
Luna duduk di dekat jendela kamar nya tangan nya memegang sebuah buku dan pulpen. Sementara itu Lula sudah tertidur dengan pulas nya.
Andai ku tak mengenal mu. Mungkin ku tak sesakit ini. Moga saja ini tak terulang lagi. Aku berusaha ikhlas atas semua ini. Tapi aku tak tau bagaimana nanti nya. Jika nanti ada seseorang yang mau dengan ku. Aku akan lebih teliti lagi dalam memilih pasangan aku trauma dengan masa lalu ku.
Sembari menulis Luna mendengar kan lagu dari Tata janeta feat Maya estianty sang penggoda. Lagu itu adalah lagu favorit nya. Dan kebetulan isi dari lagu itu sama seperti nasib nya sekarang.
Dulu aku adalah ratu di hati mu. Sekarang aku adalah musuh di hidup mu. Sekarang istana yang ku bangun sudah hancur karena ulah mu. Aku berharap semoga kau bahagia dan aku bahagia bersama keluarga ku. mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita. Karena jika kita terus bersama akan banyak perasaan yang tersakiti.
Air mata Luna tak bisa ia tahan. Tangis nya pecah mengingat perlakuan Arkan pada nya.
"Semoga ini akhir dari rasa sedih ku dan setelah ini bahagia menghampiri ku. Amin" ucap Luna setelah itu ia menutup buku dan tidur di samping Lula.
6:30 pagi
Luna sudah siapa untuk berangkat ia sekarang sudah berada di mobil nya. Namun ia masih menunggu Lula karena hari ini ia akan mengantar kan Lula ke sekolah baru nya. Sebelum ia mengantar Lula ke sekolah baru nya, ia sudah lebih dulu menelpon kepala sekolah untuk bertemu karena kebetulan kepala sekolah nya adalah teman dari Papa nya.
"Mama kenapa sih aku harus pindah sekolah?" tanya Lula dengan wajah cemberut
"Karena Mama gak mau Lula pergi lagi kayak semalam. Kalau Lula sekolah di dekat sini kan lebih dekat dan Mama gak khawatir lagi dengan Lula." jelas Luna
"Tapi kan Ma, Lula gak kenal dengan teman di sana." jawab Lula
"Nantikan Lula bisa kenalan sama mereka. Lagi pula Mama lihat teman-teman di sana baik-baik." bujuk Luna supaya Lula mau pindah sekolah.
"Iya, tapi Mama janji gak boleh larang Lula buat ketemu sama Papa." jawab Lula
"Kalau itu Mama gak bisa. Lula kan tau apa yang sudah di lakukan Papa sama kita. jadi Mama gak izinkan Lula ketemu sama Papa." jawab Luna
Wajah Lula cemberut mendengar jawaban dari Luna. "Mama jahat, Mama gak sayang Lula lagi." ucap nya
Luna tak memperdulikan Lula ia langsung masuk ke dalam mobil nya. Sementara itu Lula tetap berdiri di depan pintu mobil Mama nya. Tak lama ia menangis memanggil Nenek nya.
"Nenek, Mama jahat." teriak Lula sembari menangis
__ADS_1
Rahma yang berada di dalam langsung keluar mendengar teriakan Lula.
"Ada apa sayang kenapa Lula menangis?" tanya Rahma
"Mama jahat, Mama gak izinkan Lula ketemu sama Papa." jawab Lula dengan masih menangis.
Luna yang berada di dalam mobil keluar kembali, di dekatnya Lula dan langsung memeluk nya.
"Maafin Mama ya, Mama gak bermaksud bikin Lula sedih. Mama melakukan itu karena Mama gak mau Lula tinggal kan Mama.'' ucap Luna ia kemudian melepaskan pelukan nya dengan Lula.
"Lula gak mau bicara sama Mama. Mama gak sayang Lula. Pokoknya Lula gak mau sekolah kalau Mama gak izinkan Lula ketemu sama Papa." ucap Lula
"Udah sayang kamu berangkat aja, Lula biar Mama yang antar. Nanti Mama coba bicara dengan Lula supaya dia mengerti."
"Iya Ma, ya udah aku berangkat ya." jawab Luna ia kemudian masuk ke mobil dan melajukan mobil nya menuju kantor tempat nya bekerja.
Sementara itu Lula yang masih marah dengan Mama nya langsung di bujuk oleh Rahma.
"Lula sayang ayo Nenek antar sekolah." bujuk Rahma
Rahma tetap berusaha membujuk Lula supaya Lula mau pergi ke sekolah. Walaupun ia harus berbohong pada Lula.
"Gini deh kalau Lula mau sekolah nanti Nenek ajakin lula ketemu sama Papa. Tapi Lula harus janji Lula gak boleh bilang sama Mama. Ini rahasia kita berdua."
Lula yang tadi nya cemberut langsung tersenyum mendengar apa yang di katakan Rahma.
"Beneran Nek, Nenek gak bohong kan sama Lula?" tanya Lula balik
"Nenek gak bohong tapi ketemu nya nanti kalau Lula sudah pulang sekolah.Sekarang Lula sekolah dulu. Tapi Lula harus janji gak kasih tau siapa-siapa ini rahasia kita berdua." jawab Rahma
"Iya Lula janji. Ya udah ayo Nek kita berangkat ke sekolah." ucap nya dengan semangat
"Lets go." jawab Rahma
__ADS_1
......................
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo Lula kenal kan diri kamu." pinta sang guru pada Lula
"Hai teman-teman perkenalkan nama aku Alula Rakana kalian bisa panggil aku Lula. Semoga kalian mau berteman sama aku."
"Ya udah sekarang Lula boleh duduk di bangku kosong dekat Irvan." ucap sang guru
Lula mengangguk ia kemudian duduk di bangku kosong yang berada di depan dekat Irvan.
"Hai kenal kan aku Irfan." ucap Irvan dengan mengulurkan tangan nya.
"Hai Irvan aku Lula salam kenal." jawab Lula dengan menjabat tangan Irvan
......................
"Aku capek sama hubungan kita kalau kamu gak bisa bahagia kan aku, sebaiknya kita putus aja. Percuma aja kita jalani hubungan ini kalau kamu gak bisa memenuhi semua keinginan aku." ucap Windy dengan nada kesal
"Ok! kalau itu mau kamu mulai hari ini kita putus. Dan satu lagi aku juga gak butuh cewek matre kayak kamu." jawab Rendi dan kemudian ia pergi meninggalkan Windy
"Ahhhh ini semua gara-gara Luna. Kamu lihat aja Luna aku gak akan biarkan kamu bahagia. Dan aku akan buat kamu hancur sama seperti apa yang aku rasa kan sekarang." ucap Windy dengan emosi.
...----------------...
"Emang Papa kamu kemana? kenapa kamu sedih?" tanya Irvan yang penasaran akan cerita dari Lula.
"Papa ada kok. Tapi aku gak di izinkan Mama ketemu sama Papa aku. Kata Mama dia takut aku pergi ikut Papa." jawab Lula
"Mama aku juga sama dia gak izinkan aku ketemu sama Papa. Kata Mama aku, Papa itu jahat dia gak sayang sama aku."
"Kok kita bisa sama sih. Emang Mama sama Papa kamu juga bertengkar, seperti Mama dan Papa aku?" tanya Lula
"Iya dulu mereka sering bertengkar karena Papa mau bawa aku pergi. Tapi sekarang udah enggak karena Mama sama Papa udah pisah. Dan Mama juga udah nikah lagi. Sekarang aku udah punya Papa baru, dia baik banget sama aku. Setiap malam aku selalu di baca kan cerita sama Papa. Pokoknya aku senang sekali punya Papa baru." jawab Irvan
__ADS_1
"Oh gitu nanti aku mau bilang sama Mama juga, aku mau Papa baru. Biar, Papa sama Mama tidak bertengkar lagi. dan Mama juga tidak sedih." ucap Lula
bersambung