Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 8


__ADS_3

Luna menyetir mobil dengan cepat saat ini mereka akan menginap dulu di hotel baru keesokan pagi nya mereka pergi ke rumah orang tua nya. Luna tidak hanya berdua dengan Lula ia juga mengajak suster yang biasa menjaga Lula. Ia sengaja mengajak Suster biar Lula ada yang membantu nya saat ia mencari kerja.


Setelah tiba di hotel mereka langsung istirahat. Luna tidur bersama Lula sementara Suster nya tidur sendiri.


................


Arkan pagi-pagi sudah pergi ke rumah nya, ia ingin meminta maaf pada Lula karena semalam ia belum sempat minta maaf pada Lula.


Dengan cepat ia membuka pintu rumah nya dengan menggunakan kunci cadangan yang ia punya. Dengan bergegas Arkan menuju kamar Lula. Dibuka nya pintu dengan perlahan. Lalu ia masuk di lihat nya sekeliling namun tak ada sosok Lula di sana. Ia mencoba mencari kamar mandi Lula juga tidak ada. Arkan akhirnya keluar dari kamar Lula dia naik ke atas ke kamar nya di buka nya pintu kamar yang biasa ia tidur bersama Luna, namun di dalam tidak ada siapa pun. Arkan hanya menemukan sebuah kertas putih yang tergeletak di atas tempat tidur. Di ambil nya kertas tersebut lalu di baca nya.


Mas Arkan maaf aku dan Lula harus pergi. Aku harap kamu bisa mengerti dengan keputusan aku ini. Maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu. Dan soal perceraian kita aku sudah urus. Dan mungkin ini jalan yang terbaik buat kita. Semoga kamu bahagia bersama Windy.


Dari aku dan Lula


Arkan mengepal tangan nya geram di lempar nya kertas ke sembarangan arah. Ia lalu keluar dari kamar dan kemudian pergi menggunakan mobil nya.


"Tidak! aku tidak mau Luna dan Lula pergi. Aku sangat menyayangi mereka. Aku gak bisa hidup tanpa mereka." ucap Arkan sembari menyetir mobilnya


"Kalian kemana sih, kenapa kalian ninggalin aku." ucap Arkan dan seketika ia memberhentikan mobil nya di pinggir jalan.


Arkan memukul setir nya dengan tangan. Ia sangat menyesal karena telah mengabaikan istri dan anak nya.


"Sayang kalian di mana sih?"


Seketika Arkan teringat dengan orang tua nya Luna. Ia yakin Luna pasti pulang ke rumah orang tuanya.


"Aku yakin Luna dan Lula pasti ada di sana. Aku harus ke sana memastikan nya."


Arkan kemudian menyala kan mobil dan melaju kan mobil nya menuju rumah orang tuanya Luna.


Tiba nya di sana Arkan tidak langsung masuk ia hanya di dalam mobil nya. Di lihat nya dari kejauhan, mobil nya Luna tidak ada di sana rumah nya juga terlihat sepi.


"Kenapa rumah nya sepi, apa mereka sudah pindah?" Arkan berucap seorang diri. Kemudian seorang Bapak lewat di depan nya, ia kemudian menanyakan kepada Bapak tersebut.


"Maaf Pak boleh numpang tanya, rumah ini kok sepi sih apa tidak ada penghuni nya?" tanya Arkan


"Oh rumah ini, sudah lama di tinggal kan Pak. Pemilik nya pindah ke rumah baru." jawab Bapak tersebut

__ADS_1


''Bapak tau di mana rumah baru nya?" tanya Arkan lagi


"Maaf, kalau itu saya kurang tau." Jawab Bapak tersebut


"Oh gitu makasih ya Pak." ucap Arkan dan Bapak tersebut pergi.


...----------------...


Luna tengah sibuk mempersiapkan dirinya karena hari ini dia akan pergi ke sebuah perusahaan untuk interview. Sebelum berangkat ia pamit dulu dengan Lula. Kebetulan Lula lagi main bersama suster nya.


"Lula sayang, Mama pergi dulu ya bentar. Lula baik-baik di sini. Mama tidak lama kok nanti setelah Mama selesai dengan urusan Mama, baru kita pergi ke rumah Nenek dan Kakek." pamit Luna pada Lula


"Iya Ma, tapi Mama janji ya, tidak lama. Lula gak mau di sini Lula bosan." jawab Lula


"Iya Mama janji. Oh iya Sus titip Lula ya, jaga dia baik-baik. Oh iya nanti kalau Bapak telepon jangan di angkat ya." pesan Luna pada Suster Rini


"Iya Buk." jawab nya dengan sopan.


Beberapa puluh menit kemudian Luna tiba di sebuah perusahaan tempat ia akan melamar. Dengan langkah pasti ia masuk ke dalam kantor tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu Mbak?" tanya salah satu karyawan


"Oh Mbak Luna ya, mari saya antar kan ke ruangan Pak Arga. Kebetulan beliau lagi menunggu Mbak di ruangan nya." jawab karyawan tersebut lalu ia berjalan menuju ruangan Pak Arga di ikuti Luna di belakang nya.


"Silakan Mbak masuk Pak Arga nya sudah menunggu di dalam." ucap karyawan mempersilakan Luna masuk.


Luna kemudian masuk ke dalam ruangan bernuansa abu-abu itu. Seseorang tengah duduk di kursi nya.


"Permisi Pak saya orang yang mau interview itu. Nama saya Luna." ucap Luna dengan gugup karena baru pertama kali ia melamar pekerjaan. Karena sebelumnya ia hanya seorang Ibu rumah tangga.


Arga menatap Luna yang ada di depan nya. Di tatap nya Luna dengan penuh seksama. Ia kemudian mempersilakan Luna untuk duduk.


"Silakan duduk." ucap nya. Luna kemudian duduk.


"Kamu tidak ingat sama aku?" tanya Arga membuat Luna bingung di buat nya karena ia baru pertama kali bertemu Arga tapi Arga merasa mereka pernah bertemu sebelum nya.


"Maksud Bapak apa ya? Saya gak kenal sama Bapak. Kita kan baru pertama kali ketemu." jawab Luna

__ADS_1


"Coba kamu ingat lagi. Kamu pasti lupa sama aku. Kamu masih ingat sama kalung ini." Arga menunjukkan sebuah kalung yang buah nya berbentuk matahari.


"Kalung itu! Dari mana Bapak dapat kalung itu?" tanya Luna kaget


"Dari kamu! Waktu kita duduk di bawah pohon dekat rumah aku. Waktu itu sebelum kamu pindah kamu sempat kasih ini ke aku." jawab Arga


Seketika Luna kaget, ia baru ingat laki-laki yang ada di hadapan nya ini adalah Arga teman mas kecil nya.


"Kamu Arga teman masa kecil aku?" tanya Luna tak percaya


"Iya aku Arga cowok yang dulu sering kamu takut kan dengan ular mainan." jawab Arga dengan senyum mengembang ia senang sekali bertemu dengan Luna teman masa kecil nya dulu.


"Jadi kamu beneran Arga teman masa kecil aku. Akhirnya kita ketemu juga. Oh iya ini perusahaan kamu?" tanya Luna dengan antusias


"Iya ini milik aku. Kamu kesini mau interview kan?" tanya Arga


"Iya, aku harap kamu bisa menerima aku di perusahaan ini." jawab Luna karena ia sangat berharap di terima di perusahaan ini. Karena ia sangat membutuhkan uang untuk menghidupkan dirinya dan Lula.


"Aku terima kamu bekerja di sini." ucap Arga membuat Luna kaget karena ia belum di tanya apa-apa oleh Arga.


"Kamu kan belum nanyain apa-apa sama aku. Kenapa aku bisa langsung di terima?" tanya Luna bingung


"Karena aku sudah tau kemampuan kamu. Jadi buat apa aku tanya-tanya sama kamu jika aku sudah tau kemampuan kamu." jawab Arga


"Alhamdulillah ya Allah akhirnya aku punya kerjaan juga. Makasih ya Arga kamu sudah mau menerima aku di perusahaan ini. Aku janji akan bekerja dengan baik dan jujur di sini. Kamu gak usah khawatir sama aku." ucap Luna dengan semangat.


"Iya aku percaya kok sama kamu." jawab Arga dengan senyum menatap Luna.


"Jadi kapan aku mulai bekerja?" tanya Luna


"Besok! Pagi-pagi kamu harus ada di sini karena besok kita ada meeting." jawab Arga


"Siap Pak Arga." jawab Luna dengan semangat membuat Arga ketawa di buat nya.


"Jangan panggil Pak panggil saja Arga. Tapi kalau di depan karyawan kamu panggil aku Pak. kalau kita hanya berdua seperti ini kamu panggil aku Arga aja." jelas Arga dan Luna mengangguk mengerti.


Setelah panjang lebar bercerita Luna pamit untuk pulang karena dari tadi Lula sudah menelpon nya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2