Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 34


__ADS_3

Lula sangat bahagia saat mereka tiba di sebuah mall. Bagaimana tidak sudah lama ia tidak ke mall. Begitu juga dengan Luna, ia juga terlihat senang.


"Kalian mau beli apa, baju, tas atau kita makan dulu nanti setelah itu baru jalan-jalan." tawar Rahma pada Luna dan Lula


"Lula mau ke toko buku Nek, Lula mau cari buku mewarnai dan buku cerita." jawab Lula dengan antusias.


"Ya udah kita ke toko buku sekarang. Luna kamu mau beli apa?" tanya Rahma


Luna terlihat sedang memikirkan sesuatu pertanyaan dari Mama nya tak ia hiraukan kan.


"Toko buku? Buku mewarnai?" Luna terlihat sedang teringat sesuatu.


"Luna sayang, ada apa?" tanya Rahma khawatir


"Luna ingat sesuatu waktu itu sebelum kecelakaan, Luna sempat ingin beli buku mewarnai. Tapi setelah itu Luna gak ingat lagi?" jawab nya


Rahma yang mendengar itu sungguh senang karena perlahan Luna sudah ingat dengan apa yang terjadi sebelum ia kecelakaan.


"Kamu ingat semua nya, kamu juga ingat siapa yang nabrak kamu waktu itu?" tanya Rahma dengan semangat karena ia sungguh penasaran siapa yang telah menabrak Luna. Karena polisi bilang tidak ada bukti sama sekali siapa yang telah menabrak Luna.


"Enggak! Luna masih gak ingat siapa yang menabrak Luna waktu itu. Luna hanya ingat waktu itu sebelum kecelakaan Luna sempat ingin membeli buku mewarnai." jawab Luna


"Mama pasti mau beli buat aku buku mewarnai? Lula senang deh dengar nya karena Mama sebentar lagi sembuh." ucap Lula dengan senang.


"Iya Mama juga senang sebentar lagi Mama akan sembuh." jawab Luna dengan senang juga.


"Ya udah yuk kita ke toko buku. Nanti habis itu kita cari makan." titah Rahma


"Lets go." jawab Lula dengan bersemangat


Sementara itu Arga lagi memilih sebuah tas.


"Menurut Mbak yang mana yang bagus?" tanya Arga pada sang pelayan


"Kalau boleh saya tau ini buat siapa? Pacar atau istri nya Mas?" tanya sang pelayan


"Saya belum punya istri atau pun pacar. Ini buat seseorang spesial yang telah membuat saya jatuh cinta pada nya." jawab Arga


"Oh gitu, kalau menurut saya sih yang ini Mas. Warna nya bagus dan kebetulan ini model tas terbaru." jawab sang pelayan

__ADS_1


"Ya udah saya ambil yang ini." jawab Arga dan langsung membayar tas yang telah di beli nya.


"makasih Mas, datang kembali ke tempat kami." ucap sang pelayan ramah.


"Iya sama-sama." jawab Arga dengan tersenyum menatap sang pelayan.


Setelah tas yang di inginkan nya sudah dapat, Arga kemudian pergi ke sebuah tempat makanan. Karena ia ingin makan siang dulu sebelum pergi ke rumah Luna.


Namun saat ia berjalan ke arah tempat makanan tak sengaja ia menabrak seorang anak kecil.


"Yah Es krim nya jatoh." ucap Lula


"Maaf Dek, Om gak sengaja." ucap Arga pada anak kecil yang di tabrak nya. Namun betapa kaget nya Arga saat melihat siapa yang di tabrak nya.


"Lula?"


"Om Arga?"


Mereka saling tatapan, Arga tak percaya jika yang di tabrak nya adalah Lula.


"Maaf sayang Om gak sengaja tadi, Lula gak apa-apa kan? Ya udah es krim nya Om ganti yang baru ya."


"Om tadi habis beli sesuatu, karena tadi Om belum makan siang, jadi Om mampir dulu ke sini buat makan siang. Lula sendiri sama siapa ke sini?" tanya Arga balik pada Lula


"Lula sama Mama dan Nenek. Mereka ada di sana." jawab Lula dengan menunjukkan dimana Mama dan Nenek nya berada.


"Kira-kira Om boleh gabung gak sama kalian?" tanya Arga karena ia berniat ingin memberi tas yang dibeli nya pada Luna sekarang.


"Boleh! Tapi Om ganti dulu es krim Lula." jawab nya


"Ya udah ayo kita beli es krim nya lagi." ajak Arga dan mereka pun membeli es krim yang baru untuk Lula karena yang tadi sudah tumpah.


Sementara itu Luna dan Rahma cemas, karena dari tadi Lula belum juga balik ke tempat mereka duduk.


"Ma, Lula kok, belum balik juga ya?" tanya Luna dengan mata nya mencari keberadaan Lula. Karena tadi saat Luna ingin menemani nya membeli es krim, Lula menolak nya katanya nya ia bisa sendiri.


"Iya kok Lula lama sekali sih beli es krim nya? Apa kita susul aja, Mama takut terjadi apa-apa sama Lula."


Namun di saat mereka hendak menyusul Lula, Lula sudah terlebih dahulu datang bersama Arga.

__ADS_1


"Arga?"


"Halo Tan, apa kabar?" tanya Arga sembari menyalami tangan Rahma.


"Kabar baik. Nak Arga kok bisa ada di sini? Nak Arga gak kerja?" tanya Rahma


"Di kantor lagi gak ada kerjaan. Kebetulan ada yang saya ingin beli di sini sekalian mau makan siang." jelas Arga


"Oh gitu, ya udah gabung aja bareng kita." ajak Rahma


Arga lalu duduk di kursi kosong di dekat Rahma. "Gimana keadaan kamu Luna? Baik-baik aja kan?" tanya Arga


"Iya, kamu yang menolong aku kemarin kan?" tanya Luna balik


"Iya, kamu gak ingat sama aku?"


Luna terdiam ia menatap Arga dengan serius. Ia berusaha mengingat siapa Arga. "Aku gak tau. Aku masih belum ingat siapa kamu." jawab Luna


"Ya udah gak apa-apa, aku yakin suatu hari nanti kamu pasti ingat siapa aku. Oh iya ini tadi aku beli sesuatu buat kamu, kamu terima ya, ini hadiah buat kamu." Arga memberikan tas yang di beli nya kepada Luna.


"Ini buat aku?" tanya Luna dengan ragu


"Iya, buat kamu. Aku sengaja beli kan ini buat kamu, karena aku tau kamu sangat menyukai tas ini."


"Tas? kenapa kamu bisa tau aku sangat menyukai tas ini? apa dulu kita teman dekat?" tanya Luna bingung


Sementara mereka mengobrol Lula dan Rahma sibuk memakan makanan yang mereka pesan.


"Iya, kita dulu teman masa kecil dan kita sangat dekat. Bahkan sekarang kamu bekerja di kantor aku sebagai sekretaris aku." jawab Arga


Selama Luna sakit ia belum juga masuk kerja. Karena ia tak di izin kan oleh Papa nya untuk bekerja. Bahkan Papa nya menyuruh Luna untuk resign dari kantor Arga.


"Kalian kalau mau ngobrol, ngobrol aja dulu, Tante sama Lula balik dulu. Nak Arga nanti Tante minta tolong anterin Lula ke rumah ya?"


"Mama mau pulang sama Lula? Aku juga ikut pulang bareng kalian." timpal Luna


"Kamu gak mau ngobrol dulu sama Arga. Semenjak kecelakaan itu kalian kan jarang sekali bertemu." tanya Rahma


bersambung

__ADS_1


__ADS_2