
Luna menatap seseorang yang keluar dari mobil. Ternyata orang itu adalah orang yang di suruh Arga untuk mencari Luna. Luna yang tak mengenali siapa orang itu langsung hendak pergi, namun seseorang menarik tangan nya.
"Lepaskan saya, saya tidak kenal sama kamu. Tolong jangan culik saya." ucap Luna dengan berteriak
Laki-laki yang memegang tangan Luna langsung membawa Luna masuk ke mobil nya, ia tak perduli akan teriakan dari Luna.
"Lepaskan saya. Saya gak mau ikut dengan kalian." ucap Luna ia berusaha membuka pintu mobil namun, pintu itu sudah terkunci.
"Kamu tenang saja kami bukan mau menculik kamu. Tapi, kami akan membawa kamu pulang ke rumah. Nama kamu Luna kan, kami di suruh Bos Arga untuk mencari kamu tapi dari kemarin kami belum menemukan kamu. Dan sekarang alhamdulillah kami bisa bertemu dengan kamu. Dan sekarang kami akan membawa kamu pulang ke rumah." jelas laki-laki itu
Luna yang mendengar penjelasan dari laki-laki itu, sedikit tenang karena mereka bukan mau menculik nya, tapi mau mengantar nya pulang ke rumah.
"Jadi kalian bukan mau culik saya, kalian hanya mau mengantar saya pulang ke rumah?" tanya Luna
"Iya, kami hanya di suruh Bos Arga untuk mengantar kamu ke rumah." jawab laki-laki itu
"Alhamdulillah, makasih ya." ucap Luna dengan wajah bahagia karena ia bisa menemui keluarga nya walaupun ia belum ingat siapa keluarga nya dan diri nya sebenarnya.
......................
"Halo Om, saya ada berita baik buat Om. Tadi anak buah saya ngabarin kalau mereka sudah bertemu dengan Luna, dan mereka sekarang lagi menuju ke rumah Om untuk mengantar Luna."
"Kamu gak bohong kan, sama Om?" tanya Bayu karena ia masih belum percaya akan kabar dari Arga.
"Iya Om saya gak bohong. Sebentar lagi Luna akan pulang ke rumah. Kalau begitu saya matikan dulu telepon nya karena saya mau segera ke rumah Om."
"Syukur lah kalau gitu, ya udah kamu hati-hati sampai ketemu nanti di rumah Om." jawab Bayu dengan antusias
Setelah menutup telepon nya, Bayu segera mengabari kepada keluarga nya bahwa Luna sudah di temukan dan sebentar lagi ia akan pulang ke rumah ini.
"Ma, Selly, Lula sini sebentar Papa ada kabar bahagia ni buat kalian?" panggil Bayu
Mendengar teriakan itu, mereka langsung menghampiri Bayu yang ada di ruang tamu.
"Ada apa sih Pa, teriak-teriak?" tanya Rahma yang baru saja dari dapur
__ADS_1
"Iya, ada apa sih Pa?" tanya Selly bingung
"Kakek kok teriak-teriak sih, ada apa? Mama sudah ketemu ya?" tanya Lula ia seolah tau apa yang ingin di kasih tau oleh Kakek nya.
"Iya Lula, Mama kamu sudah ketemu dan sebentar lagi Mama Luna akan pulang ke rumah ini." jawab Bayu dengan antusias
Mendengar apa yang di cerita kan Bayu. Mereka semua senang. Lula yang mendengar Mama nya akan segera pulang, langsung loncat kegirangan. Sementara itu Rahma dan Selly berpelukan sangking senang nya mereka.
"Pa, Papa tau dari mana kalau Luna akan pulang ke rumah ini?" tanya Rahma
"Arga yang bilang ke Papa. Anak buah nya yang sudah menemukan Luna. Dan sekarang mereka lagi di jalan menuju ke rumah kita." jawab Bayu
"Alhamdulillah, syukur lah kalau gitu." ucap Selly dengan senang.
Lula yang sudah tidak sabar menunggu Mama nya, langsung berlari keluar teras.
"Yeay! Mama pulang." ucap nya dengan senang
Bayu, Rahma dan Selly senang melihat Lula sudah ceria lagi. Mereka kemudian mengikuti Lula pergi keluar untuk menunggu Luna. Sebelum Luna tiba di rumah, Arga sudah lebih dulu tiba adi rumah nya.
"Sama-sama anak cantik." jawab Arga
"Om baik sekali sama Lula dan Mama. Gimana kalau Om nikah aja sama Mama dan jadi Papa Lula. Lula setuju kok jika Om nikah sama Mama." pinta Lula dan itu membuat yang ada di sana menatap ke arah Lula.
Beberapa menit kemudian orang yang mereka tunggu tiba. Setelah Luna turun dari mobil anak buah dari Arga pergi.
Luna menatap orang-orang yang ada di hadapan nya. "kalian siapa?" tanya Luna
Mereka semua saling menatap satu sama lain. Mereka bingung akan pertanyaan dari Luna.
Lula mendekati Mamanya ia kemudian memeluk Mama nya dengan erat. "Mama Lula kangen sama Mama." ucap Lula namun saat Lula memeluk Luna, ia malah mendorong Luna hingga membuat Lula hampir jatuh. Tapi untung nya Arga dengan cepat menangkap Lula dan Lula tidak jadi jatuh.
Hiks hiks hiks hiks
"Luna kenapa kamu mendorong Lula, dia itu anak kamu?" bentak Rahma
__ADS_1
"Anak? aku gak punya anak, dia bukan anak aku." jawab Luna
"Luna dia Lula anak kamu, kamu yang melahirkan dia. Kamu kenapa sih, jadi berubah seperti ini?" ucap Selly kesal
"Enggak!" Luna berusaha mengingat semua nya namun ia masih tetap tidak bisa mengingat semua nya. Dan akhirnya ia pun pingsan, karena terlalu memaksa untuk mengingat semua nya.
Semua yang ada di sana panik, melihat Luna pingsan. Dengan segera Arga menggendong Luna dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
Bayu segera menghubungi Dokter yang biasa mereka panggil ke rumah jika ada yang sakit. Sementara itu Rahma mengoles kan minyak angin ke hidung Luna.
"Tante, Mama kenapa? Lula takut Tante?" tanya Lula ia takut dan bingung apa yang terjadi pada Mama nya.
"Mama gak apa-apa kok sayang. Mama baik-baik aja sebentar lagi Mama sadar kok." jelas Selly ia berusaha menenangkan Lula.
Tak lama kemudian Dokter yang di telepon Bayu datang. "Silakan Dok, soal nya dia baru aja kecelakaan saya takut terjadi apa-apa sama anak saya." jelas Bayu
Dokter pun memeriksa keadaan Luna. "Gimana Dokter Rian, gimana keadaan anak saya?" tanya Rahma dengan raut wajah khawatir
"Luna mengalami amnesia sebab itu dia pingsan karena ia berusaha mengingat semua tentang siapa dirinya." jelas Dokter
Semua terkejut dengan apa yang di kata kan Dokter Rian. Mereka tak menyangka jika Luna mengalami amnesia akibat kecelakaan itu.
"Amnesia?" tanya Arga
"Iya, amnesia? Luna mengalami amnesia atau lupa ingatan. Jadi saya minta pada keluarga jangan pernah memaksa Luna untuk mengingat sesuatu." jelas Dokter Rian
"Iya makasih Dokter Rian. Kalau gitu saya antar ke depan" ucap Bayu
Dengan pelan Luna membuka mata nya. Di lihat nya sekeliling. "Aku di mana?" tanya Luna
"Kamu ada di rumah sayang, tadi kamu pingsan." jawab Rahma yang berada di samping Luna.
"Ibu siapa nya aku?" tanya Luna lagi
"Ini Mama sayang, Mama yang melahirkan kan kamu." jawab Rahma dengan menangis melihat kondisi Luna saat ini.
__ADS_1
bersambung