Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 31


__ADS_3

Dery berjalan menyusuri komplek dekat rumah nya. Ia mencari keberadaan Luna.


"Beby kamu di mana sih?" gumam Dery ia terus menyusuri jalan mencari di mana keberadaan Luna.


Karena Luna tak kunjung ketemu ia akhirnya menyerah dan pulang ke rumah nya.


"Ahhh sial..." Dery sangat kesal setelah ia memeriksa CCTV di rumah nya. Ia sekarang sudah tau kenapa Luna belum balik ke rumah nya.


"Ternyata dia mendengar semua pembicaraan aku dan Bibi. Gagal semua rencana aku, padahal kan aku udah mempersiapkan semuanya." kesal Dery hingga ia membanting vas bunga yang berada di dekat nya.


Mendengar ada suara yang jatuh Bibi datang ke arah suara yang ia dengar. "Tuan, ada apa? kenapa vas nya bisa pecah?" tanya Bibi


"Ini semua gara-gara Bibi kalau aja Bibi gak tanya siapa Beby sebenarnya. Beby gak akan pergi dari rumah ini." omel Dery pada pembantu yang sudah tiga tahun bekerja dengan nya.


"Maaf kan saya Tuan, tolong jangan pecat saya." mohon Bibi


"Pergi! saya gak mau lihat Bibi di sini." usir Dery


"Tapi saya gak di pecat kan Tuan?" tanya Bibi lagi


"Pergi atau saya pecat Bibi sekarang juga." tegas Dery


Bibi pun pergi dari hadapan Dery dengan wajah ketakutan. "Untung saja aku gak di pecat kalau enggak bisa pulang kampung aku." ucap nya setelah ia berada di dapur.


......................


"Tante dari tadi Lula bingung amnesia itu apa sih?" tanya Lula pada Selly


Selly naik ke atas ranjang dan duduk di samping Lula. "Amnesia itu seseorang yang lupa ingatan. Jadi Mama gak ingat siapa dirinya dan siapa keluarga nya. Tapi Lula tenang aja, Mama pasti segera sembuh. Lula terus berdoa ya, semoga Mama segera sembuh dan bisa ingat lagi dengan Lula dan juga bisa ingat sama Tante, Nenek dan Kakek." jelas Selly dan Lula mengangguk mengerti apa yang di jelas kan Selly.


Luna berjalan mengelilingi sudut rumah. Di lihat nya foto-foto yang terpajang di dinding.

__ADS_1


Namun ada satu foto yang menarik perhatian nya foto itu adalah foto nya dan Lula. Di foto terlihat mereka sangat bahagia Lula sedang memeluk Luna sembari tersenyum bahagia.


"Apa iya anak kecil itu, adalah anak aku?" tanya nya seorang diri


Luna mengambil foto itu ia lalu membawa nya ke kamar milik nya. Di tengah melihat foto itu Lula datang membawa buku mewarnai milik nya.


''Mama, Lula bawa buku warna kita mewarnai sama-sama yuk?" ajak Lula namun Luna tak menjawab ia terus menatap foto yang di bawa nya tadi.


"Mama lagi lihat apa?" tanya Lula ia mendekat ke arah Luna dan duduk di samping Luna.


Luna masih tak menjawab ia masih terus menatap foto itu. "Mama lagi lihat foto ini ya? Mama tau tidak foto itu di ambil waktu kita pergi ke pantai bareng Papa. Foto itu Papa yang ambil. Tapi sekarang kita sudah tidak sama-sama lagi, Papa sekarang sudah tinggal kan kita. Lula sedih, di tambah Mama juga sudah tidak ingat sama Lula. Ma, Ma kenapa bisa lupa sama Lula?" cerita Lula pada Mama nya.


"Papa?"


"Iya Papa Mama juga lupa sama Papa? Papa itu dulu tinggal sama kita tapi sekarang udah enggak karena Mama sama Papa bertengkar." jawab Lula


Luna diam ia memikirkan apa yang di kata kan Lula pada nya. Cerita dari Lula membuat ia berpikir keras.


"Aku ini suami kamu. Kita akan sama-sama aku gak akan tinggalkan kamu."


"Mama, Mama kenapa? Nenek Lula takut!" teriak Lula


Mendengar teriakan Lula orang-orang yang berada di rumah itu langsung datang menghampiri Lula.


"Ada apa sayang, kenapa Lula teriak?" tanya Rahma


Lula menunjuk ke arah Luna. Terlihat Luna sedang hendak melempar foto kearah Lula.


Melihat itu Rahma langsung mendekat kearah Luna. Di ambil nya foto yang ada di tangan Luna. Setelah itu ia memeluk Luna supaya Luna lebih tenang. Dan tidak teriak-teriak lagi seperti tadi.


"Ma, ada apa? Kenapa Lula teriak-teriak?" tanya Bayu

__ADS_1


"Tadi Luna mau lempar Lula dengan foto ini." jawab Rahma dengan menunjukkan foto yang sudah di letakkan nya di atas nakas.


"Kok bisa sih Luna mau lempar Lula pakai foto ini?" tanya Bayu


"Tadi Lula cerita sama Mama kalau foto itu Papa yang ambil. Terus Mama nanya Papa, lalu Lula jawab Mama lagi bertengkar sama Papa." jelas Lula


Sementara itu Luna hanya diam melihat mereka berbicara. Tak lama ia berteriak dengan menyuruh mereka pergi.


"Pergi kalian!" teriak Luna bahkan ia melempar bantal ke arah Bayu. Untung Bayu menangkap nya dengan cepat kalau enggak wajah Bayu sudah terkena lemparan bantal dari Luna.


Melihat Luna sedang marah Rahma dan Bayu dengan cepat membawa Lula keluar dari kamar itu. Mereka membiarkan Luna sendiri di dalam kamar.


Lula yang ketakutan langsung memeluk Nenek nya. "Nenek Lula takut." ucap nya dengan wajah ketakutan.


"Udah, Lula gak usah takut kan ada Nenek sama Kakek. Mama enggak marah kok sama Lula. Mama seperti itu karena Mama lagi sakit." jelas Rahma pada Lula


"Kalau Mama sakit kenapa tidak di bawa ke rumah sakit? Kata Tante Selly kalau orang sakit di bawa ke rumah sakit biar cepat sembuh." tanya Lula lagi


"Iya nanti kita bawa ke rumah sakit kalau Mama sudah tidak marah lagi. Sekarang Lula masuk kamar, main dulu di kamar. Nanti Nenek panggil setelah makan malam siap." jawab Rahma dan Lula mengangguk.


Sementara Lula pergi ke kamar Rahma juga pergi ke kamar nya bersama Bayu.


"Pa, benar apa kata Lula, sebaiknya kita bawa Luna ke rumah sakit. Mama takut terjadi apa-apa sama Lula." usul Rahma


"Iya nanti kita coba bawa Luna ke rumah sakit. Tapi sekarang kita lihat dulu perkembangan Luna, kalau emang dia seperti tadi, kita bawa dia ke rumah sakit." jawab Bayu


"Iya Pa, Mama setuju. Ya udah Mama ke dapur dulu ya bantu Bibi siap kan makanan."


"Iya, nanti kalau udah selesai panggil aja Papa. Papa mau lanjut kan kerja dulu." jawab Bayu


Namun saat Bayu hendak mengambil laptop nya, handphone nya berbunyi. Bayu langsung mengangkat telepon nya.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa like nya biar aku semangat update nya. terimakasih sudah baca.


__ADS_2