
Arga duduk di kursi kebesaran nya, ia sedang berbicara pada seseorang di telepon.
"Gimana kalian sudah menemukan keberadaan Luna?" tanya Arga
"Belum Bos, kami sudah mencari ke tempat yang Bos suruh datangi tapi wanita yang Bos cari tidak ada di sana." jawab salah seorang laki-laki di seberang telepon.
"Ya udah tapi kalian terus cari di mana keberadaan Luna, dan kabari saya jika kalian sudah menemukan nya." ucap Arga ia kemudian mematikan telepon nya dan meletakkan nya di atas meja kerja nya.
......................
"Ternyata kamu pintar juga, aku senang dengar nya semoga aja Luna tidak di temukan." ucap Windy
Laki-laki yang di suruh Windy untuk mencelakai Luna tersenyum senang mendengar nya, karena apa yang di suruh oleh Windy berhasil di lakukan nya dan artinya ia akan mendapat bonus dari Windy.
"Dan ini buat kamu dan ingat jangan pernah ada yang tau soal ini." Windy memberikan amplop coklat berisi uang kepada laki-laki suruhan nya. Setelah menerima itu, ia pergi dari tempat itu.
......................
Lula terus merengek meminta Nenek nya untuk mencari Mama nya. Bahkan ia menarik tangan Rahma dan membawa nya keluar kamar.
"Ok! kita akan cari Mama, tapi nanti tunggu Kakek dan Tante Selly pulang dulu, setelah itu baru kita cari Mama sama-sama." bujuk Rahma dan Lula menurut apa yang di kata kan Rahma.
......................
Luna duduk di teras ia sedang menikmati teh hangat yang di buat nya. Di saat itu ia melihat seseorang berjalan kaki di depan rumah dan tak lama bunyi suara dentuman keras dan ternyata itu suara tabrakan. Luna pergi ke arah suara yang ia dengar.
"Buk, ada apa? saya dengar tadi ada bunyi dentuman keras. Memang itu bunyi apa Buk?" tanya Luna pada seorang Ibu yang lewat di depan nya.
"Ada kecelakaan Mbak." jawab nya mendengar kata kecelakaan Luna langsung teringat akan kecelakaan nya. Namun ia tak mengingat semua nya. Ia hanya mengingat sekilas akan kejadian tersebut.
"Kecelakaan? Aduh sakit....." Luna meringis kesakitan sembari memegang kepala nya. Tak lama ia pingsan. Seorang Ibu yang sedang bersama Luna langsung meminta tolong.
__ADS_1
Setelah Luna di bawa ke dalam rumah dan di baring kan di sofa. Ibu itu segera menyuruh Bibi menelpon Dery supaya pulang ke rumah.
Sementara itu Ibu yang lain mengoles kan minyak angin di hidung Lula Supaya Lula cepat sadar dari pingsan nya.
"Iya Pak." jawab sang pembantu pada
Dery di seberang telepon.
Setelah selesai menelpon, ia pun pergi ke dapur mengambil minuman untuk Ibu-ibu yang telah membantu Luna.
Tak lama kemudian Luna sadar dari pingsan nya. Ibu yang berada di samping Luna segera mengambil air dan langsung menyuruh Luna untuk minum.
"Gimana Nak keadaan kamu, apa masih pusing kepala nya?" tanya Ibu yang berada di samping Luna
"Alhamdulillah udah agak mendingan. Terimakasih ya Ibu-ibu telah menolong saya." jawab Luna
"Iya sama-sama." jawab Ibu-ibu itu bersamaan
Setelah Ibu-ibu itu pulang Dery pun pulang ke rumah. Dengan bergegas ia masuk ke kamar menemui Luna.
"Aku gak apa-apa." jawab Luna
"Syukur lah kalau gitu. Ya udah aku mandi dulu ya. Kalau ada apa-apa panggil aja aku." ucap Dery setelah itu ia berlalu pergi ke kamar mandi
Sementara Dery sedang mandi Luna pergi keluar. Ia duduk di ruang TV sembari menonton acara makan-makan yang tayang di salah satu televisi.
"Enak banget! Tapi di sini daerah mana ya, ada jual makanan seperti itu?" Luna berbicara sendiri sembari nya mata fokus menatap layar televisi.
Luna mengambil remote lalu mematikan televisi nya. Setelah itu iya bangkit dari duduk nya dan keluar dari rumah.
"Aku coba deh cari di depan siapa tau ada?" ucap nya ia kemungkinan berjalan ke arah depan mencari makanan yang di lihat nya di TV.
__ADS_1
Dery yang selesai mandi langsung turun ke bawah mencari Luna karena Luna tidak ada di kamar.
"Beby, kamu di mana?" teriak Dery sembari berjalan menuruni anak tangga
"Beby kemana sih?" ucap Dery di depan ruang TV
karena tidak kunjung ketemu dengan Luna, Dery memutuskan untuk menanyakan pada Bibi di mana Luna berada. Dan kebetulan Bibi ada di teras depan sedang menyapu.
Dery menghampiri Bibi yang berada di depan.
"Bi, Bibi lihat Beby gak?" tanya Dery
"Oh non Beby tadi barusan aja keluar katanya dia mau beli makanan." jawab Bibi
"Oh gitu makasih Bi." jawab Dery
"Oh iya tuan, maaf kalau Bibi lancang, Non Beby itu siapa nya tuan ya, kok Non Beby bisa sekamar sama tuan, emang Non Beby istri nya tuan?" tanya Bibi dan di saat Bibi menanyakan itu ternyata Luna mendengar nya. karena makanan yang di cari nya tidak ada jadi ia memilih untuk pulang. Namun saat ia sudah berada di depan pagar dan hendak masuk ke dalam langkah nya terhenti karena mendengar pembicaraan antara Bibi dan Dery.
"Beby itu bukan siapa-siapa nya saya dia hanya mantan saya. Jadi dulu itu kami pernah pacaran. Dan nama nya bukan Beby tapi Luna. Beby itu nama kesayangan saya untuk dia waktu kami masih pacaran. Dan saya minta sama Bibi jangan pernah kasih tau siapa-siapa tentang siapa Beby. Karena saya gak mau kehilangan dia lagi." jawab Dery dengan suara pelan namun hal itu masih di dengar oleh Luna.
"Oh gitu iya tuan, saya akan jaga rahasia ini baik-baik." jawab Bibi ia kemudian masuk kedalam meninggal kan Dery.
"Jadi selama ini Dery udah bohongin aku, aku bukan Beby istri nya tapi aku adalah Luna. Dan aku hanya mantan pacar nya terdahulu. Lalu di mana keluarga aku? Aku gak ingat semua nya." gumam Luna. Ia masih berdiri di depan pintu pagar, pikiran nya masih tentang apa yang di dengar nya barusan.
"Sebaiknya aku pergi dari sini, Dery ternyata jahat." gumam Luna ia kemudian pergi meninggalkan rumah Dery.
Luna berusaha mengingat siapa diri nya dan di mana rumah nya. Namun saat ia mencoba mengingat itu kepala nya jadi pusing.
"Aduhh sakit..." teriak Luna sembari memegang kepala nya.
Karena kepala nya pusing ia memilih duduk di pinggir jalan. Beberapa menit ia duduk, sebuah mobil berhenti tepat di depan nya.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa like ya biar aku lebih semangat lagi update nya. Dan semoga suka sama cerita nya. Terimakasih.......🙏🙏🥰🥰