Kisah Cinta Aluna

Kisah Cinta Aluna
episode 12


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 12:00 siang Arga dan Luna sudah selesai meeting mereka lagi berada di sebuah restoran untuk makan siang. Luna terlihat melahap spagetti yang ia pesan sedang kan Arga memakan Nasi goreng siput favorit nya.


Di saat tengah asyik makan, Luna dan Arga di kejut kan dengan kedatangan Arkan. Arkan kebetulan ada di sana ia juga sedang makan siang di sana. Saat ia melihat Luna berada di sana ia langsung menghampiri nya.


Arkan menarik tangan Luna, di bawa nya Luna keluar restoran. Arga yang lagi bersama Luna ikut menyusul mereka. Karena ia khawatir dengan keadaan Luna.


"Mas, sakit lepasin tangan aku." ucap Luna ia berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Arkan.


"Gak, aku gak akan lepas kan kamu. Aku mau kamu ada di dekat aku. Aku gak mau lagi kamu pergi." jawab Arkan ia kemudian membuka mobil dan memaksa Luna untuk masuk ke dalam mobil nya.


Arga yang melihat Luna di paksa masuk ke mobil, langsung menarik tangan Arkan dan satu pukulan kena di wajah Arkan.


Arkan yang tidak terima wajah nya di pukul, memukul balik wajah Arga. Arga yang sama sekali belum siap jatuh tersungkur. Dan saat Arkan ingin kembali memukul wajah Arga, tangan nya di tahan oleh Luna. Dan Arkan tidak jadi memukul wajah Arga.


"Udah cukup!" teriak Luna


Luna menghampiri Arga ia membantu Arga untuk berdiri. Di bawa nya Arga masuk ke mobil nya, ia kemudian menutup mobil tersebut. Setelah itu ia kembali menemui Arkan.


"Mas, tolong jangan ganggu aku lagi, hubungan kita udah selesai. Sebentar lagi kita akan berpisah. Jadi aku mohon jangan ganggu aku lagi, biar kan aku hidup bahagia bersama Lula." ucap Luna Arkan tak terima dengan apa yang di kata kan Luna. Ia kemudian menarik tangan Luna dan memeluk nya dengan erat.


"Aku mencintai kamu. Aku mohon jangan tinggal kan aku. Aku janji tidak akan mengkhianati kamu lagi. Aku sayang sama kamu Luna. Sampai kapan pun, kamu tetap cinta pertama aku. Dan Windy aku sudah menceraikan dia." ucap Arkan ia kemudian melepaskan pelukan nya dengan Luna.


Luna tidak bisa menahan tangis nya. Di tatap nya wajah Arkan yang ada di depan nya. Wajah yang dulu sering membuat ia tersenyum.


"Tapi, aku masih tetap tidak bisa hidup bersama kamu lagi Mas. keputusan aku sudah bulat aku tetap ingin berpisah dengan kamu." ucap Luna walaupun sebenarnya ia masih menginginkan Arkan di hidup nya. Tapi karena pengkhianatan yang di lakukan Arkan membuat ia tidak bisa melanjutkan hubungan ini.

__ADS_1


"Maaf kan aku Mas. Mungkin ini jalan yang terbaik buat kita." ucap Luna dalam hati setelah itu ia pergi masuk ke mobil Arga. Arga pun melajukan mobil nya meninggal kan restoran.


"Kamu gak apa-apa Ga?" tanya Luna dengan menatap Arga dengan wajah khawatir.


"Aku baik-baik aja." jawab Arga sembari menyetir mobil nya.


"Oh iya, tadi itu Arkan ya, suami kamu yang kamu cerita kan sama aku kemarin?" tanya Arga ia melirik ke arah Luna yang terlihat masih sedih.


"Iya itu Arkan laki-laki yang membuat aku meninggal kan keluarga aku demi dia." jawab Luna dan pertanyaan Arga tersebut membuat ia teringat kembali masa-masa di mana saat ia masih hidup bahagia bersama Arkan.


Luna terdiam beberapa saat. Ia memikirkan ucapan Arkan tadi. Ia masih tidak percaya Arkan menceraikan Windy demi dirinya. Bahkan dulu Arkan memohon pada nya supaya ia menyetujui dia menikah lagi dengan Windy. Tapi sekarang Arkan memohon pada nya untuk kembali lagi hidup bersama nya.


"Luna kenapa kamu diam saja, apa aku salah bicara sama kamu?" tanya Arga


"Enggak kok aku tidak apa-apa." jawab Luna setelah itu tak ada lagi percakapan di antara mereka. Arga masih fokus menyetir mobil nya sementara Luna duduk diam menatap jalanan yang mereka lewati.


......................


Sementara Luna sibuk bekerja, Lula sedang duduk menunggu Nenek nya menjemput nya. Ia berdiri di depan gerbang dengan wajah cemberut. Ejekan dari teman-teman nya sungguh membuat ia kesal.


Rahma yang baru saja tiba di sekolah Lula langsung turun, ia kemudian menghampiri Lula yang berdiri menunggu diri nya.


"Nenek kemana aja sih, Lula dari tadi nungguin Nenek tau di sini!" tanya Lula dengan wajah yang masih cemberut


"Maafin Nenek ya, tadi di jalan macet makanya Nenek lambat jemput Lula." jelas Rahma pada Lula. Namun Lula masih tetap cemberut.

__ADS_1


"Lula kenapa Lula marah ya sama Nenek?" tanya Rahma


"Enggak kok Nek, lula tidak marah sama Nenek. Lula cuma kesal sama teman-teman. Teman-teman tadi ejek Lula katanya Lula tidak punya Papa." jawab nya membuat Rahma bingung harus bagaimana membujuk Lula supaya Lula tidak sedih lagi.


"Ya udah kita pergi yuk. semalam kan Nenek janji mau ajak Lula jalan-jalan. Sekarang kita jalan-jalan ya, kita pergi ke taman soalnya Tante Selly sama Kakek udah nungguin kita di sana." Rahma berusaha membujuk Lula dengan mengajaknya jalan-jalan dan untung nya Lula mau.


"Iya Lula mau. Tapi nanti di sana Lula mau beli es krim ya Nek?"


"Iya boleh. Let's Go kita berangkat." jawab Rahma dan mereka berdua pun masuk ke mobil dan berangkat menuju taman.


Di sebuah taman Selly dan Bayu sudah duduk menunggu Rahma dan Lula. Mereka duduk di bawah rumput yang sudah di alasi dengan kain. Di sana juga sudah tersedia berbagai macam makanan. Dari mulai buah, makanan ringan dan mie goreng yang di buat oleh Selly.


Tak butuh waktu lama Rahma dan Lula tiba di taman. Mereka langsung turun dari mobil dan menuju tempat di mana Selly dan Bayu menunggu.


"Kakek...." teriak Lula sembari berlari ke arah Bayu


Bayu merentang kan tangan nya dan Lula pun langsung memeluk nya dengan erat.


"Kok Kakek saja sih yang di peluk Tante Selly kok gak di peluk sih?" tanya Selly dengan wajah cemberut.


Lula yang melihat Tante nya cemberut langsung memeluk Tante nya itu.


"Tante kalau cemberut tambah jelek." ucap Lula dan itu membuat Rahma dan Bayu tertawa mendengar nya.


Selly yang mendengar itu pun ikut tertawa ia gemas dengan tingkah laku Lula.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2