dengan cepat ia membawa mobil nya karena takut telat. Dan benar apa yang di takuti nya terjadi pintu gerbang sekolah nya sudah di tutup. Ia kemudian keluar dari mobil dan mencoba untuk membuka pintu gerbang tersebut. Namun gagal karena Pak satpam menahan nya untuk supaya ia tidak masuk.


"Pak saya mohon jangan tutup dulu pagar nya, izinkan saya masuk dulu." mohon Lula pada satpam penjaga sekolah nya.


"Gak bisa ini sudah peraturan sekolah. Jika ada anak yang telat, tidak boleh masuk ke sekolah." jawab satpam


"Pak saya mohon, sekali ini aja izinkan saya masuk." mohon Lula sekali lagi


"Saya bilang gak bisa, saya gak mau di pecat dari sini gara-gara kamu. Sekarang kamu pergi dari sini." usir satpam pada Lula.


"Ok! padahal saya sudah bawa sesuatu buat Bapak, tapi kayak nya Bapak tidak mau. Ya sudah saya bawa pulang aja lagi."


"Apa pun yang kamu ingin kasih ke saya. Itu tidak akan membuat saya luluh, saya tidak akan membuka pintu pagar ini." jawab satpam dengan bercak pinggang.


"Bener ni gak mau?" tanya Lula lagi dengan tersenyum menggoda pak satpam.


"Pergi atau saya lapor kan ke kepala sekolah biar kamu di hukum." ancam satpam pada Lula


Lula kemudian masuk ke mobil nya kembali setelah itu ia melajukan mobil nya meninggalkan sekolah nya. Tapi ia tidak pulang ia pergi ke sebuah tempat di mana ia biasa nongkrong bersama teman-teman nya.


Sebelum dia pergi ke sana ia menelpon dulu Papa nya mengabari jika dia tidak masuk sekolah karena telat. Namun Papa nya tidak marah karena yang membuat ia telat adalah Papa nya. Karena semalaman Lula di ajak nya untuk nonton bola dan alhasil itu membuat Lula bangun kesiangan begitu juga dengan dirinya.


Tak berapa lama setelah ia menelpon Arkan, Dika sang pacar datang. "Maka nya jangan begadang, kan gini jadi nya telat. Di bilangin juga gak usah begadang masih juga tetap begadang." omel Dika pada Lula yang hanya menatap nya diam.


"Iya, habis nya semalam Papa ajak aku nonton bola. Jadi, aku kesiangan deh bangun nya." jawab Lula dengan santainya


"Lain kali jangan gitu lagi ya?" pesan Dika


"Iya Dika anaknya Pak Tama." jawab Lula dengan tersenyum menggoda Dika.


......................

__ADS_1


"Mas, nanti makan siang nya mau aku antar atau kamu pulang ke rumah?" tanya Luna pada Arga


"Gak usah biar nanti Papa pulang aja. Oh iya nanti malam di hotel ada acara nanti kamu datang ya, sama yang lain nya." jelas Arga


"Iya Mas, nanti aku kabarin Mama dan Papa. Ya udah sana berangkat katanya ada meeting entar telat lagi."


"Iya, aku berangkat ya." pamit Arga dan Luna langsung mencium tangan Arkan.


Setelah berpamitan Arga berangkat ke kantor nya. Sementara Luna naik ke atas melihat anak nya yang masih tertidur. belum juga sempat ia masuk ke dalam kamar, sang anak sudah menangis dan memanggil nya.


"Iya sayang Mama di sini, gak usah nangis lagi ya." bujuk Luna sembari menggendong anak perempuan kecil yang umur nya 4 tahun itu.


"Mama kemana?" tanya nya dengan tatapan sedih menatap Luna


"Mama tadi habis nganterin Ayah ke depan. Ayah mau berangkat kerja." jawab Luna


"Alia lapar Ma." ucap nya dengan memegang perut nya yang kelaparan.


"Ayo kita ke bawah Mama sudah siapa kan nasi goreng kecap sama susu coklat buat Alia." ajak Luna dan Alia tersenyum senang mendengar nya.


"Makasih Ma." ucap nya setelah Luna meletakkan piring berisi nasi goreng di depan Alia.


"Sama-sama, kamu makan yang banyak Ya. Mama mau telepon Nenek dulu." jawab Luna dan Alia mengangguk.


......................


"Sayang, nanti malam Papa ada undangan kantor gitu, tapi Papa gak bisa datang kamu temenin aku ya ke sana."


"Iya, nanti aku izin sama Papa dulu. Jam berapa ke sana nya?" tanya Lula


"Jam 7 nanti aku jemput kamu ke rumah" jawab Dika


Lula hanya mengangguk sembari memakan makanan yang mereka pesan lewat HP.


......................


"Pak nanti malam ada undangan buat Bapak di hotel, apa Bapak mau datang atau di wakili saja?" tanya sang asisten

__ADS_1


"Saya gak mau datang nanti saya suruh Lula aja yang wakili saya. Biar nanti dia datang bersama Dika pacar nya." jawab Arkan


"Oh gitu, ya udah Pak saya keluar dulu. Nanti kalau ada apa-apa Bapak panggil aja saya."


Arkan mengambil HP nya ia kemudian menghubungi Lula. "Halo sayang kamu di mana? kamu ke kantor Papa ya sekarang, ajakin Dika juga ke sini." ucap Arkan


"Ada apa Pa, Papa kenapa suruh aku sama Dika ke kantor?" tanya Lula penasaran


"Nanti Papa kasih tau kamu, kalau kamu udah di kantor Papa." jawab Arkan


"Ya udah Lula sama Dika sebentar lagi ke kantor Papa." jawab Lula ia kemudian mematikan telepon nya.


"Ada apa?" tanya Dika setelah Lula selesai teleponan sama Arkan.


"Papa suruh kita ke kantor nya sekarang." jawab Lula


"Ya udah kita ke sana aja sekarang mungkin ada hal penting yang ingin di bicarakan Papa kamu sama kita." kata Dika dan Lula langsung bangkit dari duduknya ia kemudian masuk ke dalam mobil nya. Arkan kemudian menyusul Lula, ia juga masuk ke mobil nya dan mereka pun melaju kan mobil mereka masing-masing ke kantor Arkan.


Satu jam kemudian mereka tiba di kantor Arkan. Setelah memarkirkan mobil masing-masing mereka masuk ke dalam menemui Arkan di ruangan nya.


"Ada apa sih Pa?" tanya Lula yang sudah duduk di sofa ruangan Arkan.


"Gini nanti malam Papa ada undangan di sebuah hotel, nanti kamu datang ya gantiin Papa. Dan tadi Om Tama juga telepon Papa kalau dia gak bisa pergi katanya dia menyuruh Dika juga pergi ke sana. Jadi Papa minta kamu juga bisa wakili Papa nanti di acara itu." jelas Arkan


"Oh gitu, tadi Dika juga ngajakin Lula ke sana. Ya kan Dik?" tanya Lula dengan melirik ke arah Dika


"Iya Om, benar apa yang di kata kan Lula." jawab Dika


"Tapi sebelum pergi ke sana aku boleh kan pinjam kartu Papa buat beli baju baru." tanya Lula dengan tatapan memohon menatap Arkan.


Tanpa menjawab Arkan langsung mengambil kartu ATM nya di dompet. Setelah itu ia memberikan nya kepada Lula.


"Ini, tapi ingat jangan boros." pesan Arkan


"Oke Pa, siap!" jawab Lula ia kemudian memeluk Arkan dengan dengan erat. Dan juga ciuman yang bertubi-tubi di pipi kiri kanan Arkan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2