Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 41


__ADS_3

Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di sebuah hotel bintang lima. Hotel itu berdiri tegap dengan 15 lantai yang cukup mewah. Hotel yang terkenal karena banyak nya para artis yang menginap di sana.


Lula yang sudah keluar dari mobil bersama Dika, langsung masuk ke dalam karena acara nya sudah mau di mulai. Namun saat ia hendak masuk ke dalam ia berpapasan dengan anak kecil yang berlari hendak masuk ke dalam.


"Awww, sakit." ucap nya dengan memegang lututnya.


Lula berjongkok menyamai tubuh nya dengan anak kecil tersebut. Ia memegang lutut anak kecil yang terluka itu.


"Maafin Kakak ya, Kakak gak sengaja tadi nabrak kamu." ucap Lula pada anak kecil tersebut.


"Enggak apa-apa kok Kak, aku kan anak kuat dan pemberani. Lagi pula tadi aku kok yang salah. Oh iya kenal kan aku Alia." Alia mengulurkan tangan kehadapan Lula. Lula meraihnya dan menjabat tangan Alia.


"Lula." balas Lula


Alia tersenyum di pandangi wajah Lula dengan seksama. "Kakak mirip Mama aku." ucap nya membuat Lula mengernyit dahi bingung.


"Mama kamu? emang Mama kamu nama nya siapa?" tanya Lula penasaran


"Nama Mama aku...."


Namun belum juga Alia menyebut nama Mama nya, Dika sudah menarik tangan Lula dan membawanya masuk ke dalam.


Setelah Lula masuk ke dalam baru lah Luna datang menghampiri Alia yang berada di depan pintu masuk.


"Alia kok di sini sih, Mama khawatir tau gak sama Alia. Lain kali jangan gitu lagi ya?" Luna sedikit mengomeli Alia karena tadi saat ia sedang mengobrol dengan rekan bisnis dari suami nya Arga. Alia sudah masuk dulu ke dalam.


"Iya Ma, tadi Alia sempat jatuh disini. Tapi gak apa-apa kok Ma. Alia tadi udah di tolong sama Kakak cantik namanya Kak..... Alia tanpa berpikir siapa nama orang yang di tabrak nya tadi. Kak Lula nama nya Ma." jawab Alia yang baru teringat.


"Lula? Luna berpikir sejenak ia mengingat Lula yang dulu di bawa Arkan pergi. Lula anak nya yang meninggalkan nya selama 17 tahun.


"Lula? sekarang Kakak nya kemana?" tanya Luna ia sungguh penasaran dengan Lula yang di maksud Alia.


"Tadi Kakak nya masuk ke dalam sama Abang." jawab Alia dan itu semakin membuat Luna penasaran akan sosok Lula yang di maksud Alia.

__ADS_1


Luna segera menarik tangan Alia dan hendak membawa nya masuk ke dalam. Namun baru aja ia selangkah berjalan, Arga sudah memanggil dirinya.


"Luna....."


Luna berhenti dan menoleh kebelakang mencari orang yang memanggil nya.


"Sayang tungguin aku dong kamu buru-buru amat." ucap Arga yang tak jauh berdirinya dari Luna


"Iya sayang, kamu jagain Alia bentar aku mau ke dalam duluan." ucap Luna kemudian ia buru-buru ke dalam meninggalkan Arga.


Arga menatap kepergian Luna, ia bingung ada apa dengan Luna. Padahal tadi di rumah tidak apa-apa.


"Pa, tadi Alia jatuh di sana, Alia gak sengaja nabrak Kakak namanya Kakak Lula. Kakak nya cantik banget! terus Kakak nya mirip banget sama Mama." adu Alia pada Arga


Arga seketika ingat, ia baru ngerti kenapa tadi Luna buru-buru masuk ke dalam. Ia pasti ingin mencari Lula.


"Sayang, Luna mana? kok kalian cuma berdua aja?" tanya Bayu yang baru saja datang bersama Rahma


Bayu tampak berpikir "apa mungkin orang yang di temui Alia tadi adalah Lula anak nya Luna yang di bawa Arkan dulu." ucap nya dalam hati


"Kalau emang benar itu Lula, berarti dia ada di dalam dong. Ya udah ayo kita bantu Luna cari siapa tau itu beneran Lula." usul Rahma


"Iya benar juga ya Ma, ya udah ayo kita masuk." lanjut Bayu dan di angguki oleh Arga dan Rahma.


Mereka pun masuk ke dala mencari Luna sekaligus mencari orang yang bernama Lula.


Luna pergi ke tempat yang menyediakan makanan, ia mencari di sana walaupun ia tidak tau bagaimana wajah Lula saat ini. Karena pasti wajahnya sudah berubah, waktu kecil ia mirip sekali sama Arkan sekarang ia tidak tau bagaimana wajah Lula saat ini.


Sementara itu Lula dan Dika sedang mengobrol dengan rekan bisnis kerja Papa mereka.


"Ternyata anak nya Pak Arkan dan Pak Tama ganteng dan cantik juga ya?" puji salah satu teman sekaligus rekan kerjanya Arkan dan Tama.


Lula tersenyum menatap orang yang memuji nya. "Makasih Om." ucap Lula dengan sedikit membungkuk kan badan nya.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang Lula dan Dika pergi untuk mencari makan.


"Ayo cepetan Dik, gue udah lapar." Lula menarik tangan Dika supaya lebih cepat jalan nya.


"Iya bentar, gak usah buru-buru juga kali. Makanan nya masih banyak gak akan habis juga." jawab Arkan yang kesal akan tingkah laku Lula.


"Iya gue tau makanan nya masih banyak, tapi gue udah laper." kata Lula yang udah gak sabaran untuk segera makan. Karena perut nya udah terasa lapar.


Setelah tiba di tempat makanan, Lula segera mengambil bermacam-macam makanan. Dari mulai kue, nasi beserta lauk nya dan tak lupa minum nya. Sementara Arga hanya mengambil daging dan minuman. Setelah makanan nya mereka ambil, mereka kemudian duduk untuk menyantap makanan yang mereka ambil.


Acara telah di mulai beberapa menit yang lalu sekarang saatnya acara hiburan. Namun Lula dan Dika tidak mengikuti acra nya sampai selesai. Setelah menyantap makanan nya mereka langsung pulang.


Namun di saat mereka hendak menuju parkiran mobil, Lula tak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf Tante aku gak sengaja." ucap Lula sembari membersihkan baju nya yang terkena tumpahan air. Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan orang yang di tabrak nya.


"Iya, gak apa-apa." jawab Luna tanpa melihat ke arah orang yang menabrak nya.


Lula pergi ke toilet membersihkan baju nya sebelum ia benar-benar pulang bersama Dika.


"Tapi kok aku kayak kenal ya sama suara Ibu tadi? seperti nya aku pernah bertemu sama dia. Tapi siapa ya?" Lula memikirkan tentang orang yang di tabrak nya tadi. Sembari membersihkan baju nya yang terkena tumpahan air.


Setelah selesai dari toilet, Lula langsung menuju parkiran mobil karena Dika sudah menunggu nya di sana. Namun saat ia berjalan ke arah luar ia tak sengaja melihat seseorang yang di kenal nya.


Namun saat ia hendak menuju orang tersebut, Dika memanggilnya dan langsung menarik tangan nya.


"Ada apa sih Dik?" tanya Lula yang sedikit kesal dengan Dika yang menarik tangan nya.


"Itu, tadi nyokap lo telepon katanya dia sudah pulang. Dia nyuruh lo segera pulang ke rumah." jawab Dika


Mendengar itu Lula langsung berjalan ke arah parkiran. Ia sudah tidak sabar bertemu dengan Mama nya. Dan seketika ia pun lupa dengan apa yang dilihat nya barusan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2